<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614</id><updated>2011-12-27T22:27:48.270-08:00</updated><category term='syariah pemerintahan'/><category term='Puisi'/><category term='mer ren ibrah'/><category term='Sejarah Islam umum'/><category term='Tsaqafah Pemikiran lainnya'/><category term='motivasi'/><category term='Tsaqafah Pemikiran Kapitalisme'/><category term='Download'/><category term='Syariah Politik'/><category term='Sejarah tokoh umum'/><category term='Keterampilan Bahasa Arab'/><category term='fiqih'/><category term='Berita Internasional eropa'/><category term='Berita Internasional Amerika'/><category term='Renungan Keajaiban Al Qura&apos;an'/><category term='Berita Timur Tengah'/><category term='Renungan Kebesaran Allah'/><category term='berita umum'/><category term='Sejarah tokoh sahabat nabi'/><category term='sejarah nabi madinah'/><category term='Sejarah Islam Khilafah'/><category term='kiat'/><category term='keterampilan menulis'/><category term='Tak terkategori'/><category term='dakwah'/><category term='Syariah Ekonomi'/><category term='Berita Indonesia'/><category term='Berita Internasional Asia'/><category term='sej tok khalifah'/><category term='Syariah Pergaulan'/><category term='analisis'/><category term='kata mutiara'/><category term='informasi'/><category term='review'/><category term='sastra seni'/><category term='kisah teladan'/><category term='Berita Internasional Afrika'/><title type='text'>halqah centre</title><subtitle type='html'>Bersama Menyongsong Kemenangan Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>HALQAH CENTRE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03732996692919386722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://lh5.ggpht.com/_sh6-cAAt7lo/SbkUsLQ70vI/AAAAAAAAAAw/VP1iVJA6X8I/s128/00038%20%5B%3DZ%5D%20AR%20RAYAH%20I%20Islamic%20Walpaper.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>416</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-3934764770625192322</id><published>2011-12-26T04:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T04:32:21.772-08:00</updated><title type='text'>Tak Memperjuangkan Khilafah, Berdosa?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Soal:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Jika menegakkan Khilafah hukumnya fardhu kifayah, apakah tidak  cukup hanya dengan kelompok-kelompok yang sudah ada? Apakah kaum Muslim  masih berdosa jika tidak ikut berjuang menegakkan Khilafah saat sudah  ada yang mengerjakannya?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jawab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum mengangkat Khalifah (kepala negara), termasuk mendirikan  Khilafah, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama kaum Muslim,  yaitu fardhu. Hanya saja, apakah fardhu ‘ain atau fardhu kifayah, memang  ada perbedaan pendapat. Al-’Allamah al-Mardawi, dari mazhab Hanbali,  dalam &lt;em&gt;Bab Qital Ahl al-Baghy&lt;/em&gt;, menyatakan, &lt;em&gt;“Mengangkat Imam (kepala negara) hukumnya fardhu kifayah.” &lt;/em&gt;Dalam kitab &lt;em&gt;al-Furu’&lt;/em&gt;, dia menegaskan, &lt;em&gt;“Hukumnya fardhu kifayah menurut pendapat yang paling tepat.” &lt;/em&gt;Pada bagian yang lain, dia menegaskan kembali, bahwa mengangkat Imam hukumnya fardhu kifayah menurut mazhab yang sahih.&lt;a name="_ednref1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Imam an-Nawawi, Zakaria  al-Anshari, al-Khathib as-Syarbini, az-Zujaji, al-Bujairimi dan al-Jamal  bin Sulaiman; semuanya dari mazhab Syafii, bahwa hukum mendirikan &lt;em&gt;Imamah &lt;/em&gt;(Khilafah) adalah fardhu kifayah.&lt;a name="_ednref2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Dalam kitab &lt;em&gt;Rawdhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin,&lt;/em&gt; Imam an-Nawawi menyatakan:&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;span class="arab"&gt;&lt;strong&gt;اَلْفَصْلُ الثَّانِيْ&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;فِيْ وُجُوْبِ الإِمَامَةِ وَبَيَانِ طُرُقِهَا&lt;/strong&gt;:  لاَبُدَّ لِلأُمَّةِ مِنْ إِمَامٍ يُقِيْمُ الدِّيْنَ، وَيَنْصُرُ  السُّنَّةَ، وَيَنْتَصِفُ لِلْمَظْلُوْمِيْنَ، وَيَسْتَوْفِيَ الْحُقُوْقَ  وَيَضَعُهَا مَوَاضِعَهَا. &lt;strong&gt;قُلْتُ&lt;/strong&gt;: تَوَلَّي الإمَامَة  فَرْضُ كِفَايَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَنْ يَصْلُحُ إِلاَّ وَاحِداً،  تَعَيَّنَ عَلَيْهِ وَلَزِمَهُ طَلَبُهَا إِنْ لَمْ يَبْتَدِئُوْهُ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pasal Kedua tentang Kewajiban Adanya Imamah (Khilafah) dan Penjelasan tentang Tatacaranya:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Umat  harus mempunyai seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama, membela  as-Sunnah, dan membela hak-hak orang yang dizalimi, menunaikan hak-hak  dan menempatkannya pada tempatnya. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aku (an-Nawawi) berkata&lt;/span&gt;:&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Mendirikan  Imamah (Khilafah) hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada orang yang  layak, kecuali hanya satu, maka kewajiban tersebut berubah menjadi  fardhu ‘ain bagi dirinya. Dia pun harus dicari, jika mereka tidak mulai  (dengan) mengangkatnya.&lt;/em&gt;&lt;a name="_ednref3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pendapat yang paling kuat (&lt;em&gt;rajih&lt;/em&gt;) terkait  pendirian Khilafah, hukumnya adalah fardhu kifayah. Pertanyaannya  kemudian, apakah tidak cukup dengan kelompok-kelompok yang sudah  mengupayakannya, ataukah kaum Muslim masih berdosa jika tidak ikut  berjuang menegakkannya saat kelompok yang mengerjakannya hingga sekarang  belum berhasil?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini, Imam an-Nawawi memberikan jawaban:&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;span class="arab"&gt;إِذَا فَعَلَهُ مَنْ تَحْصُلُ بِهِمُ  الْكِفَايَةُ سَقَطَ الْحَـرَجُ عَنِ الْبَاقِيْنَ، وَإِنْ تَرَكُوْهُ  كُلُّهُمْ أَثِمُوْا كُلُّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Jika fardhu kifayah (jihad) itu dikerjakan oleh orang yang  mempunyai kapasitas untuk menunaikannya, maka beban (kewajiban) tersebut  telah gugur dari yang lain. Namun, jika mereka semuanya  meninggalkannya, maka semuanya berdosa.&lt;/em&gt; &lt;a name="_ednref4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya, yang menjadi ukuran bukan yang penting kewajiban tersebut  telah dikerjakan, tetapi dikerjakan oleh orang atau sekelompok orang  yang mempunyai kapasitas untuk menunaikannya hingga berhasil, baru  kewajiban tersebut dinyatakan gugur dari yang lain. Dalam penjelasan  lain, tentang amar makruf dan nahi mungkar yang hukumnya juga fardhu  kifayah, Imam an-Nawawi menyatakan:&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;span class="arab"&gt;ثُمَّ إِنَّهُ قَدْ يَتَعَيَّنَ كَمَا  إِذَا كَانَ فِيْ مَوْضِـعٍ لاَ يَعْلَـمُ بِهِ إِلاَّ هُوَ، أَوْ لاَ  يَتَمَكَّنَ مِنْ إِزَالَـتِهِ إِلاَّ هُوَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kemudian, kadang-kadang fardhu kifayah itu bisa berubah menjadi  fardhu ‘ain, seperti ketika fardhu kifayah (amar makruf/nahi mungkar)  ini dalam konteks yang hanya diketahui oleh orang itu, atau tidak  mungkin bisa dihilangkan, kecuali oleh dia.&lt;/em&gt; &lt;a name="_ednref5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, fardhu kifayah  dinyatakan gugur saat benar-benar  telah berhasil diwujudkan. Bila tidak, maka fardhu tersebut kembali  kepada seluruh kaum Muslim; semuanya dianggap berdosa saat fardhu  tersebut belum terwujud. Pada saat itu, masing-masing orang berkewajiban  untuk melaksanakannya hingga benar-benar terwujud. Dalam konteks  inilah, maka fardhu kifayah bisa berubah menjadi fardhu ‘ain. Ini  dipertegas oleh penjelasan Imam al-Baidhawi:&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;span class="arab"&gt;خَاطَبَ الْجَمِيْعَ وَطَلَبَ فِعْلَ  بَعْضِهِمْ لِيَدُلَّ عَلَى أَنَّهُ وَاجِبٌ عَلَى الْكُلِّ حَتىَّ لَوْ  تَرَكُوْهُ رَأْساً أَثِمُوْا جَمِيْعاً وَلَكِنْ يَسْقُطُ بِفِعْلِ  بَعْضِهِمْ، وَهَكَذَا كُلُّ مَا هُوَ فَرْضُ كِفَايَةٍ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Fardhu kifayah) menyerukan kepada seluruh kaum Muslim, dan  meminta dikerjakan oleh sebagian di antara mereka untuk membuktikan,  bahwa fardhu tersebut merupakan kewajiban bagi semuanya. Karena itu,  saat mereka secara langsung meninggalkannya, maka mereka semuanya  berdosa. Namun, kewajiban tersebut gugur dengan dikerjakan oleh sebagian  di antara mereka. Begitulah ketentuan seluruh fardhu kifayah.&lt;/em&gt; &lt;a name="_ednref6" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-’Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, sebagai mujtahid mutlak,  telah melakukan ijtihad yang diperlukan untuk merumuskan metode  menegakkan kembali Khilafah, yang hukumnya fardhu kifayah. Namun, karena  belum ada seorang pun mujtahid sebelum beliau yang merumuskannya, maka  ini menjadi fardhu ‘ain bagi beliau. Beliau pun telah melaksanakan apa  yang menjadi kewajibannya, termasuk mendirikan Hizbut Tahrir bersama  sejumlah ulama. Sejak berdiri tahun 1953 hingga sekarang, Hizbut Tahrir  telah melakukan perjuangan dengan seluruh potensi dan kemampuannya,  termasuk dukungan umat yang terus menguat di lebih dari 40 negara.  Namun, hingga saat ini Hizb belum juga berhasil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka dari itu, kewajiban menegakkan Khilafah ini-sebagaimana seruan (&lt;em&gt;khithab&lt;/em&gt;)  asalnya untuk seluruh kaum Muslim-kembali kepada seluruh umat Islam.  Dengan dilaksanakannya kewajiban ini oleh sebagian di antara mereka,  yaitu aktivis Hizbut Tahrir bersama umat, maka tetap belum menggugurkan  kewajiban ini dari pundak umat Islam. Sebab, kewajiban yang  diperintahkan itu belum terwujud. Dengan demikian, mereka yang tidak  terlibat dalam kewajiban ini tetap dinyatakan berdosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tepat sekali apa yang dijelaskan oleh al-Imam al-’Allamah as-Syathibi, dalam kitabnya, &lt;em&gt;Al-Muwafaqat&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;span class="arab"&gt;إنَّهُ وَاجِبٌ عَلَى الْجَمِيْعِ..  لأَنَّ الْقِيَامَ بِذَلِكَ الْفَرْضِ قِيَامٌ بِمَصْلَحَةٍ عَامَّةٍ،  فَهُمْ مَطْلُوْبُوْنَ بِسَدِّهَا عَلَى الْجُمْلَةِ، فَبَعْضُهُمْ هُوَ  قاَدِرٌ عَلَيْهَا مُبَاشَرَةً، وَذَلِكَ مَنْ كَانَ أَهْلاً لَهَا،  وَالْبَاقُوْنَ ـ وَإِنْ لَمْ يَقْدِرُوْا عَلَيْهَا ـ قَادِرُوْنَ عَلَى  إِقَامَةِ الْقَادِرِيْنَ، فَمَنْ كَانَ قَادِراً عَلىَ الْوِلاَيَةِ  فَهُوَ مَطْلُوْبٌ بِإِقَامَتِهَا، وَمَنْ لاَ يَقْدِرُ عَلَيْهَا  مَطْلُوْبٌ بِأَمْرٍ آخَر وَهُوَ إِقَامَةُ ذَلِكَ الْقَادِرِ  وَإِجْبَارُهُ عَلَى الْقِيَامِ بِهَا، فَالْقَادِرُ إِذاً مَطْلُوْبٌ  بِإِقَامَةِ الْفَرْضِ، وَغَيْرُ الْقَادِرِ مَطْلُوْبٌ بِتَقْدِيْمِ  ذَلِكَ الْقَادِرِ، إِذْ لاَ يَتَوَصَّلَ إِلَى قِيَامِ الْقَادِرِ إِلاََّ  باِلإقَامَةِ؛ مِنْ بَابِ مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاََّ بِهِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Fardhu kifayah merupakan kewajiban bagi semua orang…Karena  melaksanakan fardhu ini merupakan pelaksanaan kemaslahatan publik.  Mereka dituntut untuk menunaikannya secara akumulatif. Sebagian ada yang  mampu secara langsung, seperti orang yang mempunyai kelayakan. Sebagian  yang lain, sekalipun tidak mampu, tetap mampu mengusahakan orang yang  mampu. Orang yang bisa mengangkat pemimpin, ia wajib mengangkatnya. Bagi  yang tidak mampu, ia mampu melakukan yang lain, yaitu mengusahakan  orang yang mampu, dan memaksanya untuk menegakkannya. Jadi, yang mampu  wajib menunaikan kewajiban ini, sedangkan yang tidak mampu wajib  mengusahakan orang yang mampu. Sebab, orang yang mampu tidak akan  melakukannya, kecuali dengan diupayakan (oleh yang tidak mampu). Ini  merupakan bab suatu kewajiban tidak sempurna, kecuali dengan sesuatu,  maka sesuatu itu hukumnya wajib.&lt;/em&gt; &lt;a name="_ednref7" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_edn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, satu-satunya masalah yang dihadapi oleh Hizbut Tahrir dalam menegakkan Khilafah adalah dukungan &lt;em&gt;Ahl an-Nushrah&lt;/em&gt;. Bagi &lt;em&gt;Ahl an-Nushrah&lt;/em&gt;,  menegakkan Khilafah saat ini adalah fardhu ‘ain. Mereka berkewajiban   menegakkannya karena mereka adalah orang yang mempunyai kapasitas dan  kemampuan. Tugas Hizb adalah terus mencari dukungan dan meyakinkan  mereka. Adapun umat secara keseluruhan, yang termasuk kategori kedua,  berkewajiban mengupayakan mereka, baik dari kalangan keluarga, orang tua  maupun anak-anak mereka. Tidak hanya itu, mereka juga berkewajiban  memaksa &lt;em&gt;Ahl an-Nushrah&lt;/em&gt; agar mereka segera melaksanakan kewajiban mereka. Jika tidak, maka umat Islam pun menanggung dosa. &lt;em&gt;WalLahu a’lam. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;[]&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Catatan kaki:&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;a name="_edn1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Al-’Allamah ‘Ala’uddin al-Mardawi, &lt;em&gt;A&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l-Anshaf&lt;/em&gt;, Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, Beirut, 1997, X/271 dan XI/42. &lt;p&gt;&lt;a name="_edn2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah an-Nawawi, &lt;em&gt;Rawdhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., VIII/368; al-’Allamah Zakaria al-Anshari, &lt;em&gt;Fath al-Wahhab bi Syarhi Minhaj ath-Thullab, &lt;/em&gt;Dar al-Fikr, Beirut, 1994, II/185; al-’Allamah al-Khathib as-Syarbini, &lt;em&gt;al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’, &lt;/em&gt;Dar al-Fikr, Beirut, 1998, II/437; al-’Allamah al-Bujairimi, &lt;em&gt;Hasyiyah al-Bujairimi ‘ala al-Khathib; &lt;/em&gt;al-’Allamah al-Jamal, &lt;em&gt;Hasyiyah al-Jamal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="_edn3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah an-Nawawi, &lt;em&gt;Rawdhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., VIII/368.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="_edn4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah an-Nawawi, &lt;em&gt;Syarh Shahih Muslim&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, 1995, XIII/8.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="_edn5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah an-Nawawi, &lt;em&gt;Syarh Shahih Muslim&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, 1995, II/19.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="_edn6" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah al-Baidhawi, &lt;em&gt;Tafsir al-Baydhawi&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., II/68.&lt;/p&gt; &lt;a name="_edn7" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/08/02/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa/#_ednref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Al-Imam al-’Allamah as-Syathibi, &lt;em&gt;Al-Muwafaqat&lt;/em&gt;, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., I/119&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-3934764770625192322?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/3934764770625192322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3934764770625192322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3934764770625192322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/tak-memperjuangkan-khilafah-berdosa.html' title='Tak Memperjuangkan Khilafah, Berdosa?'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-3630438646956655675</id><published>2011-12-24T02:56:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T02:57:55.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Nasib Pembenci Al Qur’an</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan orang-orang yang kafir, maka  kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang  demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang  diturunkan Allah (Alquran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala)  amal-amal mereka &lt;/em&gt;(TQS Muhammad [47]: 8-9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alquran diturunkan sebagai petunjuk dari Allah SWTbagi manusia dalam  menjalani kehidupannya. Barangsiapa yang mengimani dan mengamalkannya  secara kaffah, kebahagiaan di dunia dan akhirat akan didapat.  Sebaliknya, siapa pun yang mengingkari, apalagi membencinya, akan  mengalami nasib menyedihkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat ini adalah di antara yang memberitakan nasib yang dialami kaum kafir yang membenci Alquran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Celaka dan Disesatkan Amalnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Wa al-ladz&lt;/em&gt;&lt;em&gt;îna kafarû fata’s[an] lahum&lt;/em&gt;(dan  orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka).Dalam ayat  sebelumnya diberitakan mengenai balasan dan anugerah bagi orang-orang  yang mau menolong agama-Nya. Allah SWTakan menolong dan meneguhkan  kedudukanorang-orang yang menolong agama-Nya. Yakni orang-orang yang  bersedia tunduk, terikat, dan mengamalkan perintah dan larangan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian dalam ayat ini diberitakan mengenai nasib orang-orang yang bersikap sebaliknya:&lt;em&gt;al-ladz&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;na &lt;/em&gt;&lt;em&gt;kafarû. &lt;/em&gt;Yakni orang-orang yang mengingkari sebagian atau seluruh perkara keimanan. Balasan yang bakal mereka terima adalah: &lt;em&gt;fata’s[an] lahum&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut al-Syaukanidan al-Qinuji, makna asal kata &lt;em&gt;al-ta’s &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;al-in&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ith&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;th wa al-‘its&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;r &lt;/em&gt;(kemerosotan  dan kebinasaan). Dalam konteks ayat ini, ada beberapa penafsiran yang  dikemukakan oleh ulama. Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Juraij menafsirkannya &lt;em&gt;bu’d[an] lahum &lt;/em&gt;(menjadi laknat terhadap mereka). Menurut al-Sudi, &lt;em&gt;khuzn[an] lahum &lt;/em&gt;(kesedihan bagi mereka). Ibnu Zaid berkata, &lt;em&gt;syaq&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;`[an] lahum &lt;/em&gt;(kesengsaraan dan kemalangan bagi mereka). Al-Hasan memaknainya sebagai &lt;em&gt;syatm[an] lahum minal-L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h &lt;/em&gt;(cacian dari Allah kepada mereka)&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Tsa’lab mengartikannya&lt;em&gt;hal&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;k[an] lahum &lt;/em&gt;(kehancuran, kebinasaan bagi mereka). Al-Dhahhak berkata, &lt;em&gt;khaybat[an] lahum &lt;/em&gt;(kegagalan  bagi mereka). Demikian pemaparan al-Qurthubi dalam tafsirnya. Ibnu  Jarir al-Thabari menggabungkan beberapa panfsiran tersebut, yakni &lt;em&gt;hizy[an] lahum wa syaq&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;` wa bal&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;` &lt;/em&gt;(kehinaan, kesengsaraan, dan bencana bagi mereka).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata &lt;em&gt;al-ta’s &lt;/em&gt;juga digunakan dalam sabda Rasulullah SAW: &lt;em&gt;Ta’isu ‘abd al-d&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;n&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;r wa al-dirh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;m wa al-qath&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;fah wa al-kham&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;shah, in u’thiya radhiya wa in lam yu’th&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; lam yardha &lt;/em&gt;(kecelakaan  bagi hamba dinar, dirham, sutra, dan gamis. Apabila diberi, dia ridha.  Dan apabila tidak diberi, dia tidak ridha, HR al-Bukhari dan Ibnu Majah  dari Abu Hurairah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dijelaskan Fakhruddin al-Razi dalam &lt;em&gt;Maf&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;t&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h al-Ghayb, &lt;/em&gt;ayat ini merupakan tambahan untuk menguatkan hati kaum Mukmin. Ketika dalam ayat sebelumnya disebutkan: &lt;em&gt;wa yutsabbit aqd&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;mahum &lt;/em&gt;(dan  Dia meneguhkan kedudukanmu), maka ada kemungkinan muncul anggapan bahwa  orang kafir bisajatuh dan teguhuntuk beperang. Sehingga dalam  peperangan, terjadi saling bunuh, saling serang, saling tikam, dan  saling pukul. Maka muncullah kesulitan besar. Kemudian Allah SWT  menegaskan bahwa kalian (orang-orang Mukmin) memiliki keteguhan.  Sebaliknya mereka (orang-orang kafir) itu musnah, berubah, dan binasa,  sehingga tidak ada keteguhan mereka. Penyebabnya jelas, tuhan-tuhan  mereka adalah benda mati yang tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan  berhadapan dengan Dzat yang memiliki kekuatan. Maka tuhan-tuhan mereka  itu tidak berguna untuk mencegah dan membatalkan keputusan Allah SWT  atas mereka, yakni kehancuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Di samping itu juga: &lt;em&gt;Wa adhalla a’m&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lahum &lt;/em&gt;(dan Allah menyesatkan amal-amal mereka). Kata &lt;em&gt;al-dhal&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l &lt;/em&gt;berarti&lt;em&gt;al-‘ud&lt;/em&gt;&lt;em&gt;û&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l ‘an al-thar&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;q al-mustaq&lt;/em&gt;&lt;em&gt;î&lt;/em&gt;&lt;em&gt;m &lt;/em&gt;(menyimpang dari jalan yang lurus). Kebalikannya adalah &lt;em&gt;al-hid&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;yah &lt;/em&gt;(petunjuk). Demikian al-Raghib al-Asfagani. Menurut Ibnu Jarir al-Thabari, frasa ini berarti &lt;em&gt;Allah  menjadikan amal mereka dilakukan tapa petunjuk dan istiqamah. Sebab,  amal mereka dilakukan karena ketaatan terhadap syetan. Bukan ketaatan  kepada al-rahman.&lt;/em&gt;Al-Syaukani dan al-Jaiziri menafsirkan frasa ini sebagai &lt;em&gt;abthlah&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; waja’alah&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; dh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;i’at[an] &lt;/em&gt;(menjadikannya sia-sia dan lenyap).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikemukakan Fakhruddin a-Razi, ayat ini memberikan isyarat yang  menjelaskan tentang perbedaan nasib orang-orang kafir yang telah mati  dengan orang-orang Mukmin yang terbunuh (dalam medan peperangan).  Mengenai orang-orang Mukmin tersebut,Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka&lt;/em&gt; (TQS Muhammad [47]: 4). Sedangkan terhadap orang-orang kafir yang mati, Allah SWT menghapus dan melenyapkan semua amalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Karena Membenci Alquran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Setelah diberitakan mengenai hukuman bagi kaum  kafir, dalam ayat berikutnya dijelaskan perkara yang menjadi  penyebabnya. Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Dz&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lika bi annahum karih&lt;/em&gt;&lt;em&gt;û&lt;/em&gt;&lt;em&gt; m&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; anzalal-L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h lahum &lt;/em&gt;(yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah [Alquran]). Kata &lt;em&gt;dz&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lika&lt;/em&gt;merupakan &lt;em&gt;isy&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;rah &lt;/em&gt;yang merujuk kepada kalimat sebelumnya, yakni kecelakaan dan lenyapnya amal orang-orang kafir. Sedangkan frasa &lt;em&gt;bi annahum &lt;/em&gt;memberikan makna sebab. Artinya, semua kejadian yang menimpa mereka itu disebabkan sikap mereka: &lt;em&gt;karih&lt;/em&gt;&lt;em&gt;û&lt;/em&gt;&lt;em&gt; m&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; anzalal-L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h lahum. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ahmad Mukhtar dalam &lt;em&gt;Mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Mu’&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;shirah, &lt;/em&gt;kata &lt;em&gt;kariha al-syakhsh fi’l al-s&lt;/em&gt;&lt;em&gt;û&lt;/em&gt;&lt;em&gt;` &lt;/em&gt;berarti &lt;em&gt;maqatahu, walam yu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ibbuhu, abghadhahu &lt;/em&gt;(membenci dan tidak menyukainya).       Sedangkan yang dimaksud dengan &lt;em&gt;m&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;anzalal-L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h lahum &lt;/em&gt;dalam ayat ini adalah Alquran, beserta semua isinya, baik dalam perkara aqidah maupun syariah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah maklum bahwa Alquran diturunkan sebagai &lt;em&gt;hud[an] &lt;/em&gt;(petunjuk), &lt;em&gt;syif&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;` &lt;/em&gt;(obat)&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt;ra&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;mah &lt;/em&gt;(kasih sayang). Juga mengeluarkan manusia &lt;em&gt;min al-zhulum&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;t il&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt; al-n&lt;/em&gt;&lt;em&gt;û&lt;/em&gt;&lt;em&gt;r &lt;/em&gt;(dari  kegelapan menuju cahaya). Di dalam Alquran pula penjelasan haq dan  batil, halal dan haram, tata cara ibadah, dan sebagainaya. Pendek kata,  Alquran merupakan petunjuk hidup yang benar bagi seluruh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, ketika Alquran diingkari, apalagi dibenci,  pelakunyadipastikan tidak akan bisa mengerjakan ibadah dan amal shalih  lainnya dengan benar. Sebab ketentuan ibadah dan amal shalih bukan  berdasarkan akal, namun oleh syara’ yang bersumber dari Alquran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebencian terhadap Alquran yang di dalamnya terdapat penjelasan  tentang tauhid, akan membuat pelakunya menegasikan tauhid dan lebih  memilih syirik. Sementara syirik menkadi penyebab terhapusnya pahala.  Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu&lt;/em&gt;(TQS al-Zumar [39]: 65).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alquranjuga berisi berita tentang akhirat. Orang yang mengingkari dan  membencinya, tentulah tidak akan beramal untuk akhirat. Semuanya  dikerjakan untuk mengejar dan meraih kenikmatan dunia. Karena itu  dicari, maka wajar saja jika mereka tidak berhak mendapatkan bagian di  akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Allah SWT pun berfirman: &lt;em&gt;Faa&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;batha a’m&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lahum&lt;/em&gt;(lalu Allah menghapuskan [pahala-pahala] amal-amal mereka). Kata &lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;abitha al-‘amal &lt;/em&gt;berarti &lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;abatha, fasada, bathala, dzahaba, suda[n] &lt;/em&gt;(terhapus, rusak, batal, lenyap, sia-sia&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;). Sehingga makna &lt;em&gt;a&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;batha-L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h al-‘amal &lt;/em&gt;adalah  Allah membatalkan dan melenyapkan pahalanya. Demikian penjelasan Ahmad  Mukhtar. Makna itu pula yang terdaapt dalam ayat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut al-Qinuji, yang dimaksud dengan amal di sini adalah amal yang  terlihat secara kasat mata sebagai amal kebaikan meskipun pada asalnya  tetap batil. Sebab, amal orang kafir tidak diterima sebelum keislaman  mereka. Tak jauh berbeda, al-Thabari juga menjelaskan bahwa Allah SWT  telah membatalkan amal yang mereka kerjakan di dunia. Ditegaskan pula  olehnya, ketentuan ini berlaku untuk semua orang kafir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai terhapus dan sia-sianya amal perbuatan orang juga ditegaskan  dalam banyak ayat, seperti QS al-A’raf [7]: 147). Juga dalam al-Baqarah  [2]: 217, Ali Imran [3]: 21-22, al-Maidah [5]: 5 dan 53, al-An’am [6]:  88.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah nasib yang menimpa kaum kafir. Mereka mendapatkan  kehinaan, kekalahan, kesengsaraan, dan penderitaan selama-lamanya. Semua  amal yang dikerjakan sia-sia, lenyap, dan tidak berguna sedikit pun  bagi mereka. Semua itu disebabkan karena kekufuran mereka, terutama  kebencian mereka terhadap Alquran beserta ajarannya, baik sebagian atau  seluruhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ancaman ayat ini seharusnya membuat para pengidap &lt;em&gt;Islam phobia&lt;/em&gt;segera sadar&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Juga  mereka yang suka menyebarkan kebencian dan sikap antipati terhadap  Islam, syariah, jihad dengan makna yang sebenarnya (yakni perang di  jalan Allah), dan daulah khilafah seraya menuduh para pejuangnya sebagai  penganut radikalisme dan fundamentalisme, bahkan pelaku terorisme yang  harus dibasmi. Umat Islam haruswaspada dan tidak boleh terpedaya oleh  propaganda busuk mereka yang dapat menggelincirkan kita dan mengekor  sikap mereka yang benci terhadap Islam. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wal-L&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;h a’lam bi al-shaw&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;â&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ikhtisar:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Nasib orang kafir akan hina, celaka, dan sengsara. Amal mereka juga terhapus dan sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Perkara yang menjadi penyebab penderitaan kaum kafir itu adalah kebencian mereka terhadap Alquran&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-3630438646956655675?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/3630438646956655675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/nasib-pembenci-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3630438646956655675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3630438646956655675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/nasib-pembenci-al-quran.html' title='Nasib Pembenci Al Qur’an'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-3562958863946315140</id><published>2011-12-24T02:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T02:51:44.299-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Akhir Tahun 2011: Umat Masih Menderita Karena Kapitalisme, Hanya Syariah dan Khilafah Solusinya !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/12/refleksi-2011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 340px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/12/refleksi-2011.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011 segera akan berlalu. Banyak peristiwa telah terjadi.  Terhadap 10 (sepuluh) peristiwa atau topik penting baik menyangkut  ekonomi, politik maupun sosial budaya di sepanjang tahun 2011, Hizbut  Tahrir Indonesia memberikan catatan. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;RAKYAT MISKIN DI NEGARA KAYA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tahun 2011 ini sejumlah survei mengemukakan adanya peningkatan  nilai kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Majalah Forbes misalnya  pada November lalu merilis 40 daftar orang terkaya di Indonesia dengan  akumulasi kekayaan US$ 85,1 miliar. Angka tersebut naik 16% dari tahun  sebelumnya. Dengan kata lain, nilai kekayaan mereka setara dengan 11  persen total PDB Indonesia yang tahun ini diperkirakan mencapai US$752  miliar. Hebatnya, tiga orang terkaya dari daftar tersebut tersebut  memiliki total kekayaan US$32,5 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Nomura, lembaga riset yang berbasis di Jepang, dalam laporannya &lt;em&gt;Indonesia: Builiding Momentum&lt;/em&gt;, menyebutkan jumlah kelas menengah &lt;em&gt;(middle class)&lt;/em&gt;  Indonesia dengan pendapatan US$3.000 pertahun naik drastis dari 1,6   juta orang pada 2004 menjadi 50 juta pada tahun 2009. Peningkatan  tersebut seiring dengan naiknya harga komoditas di pasar internasional.  Berbagai laporan lembaga lainnya juga memiliki keseimpulan yang sama  bahwa jumlah orang kaya di Indonesia beserta asetnya semakin tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun di sisi lain, tragisnya angka kemiskinan di negeri ini masih  sangat tinggi. Menurut BPS penduduk miskin Indonesia tahun 2011, dengan  pengeluaran kurang dari 230 ribu, mencapai 30 juta jiwa. Jika  ditambahkan dengan penduduk ‘hampir miskin’ yang pengeluarannya antara  Rp 233-280 ribu, jumlahnya meningkat menjadi 57 juta orang atau 24% dari  total penduduk Indonesia. Jumlah itu membengkak jika menggunakan  standar kemiskinan internasional yakni kurang dari US$2 perhari. Menurut  laporan Bank Dunia, pada tahun 2009, sebanyak 50,7%  atau lebih dari  separuh dari penduduk negeri ini masih dalam kategori miskin (World  Bank, &lt;em&gt;World Development Indicators 2011&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, potret rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia juga terlihat dari peringkat Indeks Pembangunan Manusia &lt;em&gt;(Human Development Index) &lt;/em&gt;yang  dikeluarkan oleh UNDP. Posisi Indonesia berada pada urutan ke-124 dari  187 negara. Posisi tersebut lebih rendah dari beberapa negara Afrika  seperti Gabon, Bostwana dan Afrika Selatan. Indeks tersebut dianggap  lebih peka memotret tingkat kesejahteraan penduduk suatu negara  dibandingkan dengan GDP. Ini karena indeks tersebut tidak hanya memotret  tingkat pendapatan penduduk, namun juga aspek kesehatan dan akses  mereka terhadap pendidikannya. Ini membuktikan bahwa meski Indonesia  masuk ke dalam anggota G-20, kelompok negara-negara yang memiliki GDP  terbesar dunia, namun tingkat kesejahteraan rakyatnya masih sangat  rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fakta di atas jelas sangat ironis mengingat Indonesia adalah negeri  yang memiliki kekayaan yang melimpah. Sekedar ilustrasi, Indonesia  adalah negara penghasil minyak terbesar ke-29 di dunia. Sementara itu  cadangan gasnya mencapai 160 TSCF (triliun &lt;em&gt;standard cubic feet&lt;/em&gt;)  atau terbesar ke-11 dunia. Indonesia juga kaya batu bara atau terbesar  ke-15 dunia dengan jumlah cadangan sebanya 126 miliar ton pada 2009.  Selain itu, negara ini juga kaya dengan barang tambang seperti: emas,  perak, nikel, timah, tembaga dan biji besi. Belum lagi hutan dan lautnya  yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, kekayaan alam tersebut justru lebih banyak dinikmati oleh  negara lain dan segelintir investor swasta domestik. Berdasarkan data &lt;em&gt;Neraca Energi Kementerian ESDM tahun 2009&lt;/em&gt;,  dari 346 juta barrel minyak mentah yang diproduksi di dalam negeri, 38%  diekspor ke negara lain. Ironisnya pada saat yang sama Indonesia harus  mengimpor minyak mentah 129 juta BOE, atau 35% dari total produksi dalam  negeri. Ini karena 85 persen produksi minyak Indonesia dikuasai oleh  swasta termasuk swasta asing. Di sisi lain, rakyat terus dibuat sengsara  akibat harga minyak terus dinaikkan agar sesuai dengan harga  internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula dengan gas alam Indonesia. Sudahlah produksinya  dimopoli swasta asing,  sebagian besar hasilnya justru dijual ke luar  negeri dengan kontrak-kontrak jangka panjang. Dari total produksi 459  juta BOE&lt;em&gt; (barrel of oil equivalent)&lt;/em&gt; pada 2009, hampir 60%  diekspor ke luar negeri yang terdiri dari gas alam (12%) dan LNG (48%).  Sisanya dibagi-bagi untuk industri (19%), PLN (10%), dan lain-lain.  Padahal dengan jumlah tersebut, kebutuhan domestik sangat tidak memadai.  Sejumlah industri menjerit-jerit kekurangan pasokan gas. Hal yang sama  dialami PLN. Akibat kekurangan gas, pembangkit listrik tenaga gas PLN  terpaksa menggunakan BBM yang biaya jauh lebih mahal. Padahal menurut  catatan PLN, jika Januari-September 2011, PLTG yang ada menggunakan gas  maka anggaran yang dapat dihemat setidaknya Rp 5 triliun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber energi lainnya seperti batubara juga sama, dimonopoli swasta.  Dengan produksi sekitar 250 juta ton, 77 persen justru diekspor ke luar  negeri. Kalaupun dijual ke dalam negeri termasuk kepada PLN, maka ia  dijual dengan harga internasional. Mahal dan langkanya sumber energi  tersebut membuat biaya listrik dan harga-harga barang menjadi lebih  mahal. Ujung-ujungnya rakyat yang menanggung akibatnya. Demikian pula  dengan barang tambang lainnya seperti emas, perak, tembaga, timah dan  nikel juga dimonopoli swasta. Sejumlah BUMN memang ikut menjamah  kekayaan tersebut namun peran mereka makin terpinggirkan. Bahkan untuk  menuntut kenaikan royalti dari perusahaan-perusahan tambang atau  memiliki sebagian sahamnya saja seperti pada kasus kepemilikan 7% saham  PT Newmont pemerintah tak berdaya. Padahal jika barang tambang tersebut  dikelola pemerintah maka kontribusi terhadap pendapatan negara akan  sangat besar. Selain tidak perlu berutang, negara ini dapat  mengalokasikan dana yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan  rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketimpangan pendapatan, kemiskinan yang merajalela serta penguasaan  kekayaan alam oleh segelintir orang jelas merupakan konsekuensi dari  pemberlakuan sistem kapitalisme.  Dalam sistem tersebut, pertumbuhan  ekonomi yang tinggi dianggap sebagai jalan menuju kesejahteraan. Tak  peduli siapa yang menciptakan dan menikmati pertumbuhan itu. Asumsinya,  semakin tinggi pertumbuhan ekonomi yang dapat diraih oleh suatu negara,  semakin tinggi kesejahteraan yang dapat diciptakan. Di samping itu,  kebebasan atau liberalisasi ekonomi diberlakukan sebab dengan cara  demikian produktivitas dan efisiensi dapat digenjot. Pihak swasta diberi  ruang yang lebih dominan sementara peran negara diminimalkan.  Doktrin  tersebut kemudian menjadi ruh berbagai peraturan perundangan di bidang  ekonomi seperti UU Penanaman Modal, UU Migas, UU Sumber Daya Air dan UU  Kelistrikan. Namun demikian, pada kenyataannya bukannya menguntungkan  rakyat banyak, peraturan-peraturan tersebut justru membuat rakyat negeri  ini makin merana sementara asing makin leluasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jaminan Sosial Tanggung Jawab Siapa ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesengsaraan rakyat tampaknya akan terus bertambah, apalagi setelah   DPR mensahkan UU BPJS.  Melalui UU ini, yang katanya hendak  mengejawantahkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai falsafah  gotong royong dan terutama sila kelima dari Pancasila, mewujudkan  keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pada faktanya menurut   mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari,  yang kini menjadi anggota  Wantimpres,  isinya jelas membebani rakyat karena sama saja dengan  memaksa rakyat untuk ikut asuransi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesalahan mendasar dari sistem jaminan sosial yang diadopsi  Undang-undang SJSN ini adalah  negara tidak boleh ikut campur tangan  dalam menangani urusan masyarakat termasuk dalam urusan ekonomi dan  pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat seperti kesehatan, pendidikan  maupun keamanan.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Oleh karena itulah walaupun&lt;em&gt; &lt;/em&gt;namanya   Sistem Jaminan Sosial Nasional, tapi  isinya adalah menarik iuran wajib  tiap bulan dari masyarakat tanpa pandang bulu, kaya maupun miskin. Hal  ini bisa  dilihat pada  Bab 5 pasal 17, ayat 1,2 dan 3 UU No. 40/2004  tentang SJSN dimana dalam Ayat 1 disebutkan bahwa  tiap peserta &lt;strong&gt;&lt;em&gt;wajib membayar iuran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang besarnya berdasarkan % upah atas suatu jumlah nominal tertentu. Sementara Ayat 2 menyatakan  pemberi kerja &lt;strong&gt;&lt;em&gt;wajib memungut iuran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  dari pekerjanya dan menambahkan iuran yang menjadi kewajibannya dan  membayarkan ke BPJS secara berkala. Dan Ayat 3 menyatakan  besarnya  iuran ditetapkan untuk setiap jenis program secara berkala sesuai dengan  perkembangan sosial ekonomi dan kebutuhan dasar hidup yang layak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep jaminan sosial seperti ini merupakan kebijakan tambal sulam  untuk menutupi kegagalan sistem kapitalis. Melalui konsep negara  kesejahteraan &lt;em&gt;(welfare state)&lt;/em&gt; maka &lt;strong&gt;negara yang sejatinya&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;dalam sistem kapitalis tidak boleh campur tangan langsung dalam urusan sosial kemasyarakatan&lt;/strong&gt;, akan tetapi untuk menutupinya kerusakan tersebut negara dapat menjalankan beberapa pelayanan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi jaminan sosial itu dilakukan dengan memungut dana dari  masyarakat. Rakyat diwajibkan terlibat dalam kepesertaan dengan cara  membayar iuran atau premi secara reguler kepada pelaksana jaminans  sosial dalam hal ini BPJS. Dengan demikian, pengingkaran terhadap  kewajiban tersebut bagi mereka yang dikategorikan mampu, dianggap  sebagai pelanggaran hukum. Sebagaimana halnya pajak, pemilik perusahaan  juga diwajibkan untuk menarik iuran kepada karyawannya melalui  pemotongan gaji. Demikian pula para pekerja di sektor informal seperti  petani, nelayan, buruh kasar yang dipandang tidak miskin, juga akan  dipunguti iuran.  Kebijakan ini jelas akan semakin menambah kesengsaraan  rakyat, terlebih lagi  kategorisasi miskin di negara ini sangat  beragam. Ada garis kemiskinan yang dikeluarkan pemerintah setiap tahun  berdasarkan survei pengeluaran rumah tangga. Adapula pula standar  kemiskinan Bank Dunia sebesar US$ 2 perhari. Selain itu, ada Survey  Rumah Tangga Sasaran Penerima Bantuan Langung Tunai (BLT) yang  menetapkan orang miskin berbeda dengan kriteria sebelumnya.  Masing-masing standar tersebut, menghasilkan jumlah orang miskin yang  berbeda. Terlebih lagi dengan standar kemiskinan baru yang ditetapkan  Standar Statistika  Negara  melalui Badan Pusat Statistik  menetapkan   standar kemiskinan baru untuk perkotaan semakin rendah dengan  pengeluaraan sebesar Rp 7.000 per hari. Berarti angka kemiskinan akan  turun drastis dan muncul orang kaya baru  karena orang yang  berpenghasilan Rp 217.000 perbulan dengan asumsi satu bulan 31 hari  tidak lagi masuk kategori miskin.  Padahal banyak pekerja di negeri ini  termasuk di sektor formal sekalipun yang pendapatannya jauh di atas itu  tidak bisa memenuh kebutuhan pokok yang layak. Selain itu, akibat  tingginya inflasi yang tidak dapat dikendalikan pemerintah,  komersialisasi berbagai fasilitas publik dan perluasan pungutan pajak,  membuat biaya hidup rakyat akan semakin tinggi. Jika mereka kembali  dipaksa untuk membayar iuran jaminan sosial tersebut maka dapat  dipastikan beban hidup rakyat akan semakit berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, meski pengelolaan dana jaminan sosial bersifat  nirlaba, yakni keuntungannya dikembalikan kepada peserta, namun BPJS  memiliki independensi dalam pengelolaan dana tersebut. Dalam UU BPJS  pasal 8 (b) disebutkan bahwa BPJS berwenang untuk “&lt;em&gt;menempatkan   dana  jaminan  sosial  untuk  investasi  jangka  pendek  dan  jangka   panjang dengan  mempertimbangkan  aspek  likuiditas,  solvabilitas,   kehati-hatian,  keamanan  dana, dan hasil yang memadai&lt;/em&gt;.” Dengan  demikian, BPJS berhak untuk mengelola dan mengembangkan dana tersebut  pada berbagai kegiatan investasi yang dianggap menguntungkan. Dana  tersebut, seperti dana asuransi lainnya, dapat diinvestasikan pada  berbagai portfolio investasi seperti saham, obligasi dan deposito  perbankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dana dari 250 juta rakyat Indonesia itu nanti disetor ke BPJS lalu  dikuasakan ke segelintir orang yang namanya wali amanah. Lembaga ini  sangat independen. Tidak boleh ada campur tangan pemerintah. Sangat  boleh jadi, nanti dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk  kepentingan bisnis kelompok tertentu termasuk perusahaan asing. Padahal  dana ini dikumpulkan dari seluruh rakyat. Apalagi kalau 4 BUMN (ASABRI,  TASPEN, JAMSOSTEK, ASKES) digabungkan akan terkumpul dana lebih dari Rp  190 triliun!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, wajarlah kalau UU SJSN dan UU BPJS sebagaimana  halnya UU lain  sarat dengan intervensi asing.  Pembuatan UU tersebut  merupakan bagian dari paket reformasi jaminan sosial dan keuangan  pemerintah yang digagas oleh ADB pada tahun 2002, di masa pemerintahan  Megawati. Hal tersebut terungkap dalam dokumen &lt;em&gt;Asia Development Bank&lt;/em&gt; (ADB) tahun 2006 yang bertajuk “&lt;em&gt;Financial Governance and Social Security Reform Program (FGSSR)&lt;/em&gt;. Dokumen tersebut antara lain disebutkan, &lt;em&gt;“Bantuan  Teknis dari ADB telah disiapkan untuk membantu mengembangkan SJSN yang  sejalan dengan sejumlah kebijakan kunci dan prioritas yang dibuat oleh  tim penyusun dan lembaga lain.”&lt;/em&gt; Nilai pinjaman program FGSSR ini sendiri sebesar US$ 250 juta atau Rp 2,25 triliun dengan kurs 9.000/US$.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kondisi tertentu, dana tersebut dapat pula dimanfaatkan pemerintah untuk mem-&lt;em&gt;bail-out&lt;/em&gt;  sektor finansial jika terjadi krisis. Pada krisis 2008 misalnya,  pemerintah Indonesia pernah memerintahkan beberapa BUMN untuk melakukan &lt;em&gt;buy-back&lt;/em&gt;  saham-saham di pasar modal untuk membantu mengangkat nilai IHSG yang  melorot tajam akibat penarikan modal besar-besaran oleh investor asing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, yang diuntungkan dengan pemberlakukan UU tersebut  nantinya adalah para investor dan negara-negara yang pembiayaan  anggarannya bergantung pada sektor finansial. Inilah salah satu alasan  mengapa pihak asing berambisi untuk mengegolkan UU ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, dengan alasan agar dana yang dihimpun dapat  dimanfaatkan dalam jangka panjang, maka pembayaran klaim terhadap  peserta asuransi seperti pelayanan kesehatan, santunan kepada para  pensiunan akan bersifat minimalis. Bahkan yang lebih tragis, sebagaimana  yang terjadi di negara lain, perusahaan-perusahaan kesehatan yang  bekerjasama dengan BPJS dengan berbagai alasan, dapat meningkatkan klaim  pembiayaan kepada BPJS. Konsekuensinya, biaya iuran yang dikenakan BPJS  kepada para peserta akan ditingkatkan. Jika masih kurang, negara  dipaksa untuk memberikan dana talangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi sebagian kalangan, Jaminan Sosial ini dipandang dapat  meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya penduduk miskin. Padahal  kenyataannya tidak, karena jaminan sosial tidak dimaksudkan untuk  menjamin seluruh kebutuhan dasar rakyat. Bahkan dalam UU SJSN jaminan  tersebut hanya terbatas pada asuransi kesehatan, kecelakaan, hari tua  dan kematian. Padahal problem utama penduduk miskin adalah tidak  tercukupinya kebutuhan dasar mereka secara memadai khususnya pangan,  sandang dan papan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan di negara-negara yang dianggap maju sekalipun, sistem jaminan  sosial, pada faktanya tidak mampu mencakup berbagai kebutuhan dasar  rakyatnya. Buktinya, mengutip data ILO, pengangguran yang menerima  jaminan sosial di negara-negara berpenghasilan tertinggi sekalipun hanya  39% dari total pengangguran yang ada. Di AS dan Kanada, pengeluaran  biaya kesehatan masyarakat yang dapat di-&lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; oleh belanja pemerintah termasuk melalui jaminan sosial hanya 47%. Selebihnya masih ditanggung oleh publik (ILO, 2011).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sistem kapitalisme, pemenuhan kebutuhan dasar tersebut tidak  menjadi tanggungjawab negara. Negara yang menganut sistem tersebut  sebagaimana Indonesia,  tidak memiliki metode baku dalam  mendistribusikan kekayaan kepada orang-orang yang tidak mampu. Negara  hanya berupaya agar pendapatan perkapita rakyat secara agregat mengalami  peningkatan tanpa melihat apakah masing-masing individu rakyatnya mampu  memenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan  pangan, sandang dan papan tetap menjadi tanggungjawab rakyatnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang di negara-negara kapitalisme, negara kadangkala melakukan  intervensi dalam bentuk subsidi. Namun demikian berbagai subsidi  tersebut tidak dimaksudkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar  seluruh rakyatnya. Di Indonesia misalnya, ada program penjualan beras  miskin (raskin), Jamkesmas dan bantuan biaya pendidikan sebesar 20% dari  APBN. Namun, tetap saja jumlah dan cakupannya sangat terbatas sehingga  tidak mampu menjangkau seluruh penduduk yang terkategori miskin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyebab utama dari masalah ini adalah kelemahan  kapitalisme dalam  mendistribusikan kekayakan di tengah-tengah masyarakat. Fokus utama dari  sistem ekonomi kapitalisi adalah pertumbuhan. Semakin tinggi  pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai, semakin tinggi kesejahteraan  yang dapat dicapai. Namun faktanya, kekayaan yang dihasilkan dari  pertumbuhan tersebut hanya dinikmati oleh mereka yang unggul dalam  kegiatan ekonomi khususnya para pemodal. Sementara mereka yang tersisih  dari kegiatan ekonomi, seperti orang jompo, orang cacat, pengangguran,  tetap tidak dapat menikmati kekayaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pemikir dan pengambil kebijakan di negara-negara kapitalisme  bukan tidak menyadari hal tersebut. Berbagai cara ditempuh untuk  menambal ‘lubang besar’ sistem ini, termasuk pemberian subsidi dan  program jaminan sosial. Namun kenyataannya, masalah tersebut tidak juga  dapat terselesaikan. Kemiskinan, pengangguran, disparitas pendapatan  yang tinggi, malnutrisi, akses kesehatan yang mahal tetap menjadi  masalah yang tak dapat dipecahkan oleh sistem ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Islam,   jaminan kebutuhan dasar  yaitu jaminan pemenuhan  kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan dan papan maupun  kebutuhan pokok berupa  kesehatan, pendidikan dan juga keamanan menjadi &lt;strong&gt;tanggung jawab Negara&lt;/strong&gt;.   Secara praktis, hal ini telah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan  para khalifah sesudahnya. Bukan hanya ketika masih hidup, setelah  seseorang meninggalpun jaminan itu masih berlaku. Nabi SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;«&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَأَيُّمَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مُؤْمِنٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَاتَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَتَرَكَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَالاً&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَلْيَرِثْهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَمَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تَرَكَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;دَيْناً&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَوْضَيَاعًا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَلْيَأْتِنِي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَأَنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَوْلاَهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;»&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Barang siapa yang mati dan meninggalkan harta maka harta tersebut  untuk ahli warisnya akan tetapi barang siapa yang mati dan dia   meninggalkan utang atau orang-orang lemah maka datanglah kepadaku karena  Akulah yang bertanggungjawab untuk mengurusnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KORUPSI MAKIN MENJADI-JADI &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan hanya tanaman, korupsi juga tumbuh subur di Indonesia.  Keberadaan lembaga ‘super body’ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun  seperti tak mampu menyelesaikan persoalan akut ini. Kepolisian dan  kejaksaan pun setali tiga uang. Meski ada kasus-kasus yang mencuat ke  publik dan sempat ditangani secara hukum, itu hanyalah sebagian kecil  dari mega korupsi yang telah terlanjur menggurita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan pemberantasan korupsi tampak berjalan di tempat. Tidak ada efek  yang signifikan dari berbagai penanganan yang sudah dilakukan. Tak  mengherankan jika nilai Indonesia dalam pemberantasan korupsi masih di  bawah 5 dari rentang skor nol sampai 10 berdasarkan &lt;em&gt;Corruption Perceptions Index&lt;/em&gt;  (CPI) terhadap 183 negara yang diumumkan oleh Transparency  International pada bulan Desember 2011. Indeks terakhir ini menunjukkan  kenaikan 0,2 dibandingkan tahun lalu. Artinya tidak ada perubahan  signifikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut  Transparency International Indonesia, skor Indonesia dalam  CPI adalah 3,0, bersama 11 negara lainnya. Negara-negara tersebut adalah  Argentina, Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Madagaskar, Malawi,  Meksiko, Sao Tome &amp;amp; Principe, Suriname, dan Tanzania. Dua belas  negara itu menempati posisi ke-100 dari 183 negara yang diukur  indeksnya.  Di kawasan ASEAN, skor Indonesia di bawah Singapura, Brunei,  Malaysia, dan Thailand. Tapi Indonesia unggul atas Vietnam, Kamboja,  Laos, dan Myanmar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepanjang 10 tahun  menjadi obyek survei Transparancy International,  pemberantasan korupsi tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Total  peningkatan skor hanya 0,8. Saat ini misalnya, masyarakat hanya disuguhi  kabar pemberantasan korupsi kelas teri. Sementara kasus korupsi kelas  kakap seperti BlBI atau skandal Bank Century, jauh dari harapan. Banyak  yang menguap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak salah pula jika ada yang mengatakan bahwa korupsi seperti virus  yang telah menjamah seluruh bagian negeri ini. Hasil survei KPK yang  dipublikasikan akhir November 2011 mengungkapkan Kementerian Agama  menduduki peringkat terbawah dalam indeks integritas dari 22 instansi  pusat yang diteliti. Peringkat terburuk selanjutnya adalah Kementerian  Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai ketiga kementerian tersebut jauh di bawah standar integritas  pusat yang mencapai 7,07. Angka indeks integritas pusat (IIP)  Kementerian Agama hanya 5,37, Kemenakertrans 5,44, serta Kementerian  Koperasi dan UKM 5,52. Rendahnya angka indeks integritas itu menunjukkan  bahwa masih banyak praktik suap dan gratifikasi dalam pelayanan publik  di lembaga pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Temuan Transparancy International tersebut mengukuhkan apa yang  sebenarnya terjadi di tengah masyarakat. Partai politik dan legislatif  sebagai lembaga yang pernah dicap sebagai lembaga terkorup ternyata tak  melakukan pembenahan. Malah mereka memanfaatkan kedudukannya untuk  mengeruk uang negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus paling menghebohkan tahun 2011 adalah korupsi Wisma Atlet SEA  Games di Palembang, Sumatera Selatan. Tak tanggung-tanggung, kasus ini  melibatkan pejabat teras Partai Demokrat-partai pengusung dan ‘milik’  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bendahara Umum Partai Demokrat M  Nazaruddin terlibat di dalamnya. Ia sempat melarikan diri ke luar negeri  selama tiga bulan sebelum akhirnya ditangkap di Kolombia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nazaruddin dalam pelariannya mengungkap bahwa apa yang dilakukannya  sebenarnya adalah perintah dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas  Urbaningrum. Selain itu, dana hasil korupsi ini dibagi-bagi kepada  anggota DPR. Ia menyebut keterlibatan anggota DPR Angelina Sondakh, I  Wayan Koster, dan Mirwan Amir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga anggota DPR ini hingga akhir 2011 ini belum ditetapkan sebagai  terdakwa. Yang diseret ke meja hijau baru M Nazaruddin, Sesmenpora Wafid  Muharam, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), Muhammad El  Idris, dan Manajer Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang.  Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, yang disebut juga oleh  Nazaruddin masih aman. Dalam sidang perdana &lt;strong&gt;Muhammad El Idris, terungkap&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Nazaruddin mendapat jatah uang sebesar Rp 4,34 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun dalam pelariannya Nazaruddin mengatakan bahwa uang hasil  korupsi itu masuk ke Partai Demokrat, langsung ke tangan Anas. Jumlahnya  jauh dari yang terungkap di pengadilan. Miliaran rupiah itu mengalir ke  Partai Demokrat. Termasuk ke kongres partai itu di Bandung, Jawa Barat  tahun 2010.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ternyata, korupsi Nazaruddin memang jauh lebih besar lagi.  Ketua KPK Busyro Muqaddas mengungkapkan ada 35 kasus yang menjerat  Bendahara Umum Partai Demokrat yang sudah dipecat itu.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Total  nilai semua kasus itu adalah Rp 6,037 triliun. Namun, hingga akhir  tahun 2011, tak ada lagi kabar tentang penanganan kasus perampokan uang  rakyat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah penanganan kasus Nazaruddin, tiba-tiba mencuat kasus suap  di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Tiga  orang ditangkap KPK. Mereka adalah Dharnawati (pengusaha swasta), Danong  Irbarelawan (Kabag Perencanaan dan Evaluasi di Kemenakertrans) dan I  Nyoman Suwisma (Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan  Transmigrasi/P2KT).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dhanawati tertangkap tangan sedang menyerahkan uang suap senilai Rp  1,5 miliar yang terbungkus kardus durian sesaat sebelum Lebaran tiba. Di  persidangan terungkap uang Rp 1,5 miliar itu merupakan bagian dari &lt;em&gt;commitment fee&lt;/em&gt;  senilai Rp 7,3 miliar yang harus disetor ke Menakertrans.  Uang itu  untuk memuluskan proyek percepatan pembangunan infrastruktur di daerah  bidang transmigrasi di 19 kabupaten di seluruh Indonesia. Nilai dana  pembangunan itu Rp 500 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus ini pun menyeret Badan Anggaran DPR. Wakil rakyat itu diduga  terlibat langsung dalam pengaturan proyek-proyek pemerintah. Bahkan  anggota DPR Wa Ode Nurhayati menyebut bahwa badan tersebut mengutip 6-7  persen dari proyek-proyek di daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, KPK  tidak kunjung segera menyeret pihak-pihak yang  dianggap ikut menikmati dana haram tersebut, baik itu wakil rakyat  hingga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta orang-orang di  sekeliling menteri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya kalangan eksekutif dan legislatif, korupsi telah menjalar  pula ke kalangan yudikatif. Selama tahun 2011 tercatat beberapa hakim  dan jaksa yang ditangkap KPK. Hakim terakhir yang ditangkap adalah Hakim  &lt;em&gt;ad hock &lt;/em&gt;Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Bandung, Imas  Dianasari. Ia diancam hukuman 20 tahun penjara karena menerima suap   total Rp352 juta dari Manager HRD PT Onamba Indonesia, Odih Juanda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan jaksa yang tertangkap di November 2011 adalah Sistoyo dari  Kejaksaan Negeri  Cibinong, Jawa Barat. Menurut KPK, ia menerima suap  senilai Rp 99,9 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, penegak hukum terlihat tak berani menangani kasus  korupsi kelas kakap dan menyerempet orang-orang penting di kekuasaan.  Kasus korupsi Rp 6,7 triliun Century tak ada perkembangan. Demikian juga  kasus yang melibatkan istri petinggi PKS Adang Darajatun, Nunun  Nurbaeti. Sosialita ini kabur ke luar negeri hingga kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, banyak koruptor yang diadili di pengadilan tindak  pidana korupsi daerah yang bebas. Sedangkan para koruptor yang terjerat  hukum pun, sejauh ini mendapat hukuman yang tergolong ringan. Hampir  semuanya dihukum penjara di bawah lima tahun. Itu pun mereka mendapatkan  remisi (pengurangan) hukuman dan perlakuan khusus saat di penjara.  Sempat pemerintah di bawah Menteri Kehakiman dan HAM Amir Syamsudin  mengeluarkan moratorium terhadap remisi para koruptor, tapi begitu  dikecam oleh partai politik, kebijakan itu direvisi kembali. Kebijakan  ini jelas tidak akan menjerakan orang untuk berbuat korupsi dan malah  bisa menyuburkan korupsi itu sendiri. Tak heran jika korupsi menggurita  di mana-mana.  Tak salah bila koran Singapura, The Strait Times, pernah  menjuluki Indonesia sebagai The Anvelope Country.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;SEA GAMES DAN PENGHAMBURAN UANG RAKYAT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia baru saja usai menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia  Tenggara (SEA Games) XXVI pada 11 - 22 November lalu. Di tengah  kesulitan ekonomi yang melanda rakyat, pemerintah tetap saja menggelar  acara itu secara spektakuler. Tidak hanya dari sisi pelaksanaan, tapi  juga dari sisi infrastruktur. Tak mengherankan jika pesta olahraga 2  tahunan ini terasa lain karena menghabiskan banyak biaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih dari Rp 3 triliun total dana yang dihabiskan untuk  penyelenggaraan Sea Games lalu. Dana sebesar itu didapat dari APBN 2010  Rp 350 miliar rupiah  dan dari APBN 2011 senilai Rp 2,1 triliun. Itu pun  belum cukup sehingga pemerintah menambah lagi Rp 1 triliun dari APBN  termasuk Rp 600 miliar dari anggaran untuk sektor pendidikan dan  sumbangan dana dari sponsor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dana itu digunakan untuk membangun sarana-sarana olah raga yang baru.  Pembangunan Jaka Baring Sport Center saja membutuhkan dana lebih dari  Rp 3 triliun rupiah. Itu untuk membangun venues olahraga beserta  fasilitas pendukung, seperti jalan, jembatan, saluran, pintu-pintu air.  Sementara pembukaan dan penutupan menelan dana sekitar Rp 150 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tampak ada keinginan yang kuat dari pemerintah untuk meningkatkan  citra Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pembukaan dan penutupan dibuat  sespektakuler mungkin dengan mendatangkan para ahli dari luar negeri  agar acaranya mirip dengan pembukaan Olimpiade Beijing, China.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SEA Games ini sangat  membanggakan. Apalagi setelah Indonesia bisa menjadi juara umum. Ini  kali pertama Indonesia juara umum setelah yang terakhir tahun 1997.  Indonesia meraih 182 medali emas, 153 perak, 142 perunggu. Diikuti  Thailand 108 emas, dan Vietnam 96 emas. Hasil ini lebih baik dibanding  pada SEA Games sebelumnya di Vientiene, Laos. Saat itu, Indonesia hanya  sampai peringkat ketiga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet yang dianggap  mengharumkan nama bangsa, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp 200  juta per keping emas.  Demikian pula bagi peraih perak dan perunggu,  mereka pun mendapatkan bonus kendati lebih kecil. Totalnya menghabiskan  biaya lebih dari Rp 350 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penghamburan uang rakyat itu terasa sangat menyesakkan rasa keadilan  masyarakat. Banyak masyarakat yang terlunta-lunta kehidupannya tapi  tidak pernah diurus karena dianggap tidak memberikan jasa kepada negara.  Padahal banyak hal yang diberikan/dilakukan masyarakat secara langsung  dalam membantu mengatasi persoalan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peraihan prestasi para atlet olahraga sesungguhnya tak berdampak  kepada kemajuan bangsa. Kalaupun memperoleh kehormatan, itu sifatnya  sangat pribadi dan temporer. Paling banter yang menikmati ‘pujian’ itu  adalah atlet itu sendiri dan pemerintah yang sedang berkuasa. Pengalaman  negara Uni Sovyet yang sering menjadi juara umum dalam olimpiade  internasional menunjukkan hal itu. Moncernya prestasi olahraga tak  berpengaruh apa-apa. Negara itu tetap saja runtuh, dan olahraga tak  mampu menopangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum lagi dampak perhelatan olahraga ini memunculkan hal-hal negatif  di tengah masyarakat. Olahraga senantiasa diiringi dengan perilaku seks  bebas. Makanya, Komisi Penanggulangan AIDS Palembang sempat akan  memasang ATM kondom di hampir 200 pojok kota. Dampak lainnya, masyarakat  kecil dikorbankan kehidupannya/pencahariannya untuk menghormati pesta  tersebut.  Dan yang paling menghebohkan, dana besar itu menjadi bancakan  para koruptor. Mereka merampok uang rakyat itu atas nama pembangunan  sarana olahraga. &lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;GEJOLAK PAPUA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; DAN KISRUH FREEPORT&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepanjang tahun 2011  bumi Papua terus bergejolak. Sebagiannya  merupakan kelanjutan dari gejolak yang sudah lama berlangsung di sana.  Berbagai gejolak di Papua sepanjang tahun 2011 itu dapat dikelompokkan  menjadi empat: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang bisa dikatakan  sebagai fenomena baru, yakni gejolak yang terkait dengan perebutan  kekuasaan dalam Pilkada. Misalnya, pada 31 Juli lalu terjadi konflik  antar warga terkait pilkada di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya.  Akibatnya, 20 orang tewas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, konflik terkait PT Freeport  Indonesia (PTFI). Pada pertengahan bulan Maret 2011 terjadi aksi  pemogokan oleh para karyawan PTFI. Mereka menuntut kenaikan upah.   Menejemen PTFI menolak tuntutan para karyawan tersebut.  Akibatnya, aksi  mogok karyawan makin membesar dan meluas, hingga akhirnya para karyawan  memblokade jalan masuk ke PTFI.  Suasana tambah panas setelah pada 10  Oktober  terjadi bentrok polisi dengan karyawan di daerah Gorong-Gorong  Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru dan mengakibatkan dua orang  korban tewas (satu karyawan dan satu orang anggota Brimob) serta 8 orang  lainnya terluka.  Hingga kini masalah ini belum tuntas.  Entah  kebetulan atau tidak, semua itu terjadi disaat pemerintah berusaha  melakukan renegosiasi dengan PTFI dimana pemerintah meminta PTFI  menaikkan pembayaran royalti PTFI agar sesuai ketentuan PP No 45/2003,  yaitu royalti emas 3,75 persen, tembaga 4 persen, dan perak 3,25 persen.  Saat ini, royalti yang diterima negara dari PTFI untuk emas 1 %, untuk  tembaga 1,5% (jika harga kurang dari US$ 0.9/pound) sampai 3.5% (jika  harga US$ 1.1/pound) dan untuk perak 1,25 %. PTFI menolak permintaan  pemerintah itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, terjadinya berbagai kasus  penembakan yang menyasar karyawan PTFI, karyawan kontraktor PTFI,  pendulang emas, masyarakat umum dan aparat baik kepolisian maupun TNI.   Menurut data Kontras, sejak Juli 2009 hingga November 2011, telah  terjadi 26 kali penembakan di Papua.   Rinciannya, pada 2009 terjadi 12  penembakan, 2010 terjadi satu penembakan, dan pada 2011 terjadi 13 kali  penembakan. Dari jumlah itu sejak Oktober 2011 terjadi 11 kali  penembakan dengan korban jiwa 9 orang, yaitu tujuh orang karyawan  Freeport dan dua orang pendulang emas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus penembakan paling akhir terjadi pada 18 November di Mil 51.  Tidak ada korban. Lalu 20 November  di Mil 51 terjadi lagi penembakan  yang menewaskan Fery William Sanyakit (50) dan melukai dua orang polisi,  dan pada 22 November  di Mil 51-52 yang melukai sopir bus PT KPI Abu  Bakar Shidiq dan praka Tekad. Sejak juli 2009 terhitung ada 12 orang  tewas dan 46 terluka karena rangkaian penembakan itu.  Namun dari semua  itu belum ada satupun pelaku yang ditangkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, gejolak terkait upaya memerdekakan  Papua dari NKRI.  Upaya itu dilakukan melalui tiga elemen yang bermain  dalam satu tujuan yang sama dan berbagi tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, elemen gerakan bersenjata yaitu TPN/OPM (Tentara  Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka).  Selama ini TPN OPM  inilah yang melakukan berbagai penyerangan dan kontak senjata di Papua,  termasuk beberapa penyerangan pada akhir-akhir ini seperti yang diakui   oleh OPM sendiri.  Pada Juli 2011, 16 orang yang diduga OPM melakukan  penyerangan di wilayah Paniai. Mereka melarang pembangunan menara  televisi Papua. Terjadi lah baku tembak dengan polisi. Juga penyerangan  di wilayah Nafri pada 1 Agustus. Sebuah mobil diserang oleh sejumlah  orang dengan senjata tajam dan senjata api yang mengakibatkan empat  orang tewas, tiga luka berat dan dua luka ringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, elemen diplomatik di luar negeri terutama dua organisasi yaitu ILWP (&lt;em&gt;International Lawyer for West Papua&lt;/em&gt;) dan IPWP (&lt;em&gt;International Parliament for West Papua&lt;/em&gt;).   Keduanya bermarkas di Eropa (Inggris) dan diinisiasi serta dimotori  oleh organisasi yang dipimpin oleh Beny Wenda, yaitu FWPC (&lt;em&gt;Free West Papua Campaign)&lt;/em&gt;.   ILWP dan IPWP inilah yang diberi mandat TPN/OPM dan didukung oleh KNPB  untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua melalui internasionalisasi  masalah Papua dan mendorong PBB untuk membahasnya baik dalam Majelis  Umum atau dalam Komite Kolonialisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ILWP pada 1 Agustus 2011 mengadakan konferensi untuk mengangkat  masalah kemerdekaan Papua di tingkat Internasional.  Konferensi itu   diselenggarakan di East School of the Examination Schools, 75-81 High  Street, Oxford dengan tema: “&lt;em&gt;West Papua? The Road to Freedom&lt;/em&gt;“. Pembicaranya antara lain: John Saltford, akademisi Inggris pengarang buku “&lt;em&gt;Autonomy of Betrayal&lt;/em&gt;“,  Benny Wenda pemimpin FWPC yang tinggal di Inggris, Ralph Regenvaru,  Menteri Kehakiman Vanuatu, Clement Ronawery saksi Penentuan Pendapat  Rakyat tahun 1969 dan Frances Raday anggota ahli Komite PBB untuk  Pengurangan Diskriminasi terhadap Perempuan; dan dua pembicara dari  Papua melalui video-link yaitu Dr. Benny Giay dan Pendeta Sofyan Yoman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, elemen politik dalam negeri baik LSM-LSM atau  organisasi yang menguatkan tuntutan referendum baik melalui berbagai  demonstrasi, seminar atau aktifitas lainnya. Diantaranya adalah aksi  demontrasi pada 1 Agustus 2011 yang dimotori oleh KNPB (Komita Nasional  Papua Barat) di Jayapura, Nabire, Timika dan Manokwari guna mendukung  kemerdekaan Papua dan dimaksudkan sebagai dukungan terhadap konferensi  yang dilakukan di London oleh ILWP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 19 Oktober di gelar Kongres Rakyat Papua (KRP) III di Lapangan  Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura.  KRP III itu digagas oleh  Kepemimpinan Kolektif Nasional Bangsa Papua Barat (KKNPB) beserta  organisasi-organisasi di bawahnya, antara lain Presidium Dewan Papua,  Yepena (&lt;em&gt;Youth Papua National Authority&lt;/em&gt;), West Papua National  for Leader Nation, dan Bintang 14 Melanesia Barat. KRP III diakhiri  dengan pendeklarasian berdirinya Negara Federasi Papua Barat oleh  Forkorus Yoboisembut, dengan Kepala Negera adalah Forkorus Yaboisembut  sendiri dan Edison Waromi sebagai Perdana Menteri. KRP III ini akhirnya  dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian dan TNI hingga menewaskan  enam orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi paling akhir adalah aksi di Manokwari, Papua Barat, pada Kamis  (17/11) yang dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Dewan  Rakyat Papua. Aksi itu menyerukan pemisahan Papua dari Indonesia dan  membawa petisi berisi pernyataan rakyat. Tokoh masyarakat dan gereja  Papua Barat, ML Wanma, mengatakan isi petisi itu antara lain mempertegas  pernyataan kemerdekaan Papua (BBC, 17/11/2011).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah di Papua itu menarik perhatian AS.  Sebab kepentingan  nasional AS memang terkait dengan Papua.  Masalah Papua itu setidaknya  disinggung tiga kali oleh pejabat tinggi AS.  Menhan AS Leon Panetta  dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Senin  (24/10/2011) menyinggung masalah Papua.  Berikutnya, menjelang kunjungan  Obama, menlu AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di Papua.  Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia  menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah  konflik tersebut (AFP, 11/11). Dan Obama sendiri dalam pembicaraannya  dengan Presiden SBY di Bali juga menyinggung masalah Papua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait  masalah di Papua, menurut studi yang dilakukan LIPI ada 4 akar masalah di Papua. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, masalah sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia yang  bagi sebagian orang Papua dianggap belum benar. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;,  masalah operasi militer yang berlangsung sejak tahun 1965 menimbulkan  trauma dan luka kolektif di masyarakat Papua tentang kekerasan negara  dan pelanggaran HAM. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, deskriminasi dan marjinalisasi masyarakat Papua oleh berbagai kebijakan yang dibuat Pemerintah.  &lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, kegagalan pembangunan Papua, khususnya pendidikan, kesehatan, dan ekonomi (Vivanews.com, 15/11).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalan di Papua makin bertambah kerus setelah upaya Pemerintah  Indonesia untuk mengubah isi kontrak karya dengan dua perusahaan tambang  raksasa, PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara, menemui  jalan buntu. Kedua perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu menolak  mentah-mentah usul perubahan terhadap empat hal yang selama ini dianggap  merugikan pemerintah Indonesia. Yakni  luas wilayah kerja, perpanjangan  kontrak, penerimaan negara atau royalti, dan kewajiban pengolahan dan  pemurnian (Indopos, 6 Oktober 2011).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khusus mengenai royalti, pemerintah Indonesia ingin menaikkan royalti  emas di angka 3,75 %, tembaga 4 %, dan perak 3,25 % sesuai ketentuan PP  No 45/2003. Saat ini, royalti yang diterima pemerintah dari Freeport  hanya di kisaran 1 % untuk emas, 1,5-3,5 % untuk tembaga dan 1,25 %  untuk perak. Akibat kecilnya royalti, pendapatan pemerintah sangat kecil  dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh PT Freeport tiap tahun  yang sangat besar (lihat tabel dibawah). Selama 5 tahun saja dari tahun  2004 -2008 pendapatan yang diperoleh Freeport sebesar 19.893 milyar US$  atau setara Rp 198 triliun. Sementara yang diterima pemerintah Indonesia  dalam bentuk pajak dan royalti hanya   sekitar Rp 41 triliun selama 5  tahun itu. Tapi PTFI menolak ajuan pemerintah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Produksi dan Pendapatan PT Freeport Tahun 2004-2008&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="562"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" width="65"&gt;Tahun&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="165"&gt;Produksi&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;Pendapatan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;GP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;Pajak&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;Royalti&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;Emas (RibuOns)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;Tembaga (Juta tons)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;Juta US$&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;Juta US$&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;Juta US$&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;Juta US$&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="65"&gt;2004&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.456,20&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;996,5&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;1.980&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;804&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;266.4&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;43,5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="65"&gt;2005&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;2.789,40&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.445,90&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;4.012&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;2380&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;781&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;103,7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="65"&gt;2006&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.732&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.201&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;4883&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;2929&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;950&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;126&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="65"&gt;2007&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;2.198&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.151&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;5315&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;3234&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1326&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;133&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="65"&gt;2008&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.163&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;1.094&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;3703&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="88"&gt;1415&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="82"&gt;612&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="73"&gt;113&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="bottom" width="65"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="82"&gt;9.338,60&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="82"&gt;5.888,40&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="88"&gt;19.893,00&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="88"&gt;10.762,00&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="82"&gt;3.669,00&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="73"&gt;519,20&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p align="center"&gt;Sumber: Eramuslim (2010)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Protes juga dilakukan oleh ribuan karyawan PT Freeport yang menuntut  kenaikan gaji. Sejak Kamis 15 September 2011 lalu, ribuan karyawan PT  Freeport masih melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut peningkatan  kesejahteraan dan upah yang sebanding dengan risiko kerja yang sangat  tinggi. Menurut para karyawan, apa yang mereka peroleh jauh dari  memadai. Bahkan, dari seluruh perusahaan tambang di dunia, gaji karyawan  Freeport Indonesia yang paling rendah dan jauh dari standar bahkan bila  dibandingkan dengan gaji karyawan Frreport di negara lain  padahal  tingkat risiko kerja sangat tinggi, yakni bekerja di ketinggian 4.200  meter, berkabut, curah hujan tinggi, suhu dingin yang sangat ekstrem.  Sebagai  perbandingan, tahun 2006 gaji pekerja tambang di Amerika Utara  US$ 10-70 per jam, Amerika Selatan US$ 10-100 per jam dan Indonesia  hanya US$ 0,98 - 2 per jam.  Tahun 2010 gaji pekerja tambang di Amerika  Utara mencapai rata-rata US$ 66,432 per jam sedangkan Indonesia hanya  US$ 4,421-7,356 perjam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diskriminasi bukan hanya terjadi antara gaji karyawan PTFI di  Indonesia dan di negara lain, tapi di PTFI Indonesia sendiri terjadi  diskriminasi yang mencolok antara karyawan Indonesia dan asing.  Di PTFI  ini, karyawan lokal hanya dihargai bekerja dengan nominal Rp 30 ribu-50  ribu per jam, padahal karyawan asing (ekspatriat) di level sama  rata-rata satu jam dibayar Rp 3 juta. (sumber: Batavia.com)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi baik tuntutan pemerintah maupun buruh tidak mendapat respon yang signifikan dari  PT Freeport.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila diperhatikan, munculnya masalah Freeport ini baik tuntutan  pemerintah maupun tuntutan buruh sebenarnya disebabkan oleh 3 hal yang  saling terkait, yaitu kontrak karya yang bermasalah, tekanan asing serta  kebijakan ekonomi yang semakin liberal. Masalah kontrak karya, sejak  Kontrak Karya (KK) I yang ditandatangani Soeharto sebagai Ketua Presidum  Kabinet pada tanggal 7 April 1967 dan berlaku untuk Kuasa Pertambangan  (KP) selama 30 tahun, isinya memang sangat merugikan negara.  Freeport  mendapatkan berbagai keistimewaan sebagai perusahaan asing yang  beroperasi di Indonesia tetapi tidak terdaftar di Indonesia dan tidak  tunduk dengan hukum Indonesia, mendapatkan &lt;em&gt;tax holiday&lt;/em&gt; setelah  tiga tahun berproduksi dan tanpa membayar royalti sampai tahun 1984  serta keistimewaann lainnya.  Ketika KK I berakhir, Freeport memperoleh  kembali KK II selama 30 tahun sampai tahun 2021, bahkan bisa  diperpanjang sampai tahun 2042 dengan kepemilikan saham tidak banyak  berubah, yakni 81, 21  % dikuasai Freeport,  9,36 % milik pemerintah dan  9,36 % milik Indocooper Investama - sebuah perusahaan swasta lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keistimewaan dalam dalam KK ini diperoleh lewat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tekanan asing &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kebijakan ekonomi neoliberal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Tekanan asing dilakukan oleh   pemerintah AS yang dianggap “&lt;em&gt;berjasa besar&lt;/em&gt;”  kepada pemerintah Soeharto dalam penumpasan G30S/PKI. Utang budi inilah  yang digunakan sebagai “senjata” Freeport dan pemerintah AS untuk  menekan Indonesia menerima begitu saja permohonan KP yang sangat  merugikan itu. Sementara &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kebijakan neoliberal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  sangat tampak baik pada KK I maupun KK II dimana esensinya tidak lain  adalah menyerahkan pengelolaan tambang ini ke perusahaan swasta (asing).  Bahkan anehnya, ketika KK II dilakukan, Pemerintah yang ditawari untuk  memperbesar sahamnya menyatakan tidak berminat, dan justru menyerahkan  opsi saham itu kepada  swasta lokal, yakni Aburizal Bakrie (Bakrie Grup)  yang membeli sekitar 10 % saham.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga sumber masalah Freeport tersebut diatas, yaitu kontrak karya  yang bermasalah, tekanan asing serta kebijakan ekonomi  neoliberal,   tidak akan terjadi andai kebijakan pengelolaan sumber daya alam di  negeri ini dilakukan berdasarkan syariat Islam. Dalam pandangan syariat  Islam pengelolaan kekayaan alam seperti  tambang Freeport dan tambang  lainnya  diatur sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, dari segi kepemilikan. Tambang tembaga, emas dan  sumber-sumber mineral dan tambang lainnya yang memiliki deposit yang  sangat besar dikategorikan sebagai milik umum (&lt;em&gt;milkiyyah ‘âmmah&lt;/em&gt;). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abyadh bin Hamal al-Mazany dinyatakan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" dir="rtl"&gt;أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقْطَعَهُ المِْلْحَ فَقَطَعَهُ فَلَمَّا وَلَّى  قَاَل رَجُلٌ: أَتَدْرِيْ مَا أَقْطَعْتَهُ لَهُ؟ إِنَّمَا أَقْطَعْتَ لَهُ  الْمَاءَ الْعِدَّ. قَالَ: فَرَجَعَهُ مِنْهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa ia datang kepada Rasulullah saw meminta (tambang) garam, maka  beliau pun memberikannya. Setelah ia pergi ada seorang laki-laki yang  bertanya kepada beliau, “&lt;em&gt;Wahai Rasulullah, tahukah apa yang engkau  berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu yang  bagaikan air mengalir. Lalu ia berkata: Kemudian Rasulullah saw pun  manarik kembali tambang itu darinya&lt;/em&gt;” (HR Abu Dawud).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits ini Rasulullah saw meminta kembali tambang garam yang  telah diberikan kepada Abyadh bin Hamal setelah beliau tahu bahwa  tambang garam itu depositnya sangat banyak. Ini menunjukkan bahwa &lt;em&gt;‘illah&lt;/em&gt;  (sebab disyariahkannya suatu hukum) dari larangan tambang itu dimiliki  secara pribadi adalah karena jumlahnya yang sangat banyak. Maka larangan  tersebut tidak terbatas pada tambang garam saja. Cakupannya bersifat  umum, meliputi semua barang tambang apa pun jenisnya yang depositnya  melimpah laksana air mengalir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua barang tambang seperti itu menjadi milik umum sehingga tidak  boleh dimiliki oleh atau diberikan kepada seseorang atau beberapa orang.  Juga tidak boleh diberikan keistimewaan kepada seseorang atau lembaga  tertentu untuk mengeksploitasinya. Wajib ditetapkan sebagai milik umum  atau milik masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, pengelolaan barang milik umum tersebut sepenuhnya  dilakukan oleh pemerintah sebagai wakil rakyat dimana hasilnya harus  dipergunakan untuk kemaslahatan seluruh rakyatnya. Jika dalam proses  eksplorasi dan eksploitasinya membutuhkan bantuan pihak swasta, maka  posisi mereka hanyalah sebatas pekerja (ajir) dengan kompensasi  tertentu. Dengan demikian pemerintah tidak diboleh melakukan perjanjian  dengan pihak swasta dalam pembagian kepemilikan saham dari aset milik  umum itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara wajib melindungi milik umum. Negara harus mencegah individu  atau perusahaan swasta memiliki aset-aset yang termasuk milik umum. Jika  ada individu atau swasta yang sudah terlanjur menguasainya seperti  dalam kasus Freepoort saat ini,  maka yang harus dilakukan oleh Negara  bukan melakukan negosiasi untuk menaikkan royalti atau menaikkan  prosentase kepemilikan saham &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tapi  negara harus mengambil alih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.   Pabrik dan instalasi yang sudah dibangun perusahaan swasta itu pun  harus diambil atau diganti dengan harga yang sepadan. Diriwayatkan dalam  salah satu hadits bahwa ada dua orang yang bersengketa dan meminta  Rasulullah saw memberikan keputusan. Yang menjadi penyebabnya, salah  satu dari mereka menanam kurma di tanah milik yang lain. Terhadap kasus  tersebut, Rasulullah saw memutuskan bahwa pemilik tanah berhak atas  tanahnya, dan pemilik pohon kurma harus mencabut pohon itu. Dari Rafi’  bin Khudayj bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arab" dir="rtl"&gt;مَنْ زَرَعَ فِي أَرْضِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَلَيْسَ لَهُ مِنَ الزَّرْعِ شَيْءٌ وَلَهُ نَفْقَتَهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Siapa saja yang menanam di tanah suatu kaum tanpa izin, maka dia  tidak berhak atas tanaman itu sama sekali, namun dia berhak atas biaya  yang dikeluarkannya&lt;/em&gt; (HR Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan al-Tirmidzi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, jika ada pihak swasta yang membangun pabrik kemudian  memproduksi barang-barang dari aset yang termasuk kepemilikan umum,  maka statusnya seperti orang yang menanam pohon di atas tanah orang lain  tanpa izin. Maka, sebagaimana hadits di atas, perusahaan swasta yang  mengelola kepemilikan umum itu harus mengambil semua asetnya atau  menjualnya kepada negara yang secara syâr’i berhak mengelola aset milik  umum tersebut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun penyelesaian tuntas masalah Papua tersebut hanya bisa  dilakukan dengan pembangunan yang merata dengan melibatkan masyarakat  Papua.  Hal itu perlu kebijakan pendanaan yang tepat yaitu bagi tiap  daerah diberi dana sesuai kebutuhan pembangunannya dan diutamakan  terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti  infrastruktur ekonomi, pendidikan, kesehatan, perumahan dan  keamanan.   Dan itu hanya bisa diujudkan oleh sistem ekonomi Islam yang menjadikan  distribusi kekayaan secara adil sebagai fokusnya.  Tidak bisa oleh   sistem ekonomi kpaitalisme seperti yang terjadi selama ini, yang fokus  pada pertumbuhan dengan mengabaikan distribusi kekayaan  secara adil.  Dan tidak kalah pentingnya adalah harus dilakukan peleburan masyarakat  menjadi satu kesatuan masyarakat yang di dalamnya tidak ada diskriminasi  dan marjinalisasi.  Semua itu hanya bisa diujudkan jika syariah Islam   diterapkan secara utuh.  Hanya itulah solusi tuntas bagi semua problem  di Papua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KEDATANGAN OBAMA DI  KTT ASEAN&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; BALI 2011: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengokohkan Dominasi AS atas Asia Tenggara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur di Bali 17-19 November  2011 telah berakhir. Obama telah kembali ke negaranya. Ia sukses membawa  misi AS di KTT ini: makin menancapkan kukunya di Asia Tenggara,  khususnya Indonesia. Obama juga pulang dengan meninggalkan sebuah  pangkalan militer di Darwin, Australia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak awal, kunjungan Obama ke KTT itu memang direncanakan untuk  kepentingan Amerika Serikat. Gedung Putih (Daniel Russel ) menyatakan  kunjungan Presiden Barack Obama ke Asia sebagai kesempatan untuk  menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perdagangan, dan membuka pasar  untuk barang-barang Amerika. Obama berkomitmen untuk menyeimbangkan  kembali wilayah Asia, di mana demokrasi mulai muncul dan pengaruh  Tiongkok yang semakin besar. Dia mengatakan rakyat Amerika ingin tahu  apakah Amerika Serikat dapat menjadi tonggak stabilitas dan  memproyeksikan kepentingannya di kawasan Pasifik. (&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;http&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;://&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;www.voanews.com&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;indonesian&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;/news/&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html"&gt;Lawatan_Obama_ke_Asia_Untuk_Penciptaan_Lapangan_Kerja.html&lt;/a&gt;  ). Sementara Indonesia sendiri sejak awal keterlibatan adalam acara ini  tidak punya agenda jelas. Posisinya Indonesia seperti sebatas &lt;em&gt;event organizer (EO)&lt;/em&gt; untuk melayani kepentingan AS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sembilan butir kesepatakan KTT dalam tersebut, yakni: 1).  Langkah-langkah konkret guna memperkuat ketiga pilar Komunitas ASEAN,  2). Penguatan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Indonesia terus mendorong  langkah-langkah bersama bagi penguatan pertumbuhan ekonomi kawasan, 3).  Mengambil peran utama dalam menata arsitektur kerja sama kawasan yang  lebih efisien dan efektif, 4). Menjaga stabilitas dan keamanan kawasan  Asia Tenggara, 5). Penguatan peran ASEAN secara global, 6). Upaya  bersama untuk memperkuat ekonomi Asia Timur (Kawasan EAS), 7). Upaya  bersama untuk membangun landasan dan tindakan nyata menangani &lt;em&gt;food, water, and energy security serta climate change,&lt;/em&gt; 8). Upaya bersama untuk mengatasi &lt;em&gt;non-traditional security challenges: natural disasters, terrorism, transnational crimes,&lt;/em&gt; 9). Upaya bersama untuk memelihara perdamaian, keamanan dan stabilitas dan ketertiban Kawasan Asia Timur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari butir kesepakatan itu tampak kuatnya dominasi AS. Melalui KTT  itu AS berusaha mengerem pengaruh China dengan cara mengikat semua  sektor strategis khususnya pertahanan keamanan (militer) dan ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya, AS dengan gamblang berencana menempatkan 2.500 personil  tentaranya di pangkalan militer AS di Darwin, Australia. Obama  mengatakan pasukan itu ditujukan untuk penanggulangan keadaan darurat  dan kemanusiaan. Pertanyaannya, keadaan darurat apa yang dimaksud?  Pastinya bukan untuk bencana alam karena Australia bukan kawasan rawan  bencana. Yang paling mungkin, kehadiran pasukan dengan kemampuan khusus  itu adalah untuk (1) mengamankan dominasi AS di ASEAN di antaranya dari  pengaruh China; (2) untuk menjaga ‘aset’  Freeport di Papua. Jarak  antara pangkalan militer tersebut dengan wilayah RI hanya 820 km, dan  dekat dengan Papua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KTT Asia Timur ini memperlihatkan konflik yang menonjol antara China  dan Amerika Serikat. AS berusaha melebarkan pengaruhnya di ASEAN dan  mengurangi pengaruh China melalui pendekatan politik kawasan, yakni  kepada sekutu-sekutunya di ASEAN. Sedangkan China menghendaki  penyelesaian secara bilateral. Menlu Cina Wen Jibao juga menolak  masuknya “pasukan luar” untuk terlibat dalam perselisihan di kawasan  Laut China Selatan. China sendiri berusaha menancapkan pengaruhnya di  antaranya dengan berencana memberikan dana 3 miliar yuan (US$ 473  miliar) untuk kerjasama industri maritim dengan negara-negara Asia  Tenggara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebijakan ini menunjukkan AS melihat ASEAN sebagai kawasan geopolitik  yang amat strategis karena sebelumnya AS telah menempatkan militernya  di Singapura, Korea Selatan, Guam dan Jepang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KTT ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai penanganan soal  perubahan keamanan non-tradisional yakni terorisme, bencana alam, dan  kejahatan internasional.  Lagi-lagi soal terorisme sangat menonjol.  Negara-negara di kawasan ini dituntut untuk mengimplementasikan &lt;em&gt;ASEAN Convention on Counter-Terrorism&lt;/em&gt; (Konvensi ASEAN tentang kontra terorisme) dan &lt;em&gt;ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crime&lt;/em&gt; (Rencana Aksi ASEAN melawan Kejahatan Transnasional).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembahasan isu terorisme tidak pernah ketinggalan dibawa AS di  manapun. Sejak tragedi WTC 11 September 2011, AS menjadikan isu ini  untuk menggebuk siapa saja yang akan meruntuhkan hegemoninya meski itu  dilakukan dengan jalan damai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khusus kepada Indonesia,  AS juga mengucurkan bantuan keuangan berupa  hibah dan investasi. Sejumlah perusahaan AS berencana untuk menambah  investasi ke Indonesia hingga sebesar 450 juta US$. Di antaranya adalah  Freeport, yang bersama sejumlah perusahaan lain telah bertemu dengan SBY  pada pertemuan KTT APEC di Honolulu, Hawaii, 14 Nopember lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;China tampaknya tidak ingin kalah dengan kampanye yang dilakukan oleh  Obama. Sebelumnya Obama menggelar kampanye diplomatik dengan menegaskan  bahwa Washington sebagai kekuatan Pasifik. Para pengamat menilai China  tampaknya terganggu dengan rencana penempatan militer AS di Australia.  Hanya berselang sepekan setelah KTT berakhir, Cina mengumumkan akan  menggelar latihan perang Angkatan Laut di kawasan samudera tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Trans Pacific Partnership (TPP)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti diketahui, pada KTT  APEC 2011 di Honolulu, Hawaii, Barack  Obama, mempromosikan kerjasama baru bernama Trans Pacific Partnership  (TPP). Beberapa negara ASEAN sudah bergabung dalam kerjasama perdagangan  bebas baru itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TPP sendiri diprakarsai sembilan negara dimana empat negara di  antaranya adalah anggota ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Singapura,  Malaysia, dan Vietnam. Otomatis empat negara tersebut sudah masuk  menjadi anggota TPP. Sementara sejumlah negara Asia lain yang sudah siap  bergabung yakni Jepang dan Thailand. Sedangkan dari Pasifik ada Kanada,  AS, Meksiko, Selandia Baru, dan Australia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Tampaknya belum akan segera bergabung.  Presiden SBY menegaskan, dirinya bukan mencurigai isu perdagangan bebas  baru yang digagas AS-Australia itu. Tapi yang jauh lebih penting,  menurutnya adalah terwujudnya perdagangan yang adil dan mendatangkan  manfaat nyata bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penolakan Indonesia terhadap ajakan Presiden AS Barack Obama bukan  tanpa alasan kuat. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan  perdagangan bebas yang digagas AS itu bakal tumpang tindih dengan  perjanjian perdagangan lainnya yang sudah ada khususnya di ASEAN.  Apalagi menurutnya, konsep TPP juga belum jelas benar. Saat ini  pemerintah akan lebih fokus membenahi ekonomi terlebih dahulu, termasuk  soal daya saing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penolakan terhadap TPP mungkin menjadi satu langkah maju bagi  Pemerintah Indonesia. Apakah penolakan TPP merupakan langkah awal  kabinet SBY untuk melakukan koreksi atas berbagai FTA (Free Trade  Agreement) yang sangat liberal?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa AS bergitu ngotot mengajak Indonesia bergabung dalam TPP?  Semua itu tidak lepas ‘ada udang di balik batu’. Pemerintah AS tentu  berkepentingan besar terhadap TPP tersebut. Dengan beban keuangan negara  dan tekanan pengangguran yang sangat berat, serta terbatasnya pilihan  kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi, TPP memiliki arti sangat penting  bagi AS. Apalagi AS menganggap TPP tidak hanya sebatas perdagangan  bebas, tetapi menjadi model kerja sama ekonomi yang lebih luas. Ini  tentu menjadi harapan baru bagi AS untuk menyelesaikan masalah  pengangguran dan krisis ekonomi yang tengah melanda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai pengembang ideologi kapitalisme, AS memang terus akan  mendorong perdagangan bebas yang merupakan bagian dari paket  liberalisasi ekonomi. Dalam liberalisasi ekonomi, peran dan  tanggungjawab pemerintah dalam sektor ekonomi akan dihilangkan. Bahkan,  kemudian menyerahkan semuanya kepada individu dan mekanisme pasar  (kekuatan penawaran dan permintaan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;OCCUPY WALL STREET&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; DAN KERAPUHAN KAPITALISME&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada September 2011, ribuan orang yang menamakan gerakannya &lt;em&gt;Occupy Wall Street&lt;/em&gt; tumpah di distrik &lt;em&gt;Wall Street, &lt;/em&gt;pusat keuangan AS. Aksi yang mulanya menggugat keserakahan &lt;em&gt;Wall Street,&lt;/em&gt;  dan kemudian kemudian berubah menjadi gerakan anti kapitalisme itu,  kini terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Eropa hingga  Asia. Isi protes mereka antara lain: menentang ketidakadilan sosial dan  ekonomi, pengangguran yang tinggi, keserakahan, korupsi, intervensi  perusahaan-khususnya dari sektor jasa keuangan pada pemerintah dan  sejumlah isu yang menjadi titik lemah kapitalisme selama ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketimpangan pendapatan negara-negara yang mempraktekkan kapitalisme  memang sangat parah. Pada tahun 2007, 1% penduduk terkaya di Amerika  Serikat memiliki 34,6% dari total kekayaan negara tersebut, dan 19%  berikutnya menguasai 50,5%. Dengan kata lain, 20% golongan atas Amerika  memiliki 85% kekayaan di negara tersebut. Sisanya, 80% populasi bawah  hanya menguasai 15% dari kekayaan di AS (&lt;em&gt;Forbes&lt;/em&gt;, 11/01/2011)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, orang-orang kaya tersebut, khususnya mereka yang bekerja  pada sektor keuangan, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap  berbagai kebijakan pemerintah, bahkan ada diantaranya yang terlibat  langsung dalam pemerintahan. Itu terjadi karena mereka merupakan sumber  utama keuangan partai politik.  Dalam sistem demokrasi seperti di AS,  kekuatan finansial sangat menentukan kemenangan dalam kontestasi  politik. Akibatnya, berbagai kebijakan pemerintah, termasuk yang terkait  dengan sektor keuangan lebih berpihak kepada pemodal ketimbang&lt;em&gt; &lt;/em&gt;rakyat banyak. Misalnya, &lt;em&gt;Glass-Steagall Act&lt;/em&gt; yang sebelumnya melarang bank komersial terlibat dan menjadi penjami&lt;em&gt;n (underwriter)&lt;/em&gt; dalam investasi dan kegiatan asuransi dicabut akibat tekanan para pemodal di W&lt;em&gt;all Street&lt;/em&gt;.  Dengan dicabutnya UU tersebut, bank-bank dapat dengan leluasa  menggunakan dana nasabah untuk berinvestasi di pasar modal termasuk pada  aset-aset derivatif. Akibatnya, investasi di pasar modal mengalami &lt;em&gt;bubble&lt;/em&gt; hingga akhirnya meletus pada tahun 2008. Sejumlah perusahaan raksasa seperti &lt;em&gt;Lehman Brothers&lt;/em&gt; kolaps, sehingga sebagian diantarnya terpaksa di&lt;em&gt;bail-out&lt;/em&gt; oleh pemerintah. Pertumbuhan ekonomi menurun drastis sementara angka pengangguran dan kemiskinan melonjak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski telah berlangsung tiga tahun, hingga kini krisis tersebut tetap terasa. Padahal pemerintah dan Bank Sentral AS, &lt;em&gt;The Fed&lt;/em&gt;  telah menggelontorkan lebih dari US$ 2 triliun untuk membeli aset-aset  lembaga keuangan dan industri yang mengalami krisis likuiditas. Namun  upaya tersebut tidak banyak membantu. Padahal uang-uang tersebut  merupakan utang yang nantinya dibayar oleh rakyat AS sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Murka para penentang kapitalisme juga muncul akibat besarnya keserakahan dan kejahatan kera putih (&lt;em&gt;white - collar crime&lt;/em&gt;) di sektor finansial yang berbasis riba dan spekulasi.  Di antara kasus yang fenomenal adalah konspirasi perusahaan energi &lt;em&gt;Enron&lt;/em&gt; dengan auditornya &lt;em&gt;Arthur Andersen&lt;/em&gt; agar laporan keuangannya agar tetap kinclong di mata investor. Setelah kejahatan itu terbongkar, saham &lt;em&gt;Enron&lt;/em&gt;  anjlok dari U$ 90 menjadi hanya US$ 1 perlembar sebelum akhirnya  bangkrut. Artinya, nilai kekayaan  pemegang sahamnya menciut 90 kali  lipat.&lt;em&gt; World Com&lt;/em&gt; juga menyusul bangkrut di tahun 2002 karena  terbukti menggelembungkan asetnya sebesar $ 11 miliar. Kasus mutakhir  adalah penipuan yang dilakukan oleh Bernie Madoff terhadap nasabahnya  yang mencapai US$ 65 miliar atau sekitar Rp 585 triliun. Mantan kepala  bursa saham NASDAQ  tersebut kemudian diganjar 150 tahun penjara. Di  Indonesia kejahatan tersebut dapat dilihat pada kasus BLBI dimana negara  dirugikan paling sedikit Rp 1.031 triliun. Belakangan ada kasus Bank  Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain bersumber dari sektor finansial, negara-negara kapitalisme  juga menghadapi krisis akibat postur APBN mereka yang disesaki utang.   Pemerintah AS kini menghadapi persoalan pelik akibat tumpukan utang yang  kini mencapai US$ 15,03 triliun. Beban utang tersebut terjadi akibat  tidak seimbangnya antara belanja publik  dan militer negara itu dengan  pemasukan negara. Meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kemampuan  AS dalam mengatasi problem utangnya membuat &lt;em&gt;Standard &amp;amp; Poor’s,&lt;/em&gt; untuk pertama kalinya dalam sejarah&lt;em&gt; &lt;/em&gt; menurunkan peringkat &lt;em&gt;(rating)&lt;/em&gt;  surat utang AS dari AAA menjadi AA+. Solusi dilematis terpaksa ditempuh  negara itu. Dalam 10 tahun ke depan kemampuan belanja pemerintah  dipastikan melemah setelah adanya program penghematan yang terpaksa  ditempuh untuk mengurangi defisit tersebut. Namun di sisi lain, program  tersebut justru mengurangi kemampuan pemerintah untuk menstimulus  perekonomian AS yang kini masih sekarat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang sama juga dialami negara-negara di kawasan Uni Eropa (Zona  Euro). Hingga saat ini mereka masih berjuang untuk keluar dari krisis  yang menimpa kawasan tersebut. Krisis tersebut mengemuka setelah  Portugal, Irlandia, Spanyol dan Yunani  menyatakan kesulitan untuk  membayar utang sehingga meminta bantuan kepada IMF dan Bank Sentral  Eropa. Namun dalam perkembangannya, negara-negara lain seperti Perancis  dan Italia, negara dengan ekonomi terbesar kedua dan ketiga di Eropa  juga menghadapi problem yang sama. Sialnya, kemampuan IMF, Bank Sentral  Eropa dan &lt;em&gt;European Financial Stability Facility &lt;/em&gt;(EFSF)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;ternyata  tidak cukup besar untuk menalangi seluruh utang negara tersebut. Adapun  rencana penerbitan  surat utang bersama negara-negara Eropa &lt;em&gt;(euro bond)&lt;/em&gt; untuk menalangi utang negara-negara yang mengalami krisis dikecam oleh Jerman karena khawatir ikut terjangkit krisis serupa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dampaknya, kepercayaan investor terhadap negara-negara tersebut makin  melemah. Bunga obligasi negara-negara tersebut makin tinggi sehingga  utang mereka makin membengkak. Di Yunani bahkan investor yang memegang  surat utang pemerintah telah kehilangan separuh dari kekayaan mereka  akibat ketidakmampuan negara tersebut membayar utang-utangnya. Di sisi  lain, upaya penghematan yang dilakukan pemerintah seperti melakukan PHK,  pengurangan subsidi dan  privatisasi justu membuat perekonomian di  kawasan tersebut semakin lesu. Perdana Menteri Yunani, George Papandreou  dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi&lt;em&gt; &lt;/em&gt; bahkan dipaksa mundur karena gagal mengatasi krisis tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah sampai kapan krisis tersebut berlangsung. Namun yang pasti  fakta di atas melengkapi sejarah kelam sistem kapitalisme, sebuah yang  diberlakukan hampir di seluruh dunia termasuk di negeri-negeri muslim  seperti Indonesia. Berbagai cara memang telah ditempuh untuk menambal  kelemahan sistem tersebut, namun tetap saja gagal dan justru melahirkan  krisis baru. Oleh karena itu, adalah hal yang aneh jika kaum muslimin  dan pemerintah di negeri-negeri muslim masih saja mempertahankan sistem  yang bobrok ini, sementara di negara asalnya ia dikecam habis-habisan  oleh penganutnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7.      &lt;strong&gt;DERADIKALISASI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Quo Vadis&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait isu terorisme, deradikalisasi dalam dua tahun terakhir  menjadi ungkapan yang cukup populer. Secara bahasa deradikalisasi  berasal dari kata “radikal” yang mendapat  imbuhan &lt;em&gt;“de” &lt;/em&gt;dan akhiran &lt;em&gt;“sasi”.&lt;/em&gt; Radikal sendiri berasal dari kata &lt;em&gt;“radix&lt;/em&gt;” yang dalam bahasa Latin artinya “akar”. Jika ada ungkapan “&lt;em&gt;gerakan radikal”&lt;/em&gt; maka artinya gerakan yang mengakar atau mendasar, yang bisa berarti positif &lt;em&gt;(untuk kepentingan dan tujuan baik&lt;/em&gt;)  atau negatif. Dalam Kamus, kata radikal memiliki arti secara mendasar  (sampai kepada hal yang prinsip), sikap politik amat keras menuntut  perubahan (undang-undang, pemerintahan), maju dalam berpikir dan  bertindak&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;(KBBI, ed-4, cet.I.2008). &lt;/em&gt;Dalam pengertian  ini, hakikatnya sebuah sikap “radikal” bisa tumbuh dalam entitas apapun,  tidak mengenal agama, batas teritorial negara, ras, suku dan sekat  lainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun dalam konteks isu terorisme, radikal pemaknaannya menjadi sangat stereotip, over simplikasi dan subyektif. “&lt;em&gt;Radikal&lt;/em&gt;”  sebuah label yang dilekatkan kepada individu atau kelompok muslim yang  memiliki cara padang, sikap keberagamaan dan politik yang bertentangan  dengan mainstream yang ada. Atau dengan katagorisasi sebagai alat  identifikasi, &lt;em&gt;“radikal”&lt;/em&gt; adalah orang atau kelompok jika memiliki prinsip-prinsip seperti; &lt;em&gt;menghakimi  orang yang tidak sepaham dengan pemikiranya, mengganti ideologi  Pancasila dengan versi mereka, mengganti NKRI dengan Khilafah, gerakan  mengubah negara bangsa menjadi negara agama, memperjuangkan formalisasi  syariat dalam negara, menggangap Amerika Serikat sebagai biang  kedzaliman global. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka yang dimaksud &lt;em&gt;“de-radikalisasi”&lt;/em&gt; adalah langkah upaya untuk merubah sikap dan cara pandang diatas yang dianggap keras (dengan julukan lain; &lt;em&gt;fundamentalis)&lt;/em&gt; menjadi lunak; toleran, pluralis, moderat dan liberal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Definisi radikal diatas sangat bias, persis seperti dunia Barat  menjelaskan konsep radikal secara simplistik, bahwa radikalisme banyak  diasosiasikan dengan mereka yang berbeda pandangan secara ektrem dengan  dunia Barat (&lt;em&gt;L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ihat laporan utama majalah Time ed 13  September 2004, setebal sembilan halaman menjelaskan konsep radikal  menurut kacamata Barat)&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini sama biasnya terjadi ketika mendefinisakan &lt;em&gt;“terorisme&lt;/em&gt;“.  Sebuah labelisasi kepada kelompok atau individu muslim yang secara  fisik atau non fisik mengancam kepentingan global imperialisme Barat. Di  Indonesia dengan asumsi definisi terorisme&lt;em&gt; no global concencus &lt;/em&gt;(tidak ada kesepakatan global)&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;akhirnya pemaknaan dan implementasi kontra-terorisme melahirkan banyak korban dan umat Islam menjadi obyek sasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;T.P.Thornton&lt;/strong&gt; dalam &lt;em&gt;Terror as a Weapon of Political Agitation &lt;/em&gt;(1964)  mendefinisikan terorisme sebagai penggunaan teror sebagai tindakan  simbolis yang dirancang untuk mempengaruhi kebijakan dan tingkah laku  politik dengan cara-cara ekstra normal, khususnya dengan penggunaan  kekerasan dan ancaman kekerasan. Terorisme dapat dibedakan menjadi dua  katagori, yaitu &lt;em&gt;enforcement terror&lt;/em&gt; yang dijalankan penguasa untuk menindas tantangan terhadap kekuasaan mereka, dan &lt;em&gt;agitational terror&lt;/em&gt;, yakni teror yang dilakukan mengganggu tatanan yang mapan untuk kemudian menguasai tatanan politik tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi sudah barang tentu dalam hal ini, terorisme selalu berkaitan  erat dengan kondisi politik yang tengah berlaku. Karena itu istilah ini  juga rentan dipolitisasi. Kekaburan definisi membuka peluang  penyalahgunaan. Namun pendefinisian juga tak lepas dari keputusan  politis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka deradikalisasi dan kontra-radikalisasi pada konteks ini adalah  kebijakan politik sebagai upaya baik dalam bentuk langkah strategis  maupun taktis untuk memotong seluruh variabel yang dipandang sebagai  stimulan lahirnya tindakan “terorisme” baik pra maupun pasca (terkait  pembinaan terhadap narapidana dan mantan combatan). Program ini lebih  menekankan “&lt;em&gt;soft approach&lt;/em&gt;“, baik kepada masyarakat secara luas,  kelompok tertentu maupun kepada individu-individu tertentu yang masuk  dalam jejaring kelompok yang dicap “radikal”, “teroris” dan semacamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah ini juga dikenal sebagai strategi memenangkan hati dan pikiran public &lt;em&gt;(the strategy of winning the heart and mind). &lt;/em&gt;Dalam  bahasa Ansyad Mbai (Ketua BNPT) sebagai perang untuk memenangkan hati  nurani. Membutuhkan banyak strategi dan bersifat jangka panjang. Dan  wasilah paling pokok yang menjadi tumpuan dalam “perang” ini adalah  media masa &lt;em&gt;(cetak, elektronik dan digital), &lt;/em&gt;karena medium ini menjadi tombol kunci dari “&lt;em&gt;mindset control”&lt;/em&gt;  terhadap persepsi publik. Disamping para komunikan yang dianggap  berkompeten untuk mempengaruhi pikiran publik dalam berbagai kesempatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deradikalisasi adalah bagian dari strategi kontra terorisme. Ketika pendekatan &lt;em&gt;hard measure&lt;/em&gt;,  belum dianggap bisa mereduksi dan menghabisi seluruh potensi yang  mengarah ke tindakan “terorisme”, bahkan dianggap belum efektif  menyentuh akar persoalan terorisme secara komprehensif. Begitu juga  ketika strategi &lt;em&gt;Law Enforcement&lt;/em&gt; dirasa kurang memberikan efek jera dan belum bisa menjangkau ke akar radikalisme. Sekalipun diakui cukup efektif untuk “&lt;em&gt;disruption”,&lt;/em&gt; tapi tidak efektif untuk pencegahan dan rehabilitasi sehingga masalah terorisme terus berlanjut dan berkembang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deradikasilsasi dibangun atas asumsi adanya ideologi radikal yang  mengeksploitasi faktor komplek yang ada (kemiskinan, keterbelakangan,  marginalisasi, pemerintahan otoriter, dominasi negara &lt;em&gt;super power&lt;/em&gt;,  globalisasi dan sebagainya), melahirkan spirit perlawanan dan perubahan  dengan tindakan-tindakan teror ketika jalan damai (kompromi) dianggap  tidak memberikan efek apapun. Maka ideologi radikal ditempatkan sebagai  akar sesungguhnya dari fenomena terorisme. Dalam kerangka pandangan  seperti inilah program deradikalisasi dijalankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksana strategi ini telah belajar dari pengalaman Indonesia selama  lebih dari 50 tahun menangani  DI/NII telah membuktikan bahwa &lt;em&gt;hard power approach&lt;/em&gt;  bukan jawaban tepat. Asumsinya selama idologi radikal mereka tidak bisa  dinetralisir, selama itu pula mereka terus melakukan aksi terorisme.  Mengambil kasus situasi di Afghanistan dan Irak, maka dalam  deradikalisasi ada upaya menggeser kepada obyek sasaran lebih luas,  yaitu kepada pihak yang dianggap pengusung ideologi  radikal-fundamentalis. Yang diposisikan sebagai eksploitator terhadap  faktor dan realitas ketimpangan sosial politik dalam konteks global  maupun lokal Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Drama &lt;em&gt;War on Terrorism&lt;/em&gt; dan semua peristiwa turunannya di  Indonesia tidak terjadi secara masif kecuali pasca peristiwa WTC   9/11/2001. Kemudian AS secara sepihak membagi dunia menjadi dua: bersama  Amerika atau bersama teroris. Dari beberapa dokumen, terungkap dukungan  dana mengucur deras hingga mencapai lebih dari 500 juta Euro untuk  proyek &lt;em&gt;long term &lt;/em&gt;dari negara Eropa (Australia, Denmark, Belanda dan lainnya) kepada Densus 88 dan program peningkatan &lt;em&gt;capacity building&lt;/em&gt;  terhadap aparat kepolisian dan Intelijen Indonesia. AS sendiri melalui  Obama menyiapkan lebih dari 5 miliar US$ untuk membuat program kerjasama  keamanan bersama guna menempa badan intelijen internasional dan  infrastruktur penyelenggaraan hukum demi melumpuhkan jaringan teroris  dari pulau-pulau terpencil di Indonesia hingga ke kota-kota yang  membujur di Afrika. Bocoran Wikileaks (yang dimuat di harian Australia  The Age,17/12/2010) mengkonfirmasi bagaimana hubungan AS dan sekutunya  dengan pemerintah Indonesia dalam isu terorisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di salah satu bocoran Wikileaks yang dimuat oleh harian &lt;em&gt;Sydney Morning Herald&lt;/em&gt;  (15/12/2010) juga menyebut Australia memberikan dukungan kepada SBY  dalam Pilpres 2009 lalu. SBY didukung karena dinilai sukses dalam  kerjasama antiterorisme. Bahkan, Indonesia secara intens juga segaris  dengan kebijakan PBB dalam proyek kontra terorisme sejak awal. Indonesia  menunjukkan komitmen melaksanakan ketentuan hukum internasional  mengenai pemberantasan terorisme dan sejauh ini telah meratifikasi 7  dari 16 instrumen internasional terkait terorisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini indikasi yang cukup untuk menjelaskan bahwa proyek deradikalisasi  dan kontra radikalisasi adalah bagian dari strategi WOT di mana arahan  dan paradigma Barat (AS) menjadi basis implementasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya Amerika Serikat berkepentingan dalam proyek  deradikalisasi. Karena proyek deradikalisasi adalah topeng yang bisa  menyembunyikan kepentingan busuk dunia Barat untuk melanggengkan  imperialismenya. Deradikalisasi dianggap sebagai cara efektif jangka  panjang untuk mewujudkan tatanan di dunia Islam yang ramah dan  mengakomodir ideologi Kapitalis-Sekuler yang mereka jajakan. Dan ini  klop dengan sistem sekuler yang dijaga siang dan malam  keberlangsungannya oleh para penguasa yang mengekor kepada kepentingan  Barat dengan mendapat imbalan pujian dan kemaslahatan sesaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lahirnya BNPT menjadi indikasi jelas, proyek kontra-terorisme adalah  proyek “longtime” dengan target-target tertentu, dan pemerintah akan  secara kontinyu dan simultan serta melibatkan banyak  “energi/element/unsur” menjalankan “road map” yang sudah diformulasikan.  Yang tidak boleh diabaikan begitu saja adalah, bahwa &lt;strong&gt;Indonesia  dengan rezimnya saat ini secara establis telah memposisikan sebagai  sub-ordinat kepentingan proyek global “war on terorism” yang digelorakan  oleh AS dan sekutunya&lt;/strong&gt;. Dan target-target proyek di level lokal adalah turunan (&lt;em&gt;break down&lt;/em&gt;) dari target-target proyek global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejauh ini pemerintah Indonesia dengan kacamata subyektifnya&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;  radikalisme secara dominan dipandang sebagai gejala yang lahir dari  tafsiran teologi yang menyimpang, dan abai terhadap realitas sebagai  sebuah gejala sosial dari meluasnya sikap apatisme dan frustasi sosial  akibat kemiskinan, ketidakadilan, ketidakpastian masa depan, dan tekanan  hidup yang berat. Dan situasi itu korelatif dengan peran imperialisme  global yang dikomandani Amerika Serikat. Maka berapapun anak-anak negeri  ini yang ditembak mati karena alasan terorisme sesungguhnya tidak akan  bisa memadamkan potensi lahirnya “teroris-teroris” baru, jika faktor  komplek termasuk didalamnya kedzaliman global oleh dunia Barat terhadap  dunia Islam tetap ada dan diabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah justru membuat langkah deradikalisasi secara massif yang  diimplementasikan dengan kosentrasi pada perubahan orentasi dan tafsiran  dalam keberagamaan seseorang agar lebih moderat (&lt;em&gt;wasatiyyah),&lt;/em&gt;  toleran dan liberal. Ini sesungguhnya bukan solusi, karena akan  menciptakan polarisasi dalam kehidupan masyarakat khususnya umat Islam.  Praktek &lt;em&gt;devide et impera &lt;/em&gt;(strategi belah bambu) akan menjadi pemicu permanen lahirnya sikap radikal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program deradikalisasi seperti itu malah menimbulkan bahaya baru buat  umat Islam, karena ada potensi penyimpangan dan tafsiran-tafsiran yang  menyesatkan terhadap nash-nash syara’  dengan menselaraskan nash-nash  syara’ terhadap realitas sekuler, dan memaksakan dalil mengikuti konteks  aktualnya dan kontruksi pemikiran tanpa dalil atau hujjah yang kokoh.  Contohnya,  upaya &lt;em&gt;tahrif&lt;/em&gt; (penyimpangan) pada makna &lt;em&gt;jihad&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;tasamuh&lt;/em&gt; (toleransi), &lt;em&gt;syuro&lt;/em&gt; dan demokrasi, &lt;em&gt;hijrah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;thagut&lt;/em&gt;, muslim dan kafir, &lt;em&gt;ummatan washat&lt;/em&gt;,  klaim kebenaran, doktrin konspirasi (QS. Al Baqarah [2] : 217) dan  upaya mengkriminalisasi dan monsterisasi  terminologi daulah Islam dan  Khilafah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat akan terpecah belah (berhadap-hadapan) dengan katagorisasi  radikal -  moderat, fundamentalis - liberal, Islam ekstrim - Islam  rahmatan, Islam garis keras - Islam toleran dan istilah lainya yang  tidak ada dasar pijakannya dalam dienul Islam. Hal ini mirip dengan  langkah orentalis dalam memecah belah umat Islam dengan memunculkan  istilah “&lt;em&gt;Islam putihan”&lt;/em&gt; (berasal dari bahasa arab: &lt;em&gt;muthi’an&lt;/em&gt;/taat) dan “&lt;em&gt;Islam abangan&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;aba’an&lt;/em&gt;/pengikut/awam). Umat Islam yang taat ditempatkan sebagai musuh karena membahayakan penjajahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahaya deradikalisasi berikutnya adalah menyumbat langkah kebangkitan  Islam, menjadikan umat jauh dari pemahaman dan sikap ber-Islam yang  kaffah. Tidak mampu menjadikan Islam sebagai akidah dan syariah secara  utuh serta sebagai pedoman spiritual dan kehidupan politik. Maka bisa  disimpulkan bahwa sesungguhnya program deradikalisasi tidak lain adalah  de-Islamisasi terhadap mayoritas umat Islam yang menjadi penghuni negeri  ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program ini pada akhirnya akan melahirkan bahaya &lt;em&gt;(dzarar) &lt;/em&gt;lebih  besar berupa tetap tegaknya sistem sekular dan langgengnya imperialisme  Barat di negeri Indonesia atas nama GWOT, HAM, Demokrasi, Pasar bebas,  dan perubahan iklim. Di bawah sistem sekular, umat Islam hidup dalam   kehidupan yang sempit, jauh dari kebahagiaan lahir batin, dan jatuh  dalam peradaban materialisme dan kerusakan moral yang luar biasa. Dan  yang paling dasyat adalah di hadapan Allah SWT termasuk golongan  orang-orang yang nista.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KASUS G&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KI YASMIN&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;: &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisruh GKI Yasmin ini bermula dari upaya pihak Gereja Kristen  Indonesia untuk mendirikan gereja di sebidang tanah di  Kompleks Taman  Yasmin, jalan KH Abdullah bin Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor. Berdasarkan  SKB/PBM No 9 tahun 2006, pendirian tempat ibadah ini mensyaratkan  adanya persetujuan warga sekitar, sekurang-kurangnya 90 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mendapatkan tandatangan warga, GKI melakukan sejumlah penipuan: &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;,  meminta persetujuan pembangunan rumah sakit, yaitu Hermina. Karena  untuk pembangunan rumah sakit, maka warga pun tidak keberatan. Konon,  dari sana terkumpul sejumlah tandatangan warga. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;,  mendapatkan tandatangan warga dengan modus pembagian bantuan sembako.  Menurut data Jurnal-Indonesia-Net, berdasarkan klaim GKI Yasmin tanggal  10 Maret 2002, terkumpul 170 tandatangan; 1 Maret 2003 terkumpul 127  tandatangan; 08 Januari 2006 terkumpul 40 tandatangan; 12 Januari 2006  terkumpul 66 orang dan  15 Januari 2006 terkumpul 40 orang. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, menyuap aparat kelurahan agar mengesahkan tandatangan tersebut untuk memproses IMB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anehnya, meski rekomendasi tertulis dari kantor Departemen Agama  setempat dan rekomendasi FKUB juga tidak ada, tapi IMB untuk GKI Yasmin  ini bisa keluar melalui SK Nomer: 645.8-372/2006 tanggal 19 Juli 2006  yang ditandatangani Walikota Bogor. Sejak  awal, sebenarnya masyarakat  tidak setuju dengan pembangunan gereja tersebut. Mantan Ketua RT 08/08,  Kelurahan Curug, Mekarwangi, -lokasi gereja itu- Muchtar menjelaskan,  warga RT telah menolak pembangunan gereja itu sejak awal. Lagi pula,  menurutnya, dari 10 KK Katolik dan 8 KK Kristen, tak ada satupun yang  menjadi jemaah GKI ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah tahu  bahwa di tempat yang semula dianggap sebagai rumah  sakit itu ternyata didirikan gereja dan IMB-nya pun telah dikeluarkan  oleh Pemkot Kota Bogor, maka masyarakat mulai resah dan melakukan  protes. Protes warga berlanjut dengan tuntutan pembatalan IMB kepada  Walikota tertanggal 25 Januari 2008. Pemkot merespon tuntutan warga  dengan mengeluarkan SK Nomer: 503/208 DTKP, tentang pembekuan IMB.  Keputusan ini kemudian digugat oleh GKI ke Pengadilan Tatausaha Negara  (PTUN) Bandung, dengan dikeluarkan Putusan Pengadilan TUN Bandung No:  41/G/2008/PTUN.BDG  tertanggal 4 September 2008. Tidak puas dengan PTUN  Jabar, mereka pun membawa ke Jakarta, hingga dikeluarkan Putusan  Pengadilan TUN Jakarta No: 241/B/2008/PT.TUN.JKT tertanggal 11 Pebruari  2009. Terakhir, mereka pun membawa ke Mahkamah Agung hingga keluar Surat  Putusan PK MA No: 127/PK/TUN/2009 tertanggal 9 Desember 2010.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat Putusan PK MA tersebut membatalkan pembekuan IMB yang  ditandatangani oleh Dinas Tatakota dan Pertamanan Kota Bogor, SK Nomer:  503/208 DTKP. Setelah keluarnya Surat Putusan MA No: 127/PK/TUN/2009  tertanggal 9 Desember 2010, Walikota Bogor mengeluarkan SK No:  503.45-135/2011 tertanggal 8 Maret 2011 tentang Pembatalan Pembekuan IMB  melalui SK Nomer: 503/208 DTKP. Tiga hari kemudian, Walikota Bogor  mengeluarkan SK No: 645.45-137/2011 tertanggal 11 Maret 2011 yang  membatalkan SK Nomer: 645.8-372/2006 tanggal 19 Juli 2006 tentang Izin  Pendirian Bangunan GKI Yasmin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat yang sama, Pengadilan Negeri Kota Bogor memutuskan  terjadinya pemalsuan dan tandatangan masyarakat, yaitu dengan  dijatuhkannya PUTUSAN BERSALAH Majelis Hakim kepada Munir Karta, Kamis  20 Januari 2011, selaku terdakwa kasus pemalsuan surat dan tandatangan  masyarakat setempat. Keputusan Pengadilan Negeri Kota Bogor sekaligus  menguatkan keputusan Pemkot Bogor yang membatalkan IMB tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, dalam kasus gereja GKI Yasmin Bogor, opini yang berkembang  akibat pemberitaan yang keliru adalah bahwa Walikota Bogor Diani  Budiharto seolah tidak melaksanakan Putusan PK Mahkamah Agung tanggal 9  Desember 2010 yang membatalkan pembekuan IMB GKI Yasmin Bogor. Juga,  pemberitaan itu cenderung menyudutkan umat Islam Bogor sebagai tidak  toleran. Sehingga tampak seolah GKI Yasmin sebagai  “korban” dari pihak  yang dituduh telah bertindak dzalim padanya, yakni Pemkot Bogor dan umat  Islam di sekitar lokasi gereja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal sesungguhnya Walikota Bogor telah melaksanakan Putusan PK MA  itu dengan mencabut pembekuan IMB yang ditandatanggani oleh Kepala Dinas  Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor, melalui SK tertanggal 8 Maret  2011.  Namun kemudian Walikota Bogor mencabut IMB Gedung GKI Yasmin itu   melalui SK 645.45-137 tertanggal 11 Maret 2011 karena pembangunan  gereja itu melanggar Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006  tentang  perijinan mendirikan rumah ibadah. Disamping itu, bakal Gereja yang  berada di tengah-tengah pemukiman itu  ditolak warga setempat. Apalagi  proses untuk mendapatkan persetujuan warga ternyata dilakukan dengan  cara-cara curang seperti memalsukan KTP dan melakukan penyuapan terhadap  warga agar menyetujui pembangunan gereja tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan yang banyak tidak diketahui oleh publik, Mahkamah Agung dalam  suratnya nomor: 45/Td.TUN/VI/2011 tertanggal 1 Juni 2011, sesungguhnya  juga telah mengakui SK Walikota Bogor tentang Pencabutan IMB  GKI Yasmin  tersebut dan mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk menggugat  ke Pengadilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses hukum dalam kasus GKI Yasmin sebenarnya telah selesai. Tetapi, mereka tetap &lt;em&gt;ngotot &lt;/em&gt;dan  terus-menerus melakukan penyesatan opini yang didukung oleh media massa  yang pro mereka. Pemkot Bogor, bahkan Gubenur Jabar, Mendagri, Menag,  Menkopolhukam hingga Presiden pun terus-menerus menjadi bulan-bulanan  mereka. Tingkah mereka semakin menjadi-jadi setelah mendapatkan dukungan  dari segelintir umat Islam yang berhasil mereka pengaruhi, seperti HMI,  GP Anshor hingga PBNU termasuk kalangan Islam Liberal. Mereka semakin  besar kepala setelah mendapat kunjungan Waligereja Dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aneh sekali, negara yang dihuni mayoritas Muslim ini justru  seolah-olah tidak berdaya menghadapi arogansi mereka. Mereka  terus-menerus menteror warga dan umat Islam, termasuk juga negara,  dengan memperagakan peribadatan ilegal di jalanan, yang jelas-jelas  mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat, tetapi negara  tidak berkutik. Para penguasa di negeri ini mengkhawatirkan citra  mereka, karena opini yang mereka galang, dicap dzalim, tidak toleran dan  menindas kaum minoritas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekalahan negara inilah yang sebenarnya membuat mereka besar kepala.  Selain negara kalah, mereka juga merasa kuat karena mendapatkan dukungan  media massa. Opini media sengaja dibentuk sedemikian rupa agar berpihak  kepada mereka. Dengan cara itulah, mereka menggalang dukungan termasuk  dari kalangan umat Islam. Melalui penyesatan inilah, mereka berhasil  mengadu domba umat Islam. Ironisnya, ada ormas-ormas Islam yang merasa  gagah dan terhormat membela mereka. Sama sekali tidak merasa malu kepada  umat Islam, apalagi malu kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Islam Mengikis Arogansi Non-Muslim&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama negara ini menerapkan sistem sekuler dan abai terhadap sistem  Islam, maka kondisinya akan tetap seperti ini. Potensi konflik berbau  SARA akan terus ada, bahkan mungkin dengan intensitas yang makin  meninggi oleh karena berbagai latar kepentingan ikut bermain.   Solusinya, negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini harus  dikembalikan pada posisinya sebagai negeri Islam dengan diterapkannya  syariah di bawah naungan daulah Khilafah. Jika Islam diterapkan di  negeri ini, dan orang Kristen dan non Muslim lain bersedia menjadi Ahli  Dzimmah, maka mereka harus diterikat dengan syarat-syarat &lt;em&gt;dzimmah&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1-      Mereka wajib membayar &lt;em&gt;jizyah&lt;/em&gt;, jika mampu dan tunduk kepada sistem Islam. Sebagaimana firman Allah SWT, &lt;em&gt;“Hingga mereka membayar jizyah sesuai dengan kemampuan mereka, sedangkan mereka tunduk (pada Islam).” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Q.s. at-Taubah [09]: 29)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2-      Mereka wajib menerapkan hukum Islam, kecuali dalam urusan  peribadatan, makan, minum, berpakaian, termasuk kawin dan talak.  Sebagaimana sabda Nabi, &lt;em&gt;“Siapa saja yang tetap dalam keyahudian dan kenasraniannya, maka dia tidak boleh dihasut (untuk memeluk Islam).” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Lihat, Ibn Hajar, &lt;em&gt;Talhis al-Habir fi Ahadits ar-Rafii al-Kabir&lt;/em&gt;, IV/122)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3-      Selain kedua syarat di atas, negara bisa menetapkan  syarat-syarat lain kepada mereka. Khalifah Abu Bakar mensyaratkan kepada  Bazakhah, Asad dan Ghathafan agar mereka melucuti senjatanya. Khalifah  ‘Umar bin al-Khatthab mensyaratkan Bani Tughlab untuk tidak  mengkristenkan anak-anak mereka. Apa yang mereka dapatkan dari kaum  Muslim, harus mereka kembalikan, tetapi tidak sebaliknya (&lt;strong&gt;H.r. al-Baihaqi, &lt;em&gt;Sunan al-Baihaqi, &lt;/em&gt;IX/335; Abu ‘Ubaid, &lt;em&gt;al-Amwal&lt;/em&gt;, hal. 198&lt;/strong&gt;).  Bahkan, banyak di antara mereka yang mengajukan persyaratan agar bisa  diterima menjadi Ahli Dzimmah, antara lain, tidak mendirikan gereja baru  di kotanya, tidak mendirikan biara di sekitarnya, juga asrama pendeta.  Tidak pula merenovasi gereja-gereja yang rusak, tidak juga  menggunakannya untuk memata-matai kaum Muslim. Tidak melarang kaum  Muslim singgah di malam atau siang hari di gereja. Mereka berjanji  memperluas pintu untuk orang yang lewat dan Ibn Sabil. Tidak melindungi  mata-mata di sana juga di rumah-rumah mereka. Tidak menyembunyikan orang  yang menipu kaum Muslim. Tidak membunyi lonceng, kecuali dengan pukulan  yang ringan di tengah-tengah gereja kami. Tidak menampakkan salib.  Tidak pula mengeraskan suara ketika sembahyang maupun membaca bacaan di  gereja, ketika ada orang Islam. Tidak mengeluarkan Salib dan Injil di  pasar kaum Muslim. Tidak mengeraskan suara terhadap orang-orang yang  mati. Tidak menghidupkan lilin di pasar-pasar kaum Muslim. Tidak memakan  babi di dekat kaum Muslim. Tidak menjual khamer, tidak menunjukkan  sikap syirik, tidak mengajak orang lain memeluk agama mereka. Tidak  menghalangi keluarganya yang ingin memeluk Islam. Tidak menyerupai  pakaian kaum Muslim, baik songkok, kafiyeh maupun sandal. Tidak bicara  dengan menggunakan bahasa kaum Muslim. Tidak menggunakan sebutan kaum  Muslim… &lt;strong&gt;(H.r. al-Baihaqi, &lt;em&gt;Sunan al-Baiqahi, &lt;/em&gt;IX/202; Ibn Qudamah, &lt;em&gt;al-Mughni, &lt;/em&gt;VIII/524)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Andai saja hukum Islam diterapkan di negeri ini, dan orang-orang  non-Muslim menjadi Ahli Dzimmah dengan syarat-syarat yang telah  disebutkan di atas, maka arogansi yang mereka pertontonkan tidak akan  terjadi. Kisruh pendirian gereja seperti saat ini pun tidak akan  terjadi. Di sisi lain, Islam dan umatnya akan hidup mulia karena tidak  ada satupun pihak yang berani menghinakan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;UU INTELIJEN DAN RUU KAMNAS: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Melahirkan Rezim Represif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DPR melalui Sidang Paripurna pada tanggal 11 Oktober 2011 akhirnya  dengan suara bulat mengesahkan UU Intelijen.  UU Intelijen ini merupakan  yang pertama dari paket UU Hankam yang disahkan.  Yang lainya sedang  atau akan dibahas, diantaranya RUU Kamnas, RUU Rahasia Negara, dan RUU  Komponen Cadangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengesahan UU Intelijen itu adalah akhir pembahasan yang telah  berlangsung sembilan tahun.  Meski begitu, UU Intelijen yang telah  disahkan itu masih banyak menuai kritik dan penolakan karena dinilai  akan melahirkan rezim represif, mengekang kebebasan sipil,  mengkriminalisasi masyarakat dan menjadikan rakyat sebagai lawan.   Sementara pada saat yang sama terasa UU itu tidak sensitif dan terasa  tumpul terhadap ancaman dari luar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantaranya karena di dalam UU Intelijen itu terdapat ada  istilah-istilah yang tidak didefinisikan dengan jelas, tolok ukur dan   kriteria tidak jelas serta mengandung  pengertian yang kabur.   Misalnya, definisi ancaman pada Pasal 1, frase “yang dinilai dan/atau  dibuktikan”,  tolok ukur dan kriterianya tidak jelas.  Begitu juga apa  yang dimaksud “ketahanan nasional” pada Pasal 31, “&lt;em&gt;kegiatan yang  mengancam ketahanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi,  sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta sektor kehidupan  masyarakat, termasuk pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan  hidup “&lt;/em&gt; cakupannya sangat luas, tidak jelas  tolok ukur dan  batasannya seperti apa, sampai tingkat apa bisa dikatakan mengancam  ketahanan nasional serta siapa yang berwenang menilai dan  memutuskankannya. Maka semuanya akan bergantung pada penafsiran dan  penilaian subyektif penguasa intelijen. Karenanya, UU ini sangat bisa  dijadikan alat kekuasaan  untuk memata-matai rakyat dan musuh politiknya  dengan dalih kepentingan nasional.  Sikap kritis dan kritik atas  kebijakan pemerintah akan dibungkam dengan dalih menjadi “ancaman”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wewenang Badan Intelijen untuk melakukan penyadapan meski dibatasi  harus dengan penetapan Ketua Pengadilan, masih sangat mungkin  disalahgunakan demi kepentingan tertentu.  Sebab penyadapan itu hanya  didasarkan pada alasan demi fungsi intelijen dan atas perintah kepala  BIN.  Sementara fungsi intelijen itu cakupannya sangat luas.  Jadi  penyalahgunaan penyadapan sulit untuk dibuktikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wewenang Badan Intelijen untuk memeriksa aliran dana dan melakukan  penggalian informasi juga sangat membuka terjadinya penyalahgunaan  kekuasaan (&lt;em&gt;abuse of power&lt;/em&gt;), sebab hanya dibatasi alasan demi  fungsi intelijen dan atas perintah kepala BIN.  Meski penggalian  informasi tidak boleh dengan melakukan penangkapan dan/atau penahanan,  hal itu tidak bisa mencegah penyalahgunaan.  Pada masa orde baru dikenal  istilah penggalian informasi, dimana tersangka dan tahanan kepolisian  “dibon” oleh intelijen untuk digali informasinya (diinterogasi) dan  dikembalikan dalam keadaan babak belur.  Bukan tidak mungkin hal itu  akan terulang lagi.  Apalagi untuk penggalian informasi itu UU intelijen  mewajibkan penegak hukum membantu intelijen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;UU inteljen ini juga berpotensi mengkrimininalisasi rakyat khususnya  para peneliti dan insan pers, dengan delik kelalaian yang menyebabkan  bocornya rahasia intelijen atau membocokan rahasia intelijen.  Hal itu  akan berpotensi membungkam ruang kritik terhadap pemerintah.  Ini jelas  menjadi ancaman bagi sikap kritis dan keterbukaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya UU ini tidak mengatur mekanisme pengaduan dan gugatan bagi  individu yang merasa dilanggar haknya oleh kerja-kerja lembaga  intelijen.  Sehingga individu rakyat yang merasa dilanggar haknya tidak  bisa mendapatkan keadilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi UU ini tidak memberikan mekanisme kontrol dan pengawasan yang  tegas, kuat dan permanen terhadap semua aspek dalam ruang lingkup  fungsi dan kerja intelijen (termasuk penggunaan anggaran). Akibatnya,  intelijen akan menjadi &lt;em&gt;“super body”&lt;/em&gt; yang tidak bisa dikontrol dan bisa dijadikan alat kepentingan politik status quo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian UU Intelijen yang sudah disahkan ini sangat mungkin  melahirkan rezim represif.  Alih-alih melindungi rakyat, UU justru akan  mengkriminalisasi rakyat yang kritis, mengekang keterbukaan sipil,  melanggar hak privasi rakyat, menjadikan rakyat seolah “musuh”yang harus  diawasi. Tapi ironinya, UU ini terasa sangat tidak sensitif dan begitu  tumpul terhadap ancaman dan pihak asing yang nyata-nyata sangat  merugikan dan menyengsarakan negeri ini dan rakyatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Spirit yang sama juga dimiliki oleh RUU Keamanan Nasional (Kamnas)  yang saat ini dalam tahap pembahasan di DPR.  RUU Kamnas di dalamnya  terdapat banyak pasal dan istilah yang multi tafsir, pengertiannya tidak  jelas dan ambigu.  UU ini berpotensi merugikan hak dan privasi publik  dan berpotensi digunakan sebagai alat represi Pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya, apa pengertian ancaman keamanan nasional  yang cakupannya  bukan saja dalam bentuk militer tetapi juga selain militer (bukan  bersenjata) tidak cukup jelas. Diantaranya, yang diangap ancaman bukan  bersenjata adalah radikalisme dan ideologi asing. Pengalaman sejarah di  masa lalu dimana Pancasila bisa ditafsirkan ke arah kiri seperti pada  masa Orde lama, lalu ke arah kapitalisme seperti ada masa Orde baru dan  tafsir neo liberal pada masa reformasi.  Itu artinya kriteria ideologi  asing itu akan bergantung pada corak ideologi penguasa.  Itu artinya  siapa saja yang bertentangan dengan ideologi penguasa akan dinilai  sebagai ancaman nasional.  Ketika penguasa mengusun ideologi kapitalisme  liberal, maka siapa saja yang mengkritisi atau menentang idelogi  kapitalisme liberal akan bisa dianggap sebagai ancaman nasional dan  karenanya harus ditindak.  Padahal selama ini ideologi kapitalisme  liberal itu telah nyata-nyata merugikan negara dan menyengsarakan rakyat  negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ancaman keamanan nasional yang akan dieliminir nantinya bukan saja  yang aktual, tetapi juga yang bersifat potensial. Sementara tolok ukur  dan kriterinya berpotensial itu tidak jelas.  Lagi-lagi  hal ini akan  bergantung pada penafsiran subyektif penguasa.  Itu artinya RUU Kamnas  berpotensi besar dijadikan alat kekuasaan.  Dengan kata lain,  melalui  RUU ini sangat berpeluang lahirnya tirani baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam RUU Kamnas ini yang dikategorikan ancaman bukan saja terhadap  negara dan penyelenggara pemerintahan, tetapi terhadap perorangan atau  kelompok. Artinya bisa saja seseorang atau kelompok akan ditindak secara  hukum bila dianggap telah mengancam seseorang atau kelompok lain, baik  secara aktual maupun potensial. Pasal ini akan memberi ruang yang luas  bagi individu maupun kelompok liberal atau kelompok sesat untuk tetap  eksis dan mengembangkan ajaran mereka asal sejalan dengan keamanan  nasional. Sebaliknya, kalangan muslim yang kritis apalagi melakukan aksi  penentangan terhadap kelompok-kelompok tersebut bisa ditindak secara  hukum karena mengancam seseorang/kelompok lain.  Upaya perjuangan umat  untuk menegakkan syariah Islam yang merupakan perintah agama dan  perjuangan umat menentang penjajahan kapitalisme, dengan RUU Kamnas ini  akan dihambat dan dianggap sebagai ancaman. Maka RUU Kamnas ini bila  tidak diwaspadai justru akan melanggengkan penjajahan atas negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; ARAB SPRING, &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;REVOLUSI TIMUR TENGAH&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; DAN KEBANGKITAN ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dunia dikagetkan dengan aksi seorang anak muda pedagang bernama  Mohamed Bouazizi yang membakar diri sebagai bentuk protes tindakan  dzalim aparat atas dirinya yang tengah berjualan. Apa yang dilakukannya  menjadi pemicu lahirnya revolusi di Tunisia. Revolusi yang pada akhirnya  menggulingkan Ben Ali, yang telah berkuasa lebih dari 30 tahun. Aksi  bakar diri pemuda ini tidak hanya membakar Tunisia. Apinya menjalar ke  seluruh dunia Arab. Inilah yang kemudian dikenal dengan &lt;em&gt;Arab Spring&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;al-rabi`e al-arabi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Arab Spring&lt;/em&gt; membakar Mesir, lalu Libya. Husni Mubarak dan  Qaddafi jatuh. Revolusi Timur Tengah yang telah mengakibatkan puluhan  ribu tewas itu kini masih terus bergejolak di negara-negara Arab lain,  yakni Yaman dan Suriah. Mungkin akan segera menyusul yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sangat kentara bahwa aksi itu, baik yang terjadi di Tunis, Mesir  maupun Libya dan Yaman, pada mulanya bersifat spontan. Hal ini  menunjukkan realitas bahwa telah lenyapnya rasa takut dalam diri  masyarakat terhadap penguasanya. Tindakan represif yang mereka alami  bertahun-tahun lamanya akhirnya mencapai titik kulminasinya. Dan inilah  yang mendorong kekuatan perlawanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, revolusi yang terjadi di Timur Tengah adalah revolusi rakyat.  Bukan revolusi buatan seperti halnya Revolusi Orange di Ukraina dan  Georgia yang bertujuan hanya untuk mengantarkan para politisi antek  Barat pada kekuasaannya. Tokoh jadi-jadian itu muncul dengan menipu  rakyat, mempermainkan perasaannya dan memenuhi beberapa tuntutan rakyat  yang sifatnya sesaat. Revolusi seperti ini hakikatnya adalah revolusi  para oportunis untuk memperkokoh pengaruh negara-negara Barat yang  mendukungnya dengan mengorbankan kepentingan rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arah Perubahan dari Arab Spring&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penting untuk menelaah kemana arah perubahan dari Arab Spring ini.  Tumbangnya Zine el-Abidine Ben Ali, Mubarak dan Gaddafi, dan tak lama  lagi mungkin Bashar Assad dan Ali Abdullah Saleh menunjukkan hasil utama  yang diraih dari Revolusi Regional ini, yakni pembebasan dari  otoritarianisme rezim tiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pengamat Barat selalu memposisikan otoritarianisme vis a vis  demokrasi, sehingga seakan seakan tumbangnya rezim otoriter ini berarti  adalah kemenangan dari demokratisasi. Di sini terlihat bahwa Barat  selalu berupaya mengambil keuntungan dari proses perubahan politik  dimanapun, termasuk di Timur Tengah. Di Mesir misalnya, AS mencoba  mengambil untung  ketika ‘terpaksa’ menendang Mubarak, anteknya yang  digulingkan dari pemerintahan. Kemudian para pemimpin Dewan Militer,  yang juga adalah antek AS mulai melakukan pembodohan terhadap rakyat  dengan berbagai cara. Hanya saja rakyat telah menyadari hal itu,  sehingga terus melanjutkan revolusinya dengan menuntut penggulingan  pemerintahan Dewan Militer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini juga tampak di Tunisia, karena kekuatan Eropa, dalam hal ini  Inggris dan Perancis, di Tunisia cukup dominan sehingga mereka bisa  mengendalikan pergolakan itu melalui tangan antek-anteknya yang  terlatih, yang menyusup di antara orang-orang yang melakukan perlawanan.  Berikutnya mereka bisa menjaga bangunan rezim untuk menjaga  keberlangsungan pengaruh kekuatan Eropa itu meski disertai sedikit  “operasi artifisial”. Hal yang sama dengan taraf penyelesaian yang  berbeda juga terjadi di Libya, Yaman dan Suriah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian, banyak pihak termasuk PM Israel Benyamin Netanyahu  memprediksi Arab Spring akan berubah menjadi “gelombang Islamis,  anti-Barat, anti-liberal, anti-Israel, dan anti-demokrasi”. Beberapa  indikasi terlihat dengan menguatnya perubahan ke arah Islam. Partai  Islam moderat, Ennahda, memenangkan pemilu di Tunisia. Partai Islam juga  memenangkan pemilu di Maroko. Hal yang sama terjadi di Mesir dimana  Partai Keadilan dan Kebebasan, sayap politik Ikhwanul Muslimin,  memenangi pemilu disana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Revolusi rakyat yang diberkati ini adalah kesempatan emas untuk  melakukan perubahan radikal. Semestinya tokoh rakyat yang menuntut  perubahan, berjuang terus hingga mereka memegang kendali semua urusan  dan menerima kekuasaan dari rakyat, mengingat bahwa rakyatlah pemilik  kekuasaan yang sebenarnya, dan menundukkan militer pada kekuasaan ini.  Dan menjadikan kekuasaan ini untuk menegakkan perubahan yang hakiki,  yaitu perubahan ke arah Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2011 sebebagaimana diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Setiap sistem yang tidak bersumber dari Allah SWT, Sang  Pencipta manusia, kehidupan dan alam semesta yang Maha Tahu, pasti akan  menimbulkan kerusakan dan akhirnya tumbang. Rapuhnya kapitalisme dengan  berbagai bentuk kerusakan dan segala dampak ikutan yang ditimbulkannya  berupa kemiskinan dan kesenjangan kaya miskin serta ketidakstabilan  ekonomi dan politik, seperti yang saat ini tengah terjadi di berbagai  belahan dunia adalah bukti nyata. Kenyataan ini semestinya menyadarkan  kita semua untuk bersegera kembali kepada jalan yang benar, yakni jalan  yang diridhai oleh Allah SWT, dan meninggalkan semua bentuk sistem dan  ideologi kufur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Sekuat apapun sebuah rezim yang otoriter, korup, menindas  rakyat dan durhaka kepada Allah SWT, meski telah dijaga dengan kekuatan  senjata dan didukung oleh negara adidaya, cepat atau lambat pasti akan  tumbang dan tersungkur secara tidak terhormat. Jatuhya Ben Ali, Mubarak,  Qaddafi dan mungkin segera menyusul penguasa Syria, Bashar Assad, dan  penguasa Yaman, Ali Abdullah Saleh, serta penguasa lalim di negara lain,  adalah bukti nyata. Kenyataan ini semestinya memberikan peringatan  kepada penguasa dimanapun untuk menjalankan kekuasaannya dengan benar,  penuh amanah demi tegaknya kebenaran, bukan demi memperturutkan nafsu  serakah kekuasaan dan kesetiaan pada negara penjajah. Pembuatan  peraturan perundang-undangan yang bakal membungkam aspirasi rakyat,  seperti UU Intelijen atau RUU Kamnas dan peraturan perundangan serupa di  negeri ini, mungkin sesaat akan berjalan efektif, tapi cepat atau  lambat itu semua justru akan memukul balik penguasa itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.      Oleh karena itu, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari  berbagai persoalan yang tengah membelit negeri ini  seperti sebagiannya  telah diuraikan di atas,  maka kita harus memilih sistem yang baik dan  pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Dzat  yang Maha Baik, itulah syariah Allah dan pemimpin yang amanah adalah  yang mau tunduk pada sistem yang baik itu. Di sinilah esensi seruan &lt;strong&gt;Selamatkan Indonesia dengan Syariah&lt;/strong&gt;  yang gencar diserukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Karena hanya dengan  sistem berdasar syariah yang dipimpin oleh orang amanah (Khalifah) saja  Indonesia benar-benar bisa menjadi baik. Dengan sistem ini pula  terdapat nilai transedental (ibadah) dalam setiap aktifitas sehari-hari  yang akan membentengi setiap orang agar bekerja ikhlas, tidak  terkontaminasi oleh kepentingan pribadi, golongan maupun asing. Memiliki  paradigma yang jelas bahwa memimpin adalah amanah dari Allah dan  syariah adalah jalan satu-satunya untuk memberikan kebaikan dan  kerahmatan Islam bagi seluruh alam semesta, sedemikian kedzaliman dan  penjajahan bisa dihapuskan di muka bumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-3562958863946315140?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/3562958863946315140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/refleksi-akhir-tahun-2011-umat-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3562958863946315140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3562958863946315140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2011/12/refleksi-akhir-tahun-2011-umat-masih.html' title='Refleksi Akhir Tahun 2011: Umat Masih Menderita Karena Kapitalisme, Hanya Syariah dan Khilafah Solusinya !'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-4695734032750814677</id><published>2010-03-12T04:44:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T04:47:54.803-08:00</updated><title type='text'>Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S5o37as8FtI/AAAAAAAAAuA/kxfEyL_k-dI/s1600-h/sby-soal-century.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S5o37as8FtI/AAAAAAAAAuA/kxfEyL_k-dI/s400/sby-soal-century.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447728193177654994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Eep Saefulloh Fatah&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengapa dalam beberapa bulan terakhir dinamika politik Indonesia berkembang dengan begitu mencemaskan? Beberapa kasus, seperti kriminalisasi terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) serta Bank Century, tak terkelola secara layak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak faktor yang terlibat dan ada banyak kemungkinan jawaban atas pertanyaan itu. Namun, salah satu faktor yang berperan besar adalah absennya kepemimpinan kuat yang mampu menyelesaikan segenap urusan dengan tegas dan lekas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belakangan ini tampil secara kurang meyakinkan. Sekalipun bukan penentu semua hal, Presiden berperan membuat sejumlah kasus berkembang menjadi meriam liar yang mengancam kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai warga negara yang berhak memiliki harapan kepada pejabat publik setingkat Presiden, saya menyaksikan Yudhoyono terancam oleh krisis kepemimpinan dan krisis otentisitas. Keduanya saling sokong membangun postur politik Presiden yang kurang meyakinkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Popularitas dan etika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada setidaknya sembilan ketidak-otentikan Yudhoyono. Pertama, pada awal masa kerjanya (2004), Yudhoyono menegaskan, ”Saya tak peduli pada soal popularitas.” Nyatanya, ia amat sangat peduli pada popularitas sepanjang kepemimpinannya. Untuk kebijakan tak populer, sekalipun sangat diperlukan secara teknokratis, ia cenderung membiarkan Wakil Presiden M Jusuf Kalla maju pasang badan. Untuk kebijakan populer, ia lekas-lekas memasang badannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua, di tengah ramainya rapat Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century, Yudhoyono menyatakan, ”Demokrasi memerlukan kesantunan.” Nyatanya, ia biarkan ketidaksantunan dilakukan secara permanen oleh politisi partainya sendiri, Partai Demokrat, seperti diperlihatkan Ruhut Sitompul. Padahal, kendali atas partai itu hampir sepenuhnya ada di tangan Yudhoyono.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, menghadapi berbagai tantangan terhadap pemerintahannya, ia kerap menegaskan bahwa ia tak perlu reaktif terhadap para pengkritiknya. Nyatanya, ia sangat reaktif dalam banyak kasus. Presiden Yudhoyono kerap merespons secara kurang matang berbagai persoalan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keempat, Yudhoyono kerap mengajak masyarakat untuk bersandar pada etika. Nyatanya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan ia kerap melakukan pelanggaran etika yang sangat elementer, terutama dengan membiarkan pejabat di bawah kewenangannya untuk bertanggung jawab atas kebijakan eksekutif yang pembuatannya jelas-jelas melibatkan kewenangan dan tanggung jawab presiden. Dalam kasus Bank Century, pidato Yudhoyono selepas Rapat Paripurna DPR yang menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab adalah sebuah sikap tegas yang kasip.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mafia peradilan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelima, di tengah maraknya kasus Bibit-Chandra, Presiden menyerukan, ”Ganyang mafia peradilan!” Nyatanya, ia tak melakukan langkah sigap dan tegas selepas terungkapnya mafia peradilan melalui penayangan rekaman percakapan pengusaha Anggodo Widjojo dengan sejumlah pejabat dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Bahkan, ketika namanya beberapa kali disebut dalam percakapan itu, ia bergeming, seolah-olah memandang itu bukan persoalan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keenam, masih segar dalam ingatan kita, Yudhoyono menangis mendengar laporan wakil korban luapan lumpur Sidoardjo. Nyatanya, ia tak membuat langkah yang tegas dan lekas untuk menyelesaikan kasus luapan lumpur ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketujuh, Yudhoyono kerap menandaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya adalah langkah yang matang, penuh pertimbangan, terukur, dan saksama. Nyatanya, ia senang berputar-putar seperti orang tersesat serta terkesan ragu-ragu dan lamban. Contoh paling krusial dan aktual soal ketidakmatangan langkahnya adalah ketika kantor kepresidenan mempermalukan Presiden secara tandas dalam kasus batalnya pelantikan dua wakil menteri (Anggito Abimanyu dan Fahmi Idris). Sementara penanganan kasus Bibit-Chandra dan Bank Century menggarisbawahi keragu-raguan dan kelambanannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedelapan, Yudhoyono kerap menyebut perlunya pemerintahan yang bekerja secara profesional berbasiskan kompetensi. Nyatanya, Kabinet Indonesia Bersatu II—sebagaimana dikritik banyak sekali kalangan—gagal mencerminkan itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesembilan, Susilo Bambang Yudhoyono kerap menyebutkan bahwa reformasi birokrasi adalah salah satu agenda kerja yang hendak ia prioritaskan dan segerakan dalam termin kedua pemerintahannya. Nyatanya, ia menjadi Presiden Indonesia Era Reformasi yang paling ”sukses” menambunkan birokrasi pemerintahan. Bagaimana publik bisa berharap lebih jauh jika agenda reformasi birokrasi yang elementer ini saja gagal diwujudkannya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah catatan saya. Boleh jadi Anda bertanya mengapa saya seperti tukang keluh berhadapan dengan Presiden; mengapa saya senang benar mengkritik Yudhoyono. Saya mengkritik Yudhoyono bukan lantaran membencinya, melainkan lantaran ia Presiden saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yudhoyono adalah seorang pejabat publik. Sebagai bagian dari publik, saya berhak untuk berharap kepadanya. Adalah tugas saya untuk membantunya dengan mengingatkan hal-hal yang belum tercapai. Sebab, di sekeliling Yudhoyono sudah terlampau banyak orang yang terus-menerus mencatat dan melaporkan (hanya) keberhasilannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;EEP SAEFULLOH FATAH, &lt;em&gt;CEO Polmark Indonesia, Political Marketing Consulting&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Kompas.com (9/3/2010)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-4695734032750814677?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/4695734032750814677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/03/sembilan-ketidak-otentikan-yudhoyono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/4695734032750814677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/4695734032750814677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/03/sembilan-ketidak-otentikan-yudhoyono.html' title='Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S5o37as8FtI/AAAAAAAAAuA/kxfEyL_k-dI/s72-c/sby-soal-century.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-6143995457505144278</id><published>2010-02-24T01:09:00.001-08:00</published><updated>2010-02-24T01:10:52.769-08:00</updated><title type='text'>Hukum Syariat Tentang Menyambut Tamu Penguasa Kafir Imperialis</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perintah Memulyakan Tamu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Salah satu kewajiban yang dibebankan syariat kepada kaum Muslim adalah menyambut dan memulyakan tamu.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Imam Bukhari dan Muslim menuturkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali persahabatan; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau hendaklah dia diam saja.”[HR.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bukhari dan Muslim]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ قَالُوا وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya pada saat istimewanya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“ Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw, apakah saat istimewa itu?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Beliau bersabda, “Hari dan malam pertamanya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bertamu itu adalah tiga hari.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kalau lebih dari tiga hari, maka itu adalah sedekah.” [HR. Bukhari dan Muslim]&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tamu yang disebut di dalam hadits di atas mencakup tamu Mukmin maupun kafir.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kata “dlaifahu” termasuk dalam lafadz umum, sehingga mencakup semua jenis tamu; baik tamu Mukmin, kafir, laki-laki, maupun perempuan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Semua tamu wajib disambut dan dimulyakan dan dihormati berdasarkan nash-nash hadits di atas. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Seorang Muslim juga diperintahkan untuk memenuhi hak-hak tamu, sekadar dengan kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Syara’ Tentang Menerima Tamu dari Kalangan Penguasa Imperialis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lalu, bagaimana jika tamu yang hendak berkunjung adalah penguasa-penguasa kafir imperialis yang telah terbukti mendzalimi, menganiaya, menjajah, membunuhi kaum Muslim, dan berusaha menistakan kesucian agama Islam?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Apakah, ketentuan-ketentuan dalam hadits di atas tetap berlaku?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jawabnya jelas, seorang Muslim dilarang (haram) menerima kunjungan, menyambut dan memulyakan tamu dari kalangan penguasa kafir imperialis yang jelas-jelas telah terbukti merampas harta, menciderai kehormatan, dan melenyapkan ribuan jiwa kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Alasannya sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pertama, larangan menampakkan loyalitas dan kasih sayang kepada orang-orang kafir, lebih-lebih lagi kafir imperialis yang menghisap harta dan darah kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: HQPB4;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: HQPB2;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang. Padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)”. [TQS Al Mumtahanah (60):1]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;$&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;هَا أَنْتُمْ أُولاَءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلاَ يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوْ كُمْ قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati”. [TQS. Ali ‘Imran (3): 118-119]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kunjungan Barack Obama –penguasa kafir imperialis yang telah membunuhi ribuan kaum Muslim di Irak, Afghanistan, dan pendukung utama negara teroris Israel–, jelas-jelas harus ditolak, dan jika ia memaksa datang, tidak boleh disambut dengan sambutan mulia dan kasih sayang.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pasalnya, ia adalah musuh Islam dan kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Selain itu, kunjungannya di Indonesia diduga membawa agenda-agenda jahat, semacam liberalisasi ekonomi, demokratisasi, serta pressure politik-pressure politik yang merugikan rakyat Indonesia, khususnya umat Islam.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lantas, bagaimana kita akan menerima kunjungannya dan menampakkan rasa hormat dan menyambutnya dengan sambutan kasih sayang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;–yang sebenarnya ini adalah watak asli umat Islam–, jika orang yang hendak datang adalah penguasa kafir yang dzalim dan lalim terhadap umat Islam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kedua, larangan menyakiti kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Penerimaan dan penyambutan Barack Obama di negeri ini, tentu saja akan menyebabkan bertambahnya penderitaan dan rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Padahal, Allah swt dan RasulNya telah melarang kaum Muslim menyakiti saudaranya sendiri, baik dengan ucapan maupun tindakannya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.[TQS Al Ahzab (33):58]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi saw melalui lisannya yang suci bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penerimaan kunjungan Barack Obama tidak hanya menyakiti saudara-saudara Muslim di negeri-negeri yang secara langsung didzalimi dan dijajah oleh Amerika Serikat, tetapi juga wujud “menyerahkan saudara-saudara Muslim kita” kepada musuh Islam dan kaum Muslim. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lantas, bagaimana bisa penguasa negeri ini menerima kunjungan Barack Obama, dan menyambutnya dengan sambutan kenegaraan? &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lantas, seandainya negeri ini dikuasai dan diduduki oleh Amerika –dan faktanya kita sekarang sudah dijajah oleh mereka secara non fisik–, lantas apakah kita akan tetap bersikap manis terhadap mereka?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sungguh, hanya orang-orang munafik yang memiliki kasih sayang dan rasa hormat kepada musuh-musuh Allah dan kaum Muslim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga, kewajiban membela saudara Muslim yang tidak berada di dekatnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi Mohammad saw bersabda;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;مَنْ نَصَرَ أَخَاهُ بِظَهْرِ الْغَيْبِ نَصَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Barangsiapa yang membela saudaranya saat tidak ada di dekatnya, maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat”. [HR. Imam Asyi Syihab dari Anas bin Malik ra, dalam Musnad Asy Syuihab]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Wujud pembelaan seorang Muslim terhadap saudara-saudaranya yang pada saat ini dijajah dan dianiaya oleh Amerika Serikat adalah menolak kunjungan mereka, dan tidak menyambutnya dengan keramahan dan kasih sayang.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di dalam hadits-hadits lain, Nabi saw juga bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَة&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Barangsiapa yang melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan menolak api neraka di Hari Kiamat dari wajahnya”. [HR. Imam Tirmidziy dari Abu Darda' ra. Hadits Abu Darda ra ini telah ditakhrij oleh Ahmad. Ia berkata hadits ini sanadnya hasan. Al-Haitsami mengatakan hal yang sama)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hadits riwayat Ishaq bin Rahwiyyah dari Asma binti Yazid, ia berkata; aku mendengar Rasulullah saw bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;مَنْ ذَبَّ عَنْ عَرَضِ أَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;"Barangsiapa yang melindungi kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di dekatnya, maka Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka".[HR. Ishaq bin Rahwiyyah dari Asma' binti Yazid] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Wujud pembelaan seorang Muslim terhadap kaum Muslim di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina yang saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika, adalah menolak kunjungan, kerjasama, maupun intervensi non fisik dari penguasa-penguasa kafir imperialis dan antek-anteknya, semacam Amerika, Inggris, dan Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Keempat, perilaku shahabat. Selain nash-nash di atas, perilaku generasi salafush shalih juga menunjukkan kepada kita, bagaimana sikap seharusnya seorang Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Riwayat-riwayat berikut ini menunjukkan bagaimana perilaku shahabat terhadap orang-orang kafir, lebih-lebih yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat dari Salamah bin Al Akwa’ ra, bahwasanya ia berkata;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;…فَلَمَّا اصْطَلَحْنَا نَحْنُ وَأَهْلُ مَكَّةَ، وَاخْتَلَطَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ، أَتَيْتُ شَجَرَةً، فَكَسَحْتُ شَوْكَهَا، فَاضْطَجَعْتُ فِي أَصْلِهَا، قَالَ: فَأَتَانِي أَرْبَعَةٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ، مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ، فَجَعَلُوا يَقَعُونَ فِي رَسُولِ اللهِ &lt;span&gt; &lt;/span&gt;، فَأَبْغَضْتُهُمْ، فَتَحَوَّلْتُ إِلَى شَجَرَةٍ أُخْرَى&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Ketika kami berdamai dengan penduduk Makkah dan sebagian kami bercampur dengan sebagian mereka, aku mendatangi suatu pohon kemudian aku menyingkirkan durinya dan aku merebahkan diriku di akarnya. Kemudian datang kepadaku empat orang kaum Musyrik Makkah. Mereka mulai membicarakan Rasulullah, maka aku pun membenci mereka, hingga aku pindah ke pohon yang lain”.[HR. Imam Muslim]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Imam Ahmad menuturkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdillah bahwasanya Abdullah bin Rawahah berkata kepada Yahudi Khaibar:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ، أَنْتُمْ أَبْغَضُ الْخَلْقِ إِلَيَّ، قَتَلْتُمْ أَنْبِيَاءَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ،وَكَذَبْتُمْ عَلَى اللهِ، وَلَيْسَ يَحْمِلُنِي بُغْضِي إِيَاكُمْ عَلَى أَنْ أَحِيفَ وَكَذَبْتُمْ عَلَى اللهِ، وَلَيْسَ يَحْمِلُنِي بُغْضِي إِيَّاكُمْ عَلَى أَنْ أَحِيفَ عَلَيْكُمْ…»&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Wahai kaum Yahudi! Kalian adalah makhluk Allah yang paling aku benci. Kalian telah membunuh para Nabi dan telah mendustakan Allah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tapi kebencianku kepada kalian tidak akan mendorongku untuk berlaku sewenang-wenang kepada kalian”.[HR. Imam Ahmad] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Imam Ahmad, Abdur Razak, Al Hakim, dan Abu Ya’la menuturkan hadits hasan dari Abu Faras, ia berkata; Umar bin Khathab pernah berkhutbah dan berkata: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;…مَنْ أَظْهَرَ مِنْكُمْ شَرًّا، ظَنَنَّا بِهِ شَرًّا، وأَبْغَضْنَاهُ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Barang siapa di antara kalian menampakan suatu kejahatan, maka kami akan menduganya berlaku jahat, dan kami akan membencinya karena kejahatan itu..” [HR. Imam Ahmad, Abdur Razaq, Al Hakim, dan Abu Ya'la. Imam Al Hakim menyatakan bahwa hadits ini hasan menurut syarat Imam Muslim]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menepis Syubhat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Adapun riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa Nabi saw pernah menerima utusan Musailamah Al Kadzdzab, dan Abu Sofyan pemimpin Quraisy.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Riwayat-riwayat ini sering dijadikan argumentasi bolehnya seorang Muslim menerima kunjungan dan menyambut tamu dari kalangan orang kafir penjajah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Padahal, dengan pembacaan yang seksama dan teliti dapatlah disimpulkan bahwa riwayat-riwayat tersebut &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak layak dijadikan hujjah atas argumentasi mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Untuk itu, kami perlu memaparkan panjang lebar riwayat tersebut agar tidak ada kesalahan dalam penarikan kesimpulannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Imam Ahmad dan Abu Dawud menuturkan sebuah riwayat dari Nu’aim bin Mas’ud al-Asyja’iy ra bahwasanya ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw berkata kepada dua orang utusan, ketika beliau saw membaca surat Musailamah al-Kadzdzab, “Apa yang hendak kalian katakan?”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mereka menjawab, “Kami mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Musailamah al-Kadzdzab.”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi saw pun bersabda, “Demi Allah, seandainya bukan karena para utusan tidak boleh diutus, niscaya akan kupenggal leher kalian berdua”.[HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di dalam Sunan Abu Dawud dikisahkan bahwasanya, ‘Abdullah bin Mas’ud pernah menjalin pershahabatan dengan seorang Arab, lalu beliau berkehendak untuk mengunjunginya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam perjalanannya, beliau melewati sebuah masjid milik Bani Hanifah, dan disaksikannya bahwa Bani Hanifah telah menjadi pengikut Musailamah al-Kadzdzab. Melihat keadaan itu, ‘Abdullah bin Mas’ud ra diutus menemui mereka untuk menyadarkan mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Beliau ra pun menemui mereka dan menyadarkan kesesatan dan kekeliruan mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah mendapatkan penjelasan dari beliau, semua penduduk Bani Hanifah kembali ke pangkuan Islam, kecuali Ibnu Nawwahah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia tetap bersikukuh menjadi pengikut setia Musailamah al-Kadzdzab.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ibnu Mas’ud ra berkata kepadanya, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Seandainya engkau bukan seorang utusan, niscaya sudah aku penggal lehermu”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi, sekarang ini engkau bukanlah seorang utusan”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ibnu Mas’ud segera memerintahkan Qurzah bin Ka’ab untuk memenggal leher Ibnu Nawwahah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dan akhirnya, Ibnu Nawwahah dipenggal lehernya di pasar.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah itu, Ibnu Mas’ud berkata, “Siapa saja yang ingin mengetahui Ibnu Nawwahah, kini ia telah terbunuh di pasar”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari paparan seluruh riwayat di atas dapatlah disimpulkan bahwa seorang utusan yang datang ke dalam Daulah Khilafah Islamiyyah haruslah mendapatkan perlindungan, selama mereka adalah berkedudukan sebagai utusan (delegasi).&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan demikian, riwayat-riwayat di atas berhubungan dengan dengan hukum melindungi utusan, bukan berkaitan dengan hukum menerima dan menyambut tamu. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bahkan, di dalam riwayat itu jelas sekali ditunjukkan, bagaimana sikap Rasulullah saw terhadap utusan-utusan kaum kafir yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sabda beliau, “Seandainya engkau bukan seorang utusan, niscaya sudah aku penggal lehermu”, menunjukkan bahwa beliau bersikap sangat keras dan tidak menunjukkan penerimaan yang ramah terhadap mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Begitu pula sikap seharusnya penguasa Muslim ketika menghadapi penguasa kafir penjajah yang memusuhi umat Islam, yakni menekan, merendahkan, mengancam, dan memerangi mereka jika mereka tidak menghentikan permusuhan dan penganiayaan mereka terhadap umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitu pula riwayat mengenai kunjungan Abu Sofyan kepada Madinah, juga tidak berhubungan dengan penyambutan tamu atau penghormatan tamu dari kalangan penguasa kafir.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kunjungan Abu Sofyan ke Madinah dikarenakan ia ingin memperbarui perjanjian dengan Rasulullah saw setelah sebelumnya orang-orang Quraisy menyerang Bani Khuza’ah yang merupakan sekutu Nabi saw.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Penyerangan Quraisy terhadap Bani Khuza’ah tersebut telah membatalkan perjanjian Hudaibiyyah yang ditandatangani antara Kaum Quraisy dan Nabi saw.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Oleh karena itu, Abu Sofyan mendatangi Nabi saw di Madinah untuk memulihkan perjanjian damai.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ibnu Hisyam dalam Kitab Sirahnya menceritakan peristiwa ini sebagai berikut, “Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, Abu Sofyan bin Harb datang ke tempat Nabi saw.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia berbicara dengan beliau, namun beliau saw tidak menggubrisnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lalu, Abu Sofyan pergi ke tempat Abu Bakar ra, dan menyuruhnya berbicara dengan Rasulullah saw, namun Abu Bakar berkata, “Aku tidak mau!”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian, Abu Sofyan bin Harb mendatangi rumah Umar bin Khaththab dan berbicara dengannya, namun Umar malah berkata, “Aku harus membelamu di hadapan Rasulullah saw?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Demi Allah, jika aku hanya mendapatkan semut kecil, aku akan memerangimu bersamanya”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan keluar dari rumah Umar bin Khaththab ra dan menemui Ali bin Abi Thalib ra yang saat itu sedang bersama dengan isterinya, Fathimah binti Mohammad saw dan anak keduanya, Hasan bin ‘Ali yang sedang merangkak.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan berkata, “Hai, Ali, engkau adalah orang yang paling penyayang.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Aku datang kepadamu untuk satu keperluan, oleh karena itu, jangan pulangkan aku dalam keadaan gagal total.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Belalah aku di hadapan Rasulullah saw”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ali bin Abi Thalib berkata, “Celakalah kamu, hai Abu Sofyan!&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Demi Allah, Rasulullah saw telah bertekad kepada sesuatu dan kita tidak bisa bernegoisasi dengan beliau”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan menoleh kepada Fathimah binti Mohammad, seraya berkata, “Wahai putri Mohammad, maukah engkau menyuruh anak kecilmu ini melindungi manusia, kemudian ia akan menjadi pemimpin Arab sepanjang zaman?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Fathimah menjawab, “Demi Allah, annakku tidak bisa melindungi manusia dan seorangpun tidak bisa melindungi mereka dari Rasulullah saw…. Abu Sofyan menaiki untanya dan pulang ke Makkah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sesampainya di Makkah, orang-orang Quraisy bertanya kepadanya, “Informasi apa yang engkau bawa?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan bin Harb berkata, “Aku datang kepada Mohammad saw kemudian berbicara dengannya, namun ia tidak menyahut sedikitpun.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian aku datang kepada Abu Bakar, namun aku tidak melihat kebaikan sedikitpun dari dirinya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lalu, aku menemui Umar bin Khaththab&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan mendapatinya orang yang paling keras permusuhannya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian aku datang kepada Ali bin Abi Thalib dan mendapatinya orang yang paling lembut.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia menasehatiku untuk melakukan sesuatu, namun demi Allah, aku tidak tahu apakah sesuatu itu bermanfaat bagiku atau tidak.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orang-orang Quraisy berkata, “Apa yang diperintahkan Ali bin Abi Thalib kepadamu?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan bin Harb menjawab, “Aku disuruh untuk melindungi manusia dan aku pun melakukannya”. Orang-orang Quriasy berkata lagi, “Apakah Mohammad membolehkannya?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan menjawab, “Tidak!”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orang-orang Quraisy berkata, “Celakalah engkau! Engkau telah dipermainkan oleh Ali bin Abi Thalib.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Apa yang engkau katakan tadi sama sekali tidak bermanfaat bagimu”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Abu Sofyan berkata, “Demi Allah, aku tidak memiliki alternatif lain”. [Ibnu Hisyam, As Sirah An Nabawiyyah, hal.735]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Riwayat ini menunjukkan dengan sangat jelas, bagaimana sikap Rasulullah saw terhadap Abu Sofyan, beliau saw sama sekali tidak menggubris kedatangannya, bahkan beliau siap menyerang Mekah, karena pengkhianatan kaum Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyyah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi saw tidak pernah menerima dan menyambut Abi Sofyan bin Harb dengan penyambutan kenegaraan yang menunjukkan rasa hormat dan belas kasih, namun beliau saw memperlakukan Abu Sofyan ra dengan sangat keras, hingga harga diri dan kesombongan Abu Sofyan luruh bagaikan sekawanan laron yang tersambar api pelita.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lalu, dari arah mana bisa dinyatakan bahwa para penguasa negeri-negeri Islam wajib menerima, menyambut, dan memulyakan tamu dari kalangan para penguasa kafir yang lalim dan dzalim itu, dengan alasan bahwa Nabi saw pernah menerima dan menyambut Abu Sofyan bin Harb?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Padahal, bukankah Nabi saw jelas-jelas menolak dan tidak menggubris kedatangan Abu Sofyan bin Harb, begitu pula sikap para shahabat?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, menggunakan kisah kedatangan Abu Sofyan ke Madinah adalah istinbath yang keliru dan mengada-ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lalu, setelah penjelasan ini, masihkah ada orang yang tetap bersikukuh untuk menerima, menyambut, dan menghormati kedatangan penguasa kafir yang jelas-jelas terbukti menganiaya dan membunuhi ribuan kaum Muslim, serta merampok dan menguras habis kekayaan umat Islam?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kesimpulannya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(1) seorang Muslim, lebih-lebih lagi penguasa Muslim dilarang (haram) menerima dan menyambut kedatangan penguasa kafir yang jelas-jelas memusuhi dan memerangi Islam dan kaum Muslim,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(2) sikap sejati seorang Muslim adalah bersikap keras terhadap orang-orang kafir, dan membela saudara-saudaranya yang saat ini tengah dianiaya oleh orang-orang kafir, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(3) jika penguasa Muslim memiliki kemampuan, maka ia wajib membebaskan saudara-saudara Muslimnya dari penjajahan, penganiayaan, serta pembunuhan yang dilakukan oleh kafir imperialis, dengan mencurahkan segenap kemampuan fisik maupun non fisiknya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Wallahul Musta’aan Wa Huwa Waliyut Taufiq&lt;strong&gt;. [Fathiy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy; Lajnah Tsaqofi Hizbut Tahrir Indonesia]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-6143995457505144278?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/6143995457505144278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/hukum-syariat-tentang-menyambut-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6143995457505144278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6143995457505144278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/hukum-syariat-tentang-menyambut-tamu.html' title='Hukum Syariat Tentang Menyambut Tamu Penguasa Kafir Imperialis'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-8185949306816147277</id><published>2010-02-15T22:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T22:42:51.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indonesia'/><title type='text'>Prof Hassan Ko Nakata: Indonesia Layak Jadi Tempat Tegaknya Khilafah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Runtuhnya kapitalisme adalah sunnatullah. Saatnya Islam tampil sebagai ideologi alternatif.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia adalah tempat yang layak bagi tegaknya khilafah, selain Turki. Pernyataan itu disampaikan Prof Hassan Ko Nakata, dosen Fakultas Theologi Universitas Doshisha, Jepang, dalam Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-17 di Jakarta, Ahad (14/7).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pandangan Nakata itu didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia . “Dan Hizbut Tahrir bisa bergerak secara terbuka di sini, ini berbeda dengan di negara-negara lain,” katanya dalam HIP bertema: “Di Ambang Kehancuran Amerika: Dunia Membutuhkan Khilafah”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain Prof. Hassan Ko Nakata, hadir tiga pembicara lainnya. Mereka adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin, cendekiawan muslim (alumni Harvard University) Dr. Ahmad Rusydan, dan Ketua DPP HTI Farid Wadjdi. Seperti biasanya, acara yang berlangsung di Wisma Antara ini dihadiri ratusan hadirin. Kapasitas 500 tempat duduk tak mencukupi. Sebagian harus rela berdiri dan duduk di lantai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Farid Wadjdi mengemukakan jauh-jauh hari pendiri Hizbut Tahrir Syekh Taqiyuddin An Nabhani memprediksi bahwa sistem kapitalisme global akan hancur sebab sistem tersebut berdiri di atas sistem yang tidak rasional dan tidak sesuai dengan fitrah manusia . Tidak mengherankan kalau sistem ini tidak bisa menyelesaikan persoalan kemanusiaan saat ini. Kapitalisme bahkan menjadi penyebab berbagai persoalan besar kemanusiaan seperti kemiskinan, kebodohan , dan ketidakadilan globa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sistem kapitalisme global juga bersifat kontradiktif. Ia menjelaskan, Amerika yang menerapkan sistem kapitalisme mengklaim dirinya sebagai pembela HAM nomer 1 dunia tapi nyatanya Negara Paman Sam itu juga pelanggar HAM nomer wahid dunia. Sistem ini, lanjutnya, tidak mampu memberikan ketentraman bagi diri manusia, tidak sesuai dengan fitrah manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu ,menurut Farid, Sistem kapitalisme telah menjadikan baik dan buruk berdasarkan asas manfaat dilihat dari sejauh mana hal itu bisa memuaskan secara materi , jasadiyah (fisik) . Akibatnya keserakahan dan imperialistik menjadi karekter utama dari sistem ini “Mereka menghalalkan segala cara, membunuh warga sipil yang tidak berdosa untuk memenuhi kepentingan materi dan keserakahannya,” jelas Farid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ahmad Rusydan yang belasan tahun tinggal di Amerika berbagi pengalaman dan pandangan tentang Amerika. Ia pun berpendapat bahwa Amerika berada dalam kondisi terpuruk. Ia mengungkap sejumlah indikasi di antaranya bertambahnya jumlah rakyat miskin. Selain itu, jumlah pengutang kian banyak. Bersamaan dengan itu jumlah mereka yang tak mampu membayar kredit juga membengkak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, menurutnya, selain membicarakan tanda-tanda keruntuhan Amerika untuk membuktikan bahwa sistem ini tidak layak, yang lebih penting lagi adalah bagaimana membangun sistem peradaban Islam itu sendiri yakni khilafah Islam. “Khilafah akan membuat pihak lain bisa menyaksikan keunggulan sistem Islam dalam berbagai bidang ekonomi, politik, dsb. Dan ini akan membuat masyarakat dunia berpaling dan mendukung sistem Islam. Ketika masyarakat dunia berpaling dari kapitalisme, itulah awal kehancuran nyata kapitalisme,” kata ahli kanker ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika ditanyakan kepadanya mengapa media massa Barat selalu menggambarkan AS dengan citra yang baik, menurutnya, hal itu adalah bagian dari propaganda kapitalisme. Padahal sebenarnya media massa lokal di sana banyak menggambarkan fakta-fakta buruk Amerika. Bertahannya Amerika dalam keterpurukannnya hingga sekarang, kata Rusydan, karena belum ada ideologi alternatif yang menggantikannya. Inilah kesempatan Islam untuk tampil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prof Din Syamsudin pun menilai keruntuhan Amerika merupakan sunatullah karena setiap peradaban akan dipergilirkan di dunia ini. Menurut Din, penegakan khilafah harus menjadi tujuan kaum Muslimin. Ia mendukung penegakan khilafah. Hanya saja, lanjutnya, harus didiskusikan terlebih dahulu bagaimana langkah-langkah penegakan khilafah itu. Juga harus diketahui bagaimana strategi membangun peradaban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menanggapi itu, Farid menjelaskan Hizbut Tahrir telah mempersiapkan hal tersebut. Realisasi dari konsepsi membangun peradaban yang dijalani hizb tertuang dalam kitab “&lt;em&gt;Manhaj Hizb at  Tahrir fi at Taghyir”&lt;/em&gt;. Ia menjelaskan, buku itu menguraikan berbagai koreksi langkah-langkah kaum Muslimin yang selama ini belum berbuah hasil dalam upaya penegakan khilafah sekaligus alternatif &lt;em&gt;manhaj&lt;/em&gt; (metode) yang ditetapkan Hizbut Tahrir. “Hizbut Tahrir sudah mempersiap konsepsi peradaban dengan membuat buku Nidzamul Hukmi yang membahas sistem pemerintahan , &lt;em&gt;an Nidzamul Iqthisady&lt;/em&gt; membahas sistem ekonomi, an Nidzamul Ijtima’i membahasa sistem pergaulan, dsb,” jelas Farid&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu Prof . Hasan Ko Nakata - yang mengambil gelar Ph.D di Cairo University bidang pemikiran politik Islam - menyatakan dalam kondisi global dunia yang terpuruk sekarang, khilafah akan menjadi solusi dunia atas kegagalan kapitalisme dunia di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Apalagi mengingat fakta bahwa negara-negara di dunia cenderung untuk yang mencoba menyatu seperti Eropa. “Ini membuat penegakan khilafah sangat memungkinkan,” kata Nakata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nakata pada bagian lain mengkritik pendapat orang-orang liberal yang mengatakan khilafah tidak akan tegak dengan alasan jumlah penduduk yang banyak dan banyaknya perselisihan antar umat Islam. Ia mengambil contoh negara India dan Cina, meski penduduknya banyak, mereka bisa bersatu. Eropa dalam sejarahnya juga antar sesama mereka pernah terjadi konflik bahkan menimbulkan korban yang sangat besar. Tapi karena ada political will untuk bersatu, Eropa bisa bersatu. ” Ini karena mereka melihat pentingnya ada persatuan sehingga mau bersatu, Umat Islam sudah saatnya dan selayaknya bersatu sekarang , persatuan umat Islam sedunia akan terwujud dengan adanya Khilafah ,” kata Nakata dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Siddiq Al Jawi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam diskusi bulan itu seorang peserta mempertanyakan kapan khilafah akan tegak. Farid menjawab, yang benar-benar tahu kapan khilafah tegak adalah Allah SWT. Namun secara I’tiqad (keyakinan) umat Islam harus yakin Islam akan menang dan khilafah akan tegak sebagaimana janji Allah dalam Alquran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, lanjutnya, umat Islam harus mengikuti kaidah kausalitas terwujudnya khilafah Islam. Jalannya adalah mempersiapkan segala hal yang menjadi syarat bagi tegaknyta khilafah itu sendiri. Hal yang harus ada adalah peratama, kesadaran masyarakat untuk mau menegakkan hukum islam dan Khilafah ; kedua, kesadaran dan dukungan dari ahlul quwwah, terutama kelompok militer . “Pertanyaan pentingnya sesungguhnya bukanlah kapan khilafah akan tegak? Tapi kapan kita berjuang bersama menegakkan khilafah Islam, inilah yang akan mempercepat tegaknya Khilafah ” tandas Farid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prof Din berpandangan, persatuan umat Islam bukan hal yang mustahil terwujud. Umat Islam mempunyai potensi yang luar biasa mulai dari sumber alam, jumlah penduduk yang besar, termasuk sistem Islam itu sendiri. ” Disamping itu, secara historis umat Islam pernah mengalami kejayaan,” tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nakata juga menjelaskan, kewajiban menegakkan khilafah adalah kewajiban seluruh kaum Muslimin. Tidak ada perbedaan di antara mahzab-mahzab yang ada. “Semua sepakat menegakkan khilafah hukumnya wajib,” tandasnya. Kewajiban menegakkannya, kata Nakata, adalah kewajiban terpenting setelah fardlu ain dan harus didahulukan dibanding yang sunnah. “Saatnya sekarang kita sebarkan pemahaman kewajiban menegakkan khilafah kepada umat, baik Muslim maupun non Muslim, dengan bahasa yang mudah agar khilafah segera tegak,” tandas Nakata yang pernah menjadi pembicara dalam Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno Agustus 2007 itu. (Mujiyanto/mediaumat.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-8185949306816147277?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/8185949306816147277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/prof-hassan-ko-nakata-indonesia-layak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8185949306816147277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8185949306816147277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/prof-hassan-ko-nakata-indonesia-layak.html' title='Prof Hassan Ko Nakata: Indonesia Layak Jadi Tempat Tegaknya Khilafah'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-7821285881888249287</id><published>2010-02-13T03:12:00.001-08:00</published><updated>2010-02-13T03:13:25.399-08:00</updated><title type='text'>Persatuan Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Amar Khan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berpikir tentang dunia Islam, dalam pikirannya akan tergambar bayangan tentang kemiskinan, korupsi dan peperangan. Banyak konotasi negatif tentang keadaan Dunia Islam yang terus menempati ruang-ruang berita dan surat kabar. Media global cenderung mengabaikan prestasi Dunia Islam dan kontribusi yang dibuatnya untuk kemanusiaan. Dunia Islam memiliki sejarah yang kaya atas pembangunan dan penemuan-penemuan, dimana hasilnya kita rasakan hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama dekade terakhir, seruan bagi persatuan dunia Islam yakni Khilafah telah memperoleh momentum dan momentum ini terus tumbuh. Kemungkinan akan adanya persatuan dunia Islam yang diperintah oleh seorang penguasa (Khalifah) adalah sesuatu hal yang dapat dicapai umat Islam karena hal ini sudah dicapai di masa lalu dan bahkan para sejarawan barat memberi kesaksian atas fakta ini. Negeri-negeri Muslim saat ini memiliki:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Jumlah penduduk terbesar di dunia, yakni 1,6 miliar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah tentara terbesar di dunia&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kontrol atas setengah minyak dunia dan banyak sumber daya alam lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kontrol selat-selat laut kunci yang strategis (dimana sepertiga minyak dunia melalui Selat Hormuz yang terletak diantara Iran dan UEA) dan wilayah udara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memiliki daratan terbesar&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memiliki senjata nuklir&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pada zaman keemasan umat dapat dilihat banyaknya perkembangan teknologi. Teknologi telah digunakan umat Islam sementara Eropa pada waktu bahkan tidak bisa memimpikan hal itu. Sebagai contoh, beberapa teknologi yang kita anggap biasa pada hari ini sebenarnya tidak akan pernah ada jika konsep-konsep matematika seperti aljabar tidak berkembang selama masa keemasan Islam. Komputer yang kita digunakan saat ini tidak akan mungkin ada jika konsep-konsep matematika seperti algoritma tidak ada. Banyak sarjana seperti Donald Routledge Hill mengungkapkan pandangan bahwa Islam adalah kekuatan pendorong di belakang prestasi Muslim sementara Robert Briffault bahkan melihat sains Islam sebagai landasan ilmu pengetahuan modern.&lt;br /&gt;Oliver Joseph Lodge menulis dalam &lt;em&gt;Pioneers of Science (&lt;/em&gt;Para Pelopor Ilmu Pengetahuan): &lt;em&gt;“Satu-satunya penghubung efektif antara sains lama dan baru adalah sains yang diberikan oleh orang-orang Arab (Muslim). Masa kegelapan (the dark ages) datang seperti suatu kesenjangan dalam sejarah ilmu pengetahuan Eropa, dan selama lebih dari seribu tahun disana tidak ada seorang ilmuwan pun yang tercatat kecuali yang ada di Arab “&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui penerapan Islam, Ummat terikat oleh sistim Islam, sehingga memungkinkan kaum Muslim dan Non-Muslim untuk hidup damai dan aman. Ummat Muslim harus kembali kepada posisinya semula, yakni kepemimpinan dan kehormatan karena ini adalah satu-satunya posisi yang akan menyelamatkan Ummat Muslim dari krisis yang sekarang sedang kita hadapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Khilafah ada pada hari ini, negara itu akan merangkul teknologi, mengembangkan perekonomian yang mendistribusikan kekayaan secara efisien dan menetapkan hukum dan ketertiban. Kunci untuk sebuah negara yang sukses adalah memiliki pemerintah yang benar-benar mengurusi warganya, karena hal ini akan memungkinkan umat untuk membuat kemajuan karena kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Islam menjadikan sebagai kewajiban kepada penguasa untuk memenuhi hak-hak warga negara dan hal ni adalah alasan mengapa Khilafah telah berhasil di masa lalu. Khilafah akan memanfaatkan sumber daya sehingga kebutuhan warganya terpenuhi. Sedangkan hari ini, umat dengan cadangan besar sumber daya mineral berada dalam kemiskinan. Tidak ada orang atau perusahaan akan yang memiliki monopoli atas kebutuhan dasar yang penting untuk Khilafah seperti sumber air dan sumur-sumur minyak karena Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;strong&gt;Orang-orang berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput yang hijau dan api (energi).”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanah Muslim tidak memiliki kekurangan sumber daya energi, namun sebagian besar wilayah muslim menderita penumpukkan beban dan infrastruktur yang rusak. Sebagian besar dunia Islam menghadapi krisis energi. Akar masalah krisis energi dalam dunia Islam adalah upaya oleh banyak pemerintahan dalam melakukan privatisasi sumber daya tersebut. Privatisasi telah mengakibatkan peningkatan harga komoditas dasar itu sehingga menjadikan kaum buruh tetap dalam kemiskinan. Khilafah membawa asset itu bersama-sama dan mengembangkan infrastruktur yang diperlukan sehingga warga Khilafah dapat memperoleh manfaat darinya. Cadangan minyak yang besar (56% dari cadangan minyak dunia ada di Timur Tengah, Sumber: EIA) yang ada di Timur Tengah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dasar dari warga negara Khilafah karena komoditas energi akan ditransfer kepada semua bagian negara Khilafah. Kebijakan energi ini adalah salah satu contoh dari apa yang dapat dilakukan Khilafah untuk dikembangkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah negara-negara muslim seperti Pakistan, Indonesia dan Turki telah mengembangkan aspek-aspek industri mereka yang telah memungkinkan mereka untuk membuat kemajuan teknologi, khususnya dalam industri militer mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pakistan telah berhasil dalam mengembangkan perangkat keras pertahanan seperti rudal jelajah yang mampu membawa hulu ledak nuklir, pesawat terbang dan yang terkenal adalah tank Al - Khalid (peringkat 7 tank). Jika pasukan Muslim bersatu di bawah satu pemimpin, pasukan ini akan menjadi tentara terbesar di dunia dengan kekuatan lebih dari 3 juta personel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanah Muslim memiliki banyak kelebihan dan keuntungan. Salah satu keuntungan utamanya adalah bahwa dunia Islam yang telah bersatu itu memiliki kontrol atas wilayah udara internasional dan selat laut yang strategis. Pada masa Sultan Muhammad Al Fatih, kaum muslim memiliki kontrol atas selat Bosphorus dan kapal-kapal dari negara-negara lain hanya bisa melewati Bosphorus jika negara Islam memberikan izin. Dengan cara yang sama Khilafah akan memiliki kontrol terhadap selat strategis yang merupakan kunci seperti Selat Bosphorus dan Selat Hormuz dan kontrol atas wilayah udara yang terbang di atas tanah yang dikuasainya; maka Khilafah akan menentukan bangsa mana yang dapat melalui selat-selatnya dan pesawat terbang di atas wilayah udara nya. Akibatnya negara-negara seperti Amerika akan merasa sulit memulai serangan terhadap Dunia Islam karena Khilafah akan akan membatasi kemampuan manuver Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Amerika tidak diperbolehkan melewati Selat Hormuz dan menggunakan wilayah udara Turki, Pakistan, Arab Saudi dan negara-negara Teluk, akan sangat sulit bagi Amerika untuk menyerang Irak dan Afghanistan. Jet-jet tempur tidak bisa terbang non-stop dari Amerika ke Irak atau Afghanistan, maka Amerika akan membutuhkan pangkalan-pangkalan udara setempat dan pesawat-pesawat pengangkut untuk operasi militernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khilafah akan menghadapi banyak tantangan pada kemunculannya dan hal ini tidak bisa diremehkan. Karena hal tersebut, penguasaan atas perkembangan teknologi dan memperbaiki situasi Dunia Islam saat ini akan memakan waktu, namun isu penting adalah bahwa persatuan dunia Islam memiliki potensi untuk menjadi kekuatan super. Dalam kondisi saat ini dunia Islam telah mencapai tonggak sejarah dan jika kepemimpinan Islam yang tulus itu muncul, kepemimpinan ini akan membimbing Dunia Islam kepada puncak tertinggi yang baru dan Khilafah akan menjadi cahaya mercu suar bagi seluruh umat manusia, Insya Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, &lt;strong&gt;“Sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku melihat bagian Timur dan bagian Barat, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang dikumpulkan untukku dari keduanya.”&lt;/strong&gt; [Sahih Muslim]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-7821285881888249287?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/7821285881888249287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-budaya-mengancam-bangsa_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7821285881888249287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7821285881888249287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-budaya-mengancam-bangsa_13.html' title='Persatuan Dunia Islam'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-5550954359550175131</id><published>2010-02-13T03:09:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T03:10:22.208-08:00</updated><title type='text'>LIBERALISASI BUDAYA MENGANCAM BANGSA INI</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[Al-Islam 493] &lt;/strong&gt;Kehebohan dalam rangka "Hari Kasih Sayang" (Valentine’s Day) begitu terasa selama sepekan ini. Kehebohan itu sekarang bukan hanya melanda ABG, tetapi juga melanda orang-orang dewasa. Kehebohan itu menghiasai halaman-halaman media massa dari media cetak hingga televisi. Mall dan pusat perbelanjaan sampai toko-toko kecil pun turut larut dalam kehebohan itu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kehebohan ini dibungkus dengan sebutan yang indah, "Hari Kasih Sayang", yang mendorong semua orang untuk mengungkapkan cinta dan sayangnya kepada orang-orang dekat mereka khususnya pasangan. Namun sejatinya, kehebohan ini sarat dengan kampanye seks bebas dan desakralisasi keperawanan (keperawanan tak lagi dianggap ’suci’). Kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini seiring-sejalan dengan pornoaksi. Hal ini bisa dilihat dari laris manisnya penginapan dan tempat-tempat pelesiran selama Valentinan yang dipesan dan didatangi oleh pasangan muda-mudi dan pria-wanita dewasa. Omset penjualan kondom yang melonjak juga menandakan bahwa kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini tidak jauh dari aktifitas seks bebas. Selama Valentinan, suasana memang didesain erotis dan dipadu dengan budaya konsumsi coklat yang mengandung Phenylethylamine dan Seratonin. Coklat ini memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek meningkatkan kegembiraan dan stamina.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kampanye Seks Bebas dan Budaya Liberal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Hari Kasih Sayang" yang diperingati setiap bulan Februari hanyalah salah satu sarana sekaligus momentum kampenye seks bebas, khususnya di kalangan generasi muda. Bulan Desember lalu, Hari AIDS se-Dunia juga dijadikan momentum yang sama. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kampanye sekaligus praktik seks bebas sebetulnya sudah lama berlangsung dan dilakukan secara luas. Hal itu bisa dilihat dari beberapa data hasil penelitian. Misalnya, berdasarkan hasil survei Komnas Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 propinsi pada tahun 2007 terungkap sebanyak 62,7 % anak SMP yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Sebanyak 21,2 % anak SMA yang disurvei mengaku pernah melakukan aborsi. (&lt;i&gt;Media Indonesia&lt;/i&gt;, 19/7/08). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Maraknya seks bebas juga bisa dilihat dari data tentang HIV/AIDS. Hal itu karena HIV/AIDS, 75-85%-nya ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah. Padahal Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Menurut data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perilaku seks bebas yang marak itu dipengaruhi oleh budaya liberal. Muncul dan menyebarnya budaya liberal di Tanah Air bukanlah proses yang berlangsung alami, tetapi merupakan hasil dari proses liberalisasi budaya yang dijalankan secara sistematis dan terorganisir. Liberalisasi budaya juga tidak jauh-jauh dari rekayasa Barat. Budaya liberal atau budaya bebas itu bukanlah berasal dari ajaran Islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini. Budaya itu lebih merupakan budaya Barat yang mengusung nilai-nilai liberal yang dimasukkan (baca: dipaksakan) ke tengah-tengah masyarakat negeri ini. Jadi berkembangnya budaya liberal di Tanah Air itu tidak lepas dari konspirasi Barat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Liberalisasi Budaya dan Motif Penjajahan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Konspirasi liberalisasi budaya oleh Barat terhadap negeri Muslim tidak lepas dari motif penjajahan. Dengan liberalisasi budaya itu masyarakat di negeri-negeri Muslim, termasuk masyarakat negeri ini, akan kehilangan identitas lalu memakai baju Barat atau bahkan mengekor identitas Barat tanpa lagi mempertimbangkan halal atau haram. Barat hanya menginginkan masyarakat, khususnya generasi muda, berpenampilan Barat, tetapi kosong dari produktivitas, daya inivasi dan kemajuan sains dan teknologi seperti halnya Barat. Dengan begitu masyarakat negeri ini hanya akan menjadi pengekor Barat. Akhirnya, penjajahan dan penghisapan oleh Barat pun tidak akan dipermasalahkan karena Barat dijadikan panutan. Dengan mengadopsi gaya hidup Barat, masyarakat negeri ini pun akan menjadi pasar besar bagi produk-produk Barat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Konspirasi itu bukan hanya isapan jempol belaka. Namun benar-benar nyata adanya. Secara &lt;i&gt;i’tiqadi&lt;/i&gt;, al-Quran telah menginformasikan bahwa orang-orang kafir secara keseluruhan akan terus memerangi umat islam, baik secara fisik maupun pemikiran, agar umat Islam keluar dari Islam (QS 2: 217). Al-Quran juga mengformasikan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepada umat ini hingga umat ini mengikuti &lt;i&gt;millah&lt;/i&gt; (sistem dan cara hidup) mereka (QS 2: 120).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secara faktual konspirasi liberalisasi budaya itu bisa dirasakan. Konspirasi itu setidaknya dijalankan melalui: &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pada tingkat falsafah dan pemikiran dilakukan dengan menanamkan paham sekularisme, liberalisme dan hedonisme. Sejatinya budaya bebas itu berpangkal dari ketiga paham tersebut. Sekularisme adalah ide dasar yang mengesampingkan peran agama dari pengaturan kehidupan. Sekularisme menuntun manusia untuk menempatkan agama hanya pada ranah individu dan wilayah spiritual saja. Sekularisme itu ‘mengharamkan’ agama ikut andil dalam mengatur kehidupan. Sekularisme mengajaran bahwa manusia bebas mengatur hidupnya tanpa campur tangan Tuhan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Inilah inti dari paham liberalisme, yakni paham yang menanamkan keyakinan bahwa manusia bebas mengelola hidupnya. Paham liberalisme ini mengagungkan kebebasan individu, baik dalam berpendapat, berperilaku, beragama maupun dalam kepemilikan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adapun paham hedonisme mengajarkan manusia untuk mengejar kenikmatan materi dan jasadi serta melakukan apa saja yang bisa mendatangkan kenikmatan itu, termasuk kesenangan yang lahir dari hubungan seks. Paham ini tercermin dalam slogan &lt;i&gt;fun&lt;/i&gt; (kesenangan), &lt;i&gt;food&lt;/i&gt; (makanan/pesta) dan &lt;i&gt;fashion&lt;/i&gt; (busana). Dengan paham ini manusia didorong untuk mengejar kenikmatan dengan jalan bersenang-senang, termasuk di dalamnya bersenang-senang dengan melakukan seks bebas, berpesta demi mendapatkan kenikmatan dari lezatnya makanan dan bisa merasa senang dengan jalan selalu tampil gaya dan modis. Paham hedonisme itu mengajarkan, agar manusia bisa mendapatkan kenikmatan itu, manusia harus dibebaskan untuk meraih dan mengeskpresikannya serta tidak boleh dikekang. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semua paham itu tidak akan bisa berkembang kecuali dalam sistem demokrasi dan di tengah-tengah masyarakat yang demokratis. Paham-paham itu berjalan seiring dengan proses demokratisasi yang begitu gencar dilancarkan di negeri-negri Muslim, termasuk negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, liberalisasi budaya itu dikemas dalam berbagai program secara internasional yang dikawal oleh PBB dan lembaga-lembaga internasional. PBB mengeluarkan berbagai konvensi dan kesepakatan internasional terkait dengan isu HAM, kesetaraan gender, dan lain-lain, semisal Konvensi tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (CEDAW), kesepakatan Konferensi Kependudukan (ICPD), MDGs, BPFA dll yang spiritnya sama-sama menuntut kebebasan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Kemudian negara-negara Dunia Ketiga (termasuk negeri-negeri Muslim) diharuskan (dipaksa) meratifikasi semua itu. Lahirlah berbagai UU yang melegalkan kebebasan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya semua itu dijalankan melalui serangkaian aksi dan program secara nasional baik oleh LSM-LSM maupun oleh pemerintah sendiri. Misal, program kesetaraan gender yang bahkan menjangkau tingkat kelurahan. Ada pula program kampanye dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang sejatinya mengkampanyekan seks bebas asal aman; program kondomiasasi; dan program &lt;i&gt;harm reduction&lt;/i&gt; dalam bentuk substitusi dan pembagian jarum suntik steril; dan yang lainnya. Program-program itu dikemas dalam berbagai bentuk baik seminar, &lt;i&gt;talkshow&lt;/i&gt;, pelatihan, pembentukan &lt;i&gt;buzz group&lt;/i&gt;, konsultasi, pendampingan, dsb; menggunakan berbagai sarana; serta melibatkan mulai kalangan birokrat hingga remaja dan kampanye melalui berbagai media massa. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adapun paham hedonisme ditanamkan melalui media massa cetak, radio dan televisi melalui program-program yang lebih bernuansa pesta, musik, fesyen dan hiburan. Dalam semua itu terlihat secara kasatmata bahwa banyak sekali program yang merupakan kopian dari program-program yang sama di Barat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Menyelamatkan Umat dari Liberalilasi Budaya&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Liberalisasai budaya yang sudah berjalan secara luas itu telah banyak menelan korban; di antaranya puluhan ribu orang terkena HIV/AIDS, jutaan kehamilan diaborsi, jutaan pecandu narkoba, rusaknya keharmonisan jutaan keluarga, ribuan anak-anak terlantar, ekspolitasi perempuan, kejahatan seksual, dan sebagainya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Budaya liberal itu hanyalah buah dari diterapkannya sistem sekular dengan sistem Kapitalismenya yang mengagungkan ide kebebasan (liberalisme). Karena itu, sudah selayaknya umat Islam mencabut ideologi dan sistem sekular seperti saat ini yang telah menumbuhkan budaya liberal dan nyata-nyata menimbulkan banyak persoalan kemanusiaan dan kerusakan atas umat manusia. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai gantinya, sekaligus untuk memperbaiki dan menyelamatkan umat serta mengembalikan menjadi umat luhur, sudah saatnya kita kembali pada tatanan kehidupan yang didasarkan pada syariah Islam. Sebab, hanya Islamlah dengan serangkaian sistemnya yang merupakan satu-satunya solusi bagi seluruh problem dan persoalan hidup manusia. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: traditional arabic;"&gt;]أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Hukum Jahiliahkah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS al-Maidah [5]: 50).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hanya sistem Islamlah yang akan mampu memberikan kebaikan dan kehidupan yang membawa kebaikan bagi umat manusia. Allah SWT menegaskan: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: traditional arabic;"&gt;]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Anfal [8]: 24)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, marilah kita segera mematuhi seruan Allah SWT itu sebagaimana firman-Nya:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: traditional arabic;"&gt;]اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَ مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللهِ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَأٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Patuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kalian tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari (dosa-dosa kalian) &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS asy-Syura [42]: 47).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;WaLlâh a’lam bi ash-shawâb&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;[]&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;KOMENTAR AL-ISLAM:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Presiden SBY Dianugerahi Penghargaan sebagai Komunikator Terbaik (&lt;i&gt;Republika.co.id&lt;/i&gt;, 4/2/2010).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktanya, rakyat sering bingung mengapa Pemerintah sering mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan mereka. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-5550954359550175131?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/5550954359550175131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-budaya-mengancam-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5550954359550175131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5550954359550175131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-budaya-mengancam-bangsa.html' title='LIBERALISASI BUDAYA MENGANCAM BANGSA INI'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-5757587976340079473</id><published>2010-02-13T01:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T01:56:20.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Memoar Seorang Tahanan Politik Aktivis Hizbut Tahrir Bernama Muhammad Yang Baru Berumur 16 Tahun</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah peristiwa yang menimpa saya selama berada dalam penjara Otoritas yang zalim dan biadab: &lt;/h2&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah menyebarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir berjudul, “&lt;em&gt;Otorita Palestina Yang Tunduk Kepada Yahudi Menculik Dan Mengadili Para Aktivis Hizbut Tahrir&lt;/em&gt;“, pada hari Sabtu, 23/1/2010, saya pulang ke rumah. Dan sebelum saya sampai, aparat keamanan Abbas sudah sampai duluan di rumah. Mereka menyerahkan pemberitahuan kepada ayah saya. Surat pemberitahuan itu berisi, “&lt;em&gt;Anda harus datang ke kantor investigasi kota&lt;/em&gt;“. Namun saya tidak menghiraukannya, dan saya pun tidak memenuhi permintaan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua hari kemudian, tepatnya pada hari Senin, 25\1\2010 datang ke rumah saya pasukan militer untuk menangkap saya. Sementara kemarahan tampak sekali pada diri mereka. Secara kebetulan, salah satu dari mereka ini terjatuh pada saat pengepungan rumah, dan pada saat itu pula, pemimpin mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka datang untuk menangkap saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika itu saya tidak dalam kondisi siap, saya tidak mengenakan pakaian selain pakaian biasa, dan saya tidak memakai sepatu. Lalu, saya meminta kepada mereka untuk memakai sepatu dulu. Namun, anggota pasukan yang pada marah itu, menolak permintaan saya, bahka mereka menyeret saya ke mobil. Melihat perlakuan biadab mereka ini, maka saya mulai menghardik mereka, dan menyebutnya dengan kata-kata yang memang pantas untuk kebiadaban mereka. Mereka semakin memukuli saya, dan saya pun semakin keras menghardik merekak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil. Selama di dalam mobil, mereka tidak henti-hentinya memukili saya, dengan tangan, kaki, dan gagang senapan mereka. Karena terlalu sakit, maka saya pun menjerit, “&lt;em&gt;Cukuplah Allah bagi saya, dan Dia sebaik-baik wakil dalam melawan kalian,&lt;/em&gt;” “&lt;em&gt;Cukuplah Allah bagi saya dalam melawan setiap orang zalim, dan mereka yang murtad.&lt;/em&gt;” Namun mereka semakin marah dan jengkel, serta pukulan mereka semakin keras, sehingga mereka mendaratkan gagang senjatanya ke kepala saya, punggung saya, kedua kaki saya, dan kedua tangan saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mereka membawa saya masuk ke dalam markas keamanan mereka. Saya dipertemukan dengan Direktur Pusat. Dan kemarahannya terlihat jelas di wajahnya. Ia langsung menyemprot saya dengan pertanyaan, “Mengapa Anda tidak segera datang, padahal telah sampai pemberitahuan kepada Anda mengenai keharusan Anda datang di markas ini?Apakah Anda hendak meremehkan Otoritas?” Saya tidak menjawabnya. Kemudian ia mulai menanyakan saya dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah Anda mengakui Otoritas?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya tidak akan pernah mengakui legitimasi Otoritas selamanya!” Ia pun semakin marah pada saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah Anda menyebarkan nasyrah atau publikasi?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya tidak menyebarkan, dan seandainya Anda memberi saya kesempatan, niscaya saya sebarkan. Namun, sayang sekali Anda tidak memberi kesempatan itu pada saya!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang memberi Anda nasyrah atau publikasi itu?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidak seorang pun yang memberi nasyrah atau publikasi itu kepada aya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemuadian, ia kembali lagi ke pertanyaan semula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa Anda tidak mengakui legitimasi Otoritas?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Karena Otoritas ini dibentuk berdasarkan kesepakatan Oslo, sementara kesepakatan Oslo batal demi hukum (menurut syariah Islam). Sebab, berdasarkan kesepakatan itu, justru Otoritas telah menyerahkan Palestina kepada Yahudi, dan ini merupakan perbuatan haram. Sehingga setiap yang dibangun di atas sesuatu yang haram, maka ia juga haram, dan tidak sesuai syariah (ilegal). Oleh karena itu, bagaimana mungkin saya mengakui legitimasi sesuatu, sementara Allah tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sah, dan bagaimana mungkin saya menentang perintah Allah.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kemudian lihatlah tindakan Otoritas Anda, yang melakukan koordinasi keamanan dengan Yahudi; mengejar setiap orang yang ikhlas; sementara kondisi Anda sekarang justru Anda lebin mengutakana berdamai dengan Yahudi dan menjaga keamanannya, dari pada memerangi negara Yahudi, menendangnya, dan mencabut pemukiman dari akarnya, bahkan Anda menerima pembekuan pembangunannya hanya untuk sementara saja; lalu Anda mengabaikan pengembalian para pengungsi ke rumah mereka, bahkan Anda menjadikannya hanya hak untuk kembali, yang bisa saja diganti dengan kompensasi; dan setelah Anda menembaki (memerangi) Yahudi, justru Anda sekarang menandatangani perjanjian di mana Anda melarang setiap orang menembaki (memerangi) Yahudi, bahkan tidak hanya melarangnya tetapi juga menangkapnya, memenjaranya, dan tidak jarang hingga Anda membunuhnya. Kemudian, Anda menginginkan saya mengakui legitimasi semua ini, bodoh benar!!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia semakin marah bahkan hingga batas yang tidak wajar. Ia tidak lagi menanggapi argumen dengan argumen, sebaliknya ia menghardik dan berteriak dengan mengeluarkat kata-kata kotor, menghina dan mencaci Hizbut Tahrir, para aktivisnya, dan amirnya. Sehingga saya tidak lagi menemukan kata-kata yang lebih buruk untuk menanggapinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak lama kemudian, ia memanggil para algojonya. Mereka mendudukkan saya di atas kursi. Dan ia pun kembali menampari saya beberapa kali. Sementara para algojonya menjadikan tangan saya di belakang kursi, dan menariknya dengan kuat, hingga saya merasa bahwa tangan saya hampir patah. Ia berteriak, “Apakah Anda mengakui legitimasi Otoritas?” Saya juga berteriak, “Tidak! Saya tidak akan pernah mengakuinya!” Kemudian saya katakan kepadanya, “Bagaimanapun usaha Anda mengintimidasi saya dan memukuli saya, semua sia-sia saja. Sebab, saya tidak akan pernah mengakui legitimasi Otoritas, dan tidak akan pernah keluar dari Hizbut Tahrir, yang merupakan denyut nadi darah saya, bahkan seandainya Anda memotong pembuluh darah saya, niscaya Anda akan melihat darah murni Hizbut Tahrir yang mengalir, dan sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak akan pernah keluar dari Hizbut Tahrir, sebab Hizbut Tahrir ada di atas kebenaran, sementara Anda ada di atas kebatilan dan kesesatan, pemikirannya benar dan metodenya sesuai syariah.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pemukulan berhenti, dan saya pun diseret ke ruang investigasi, yang tampak tenang. Lalu, diajukan kepada saya beberapa pertanyaan, tentang nama saya, umur saya, alamat rumah saya, apa yang saya lakukan, dan apakah saya aktivis Hizbut Tahrir atau bukan. Saya menjawab semua pertanyaan itu. Kemudian, ia bertanya tentang penyebaran nasyrah (publikasi). Saya jawab, “Saya tidak melakukan, seandainya Anda memberi saya kesempatan, niscaya saya lakukan.” Kemudian, ia bertanya pada saya tentang siapa yang memberikan nasyrah (publikasi) itu pada saya. Saya tidak menjawab apa yang ia tanyakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai investigasi itu, kemudian saya dimasukkan ke dalam ruang tahanan. Dan pada akhir malam, Direktur Pusat datang ke ruang tahanan didampingi pasukan pengawal untuk menanyakan tentang pengakuan saya atas legitimasi Otoritas. Namun jawaban saya tidak berubah. Kemudian, ia bertanya pada saya, “Apakah Anda yakin dengan apa yang ada dalam nasyrah (publikasi) itu?” Saya mengatakan kepadanya, “Saya sangat yakin seyakin-yakinya, bahkan saya meyakinkan setiap hurup sekalipun yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir sejak 1953. Sehingga bagaimanapun usaha Anda pada saya, dan Anda menyiksa saya, maka Anda sama sekali tidak akan pernah mampu menggoyah dan mengalahkan keyakinan saya.” Mendengar itu, wajahnya tampak merah dan sangat marah. Kemudia, ia dan para pengawalnya memukuli saya berkali-kali dengan keras.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan pagi harinya, mereka memindah saya ke Markas Besar Investigasi di kota al-Kholil (Hebron). Ketika kami sampai di sana, saya meminta untuk dibawa ke tempat layanan medis. Dan sayapun benar-benar pergi ke sana. Sehingga saya berhasil bertemu ibu saya yang sedang sakit untuk meyakinkannya bahwa saya baik-baik saja. Kemudian saya berkata kepadanya, “Jangan pernah datang ke sini lagi, dan menemui seseorang di antara bajingan-bajingan di sini. Saya baik-baik saja, dan jangan khawatir tentang keadaan saya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, saya dimasukkan ke ruang investigasi, lalu ia bertanya kepada saya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang memberi Anda publikasi-publikasi itu? Dimana Anda menyebarkannya, dan berapa jumlahnya? Apakah Anda yakin dengannya? Mengapa Anda mencaci kami?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya menjawab tidak seperti yang ia inginkan. “Saya tidak menyebarkan apa-apa. Dan Anda tidak memberi saya kesempatan untuk menyebarkannya. Sekiranya Anda memberi saya kesempatan untuk menyebarkannya, tentu saya melakukannya. Dan saya sangat yakin seyakin-yakinnya dengan isi publikasi itu; dan jumlahnya 6. Oleh katena itu, kami katakan apa yang dapat kami katakan terkait Otoritas bahwa Otoritas ini begitu rendah dan hinanya di mata kaum kafir pendudukan, mengingat satu jeeb saja di antara jeeb-jeeb Yahudi telah membuat Anda bersembunyi di markas Anda. Dan inilah faktanya, baik Anda akui atau tidak.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, ia berkata kepada saya bahwa teman Anda, Abdullah telah mengakui tentang Anda. Ia berkata bahwa ia yang telah memberikan Anda nasyrah (publikasi) itu. Saya katakan bahwa perkataan itu sama sekali tidak benar. Dan seandainya Abdullah mengakui sekalipun, maka Anda tidak akan bisa membuat saya mengakui tentang seorang pun. Bahkan sekalipun Abdullah datang dan berkata, “Saya yang memberi Anda nasyrah (publikasi) itu”, maka saya tetap tidak akan mengakui tentang seorang pun. Untuk itu, pertemukan saya dengan teman saya supaya kita tahu siapa yang dusta. Kemudian mereka menghadirkan teman saya, dan mereka berusaha menyakinkan di anrara kita. Dimana saya melihatnya bahwa mereka berkata kepada teman saya bahwa saya telah mengakui tentang dia. Namun, justru aebuah kebenaran yang tampak ketika kami dipertemukan. Posisi mereka sungguh tersudut dan memalukan, sebab teman saya justru berkata kepada mereka, “Bahwa Anda benar-benar kaum pendusta.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, ia meminta saya untuk menandatangani sebuah perjanjian, namun saya  menolak. Pada saat itu, ada beberapa paman saya yang datang mengunjungi saya, dan menyakinkan saya. Tampaknya mereka telah menerima sebagian dari kezaliman, yang disampaikan kepada mereka, bahwa mereka akan membebaskan saya jika saya telah menandatangani perjanjian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika pertemuan berlangsung, maka paman-paman saya berkata kepada saya, “Wahai keponakan, ingat ibumu sedang sakit karena keberadaanmu di penjara, maka janganlah kamu menambah beban dan penderitaannya. Kamu tinggal menandatangani perjanjian ini, dan pergi bersama kami.” Saya berkata kepada mereka, “Janganlah kalian menekan saya, sebab ibu saya baik-baik saja. Saya ingin kalian mendukung dan meneguhkan sikap saya, dari pada kalian menekan saya. Sungguh! Saya tidak berharap sikap seperti ini datang dari kalian! Dan ingat! Selamanya saya tidak akan pernah menandatanganinya, sekalipun saya sampai busuk di dalam penjara.” Salah seorang paman saya berkata, “Jika ini yang kamu inginkan, maka bertawakkallah pada Allah, niscaya Allah pasti melindungimu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, setelah sehari, saya dipindahkan ke penjara remaja. Dan di penjara ini saya tinggal selama dua hari tanpa dilakukan investigasi apa pun, kecuali suatu usaha pada hari terakhir yang dilakukan oleh direktur penjara remaja untuk meyakinkan saya agar menandatangani sebuah perjanjian hingga akhir cerita. Namun, semuanya tidak ada yang berhasil menyakinkan saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua hari kemudian, saya dipindahkan ke Jaksa Militer di pusat kota. Dan saya tinggal bersama mereka selama tiga hari. Mereka menginvestigasi saya lebih dari sekali dan dengan pertanyaan yang sama. Salah satunya adalah pertemuan dengan Jaksa (Penuntut Umum) Militer. Di mana ia menanyakan beberapa pertanyaan kepada saya, seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Namun, ia berbeda dari yang lain, sebab ia begitu tenang, sampai ia bertanya pada saya tentang sejauh mana keyakinan saya terhadap Hizbut Tahrir yang saya menjadi anggotanya. Saya menjawab bahwa saya terlah bergabung dan menjadi anggota partai yang agung, pemikirannya jelas, metodenya dikenal dan sesuai syariah; Hizbut Tahrir mengemban kebaikan Islam untuk semua manusia; Hizbut Tahrir bekerja dengan sekuat tenaga dan tekad yang kuat untuk menyelamatkan manusia dari kesengsaraan; dan suatu hari nanti Hizbut Tahrir yang agung ini juga akan menjadi penyelamat bagi Anda dari kehinaan yang Anda buat sendiri. Mendengar itu, ia pun sangat marah. Dan ia mulai mencaci Hizbut Tahrir, amirnya, dan para aktivisnya. Sikapnya itu telah membakar kemarahan saya, maka saya membalasnya melebihi apa yang ia katakan. Ia semakin marah, bahkan ia mengancam kelanjutan pendidikan saya dan masa depan saya. Kemudian, ia memerintahkan penjara 15 hari bagi saya. Dan kemudian mereka membawa saya kembali ke penjara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mereka kembali membawa saya kepadanya. Ia mulai bersumpah dan mengancam hingga saya menandatangani perjanjian. Namun, saya tidak menanggapinya dan tidak mempedulikannya. Kemudian ia berkata, “Sungguh, saya akan memaksa Anda untuk menandatanganinya.” Saya tetap tidak mempedulikannya. Kemudian, ia memanggil 6 orang pengawalnya. Ia meminta mereka untuk mendudukkan saya di atas kursi, yang 4 orang memegang tangan kiri saya dan menariknya ke belakang punggung saya, sementara yang 2 orang berusaha menaruh pena di tangan saya, namun saya melawan dan menggenggam tangan saya erat-erat hingga pena tidak dapat masuk. Dan &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, mereka tidak berhasil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, datang Wakil Jaksa (Penuntut Umum), dan membawa saya ke dalam ruang yang lain. Ia mengatakan kepada saya bahwa ia tidak setuju dengan metode kekerasan yang digunakan terhadap saya untuk memaksa saya menandatangani perjanjian. Ia mulai berbicara dengan kata-kata yang manis dalam upaya untuk meyakinkan saya agar mau bertanndatangan, seperti perkataannya, “Ini bukan apa-apa, ini hanya sekedar kertas yang tidak penting.” Ia menyodorkan kertas kepada saya agar saya menandatanganinya. Saya membacanya, dan saya berkata, “Saya tidak akan pernah bertandatangan.” Kemudian, ia menyodorkan kertas lain, dengan cara lain, lalu saya katakan, “Saya tidak akan pernah bertandatangan.” Kemudian, ia berkata kepada saya, “Bertandatanganlah di atas kertas putih ini!” Saya berkata, “&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;! Saya tidak mungkin menandatangani sesuatu yang tidak jelas?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ia menyodorkan kertas putih kepada saya, dan berkata, “Tulislah apa yang Anda inginkan, lalu tandatanganinya.” Saya merobek kertas itu. Kemudian, ia memberi saya kertas lain, dan berkata kepada saya, “Berpikirlah! Tulislah apa yang Anda inginkan, lalu tandatanganinya.” Saya pun berpikir. Lalu saya menulis di atas kertas itu teks berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Saya yang bertanda tangan di bawah ini, fulan bin fulan, dari kota ini, tinggal di tempat ini, diantara syabab (aktivis) Hizbut Tahrir, dimana saya begitu bangga dapat bergabung dengannya. Saya memutuskan bahwa saya akan tetap bergabung dengan Hizbut Tahrir, melakukan dakwah kepada kebaikan (Islam), amar makruf nahi mungkar, melakukan perjuangan politik, serangan pemikiran, serta akan selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan Hizbut Tahrir dan aktivitasnya, seperti masirah (unjuk rasa), dan sebagainya.&lt;/em&gt;” Dan kemudian saya menandatanganinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia memperhatikannya, kemudian ia tampak mengahapus beberapa hal yang aku tidak tahu maksud dari tindakannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian setelah itu baru ia memerintahkan untuk melepaskan saya. Mereka membawa saya ke sebuah kota yang saya tidak mengenali jalannya. Saya tidak tahu bagaimana saya pergi dan ke mana saya harus pergi. Sementara, saya tidak ada uang sama sekali untuk ongkos naik kendaraan untuk pulang kembali ke kota saya. Sehingga akhirnya Allah mengirim orang baik kepada saya untuk membantu saya pulang kembali ke rumah saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah apa yang terjadi pada saya. Dan hanya kepada Allah, saya memohon pahala, ampunan, kesehatan, dan kekuatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 10/2/2010.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-5757587976340079473?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/5757587976340079473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/memoar-seorang-tahanan-politik-aktivis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5757587976340079473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5757587976340079473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/memoar-seorang-tahanan-politik-aktivis.html' title='Memoar Seorang Tahanan Politik Aktivis Hizbut Tahrir Bernama Muhammad Yang Baru Berumur 16 Tahun'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-9153047995227695863</id><published>2010-02-12T22:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T22:40:38.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Pergaulan'/><title type='text'>Menguak Tabir Valentine’s Day</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Asri Supatmiati&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari Valentine (St. Valentine’s Day) sangat populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Pada hari itu, kaum remaja merayakannya dengan hura-hura. Mereka datang ke pesta-pesta, berdansa semalam suntuk, saling memberi hadiah coklat, dan pergi bersama pasangannya ke tempat-tempat yang dianggap romantis. Bahkan hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami-istri juga mereka lakukan. &lt;em&gt;Naudzubillah min dzalik.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana di Indonesia? Aroma Hari Valentine kini juga sangat menyengat di tanah air. Tak beda jauh dengan remaja-remaja luar negeri sana, mereka yang notabene muslim-muslimah ikut-ikutan merayakan hari kasih sayang. Mereka menjiplak habis-habisan perilaku permisif dan serba halal yang dilakukan orang Barat. Pasangan muda-mudi saling memberikan kartu berisi ungkapan-ungkapan cinta, puitis dan romantis.&lt;br /&gt;Sarat dengan ucapan yang membangkitkan syahwat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fenomena Valentine’s Day pun menjadi ajang bisnis menggiurkan. Para pelaku bisnis -ironisnya sebagian besar juga muslim- ikut andil dalam menyemarakkan hari kasih sayang. Diluncurkanlah produk-produk terbaru yang bernuansa ‘cinta’. Seperti parcel valentine, pernak-pernik serba pink, berbentuk daun waru, dan kartu valentine dengan berbagai desain lengkap dengan kata-kata puitis penuh ungkapan cinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kafe, outlet dan bahkan kantor-kantor juga dihiasi dengan nuansa valentine. Entah itu berupa spanduk berisi slogan-slogan, pita-pita, balon dan pernak-pernik serba pink. Bahkan mereka juga mengaitkan promosi produknya dengan Hari Valentine. Semisal dengan menggelar sale bertajuk ‘Memperingati Valentine’s Day, Sale Up to 70%’ atau ‘Ikuti Gebyar Undian Valentine’s Day.’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak kalah serunya, tempat hiburan seperti hotel, kafe atau restoran juga menggelar acara khusus bertajuk peringatan hari kasih sayang. Biasanya berupa acara dinner disertai hiburan live music, diiringi games yang diikuti pasangan muda-mudi, lalu dansa-dansi bersama, dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Media massa pun cukup besar kontribusinya dalam ‘mempromosikan’ perayaan hari kasih sayang tersebut. Bagaimana tidak, pemberitaan pun dikait-kaitkan dengan Hari Valentine. Semisal dalam lead sebuah berita&lt;br /&gt;tertulis ‘Menjelang peringatan Hari Valentine, omzet coklat naik tajam.’ Atau ‘Artis Ayu Kemayu merayakan Valentine’s Day bersama kekasih barunya’ atau ‘Biar romantis, pasangan artis Dona dan Doni menikah di Hari Valentine.’ Dan masih banyak lagi pemberitaan di media massa yang dikait-kaitkan dengan Valentine’s Day.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara iklan-iklan produk yang juga dikaitkan dengan Valentine’s Day takkalah semaraknya, baik di media cetak maupun televisi. Dengan gencarnya pemberitaan dan iklan semacam itu, tentu saja opini tentang adanya Valentine’s Day dan keharusan untuk merayakannya semakin menguat. Otomatis remaja semakin merasa penting untuk terlibat di dalamnya. Jika tidak, dirinya akan merasa kuper, kuno dan tidak&lt;br /&gt;trendy. Sebaliknya, dengan merayakan Valentine’s day mereka akan bangga karena menjadi remaja masa kini yang gaul dan tidak ketinggalan zaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya orang tua akan semakin memberi kelonggaran kepada anak-anaknya untuk merayakan hari tersebut, karena menganggap sebagai hal yang lumrah. Sebagai orang tua yang hidup di zaman modern, mereka tidak mau disebut ortu yang kolot sehingga membebek mengikuti apa saja selera anaknya. Bahkan tidak sedikit orang tua semacam itu yang juga ikut merayakan hari kasih sayang. Mereka yang mengaku sebagai ortu ‘modern’, layaknya pasangan muda-mudi saja, saling memberi hadiah pada pasangannya, bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk bulan madu kembali. &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, Velantine’s Day benar-benar sudah menjadi epidemi di tengah-tengah masyarakat, tak terkecuali kaum muslimin dan muslimah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Akibat Lemahnya Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila kita cermati, kaum muslimin ikut merayakan Valentine’s Day, karena minimnya pemahaman umat Islam tentang hakikat hari tersebut. Muslim-muslimah banyak yang tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya Valentie’s Day yang notabene bukan dari Islam. Di sisi lain, pemahamam mereka terhadap ajaran Islam sendiri juga sangat lemah. Aqidah yang tidak menancap kuat dan ketidaktahuan akan hukum-hukum syariat Islam terkait dengan perbuatan, membuat umat Islam begitu bodoh dan mudah tertipu. Sehingga, begitu muncul produk atau aktivitas-aktivitas baru yang sebetulnya bertentangan dengan Islam, mereka tidak memiliki kemampuan menyaring, memilah atau membandingkan, apakah ini halal atau haram, boleh atau tidak. Akhirnya, tanpa mereka sadari mereka mengikuti saja arus yang mengalir di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan itu saja, pengaruh lingkungan pergaulan juga cukup besar. Remaja yang biasa bergaul bebas muda-mudi, biasa pacaran, akan sangat terpesona dengan jargon hari kasih sayang. Sementara remaja baik-baik yang tadinya cuek dengan hari tersebut, bila bergaul dengan para aktivis Valentine’s Day, tentu saja mau tidak mau terpengaruh untuk ikut meramaikannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini juga tidak terlepas dari longgarnya pengawasan ortu. Bahkan ortu malah memberikan dukungan kepada anaknya untuk merayakan hari tersebut. Misal dengan dukungan dana untuk merayakannya, diberi&lt;br /&gt;kelonggaran keluar pada tanggal 14 Februari, atau dibolehkan berdua-duaan dengan pasangannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu pola pendidikan yang tidak sesuai aturan agama menyebabkan anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang kebanyakan melanggar norma-norma adat dan agama itu sendiri. Lengkaplah sudah dorongan bagi mereka untuk terjerumus ke dalam lembah kesalahan. Semua itu dilakukan dengan dalih modernitas, trendy dan gaul. Batasan halal-haram dan norma-norma agama dicampakkan begitu saja. Itulah potret umat di masa kini yang begitu memprihatinkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Valentine&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perayaan Hari Kasih Sayang ini memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Dan memang ada beberapa versi yang menjelaskan asal muasal perayaan Valentine’s Day. Salah satu versi&lt;br /&gt;menyebutkan, dahulu ada seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius yang secara diam-diam menentang kebijakan pemerintahan Kaisar Claudius II (268-270 M) kala&lt;br /&gt;itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Karena itu, ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda-mudi yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Namun ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat, ia akan jatuh juga. Demikian pula dengan aksi yang dilakukan Valentine, lambat laun pun tercium oleh Claudius II.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Valentine harus menanggung perbuatannya, dijebloskan ke penjara dan diancam hukuman mati. Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini- “From Your Valentine.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yang dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Sementara itu, The Encyclopedia Britannica, Vol. 12 halaman 242 menyebutkan, kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu mengirimkan kartu bertuliskan “Be My Valentine” menjadi tradisi mengikuti hari kasih sayang. Sekitar 200 tahun sesudah kisah di atas, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Februari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine. Gelar Saint atau Santo diberikan karena kebaikan dan ketulusannya menolong muda-mudi yang jatuh cinta untuk melangsungkan pernikahan. Untuk mengagungkan St. Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Lupercalia” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Ya, versi lain tentang Valentine menjelaskan bahwa hari itu berkaitan dengan tradisi kuno bangsa Romawi. Dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari, yang merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada perayaan Lupercalia inilah, remaja-remaja lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah, setiap anak lelaki akan menarik sebuah kertas. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di atas kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung, keesokan harinya. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam legenda ini ada pula sosok yang disebut Cupid (berarti: the desire), yakni si bayi bersayap dengan panah yang digambarkan sebagai lambing cinta. Cupid ini adalah putra Nimrod The Hunter, dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani, pesta Lupercalia kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga&lt;br /&gt;dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Namun dengan berkembangnya zaman, legenda tentang seorang martir bernama St. Valentino terus bergeser jauh dari pengertian sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1.700 tahun yang lalu. Dan sayangnya, umat Islam pun turut serta mengikuti dan membebek saja. Padahal jelas-jelas sejarah perayaan itu sendiri sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam, dan bahkan sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena justru bermula dari ajaran agama lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Maksiat dan Sia-sia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari sejarah lahirnya Valentine’s Day yang nyata-nyata bukan dari Islam, bila kita tilik perayaan Valentine’s Day, maka seluruhnya melanggar syara’. Tidak ada sedikitpun nilai kebaikan dari perayaan&lt;br /&gt;tersebut. Meskipun dengan alasan mengungkapkan kasih-sayang kepada sesama, tetap bukan alasan pembenaran bagi perayaan Hari Valentine. Tengok saja, Valentine’s Day umumnya dirayakan oleh pasangan&lt;br /&gt;muda-mudi. Seorang pemuda yang menyukai lawan jenisnya, akan mengirimkan kartu ucapan selamat, bunga mawar merah atau memberi hadiah coklat kepada cewek idamannya itu. Jelas ini aktivitas yang&lt;br /&gt;tidak dibenarkan dalam Islam karena dapat membangkitkat syahwat, sementara mereka belum terikat dengan tali pernikahan yang dapat menjadi penyalurannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara pasangan muda-mudi yang sudah saling dimabuk asmara, lebih parah lagi. Mereka akan merayakannya berdua-duaan, menyepi, bermesra-mesraan dan tak jarang diakhiri dengan hubungan suami-istri. &lt;em&gt;Na’udzubillahi min zalik&lt;/em&gt;. Jelas ini aktivitas yang diharamkan oleh Allah. Mereka sudah melakukan dosa berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram), mendekati zina dan bahkan berzina itu&lt;br /&gt;sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal Allah Swt melarang keras umat-Nya untuk mendekati zina, apalagi sampai berzina beneran. Ingatlah firman Allah Swt yang artinya: “&lt;em&gt;Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu&lt;br /&gt;perbuatan tercela dan jalan yang buruk&lt;/em&gt;.” (Al-Isra:32). Sebagian remaja lainnya membenarkan Hari Valentine karena toh merayakannya beramai-ramai dan nggak sampai berzina. Misalnya sekadar jalan-jalan bareng ke tempat wisata, makan-makan rame-rame di kafe atau nonton live music di hotel. Inipun tetap melanggar Islam karena Allah melarang kita untuk berikhtilat alias bercampur baur laki-laki perempuan yang tidak ada keperluan syar’i. Ini juga termasuk aktivitas hura-hura yang sangat dibenci Allah Swt.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan perayaan Valentine’s Day yang dilakukan sepasang suami istri? Setali tiga uang alias sama saja. Dalam hal ini mereka terkena hukum tasyabuh, yakni mengikuti kebiasaan orang kafir. Ya, sebab Valentine’s Day adalah hari raya milik orang kafir yang tidak boleh diikuti kaum muslimin. Perayaan hari besar adalah menyangkut masalah aqidah dan sama sekali tidak ada toleransi dalam hal ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alquran maupun Sunnah secara syar’i melarang tasyabuh dalam segala bentuk dan sifatnya, baik masalah aqidah, ibadah, budaya, maupun tingkah laku. Allah berfirman dalam Surat An-Nisaa: 115 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah juga bersabda “&lt;em&gt;Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alayhi amrunaa fa huwa raddun&lt;/em&gt;” yang artinya: “Siapa saja melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunanku, maka perbuatan itu akan tertolak” (HR Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine s Day mengatakan: merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) –semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,  berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati pada mereke. Allah Swt telah berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim&lt;/em&gt;.” (Al-Maidah: 51)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana dengan ucapan Be My Valentine? Ken Sweiger dalam artikel Should Biblical Christians Observe It? (www.korrnet.org) mengatakan kata Valentine berasal dari Latin yang berarti “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa.” Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhannya bangsa Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my&lt;br /&gt;Valentine”, hal itu berarti memintanya menjadi Sang Maha Kuasa dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik alias menyekutukan Allah Swt.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau sekadar memberi ucapan selamat merayakan Hari Valentine? Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati haram hukumnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu menunjukkan dukungan dan restunya pada ritual agama lain. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Saw saat keluar menuju perang Khaibar, melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath. Biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami &lt;em&gt;Dzaatu Anwaath&lt;/em&gt;, sebagaimana mereka mempunyai &lt;em&gt;Dzaatu Anwaath&lt;/em&gt;.” Maka Rasulullah&lt;br /&gt;Saw bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, Buatkan untuk kami Tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan&lt;br /&gt;mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelaslah, tidak ada sedikitpun kebolehan bagi umat Islam untuk mengikuti kebiasaan orang kafir. Menyerupai orang kafir sama halnya dengan ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah&lt;br /&gt;nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap rakaat shalatnya&lt;br /&gt;membaca, “&lt;em&gt;Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&lt;/em&gt;“(Al-Fatihah:6-7)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan&lt;br /&gt;sesat itu dengan sukarela.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senjata Melenakan Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di abad milenium ini, Valentine’s Day sejatinya sengaja dijajakan ke penjuru dunia sebagai bagian dari skenario liberalisasi (kebebasan). Hari Kasih Sayang sengaja dicekokkan ke benak umat Islam untuk&lt;br /&gt;melenakan mereka dengan aktivitas yang melanggar syara’. Dengan aktivitas ini, sedikit demi sedikit umat Islam diarahkan untuk semakin menjauh dari aqidah Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah telah berfirman yang artinya:  “&lt;em&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang&lt;br /&gt;benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.&lt;/em&gt;” (TQS Al-Baqaroh: 120)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelas sudah bahwa mereka senantiasa benci kepada kita kecuali kita berpartisipasi pada acara ritual mereka, model pakaian dan pola pikir yang mereka miliki. Perayaan valentine adalah salah satu sarana mereka untuk memurtadkan kita secara perlahan tapi pasti, tanpa kita sadari. Karena itu, wahai kaum muslimin dan muslimah, jangan tertipu slogan kasih sayang yang menjerumuskan.[]&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Asri Supatmiati, Jurnalis.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-9153047995227695863?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/9153047995227695863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/menguak-tabir-valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/9153047995227695863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/9153047995227695863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/menguak-tabir-valentines-day.html' title='Menguak Tabir Valentine’s Day'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-7347633851235550313</id><published>2010-02-12T04:09:00.001-08:00</published><updated>2010-02-12T04:09:35.833-08:00</updated><title type='text'>Tolak Kedatangan Obama!</title><content type='html'>Presiden Amerika Serikat Barack Obama direncanakan akan datang ke Indonesia pada bulan maret mendatang. Masyarakat Indonesia menanggapinya dengan beragam. Ada yang menyambutnya dengan antusias, apalagi pemimpin negara adi kuasa itu pernah tinggal beberapa saat di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, banyak juga umat Islam yang menolak karena menganggap Obama tidak layak diberlakukan sebagai tamu mengingat sepak terjang Obama yang salama ini telah melakukan tindakan biadap dengan membantai saudara-saudara mereka di negri-negri Islam. Yang lain lagi, menganggapnya biasa-biasa saja karena hal itu dianggap wajar sebagai tamu kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kunjungan Obama ke Indonesia tidak hanya akan melakukan kunjungan kenegaraan, tetapi akan lebih dari itu, rumah masa kecilnya di kawasan Menteng dan menikmati nasi goreng nampaknya juga akan menjadi agenda Obama dalam kunjungannya ke Indonesia. Selain itu, rencananya Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan secara resmi meluncurkan US-Indonesia Comprehensive Partnership, sebuah inisiatif di mana Amerika Serikat akan memperluas dan memperkuat hubungan dengan Indonesia untuk menangani isu-isu regional dan global. (www.indomagz.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemitraan tersebut juga dimaksudkan untuk lebih merekatkan tali kerjasama kedua belah pihak. Tidak hanya menyangkut satu isu, namun juga hubungan yang lebih merata, baik di bidang energi, iptek, perdagangan, investasi, pendidikan, dan lain sebagainya. (detik.com 03/02/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada diskusi tentang penyusunan isi kemitraan komprehensif yang akan diluncurkan. kata Jurubicara Presiden, Dino Patti Djalal. Makna dari kunjungan adalah untuk mengintensifkan hubungan Indonesia-Amerika untuk beradaptasi dengan tantangan abad ke-21.(detik.com 03/02/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Obama &amp;amp; Yahudi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama adalah presiden Amerika Serikat terpilih menggantikan Presiden sebelumnya yakni George W. Bush yang kalah pada pemilu Amerika Serikat pada Tahun 2008. Kemenangan Obama juga tidak lepas dari campur tangan Yahudi, terbukti saat Ia menyampaikan pidatonya di depan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat yang bertujuan melobi Kongres Amerika Serikat dan badan eksekutif pemerintahan dengan tujuan menghasilkan kebijakan yang meningkatkan hubungan dekat antara Amerika Serikat dan Israel.&lt;br /&gt;Dalam pidatonya, Obama berjanji akan membasmi Hamas, akan menangkap membunuh Osama bin Laden dan menghancurkan Taliban, serta mendukung Israel. bahkan dalam dalam kampanyenya Obama menegaskan bahwa dirinya adalah "sahabat sejati" Israel”. Obama juga berucap Yerusalem seharusnya menjadi ibukota bagi negara Yahudi. (eramuslim.com 05/11/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Track record Obama setelah dilantik menjadi Presiden AS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di gadang-gadang oleh banyak pihak akan memberikan perubahan yang berarti bagi dunia Islam, ternyata obama malah melakukan tindakan yang sebaliknya. Bersamaan dengan dianugrahinya Nobel Perdamaian, Obama mengirimkan 30.000 tentaranya ke Afghanistan. Akibatnya, ribuan nyawa penduduk Afghanistan melayang, banyak diantaranya yang kini harus hidup di tempat pengungsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Obama dengan Amerikanya juga masih terlibat perang dengan Irak dan Pakistan, serta berusaha menancapkan pengaruhnya di Yaman, Bangladesh, baik secara langsung maupun lewat tentara bayaran (Blackwater).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Obama &amp;amp; Polugri Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika adalah penganut sekaligus pemimpin bagi Ideologi kapitalisme (sebagai fikrahnya) yang sekarang sedang berkuasa. Ideologi ini telah memiliki metode baku dalam politik luar negrinya, yakni penjajahan. Hal ini dengan berbagai macam bentuknya, bisa berupa penjajahan militer, ekonomi, politik, budaya dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, siapapun presidennya, ia hanya akan menjalankan metode politik luar negri AS tersebut. Baik berupa kebijakan militer seperti yang dilakukan di Afghanistan, Iraq maupun non militer seperti yang di terapkan di Indonesia dan negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa pentingnya Indonesia bagi AS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negri Muslim terbesar didunia. Secara geo-politik, Indonesia merupakan ancaman yang serius bagi AS jika berhasil bangkit dengan Ideologi Islam. Padahal sifat dari sebuah Ideologi jika sedang berkuasa adalah berusaha untuk tetap mempertahankan diri. Karenanya, melihat potensi Indonesia ini, adalah sangat wajar jika Amerika tidak tinggal diam. Dan tampaknya cara (uslub) yang masih cukup ampuh bagi Amerika Serikat adalah dengan melancarkan Isu war on terrorist dan tetap mengkampanyekan Islam moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geo-ekonomi Indonesia merupakan negri dengan SDA yang luar biasa. Setidaknya, ada Ada 60 cekungan besar minyak bumi dan gas, serta 11 yang sudah berproduksi yaitu: Cekungan Sumatera Utara, Cekungan Sunda, Cekungan Jawa Timur Laut, Cekungan Bone, Cekungan Kutai, Cekungan Seram, Cekungan Salawati dan Cekungan Bintuni, Cekungan Sibolga (tahap eksplorasi), Cekungan Bengkulu (tahap eksplorasi), Cekungan Jawa Selatan (tahap eksplorasi), Cekungan Bangai (tahap eksplorasi). Dari 11 yang sudah berproduksi dihasilkan minyak bumi sebesar 1,93 miliar barel dan gas bumi sebesar 107,5 TCF. (waspada.co.id 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan emas dan perak terdapat di Delta Kapuas, Kepulauan Riau, Pantai Sukabumi. Dan masih banyak lagi kekayaan alam yang di anugerahkan oleh Allah SWT kepada Indonesia. Maka, adalah penting kiranya bagi AS untuk tetap menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia. Dengan kata lain untuk tetap mengukuhkan hegemoninya di negri zamrud katulistiwa ini. Jadi sangat aneh kalau kunjugan presiden Amerika ini cuma sekedar ingin reunian ataupun makan bakso dan nasi goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Obama ke Indonesia, layak di tuntut hukuman mati, bukan di anggap sebagai tamu yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang ada tuntunan untuk menjamu tamu dengan baik. Namun perlu di ingat, Obama adalah pembunuh saudara-saudara kita di Iraq, Afghanistan dan negri-negri Islam lainnya, meskipun dia bukan eksekutornya namun Obama-lah yang menjadi komandonya (otaknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam jelas, pelaku pembunuhan yang tidak haq untuk di bunuh maka harus di jatuhi hukuman mati (lihat: QS. Al-Baqarah: ayat 2). Umar Bin Khatab &amp;amp; Ali Bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu baik dua orang atau lebih, baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutornya di lapangan, baik yang membunh langsung atau yang sekedar memegangi kurban, dan seterusnya, maka semuanya dikenai qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita tidak terima saudara-saudara kita telah banyak dibunuhnya, ia pantas disebut sebagai Presiden dengan tangan berdarah. Karena itu, kita layak untuk menuntut hukuman mati bagi Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Butuh Khilafah Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Namun tentunya kita tidak banyak berharap pada sistem kapitalisme yang di pakai oleh Indonesia dan negri-negri Islam lainnya ini mampu untuk mengadili Obama, serta menghentikan penindasan AS dan sekutunya pada dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi mereka, umat Islam membutuhkan persatuan Islam yang mampu menyatukan potensi Umat Islam untuk mengimbangi kekuatan global tersebut. Hal ini hanya bisa terjadi dengan adanya seorang khalifah yang menjadi pemimpin Negara khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mengharap kepada PBB, OKI maupun lembaga-lembaga internasional lainya yang terbukti mandul, namun dengan khilafah Islamiyah. Karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali bersungguh-sungguh untuk memperjuangkannya. InsyaAllah tidak lama lagi, pertolongan Allah itu sungguh dekat. Wallahu a'lam bi ash-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ali Mustofa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-7347633851235550313?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/7347633851235550313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/tolak-kedatangan-obama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7347633851235550313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7347633851235550313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/tolak-kedatangan-obama.html' title='Tolak Kedatangan Obama!'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-9098579281675923735</id><published>2010-02-11T02:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T02:07:13.200-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indonesia'/><title type='text'>Apakah di Indonesia Tidak Ada Kebebasan Beragama?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah di Indonesia individu-individu di halang-halangi melaksanakan keyakinan agamanya? Apaka di Indonesia individu dilarang melaksanakan ibadah, yang sesuai dengan keyakinan agamanya? Apakah individu dapat bebas berbuat melakukan penodaan terhadap agama? Seperti ada seseorang yang mengaku nabi, dan membawa ajaran baru, yang merupakan kreasi sang ‘nabi’ itu? &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya, sejumlah 7 kelompok LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), mengajukan gugatan uji materiil tentang UU Nomor 1 Tahun 1965, tentang larangan penodaan agama kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Kelompok 7 LSM itu, meminta kepada MK agar mencabut larangan itu, karena itu tidak sesuai dengan semangat kebebasan agama. Menurut mereka, hendaknya setiap individu bebas menjalankan keyakinannya, termasuk tidak dibatasinya eksistensi agama yang ada, sehingga di Indonesia agama-agama selain yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti Yahudi, Bahaisme, Zoroaster, Druze, Ahmadiyah dan lainnya, bisa eksis dan hidup di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesudah berlangsung pertemuan lintas agama internasional, yang berlangsung di Jakarta, dihadiri wakil-wakil pemimpin agama dari seluruh dunia, termasuk dari Amerika dan Eropa, sekarang berlangsung Konferensi Nasional Lintas Agama atau disebut Indonesia Conference on Religion and Peace, dan menilai negara gagal mempromosikan, melindungi, dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Bahkan, dalam banyak kasus, negara justru bertindak sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penilaian Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) itu, dilandasi pelarangan yang selama ini dilakukan negara terhadap aliran keagamaan dan keyakinan di masyarakat. Negara dinilai membiarkan kelompok atau organisasi keagamaan melakukan persekusi massasl atas kelompok keagamaan dan keyakinannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penilaian ICRP yang diwakili Siti Musdah Mulia saat bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, Selasa (9/2) di Istana Wapres, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Musdah didampingi Sekjen ICRP Johanes Hariyanto dan pengurus lainnya, antara l ain Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kami menyampaikan keprihatinan kekerasan terkait agama di negeri ini. Oleh karena itu, kami menghimbau agar pemerintah lebh tegas lagi untuk menindak oknum yang melakukan kekerasan dengan dalih agama. Negara ini adalah negara hukum”, ujar Musdah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam rekomendasinya, ICRP menyatakan secara umum Indonesia memiliki kemajuan berarti dalam konteks spirit kebebasan beragama. Ini terbukti dengan dilakukannya perubahan terhadap UUD 1945 yagn lebih ramah terhadap prinsip HAM dan kebebasan beragama. “Jugadengan diratifikasinya kovenan internasinal HAM dan politik serta konvensi internasional penghapusan diskriminasi ras dan etnis,yang menjamin kebebasan beragama”, kata Musdah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wapres Boediono mengakui masa transisi ini masih banyak masalah yang harus diperbaiki bersama. “Langkah ini tentunya upaya bersama untuk memperbaiki kualitas kebebasan beragama dan pelaksanaan HAM”, ucap Boediono. Menurut Yopie Staf Wapres Bidan Media ini, menyatakan, bahwa Wapres Boediono berjanji untuk rekomendasi itu kepada Presiden SBY, terkait dengan kebebasan beragama. “Pak Boediono sebelumnya juga akan berdiskusi dengan sejumlah menteri dan menyampaikannya ke sejumlah aparat”, kata Yopie.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dibagian lain, Johannes menuturkan, pembiarkan kekerasan terhadap kelompok penganut agama minoritas juga memprihatinkan ICRP. “Secara statistik justru tidak menurun, malah naik. Selama Januari 2010, kami sudah mencatat 20 pelanggaran terkait tempat ibadah”. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), jjuga mendatangi Komisi III DPR, mempertanyakan kebebasan beragama di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang, yang menjadi masalah, pendirian tempat-tempat ibadah, khususnya bagi kelompok Kristen dan Katholik, di mana di tempat itu, tidak terdapat pemeluknya, dan kalau ada jumlah sangat minim, dan kemudian menimbulkan protes warga. Ini sudah berlangsung di mana-mana. Bahkan, sejak awal Orde Baru, di tahun l969, berlangsung pertemuan tokoh-tokoh agama, yang akan membuat pengaturan dalam penyiaran (penyebaran), tetapi ditolak oleh kelompok Kristen dan Katholik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun, soal kekerasan yang terjadi, tidak selamanya berawal dari umat Islam. Seperti yang terjadi di Maluku Utara, Ambon dan Poso, yang melakukan kekerasan dengan menyerang dan membunuh umat Islam adalah kelompok Kristen terlebih dahulu. Bahkan, pembantaian suku Madura di Sanggo Ledo (Kalimantan Barat), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah), yang dilakukan suku Dayak. Siapa dibelakang gerakan pembantaian suku Madura itu, yang umumnya penganut agama Islam? Ribuan orang Madura yang tewas dalam konflik itu. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang berbicara tentang pelanggaran HAM?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi siapa yang memulai dan melakukan kekerasan itu? Seperti yang terjadi di Philipina Selatan, Thailand Selatan, Kashmir, Iraq, Afghanistan, Somalia, Sudan Selatan, Palestina, Bosnia, dan Albania? Presiden AS George Walker Bush, menyerang Iraq, mengaku atas perintah agama (Kristen),dan mengatakan sebagai ‘crusade’ ([perang salib).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, kalau ada orang yang mengaku ‘nabi’ dan mempunyai ajaran ‘kitab’, tidak bisa dilarang dan ditangkap? Betapa banyak ‘nabi’ di Indonesia yang akan membawa agama baru nanti?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengapa selalu yang mendapatkan tudingan melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM adalah umat Islam? (eramuslim.com, 10/2/2010)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-9098579281675923735?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/9098579281675923735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/apakah-di-indonesia-tidak-ada-kebebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/9098579281675923735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/9098579281675923735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/apakah-di-indonesia-tidak-ada-kebebasan.html' title='Apakah di Indonesia Tidak Ada Kebebasan Beragama?'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-7459771563832466694</id><published>2010-02-10T21:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T22:03:00.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Pergaulan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqih'/><title type='text'>Imlek Adalah Hari Raya Agama Kafir Bukan Sekedar Tradisi : Haram Atas Muslim Turut Merayakannya</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda mungkin pernah mendengar pernyataan begini. Bahwa Imlek itu hanyalah tradisi dan bukan bagian ajaran agama tertentu. Karenanya umat Islam khususnya yang beretnis Tionghoa boleh-boleh saja merayakan Imlek. Benarkah Imlek hanya tradisi? Apakah boleh muslim turut merayakan Imlek? Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan persoalan ini kepada umat Islam, dengan menelaah ajaran agama Khonhuchu, serta menelaah hukum syariah Islam yang terkait dengan keterlibatan kaum muslimin dalam perayaan hari raya agama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Imlek Bagian Ajaran Agama Khonghucu, Bukan Sekedar Tradisi Tionghoa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang tak jarang kita dengar dari orang Tionghoa, termasuk tokoh-tokohnya yang sudah masuk Islam, bahwa Imlek itu sekedar tradisi. Tidak ada hubungannya dengan ajaran suatu agama, sehingga umat Islam boleh turut merayakannya. Sebagai contoh, Sekretaris Umum DPP PITI (Pembina Iman Tauhid Islam), H. Budi Setyagraha (Huan Ren Cong), pernah menyatakan bahwa Imlek adalah tradisi menyambut tahun baru penanggalan Cina, datangnya musim semi, dan musim tanam di daratan Cina. H. Budi Setyagraha berkata,”Imlek bukan perayaan agama.” (Lihat “Sekjen DPP PITI : Rayakan Imlek Jangan Berlebihan”, &lt;em&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/em&gt;, Selasa, 13 Pebruari 2007, hal. 2).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kita mendalami agama Khonghucu, khususnya mengenai hari-hari rayanya, akan terbukti bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Sebab sebenarnya Imlek adalah bagian integral dari ajaran agama Khonghucu, bukan semata-mata tradisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam bukunya &lt;em&gt;Mengenal Hari Raya Konfusiani &lt;/em&gt;(Semarang : Effhar &amp;amp; Dahara Prize, 2003) hal. vi-vii&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; Hendrik Agus Winarso menyebutkan bahwa masyarakat kurang memahami Hari Raya Konfusiani. Kata beliau mencontohkan,”&lt;em&gt;Misalnya Tahun Baru Imlek dianggap sebagai tradisi orang Tionghoa&lt;/em&gt;.” Dengan demikian, pandangan bahwa Imlek adalah sekedar tradisi, yang tidak ada hubungannya dengan agama, menurut penulis buku tersebut, adalah suatu kesalahpahaman (&lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;., hal. v).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam buku yang diberi kata sambutan oleh Ketua MATAKIN tahun 2000 Hs. Tjhie Tjay Ing itu, pada hal. 58-62, Hendrik Agus Winarso telah membuktikan dengan meyakinkan bahwa Imlek adalah bagian ajaran Khonghucu. Hendrik Agus Winarso menerangkan, Tahun Baru Imlek atau disebut juga &lt;em&gt;Sin Cia&lt;/em&gt;, merupakan momentum untuk memperbarui diri. Momentum ini, kata beliau, diisyaratkan dalam salah satu kitab suci Khonghucu, yaitu Kitab &lt;em&gt;Lee Ki&lt;/em&gt;, bagian &lt;em&gt;Gwat Ling&lt;/em&gt;, yang berbunyi :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hari permulaan tahun (&lt;strong&gt;Liep Chun&lt;/strong&gt;) jadikanlah sebagai Hari Agung untuk bersembahyang besar ke hadirat &lt;strong&gt;Thian&lt;/strong&gt;, karena Maha Besar Kebajikan &lt;strong&gt;Thian&lt;/strong&gt;. Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia…&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Tiong Yong XV : 1-5&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Lihat Hendrik Agus Winarso, &lt;em&gt;Mengenal Hari Raya Konfusiani, &lt;/em&gt;[Semarang : Effhar &amp;amp; Dahara Prize, 2003], hal. 60-61).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis buku tersebut lalu menyimpulkan Imlek adalah bagian ajaran Khonghucu. Beliau mengatakan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dengan demikian, menyambut Tahun Baru bagi umat Khonghucu Indonesia mengandung arti ketakwaan dan keimanan.” (&lt;em&gt;ibid.,&lt;/em&gt;hal. 61).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka tidaklah benar pendapat yang menyebutkan bahwa Imlek hanya sekedar tradisi orang Tionghoa, atau Imlek bukan perayaan agama. Yang benar, Imlek justru adalah bagian ajaran agama Khonghucu, bukan sekedar tradisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lagi pula, harus kami tambahkan bahwa boleh tidaknya seorang muslim melakukan sesuatu, tidaklah dilihat apakah sesuatu itu berasal dari tradisi atau ataukah dari agama. Seakan-akan kalau berasal dari tradisi hukumnya boleh-boleh saja dilakukan, sementara kalau dari agama lain hukumnya tidak boleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Standar semacam itu sungguh batil dan tidak ada dalam Islam. Karena standar yang benar menurut Islam, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-A’raaf [7] : 3&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat “&lt;em&gt;maa unzila ilaykum min rabbikum”&lt;/em&gt; dalam ayat di atas yang berarti “&lt;em&gt;apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”, &lt;/em&gt;artinya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. (&lt;em&gt;Tafsir Al-Baidhawi&lt;/em&gt;, [Beirut : Dar Shaadir], Juz III/2).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi suatu perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, tolok ukurnya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Apa saja yang benar menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti boleh dikerjakan. Sebaliknya apa saja yang batil menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, berarti tidak boleh dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kalau kita hendak menilai perbuatan muslim turut merayakan Imlek menurut Islam, tolok ukurnya harus benar. Yaitu harus kita lihat adalah apakah perbuatan itu boleh atau tidak menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bukan melihat apakah Imlek itu dari tradisi atau dari agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh kalau seorang muslim menggunakan tolok ukur tadi, yaitu melihat sesuatu itu dari tradisi atau agama, ia akan tersesat. Sebab suatu tradisi tidak selalu benar, adakalanya ia bertentangan dengan Islam dan adakalanya sesuai dengan Islam. Contoh, &lt;em&gt;free sex&lt;/em&gt; pada masyarakat Barat yang Kristen. &lt;em&gt;Free sex&lt;/em&gt; jelas telah menjadi tradisi Barat, meski perbuatan kotor itu bukan bagian agama Kristen/Katholik, karena agama ini pun mengharamkan zina. Lalu, apakah karena &lt;em&gt;free sex&lt;/em&gt; itu sekedar tradisi, dan bukan agama, lalu umat Islam boleh melakukannya? Jelas tetap tidak boleh, bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walhasil, mari kita gunakan barometer yang benar untuk menilai suatu perbuatan. Barometernya, bukan dilihat dari segi asalnya apakah suatu perbuatan itu dari tradisi atau agama, melainkan dilihat dari segi boleh tidaknya perbuatan itu menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah. Inilah pandangan yang haq, tidak ada yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Haram Atas Muslim Turut Merayakan Imlek&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, termasuk Imlek, baik dengan mengikuti ritual agamanya maupun tidak, termasuk juga memberi ucapan selamat &lt;em&gt;Gong Xi Fat Chai&lt;/em&gt;. Semuanya haram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Suyuthi berkata,”&lt;em&gt;Juga termasuk perbuatan mungkar, yaitu turut serta merayakan hari raya orang Yahudi, hari raya orang-orang kafir, hari raya selain orang Arab [yang tidak Islami], ataupun hari raya orang-orang Arab yang tersesat. Orang muslim tidak boleh melakukan perbuatan itu, sebab hal itu akan membawa mereka ke jurang kemungkaran…”&lt;/em&gt; (Imam Suyuthi, &lt;em&gt;Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` &lt;/em&gt;(terj.), hal. 91).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khusus mengenai memberi ucapan selamat, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,”&lt;em&gt;Adapun memberi ucapan selamat yang terkait syiar-syiar kekufuran yang menjadi ciri khas kaum kafir, hukumnya haram menurut kesepakatan ulama, misalnya memberi selamat atas hari raya atau puasa mereka.&lt;/em&gt;..” (&lt;em&gt;Ahkam Ahli Adz-Dzimmah&lt;/em&gt;, [Beirut : Darul Kutub Al-'Ilmiyah], 1995, Juz I/162).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalil Al-Qur`an yang mengharamkan perbuatan muslim merayakan hari raya agama kafir di antaranya firman Allah SWT :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Furqan [25] : 72&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat &lt;em&gt;“laa yasyhaduuna az-zuur”&lt;/em&gt; dalam ayat tersebut menurut Imam Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah tidak menghadiri kebohongan (&lt;em&gt;az-zuur&lt;/em&gt;), bukan memberikan kesaksian palsu. Dalam bahasa Arab, memberi kesaksian palsu diungkapkan dengan kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;yasyhaduuna bi az-zuur&lt;/em&gt;. &lt;/strong&gt;Jadi ada tambahan huruf jar yang dibaca &lt;em&gt;bi&lt;/em&gt;. Bukan diungkapkan dengan kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;yasyhaduuna az-zuur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (tanpa huruf jar &lt;em&gt;bi&lt;/em&gt;). Maka ayat di atas yang berbunyi “&lt;em&gt;laa yasyhaduuna az-zuur”&lt;/em&gt; artinya yang lebih tepat adalah ” tidak menghadiri kebohongan”, bukannya ” memberikan kesaksian palsu.” (M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, &lt;em&gt;Mukhtarat min Kitab Iqtidha` Shirathal Mustaqim&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Mukhalafati Ash-habil Jahim &lt;/em&gt;(terj.), hal. 59-60)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedang kata “&lt;em&gt;az-zuur&lt;/em&gt;” (kebohongan) itu sendiri oleh sebagian tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah artinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuthi, &lt;em&gt;Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` &lt;/em&gt;(terj.), hal. 91-95).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Natal, Waisak, Paskah, Imlek, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Suyuthi berdalil dengan dua ayat lain sebagai dasar pengharaman muslim turut merayakan hari raya agama lain (Lihat Imam Suyuthi, &lt;em&gt;ibid.&lt;/em&gt;, hal. 92). Salah satunya adalah ayat :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu [Muhammad] mengikuti keinginan mereka setelah datangnya ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Baqarah [2] : 145&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Imam Suyuthi, larangan pada ayat di atas tidak hanya khusus kepada Nabi SAW, tapi juga mencakup umat Islam secara umum. Larangan tersebut adalah larangan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh atau orang kafir [seperti turut merayakan hari raya mereka]. Sedangkan yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya (Lihat Imam Suyuthi, &lt;em&gt;ibid.&lt;/em&gt;, hal. 92).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun dalil As-Sunnah, antara lain Hadits Nabi SAW,&lt;em&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;HR Abu Dawud&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits ini Islam telah mengharamkan muslim untuk menyerupakan dirinya dengan kaum kafir pada hal-hal yang menjadi ciri khas kekafiran mereka, seperti hari-hari raya mereka. Maka dari itu, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari-hari raya agama lain (Lihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, &lt;em&gt;Penjelasan Tuntas Hukum Seputar Perayaan&lt;/em&gt;, [Solo : Pustaka Al-Ummat], 2006, hal. 76).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan Imlek dalam segala bentuk dan manifestasinya. Haram bagi muslim ikut-ikutan mengucapkan &lt;em&gt;Gong Xi Fat Chai&lt;/em&gt; kepada orang Tionghoa, sebagaimana haram bagi muslim menghiasi rumah atau kantornya dengan lampion khas Cina, atau hiasan naga dan berbagai asesoris lainnya yang serba berwarna merah. Haram pula baginya mengadakan berbagai macam pertunjukan untuk merayakan Imlek, seperti &lt;em&gt;live band&lt;/em&gt;, karaoke mandarin, demo masak, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua bentuk perbuatan tersebut haram dilakukan oleh muslim, karena termasuk perbuatan merayakan hari raya agama kafir yang telah diharamkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Himbauan Kepada Muslim Etnis Tionghoa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terakhir, kami sampaikan seruan dan himbauan kepada saudara-saudaraku muallaf dari etnis Tionghoa, hendaklah Anda masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhannya (&lt;em&gt;kaffah&lt;/em&gt;). Janganlah Anda -semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Anda semua- mengikuti langkah-langkah setan, yakni masuk ke dalam agama Islam namun masih mempertahankan sebagian ajaran lama yang dulu Anda peluk dan Anda amalkan, seperti perayaan Imlek. Marilah kita renungkan firman Allah SWT :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Al-Baqarah [2] : 208&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam bi al-shawab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-7459771563832466694?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/7459771563832466694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/imlek-adalah-hari-raya-agama-kafir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7459771563832466694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7459771563832466694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/imlek-adalah-hari-raya-agama-kafir.html' title='Imlek Adalah Hari Raya Agama Kafir Bukan Sekedar Tradisi : Haram Atas Muslim Turut Merayakannya'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-2416050513729966278</id><published>2010-02-09T01:49:00.001-08:00</published><updated>2010-02-09T01:49:37.287-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariah pemerintahan'/><title type='text'>Sistem pemerintahan Islam yang diwajibkan oleh Tuhan alam semesta adalah sistem Khilafah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem pemerintahan Islam yang diwajibkan oleh Tuhan alam semesta adalah sistem Khilafah. Di dalam sistem Khilafah ini Khalifah diangkat melalui baiat berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya untuk memerintah sesuai dengan wahyu yang Allah turunkan. Dalil-dalil yang menunjukkan kenyataan ini sangat banyak, diambil dari al-Kitab, as-Sunnah, dan Ijmak Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Dalil dari al-Kitab di antaranya bahwa Allah SWT telah berfirman menyeru Rasul saw.:&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, putuskanlah perkara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS al-Maidah [5]: 48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah Allah turunkan kepadamu".&lt;/i&gt; (QS al-Maidah [5]: 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Allah SWT kepada Rasul saw. untuk memutuskan perkara di tengah-tengah mereka sesuai dengan wahyu yang telah Allah turunkan juga merupakan seruan bagi umat Beliau. Mafhûm-nya adalah hendaknya kaum Muslim mewujudkan seorang hakim (penguasa) setelah Rasulullah saw. untuk memutuskan perkara di tengah-tengah mereka sesuai dengan wahyu yang telah Allah turunkan. Perintah dalam seruan ini bersifat tegas karena yang menjadi obyek seruan adalah wajib. Sebagaimana dalam ketentuan ushul, ini merupakan indikasi yang menunjukkan makna yang tegas. Hakim (penguasa) yang memutuskan perkara di tengah-tengah kaum Muslim setelah wafatnya Rasulullah saw. adalah Khalifah, sedangkan sistem pemerintahannya adalah sistem Khilafah. Apalagi penegakan hukum-hukum hudûd dan seluruh ketentuan hukum syariah adalah wajib. Kewajiban ini tidak akan terlaksana tanpa adanya penguasa/hakim, sedangkan kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka keberadaan sesuatu itu hukumnya menjadi wajib. Artinya, mewujudkan penguasa yang menegakkan syariah hukumnya adalah wajib. Dalam hal ini, penguasa yang dimaksud adalah Khalifah dan sistem pemerintahannya adalah sistem Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari as-Sunnah, di antaranya adalah apa yang pernah diriwayatkan dari Nafi’. Ia berkata: Abdullah bin Umar telah berkata kepadaku: Aku mendengar Rasulullah saw. pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةً لَهُ وَ مَنْ مَاتَ وَ لَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat kelak tanpa memiliki hujjah, dan siapa saja yang mati, sedangkan di pundaknya tidak terdapat baiat (kepada Khalifah), maka ia mati seperti kematian Jahiliah."&lt;/i&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. telah mewajibkan kepada setiap Muslim agar dipundaknya terdapat baiat. Beliau juga menyifati orang yang mati, yang di pundaknya tidak terdapat baiat, sebagai orang yang mati seperti kematian Jahiliah. Baiat tidak akan terjadi setelah Rasulullah saw. kecuali kepada Khalifah, bukan kepada yang lain. Hadis tersebut mewajibkan adanya baiat di atas pundak setiap Muslim, yakni adanya Khalifah yang dengan eksistensinya itu terealisasi adanya baiat di atas pundak setiap Muslim. Imam Muslim menuturkan riwayat dari al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw., bahwa Nabi saw. pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَ يُتَّقَى بِهِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung  kepadanya."&lt;/i&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim telah menuturkan riwayat dari Abi Hazim yang berkata: Aku mengikuti majelis Abu Hurairah selama lima tahun. Aku pernah mendengar ia menyampaikan hadis dari Nabi saw. yang bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ، قَالُوا: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: فُوْا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para Khalifah, yang berjumlah banyak.” Para Sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. bersabda, “Penuhilah baiat yang pertama, yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus.” &lt;/i&gt;(HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis-hadis ini terdapat sifat bagi Khalifah sebagai junnah (perisai) atau wiqâyah (pelindung). Sifat yang diberikan oleh Rasul saw. bahwa Imam adalah perisai merupakan ikhbâr (pemberitahuan) yang mengandung pujian terhadap eksistensi seorang imam/khalifah. Ikhbâr ini merupakan tuntutan karena ikhbâr dari Allah dan Rasul saw., jika mengandung celaan, merupakan tuntutan untuk meninggalkan, yakni larangan; jika mengandung pujian, merupakan tuntutan untuk melakukan. Jika aktivitas yang dituntut itu pelaksanaannya memiliki konsekuensi terhadap tegaknya hukum syariah atau pengabaiannya memiliki konsekuensi terabaikannya hukum syariah, maka tuntutan itu bersifat tegas. Dalam hadis ini juga terdapat ikhbâr, bahwa orang yang mengurus kaum Muslim adalah para khalifah, yang berarti, hadis ini merupakan tuntutan untuk mengangkat khalifah. Apalagi Rasul saw. telah memerintahkan kaum Muslim untuk menaati para khalifah dan memerangi siapa saja yang hendak merebut jabatan dalam kekhalifahannya. Perintah Rasul saw. ini berarti perintah untuk mengangkat khalifah sekaligus menjaga eksistensi kekhalifahannya dengan cara memerangi semua orang yang hendak merebut kekuasaannya. Imam Muslim telah menuturkan riwayat bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«وَ مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَ ثَمْرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اِسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرٌ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوْا عُنُقَ اْلآخَرِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Siapa saja yang telah membaiat seorang imam/khalifah serta telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sesuai dengan kemampuannya. Lalu jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya, maka penggallah leher (bunuhlah) orang itu."&lt;/i&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, perintah untuk menaati Imam/Khalifah merupakan perintah untuk mengangkatnya, dan perintah untuk memerangi siapa saja yang hendak merebut kekuasaan Khalifah menjadi qarînah (indikasi) yang tegas di seputar keharusan untuk mewujudkan hanya seorang khalifah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil berupa Ijmak Sahabat maka para Sahabat—semoga Allah meridhai mereka—telah bersepakat atas keharusan mengangkat seorang khalifah (pengganti) bagi Rasulullah saw. setelah Beliau wafat. Mereka telah bersepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah, lalu Umar bin al-Khaththab, sepeninggal Abu Bakar, dan kemudian Utsman bin Affan. Sesungguhnya tampak jelas penegasan Ijmak Sahabat terhadap kewajiban pengangkatan khalifah dari sikap mereka yang menunda penguburan jenazah Rasulullah saw. saat Beliau wafat; mereka lebih menyibukkan diri untuk mengangkat khalifah (pengganti) Beliau, padahal menguburkan jenazah setelah kematiannya adalah wajib. Para Sahabat, yang berkewajiban mengurus jenazah Rasul saw. dan menguburnya, ternyata sebagian dari mereka lebih menyibukkan diri untuk mengangkat khalifah dan menunda penguburan jenazah Beliau; sebagian yang lain membiarkan penundaan itu; mereka sama-sama ikut serta dalam penundaan pengebumian jenazah Rasul saw. sampai dua malam. Padahal mereka mampu mengingkarinya dan mampu menguburkan jenazah Rasulullah saw. Rasul saw. wafat pada waktu dhuha hari Senin dan belum dikuburkan selama malam Selasa hingga Selasa siang saat Abu Bakar dibaiat. Kemudian jenazah Rasul dikuburkan pada tengah malam, malam Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, penguburan jenazah Rasul saw. itu ditunda selama dua malam, dan Abu Bakar dibaiat terlebih dulu sebelum penguburan jenazah Rasul saw. Dengan demikian, realitas tersebut merupakan Ijmak Sahabat yang menunjukkan keharusan untuk lebih menyibukkan diri untuk mengangkat khalifah daripada menguburkan jenazah. Hal itu tidak akan terjadi kecuali bahwa mengangkat khalifah lebih wajib daripada mengebumikan jenazah. Para Sahabat seluruhnya juga telah berijmak sepanjang kehidupan mereka mengenai kewajiban mengangkat khalifah. Meski mereka berbeda pendapat mengenai seseorang yang dipilih sebagai khalifah, mereka tidak berbeda pendapat sama sekali atas kewajiban mengangkat khalifah, baik ketika Rasul saw. wafat maupun saat Khulafaur Rasyidin wafat. Walhasil, Ijmak Sahabat ini merupakan dalil yang jelas dan kuat atas kewajiban mengangkat khalifah. [Sumber: Struktur Negara Khilafah ]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;syabab.com&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-2416050513729966278?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/2416050513729966278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/sistem-pemerintahan-islam-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/2416050513729966278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/2416050513729966278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/sistem-pemerintahan-islam-yang.html' title='Sistem pemerintahan Islam yang diwajibkan oleh Tuhan alam semesta adalah sistem Khilafah'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-4850863385502101201</id><published>2010-02-07T22:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T22:15:54.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah tokoh sahabat nabi'/><title type='text'>Berapa Gaji Khalifah Islam?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika diangkat sebagai khalifah, tepat sehari sesudahnya Abu Bakar r.a. terlihat berangkat ke pasar dengan barang dagangannya. Umar kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkan bahwa di tangan Abu Bakar sekarang terpikul beban kenegaraan yang berat. “Mengapa kau masih saja pergi ke pasar untuk mengelola bisnis? Sedangkan negara mempunyai begitu banyak permasalahan yang harus dipecahkan…” sentil Umar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, Abu Bakar tersenyum. “Untuk mempertahankan hidup keluarga,” ujarnya singkat. “maka aku harus bekerja.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kejadian itu membuat Umar berpikir keras. Maka ia pun, bersama sahabat yang lain berkonsultasi dan menghitung pengeluaran rumah tangga khalifah sehari-hari. Tak lama, mereka menetapkan gaji tahunan 2,500 dirham untuk Abu Bakar, dan kemudian secara bertahap, belakangan ditingkatkan menjadi 500 dirham sebulan. Jika dikonversikan pada rupiah, maka gaji Khalifah Abu Bakar hanya sebebsar Rp. 72 juta dalam setahun, atau sekitar Rp 6 juta dalam sebulan. Sekadar informasi, nilai dirham tidak pernah berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun gaji khalifah sebesar itu, Abu Bakar tidak pernah mengambil seluruhnya gajinya. Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar, “Aku ingin membeli sedikit manisan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Bakar menyahut, “Aku tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istrinya berkata, “Jika engkau ijinkan, aku akan mencoba untuk menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga aku dapat membeli manisan itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Bakar menyetujuinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian uang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Abu Bakar berkata, “Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita.” Lalu Abu bakar mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, uang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat wafatnya, Abu Bakar hanya mempunyai sebuah sprei tua dan seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada penggantinya, Umar bin Khattab. Umar pernah mengatakan, “Aku selalu saja tidak pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam beramal shaleh.”(sa/berbagaisumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-4850863385502101201?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/4850863385502101201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/berapa-gaji-khalifah-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/4850863385502101201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/4850863385502101201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/berapa-gaji-khalifah-islam.html' title='Berapa Gaji Khalifah Islam?'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-6271296773505213178</id><published>2010-02-01T00:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T00:40:38.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional eropa'/><title type='text'>Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke senatero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya. (eramuslim.com, 1/2/2010)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-6271296773505213178?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/6271296773505213178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/sang-pencetus-larangan-masjid-di-swiss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6271296773505213178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6271296773505213178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/02/sang-pencetus-larangan-masjid-di-swiss.html' title='Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-1433199488525434133</id><published>2010-01-31T07:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T07:12:00.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqafah Pemikiran Kapitalisme'/><title type='text'>Kerapuhan Sistem Finansial Kapitalis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : H. Dwi Condro Triono, SP., M.Ag** &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas ekonomi senantiasa berputar dalam dua kelompok pasar. Pasar yang pertama disebut &lt;strong&gt;pasar barang&lt;/strong&gt;, yang terdiri dari pasar barang dan jasa. Pasar yang kedua disebut &lt;strong&gt;pasar faktor produksi&lt;/strong&gt;, yang terdiri dari pasar lahan, pasar tenaga kerja dan pasar keuangan. Keberadaan pasar faktor produksi tentu saja adalah untuk mendukung keberadaan pasar barang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, dalam perkembangan sistem ekonomi kapitalisme, ada pasar salah satu dari pasar faktor produksi yang mengalami perkembangan teramat pesat. Pasar tersebut tidak lain adalah pasar keuangan atau yang biasa dikenal dengan &lt;em&gt;financial market&lt;/em&gt;. Pesatnya perkembangan pasar ini bahkan sampai mengakibatkan pasar ini terlepas dari induknya, kemudian menjadi pasar yang berkembang sendiri. Keberadaan pasar ini kemudian dikenal dengan &lt;strong&gt;pasar non riil&lt;/strong&gt;, sebagai lawan dari &lt;strong&gt;pasar riil&lt;/strong&gt; atau pasar barang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan pasar keuangan ini berkembang dengan sangat luas dan sangat kompleks, sehingga menjadi sebuah pasar yang berjalan dengan sebuah mekanisme atau sistem yang teramat rumit. Sistem ini kemudian dikenal dengan &lt;strong&gt;sistem finansial/keuangan&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;financial system&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memahami keberadaan sistem ini memang tidak mudah. Namun, dapat kita mulai dengan pendekatan filosofi yang paling sederhana, yaitu dimulai dengan memahami hakikat dari pasar uang itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita memahami secara sekilas tentang seluk beluk dari pasar uang tersebut, barulah kita akan membahas secara agak lebih mendalam, mengapa sistem keuangan dalam sistem ekonomi kapitalisme tersebut sangatlah rapuh dan senantiasa menjadi sumber krisis ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. PENGERTIAN PASAR UANG&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memahami apa yang dimaksud dengan pasar uang, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan &lt;strong&gt;pasar &lt;/strong&gt;menurut teori ekonomi. Pasar menurut teori ekonomi pasar adalah segala hal yang mencakup berbagai pertemuan antara &lt;strong&gt;permintaan &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;penawaran&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari definisi pasar tersebut, sekarang kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan pasar uang. Jika dalam pasar secara umum mencakup semua transaksi, maka di dalam pasar uang, yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang (untuk dibelanjakan barang dan jasa) untuk jangka waktu tertentu (Boediono, 1992).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pasar tersebut akan terjadi transaksi pinjam-meminjam dana yang menimbulkan hubungan hutang-piutang. Sedangkan “barang” yang ditransaksikan tidak lain adalah secarik kertas berupa “surat hutang”. Selanjutnya, orang yang meminjam uang disebut &lt;strong&gt;debitur&lt;/strong&gt;, yaitu orang yang menjual surat utangnya kepada meminjamkan uang atau &lt;strong&gt;kreditur&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, dalam transaksi tersebut tentu akan menghasilkan “harga”. Apa yang dimaksud dari harga tersebut? “Harga” adalah harga penggunaan uang tersebut untuk jangka waktu tertentu. Harga tersebut dinyatakan dalam persen (%) per satuan waktu tertentu. Harga tersebut disebut dengan &lt;strong&gt;suku bunga&lt;/strong&gt; (tingkat bunga). Bunga tersebut dapat dianggap sebagai “sewa” atas penggunaan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari pengertian pasar uang tersebut, maka kita dapat memahami hakikat dari uang menurut pandangan ekonomi kapitalisme. Uang yang beredar di tengah-tengah kita, yang biasa dikenal dengan &lt;strong&gt;uang tunai &lt;/strong&gt;sesungguhnya adalah uang yang ditukar dengan surat hutang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Uang tunai tersebut sesungguhnya adalah pengertian dari uang dalam arti yang paling sempit, yaitu &lt;strong&gt;uang kartal&lt;/strong&gt; atau &lt;em&gt;currency&lt;/em&gt; (C). Sedangkan wujud uang yang lain, dalam pengertian yang lebih luas dikenal sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;M1 = C + DD (&lt;em&gt;demand deposits&lt;/em&gt;/uang giral)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;M2 = M1 + TD (&lt;em&gt;time deposits&lt;/em&gt;) + SD &lt;em&gt;(savings deposits&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;M3 = M2 + QM (&lt;em&gt;quasi money&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;L = &lt;em&gt;total liquidity&lt;/em&gt;, mencakup semua alat-alat yang ‘likuid’ yang ada di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan bila ditinjau dari perannya menciptakan uang yang beredar di tengah masyarakat, maka dikenal ada tiga pelaku utama, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Otorita Moneter, &lt;/strong&gt;yaitu pihak yang mempunyai peran sebagai sumber awal dari terciptanya uang beredar yang merupakan sumber ‘penawaran’ (&lt;em&gt;supply&lt;/em&gt;) uang kartal (C) untuk memenuhi ‘permintaan’ masyarakat dan sumber ‘penawaran’ yang dibutuhkan lembaga keuangan dalam bentuk cadangan bank (&lt;em&gt;bank reserves &lt;/em&gt;(R).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Lembaga keuangan&lt;/strong&gt; (bank dll), yaitu pihak yang menjadi sumber penawaran uang giral (DD), deposito berjangka (TD), simpanan tabungan (SD) dan aktiva keuangan lain yang ‘diminta’ masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Masyarakat&lt;/strong&gt; adalah konsumen terakhir dari uang tercipta yang digunakan untuk memperlancar kegiatan produksi, konsumsi dan pertukaran mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;III. KERAPUHAN SISTEM FINANSIAL KAPITALIS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita memahami sekilas tentang pasar uang, tibalah saatnya bagi kita untuk melihat kerapuhan dari sistem pasar keuangan yang telah diciptakan oleh sistem ekonomi kapitalisme tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan sistem keuangan tersebut menjadi sangat rapuh, sehingga senantiasa memunculkan problem bagi sistem ekonomi secara keseluruhan. Problem ekonomi yang senantiasa identik dengan sistem keuangan biasa dikenal dengan istilah &lt;strong&gt;inflasi&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Paling tidak ada 5 faktor yang menyebabkan sistem keuangan ini sangat rapuh, sehingga selalu menimbulkan masalah dalam ekonomi, bahkan tidak jarang telah menjadi sumber utama terjadinya krisis-krisis besar ekonomi dunia. Kelima faktor tersebut yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Keberadaan &lt;em&gt;Seignorage&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan yang diperoleh dari pencetakan mata uang dikenal dengan istilah &lt;em&gt;seignorage &lt;/em&gt;(Hifzur-Rab, 2002; Karim, 2002). Keuntungan yang mudah didapat dari pencetakan mata uang inilah yang akan mendorong bagi pemerintah untuk mencetak mata uang tanpa kendali, sehingga bisa melampaui penerimaan anggaran pendapatan pemerintah. Kebijakan ini biasa dikenal dengan istilah anggaran defisit. Kebijakan anggaran defisit dari pemerintah biasanya akan ditutup dengan hutang atau dengan mencetak uang baru (Tambunan, 1996). Jika pencetakan uang baru ini terus dilakukan, hal ini tentu akan menyebabkan terjadinya inflasi yang berterusan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Keberadaan Sistem Cadangan Sebagian&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Fractional Reserve System&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya ketentuan sistem cadangan sebagian (&lt;em&gt;fractional reserve system&lt;/em&gt;), Bank Umum diberi kewenangan yang besar untuk melipatgandakan uang (Rothbard, 2007). Sistem cadangan sebagian memberikan kewenangan pada Bank Umum untuk menciptakan “uang baru” melalui hutang (kredit) melebihi uang riil yang disimpan. Jumlah “uang baru” yang dapat dilipatgandakan melalui hutang oleh bank akan mengikuti rumus umumnya, yaitu (Sukirno, 2000): PU = D (1/FR); dimana PU: Penggandaan Uang; D: Deposito; FR: &lt;em&gt;Fractional Reserve&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, jika jumlah cadangan yang disyaratkan dimiliki setiap bank adalah 10%, dengan jumlah deposit Rp. 10 milyar, bank akan dapat menggandakan jumlah deposit menjadi Rp.100 milyar. Adanya kewenangan dari seluruh bank umum untuk melakukan proses penggandaan uang ini jelas akan mudah menimbulkan inflasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Keberadaan Suku Bunga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penetapan suku bunga yang bersifat pasti (&lt;em&gt;fix rate&lt;/em&gt;) dengan tanpa mempertimbangkan resiko bisnis, ternyata telah menimbulkan dampak buruk yang luar biasa bagi perekonomian. Krisis ekonomi yang melanda dunia tahun 2008 silam dapat menjadi contoh nyata untuk melihat betapa buruknya penggunaan sistem bunga tetap ini. Krisis ekonomi dunia yang banyak dipicu oleh skandal &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt; di AS, ternyata berawal dari “permainan” suku bunga ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Keberadaan Motif Spekulasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan suku bunga selain akan berdampak buruk kepada perekonomian, ternyata juga akan menyebabkan kegunaan uang semakin jauh dari hakikat yang sebenarnya. Mata uang akhirnya lebih banyak digunakan sebagai alat komoditi yang dapat diperjualbelikan, dari digunakan sebagai alat tukar untuk keperluan sektor ekonomi yang riil. Perubahan kegunaan mata uang tersebut telah memperbesar terjadinya praktik-praktik spekulasi dan selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya ekspansi permintaan mata uang (&lt;em&gt;money demand&lt;/em&gt;) yang cepat untuk keperluan-keperluan yang tidak produktif (Siregar, 2001).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal inilah menyebabkan uang tumbuh dengan cepat pada aktivitas di sektor tersebut. Hanya sekitar 5 % saja dari peredaran uang tersebut yang benar-benar untuk keperluan sektor riil. Uang dan derevasinya dapat tumbuh 800 kali lebih besar dibanding untuk keperluan di sektor riil. Fenomena inilah yang dapat menyebabkan terjadinya &lt;em&gt;bubble economy&lt;/em&gt;, yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menyebabkan terjadinya krisis ekonomi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(Lestari, 2005).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Keberadaan Sistem Nilai Tukar (&lt;em&gt;Kurs&lt;/em&gt;) Mata Uang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan mata uang yang berbeda-beda pada setiap negara akan menimbulkan adanya sistem nilai tukar mata uang (&lt;em&gt;exchange rate&lt;/em&gt;) atau lebih dikenal dengan istilah &lt;em&gt;kurs&lt;/em&gt; mata uang (Pass, Lowes &amp;amp; Davies, 1994; Karim, 2002). Adanya perbedaan kurs mata uang inilah yang menyebabkan terjadinya volatilitas nilai tukar yang tinggi. Pengaruh kurs tersebut selanjutnya tentu akan berdampak pada kinerja perdagangan internasional. Sebab, setiap terjadi perubahan nilai mata uang, tentu akan mempengaruhi harga dan daya saing produk suatu negara di pasaran internasional (Dornbusch, Fischer &amp;amp; Startz, 1998; Mishkin, 2001)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;IV. SISTEM FINANSIAL ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam sistem ekonomi Islam, disamping berisi tentang aturan-aturan ekonomi di sektor riil, tentu juga ada pengaturan dalam sistem keuangannya. Bangunan dasar dari sistem keuangan Islam adalah bahwa Islam mewajibkan bagi negara untuk mencetak mata uang yang terbuat dari &lt;strong&gt;emas &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;perak&lt;/strong&gt;. Namun demikian, disamping adanya kewajiban dalam pencetakan mata uang emas dan perak bagi negara tersebut, Islam juga memberikan ketentuan bagi negara untuk melakukan penjagaan terhadap mata uang tersebut agar penggunaannya senantiasa sesuai dengan aturan syara’, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Hanya menggunakan mata uang sebagai &lt;strong&gt;alat tukar&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;alat berjaga-jaga&lt;/strong&gt; saja (tidak untuk aktivitas spekulasi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Wajib memungut &lt;em&gt;zakat maal&lt;/em&gt; ke atas harta kekayaan (termasuk di dalamnya adalah mata uang yang disimpan), yang sudah sampai &lt;em&gt;nishob&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;haul&lt;/em&gt;nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Larangan menimbun mata uang (&lt;em&gt;kanzul maal&lt;/em&gt;), yaitu menyimpan uang tanpa ada &lt;em&gt;hajat&lt;/em&gt; tertentu untuk pembelanjaannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Larangan mengambil &lt;em&gt;riba nashiah &lt;/em&gt;(riba dalam utang-piutang).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.Larangan mengambil &lt;em&gt;riba fadhl &lt;/em&gt;(riba dalam tukar-menukar atau jual beli pada barang tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, seperti: jual beli mata uang, saham dsb. secara tidak kontan dan tidak berada di tempat).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Larangan jual beli yang mengandung unsur judi (&lt;em&gt;maysir&lt;/em&gt;), yaitu: jual beli mata uang, saham dsb. yang mengandung unsur spekulasi dan dilakukan secara tidak kontan dan tidak berada di tempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.Larangan jual beli barang dan jasa yang haram (&lt;em&gt;tabdzir&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Larangan menggunakan harta untuk berfoya-foya (&lt;em&gt;tarif&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Larangan untuk kikir (&lt;em&gt;taqtir&lt;/em&gt;) dalam membelanjakan hartanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;V. PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah penjelasan sekilas tentang kerapuhan dari sistem finansial yang berasal dari sistem ekonomi kapitalisme, serta solusinya menurut sistem ekonomi Islam. Walaupun sangat singkat, semoga dapat memberi gambaran awal bagi ummat Islam dalam mengelola sistem keuangannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu kajian ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Semoga ummat Islam senantiasa terdorong untuk terus mengkaji dan menyosialisasikan sistem keuangan Islam tersebut, sehingga ummat dapat segera menjadi sadar dan mau segera kembali kepada sistem keuangan Islam khususnya, dan secara umum tentu juga akan berkenan untuk kembali pada pengaturan kehidupan Islam secara menyeluruh. Amin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;= = = = =&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;*Makalah disampaikan dalam &lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kajian Tsaqofah Islam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Jum’at, 29 Januari 2010, di STEI Hamfara Jl Gurami no 31 Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;**Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia, Dosen STEI Hamfara Yogyakarta, dan Kandidat Doktor Ekonomi Universitas Kebangsaan Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-1433199488525434133?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/1433199488525434133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/kerapuhan-sistem-finansial-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1433199488525434133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1433199488525434133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/kerapuhan-sistem-finansial-kapitalis.html' title='Kerapuhan Sistem Finansial Kapitalis'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-1051562529123835295</id><published>2010-01-31T04:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T04:27:06.780-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Pergaulan'/><title type='text'>VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 180%; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Menurut pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;i&gt;Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)&lt;/span&gt;.” (Surah Al-An’am : 116)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;SEJARAH VALENTINE:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;PANDANGAN ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;“ &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”&lt;/span&gt;. (Surah Al-Isra : 36)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dalam Islam kata “&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;tahu&lt;/span&gt;” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hadis Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;:“ &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. PRINSIP / DASAR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan&lt;/span&gt; kematian St. Valentine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. SUMBER ASASI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;Valentine j&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;elas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Katakanlah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;3. TUJUAN&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepa&lt;/span&gt;da Valentine seola&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;h-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. &lt;/span&gt;Bahkan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt;bersabda&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; :“&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. OPERASIONAL&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada umumnya acara&lt;/span&gt; Valentine Day &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perhatikanlah firman &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”. (Surah Al Isra : 27) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) &lt;/span&gt;Valentine Day ?&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perhatikanlah Firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Semoga Allah memberikan kepada kita hidayah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Firman &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Allah s.w.t.:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;"&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;VALENTINE&lt;/span&gt;" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-1051562529123835295?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/1051562529123835295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/valentine-day-hari-berkasih-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1051562529123835295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1051562529123835295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/valentine-day-hari-berkasih-sayang.html' title='VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-1059007959763268679</id><published>2010-01-21T22:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T22:37:38.511-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Timur Tengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional Asia'/><title type='text'>Aljazeera Tayangkan Film Dokumenter: Ketakutan Rezim &amp; Meningkatnya Aktivitas Hizbut Tahrir di Asia Tengah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saluran televisi satelit Aljazeera berbahasa Inggris dalam pekan ini dalam sebuah program acara People &amp;amp; Power menayangkan sebuah film dokumenter tentang ‘ekstrimisme agama’ di Asia Tengah. Film yang dibuat oleh Michael Anderson tersebut mengungkap kenyataan kepalsuan dari rezim diktator di Asia Tengah yang melakukan berbagai upaya untuk menghentikan gerakan Hizbut Tahrir. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Michael Anderson adalah seorang ilmuwan politik dan wartawan yang telah menghabiskan bertahun-tahun di Asia Tengah telah membuat sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang situasi persoalan ekstrimisme di Asia Tegah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam wawancaranya kepada Ferghana.ru, Michael Anderson mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, dirinya telah mengamati bagaimana para diktator di Asia Tengah telah menggunakan ‘ancaman’ ini dari apa yang disebut ‘ekstrimisme’ untuk menindas siapa pun yang tidak setuju dengan mereka. “Hanya dengan label mereka ‘ekstrimis’ atau ‘teroris’”, kata Anderson.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, para politisi Barat ‘membeli’ propaganda dari orang-orang seperti diktator Uzbekistan Islam Karimov. Itulah diantara alasan, Anderson memutuskan untuk membuat film yang berjudul “Mitos Ekstrimisme Agama di Asia Tengah”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anderson mengatakan bahwa di Asia Tengah, sebelumnya ekstrimisme bukan ancaman, tetapi sekarang terjadi berkat orang-orang seperti Karimov. Pada tahun 1990-an, saat itu para pemimpin di Asia Tengah mulai memperingatkan terhadap apa yang disebut ‘ekstrimisme’ dan ‘radikalisme’, dan ancaman itu sangat terbatas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, Karimov dan kawan-kawannya telah menggunakan citra ekstrimisme Islam untuk menakut-nakuti penduduk lokal agar tunduk, seperti ‘hanya aku yang dapat melindungi Anda terhadap teroris Islam yang berbahaya ini’ sehingga atas nama stabilitas, demokrasi harus menunggu, katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anderson mengemukakan, Karimov seolah menambahkan pernyataanya ‘dan siapa pun yang berani mengkritik saya adalah seorang pengkhianat atau ekstrimis dan akan dilemparkan ke dalam penjada, disiksa, dll’.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Apa yang Terjadi Hari ini?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, menurut Anderson, sebagai akibat langsung dari penindasan rezim dan mereka gagal dalam kebijakan sosial dan ekonomi, ancaman dari ekstrimisme tersebut semakin meningkat. Rezim telah mengubah &lt;em&gt;nubuat &lt;/em&gt;mereka ke dalam kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Seperti banyak pakar analisis telah menujukkan, organisasi seperti Hizbut Tahrir memperoleh lebih banyak anggota sepanjang waktu. Dan lebih penting lagi, masih lebih banyak orang yang bersimpati dengan apa yang mereka usulkan, walaupun mereka bukan anggota dari organisasi ini,” kata Anderson kepada Ferghana.ru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia memberikan penekanan, “Tapi, dan ini sangat penting, sekalipun rekayasa primitif oleh para rezim di Asia Tengah, tak seorang pun pernah membuktikan bahwa Hizbut Tahrir telah benar-benar menggunakan kekerasan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam film dokumentar garapannya, Duta Besar OSCE Bishkek, Andrew Tesoriere, mengakatan kepadanya, “hak-hak orang dalam tahanan, bahkan walaupun orang-orang tersebut diduga terorisme, harus dihormati. Jika Anda tidak melakukan hal tersebut, Anda akan memperbanyak masalah ekstrimisme dan bahkan terorisme”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terkait tragedi Andijan, ia memberikan komentar, “Secara pribadi saya berpikir bahwa peristiwa Andijan pada 2005, dan sejumlah kecil demonstrasi dan penembakkan di Asia Tengah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa semakin banyak orang memang merasa terdong ke ekstrim.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan ketika Anda melihat apa yang para rezim di Asia Tengah lakukan kepada masyarakat, dapatkan Anda menyalahkan mereka?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kesan Terbesar: ‘Para Pahlawan&lt;/strong&gt;‘&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembuatan film dokumenternya itu, Anderson mengaku sangat berkesan terhadap para ‘pahlawan’ yang berani seperti para pembela hak asasi manusia, para pengacara, dan wartawan yang terus bertahan menghadapi rezim brutal tersebut. Padahal, rezim korum sering membahayakan kehidupan mereka, seperti yang terlihat hampir setiap pekan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kesan saya yang lain adalah bahwa kemanusian dan keluarga diperlakukan sangat brutal oleh rezim. Orang-orang bersalah dilemparkan ke dalam penjara selama 20 tahun untuk kejahatan yang semua orang tahu mereka tidak melakukannya, tanpa pengadilan yang layak, bahkan tanpa akses pengacara. Atau kebrutalan polisi, penyiksaan, atau…. Ini adalah kehidupan sehari-hari bagi ribuan orang tak berdosa di daerah tersebut,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ya, situasi yang terburuk di Uzbekistan, tetapi jelas, bahwa para pemimpin yang lainnya kini semakin mengambil ‘cara Uzbek’,” tambahnya lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Film yang diproduksi oleh Mulberry Media tersebut dapat disaksikan oleh seluruh kaum Muslim di seantero dunia di saluran televisi Al-Jazeera bahasa Inggris, mulai hari Rabu hingga Ahad pada acara People &amp;amp; Power, Kamis: 08.30/21.00/02.30 WIB, Jumat: 23.30 WIB, Sabtu: 10.30/03.00 WIB, dan Ahad: 12.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-1059007959763268679?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/1059007959763268679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/aljazeera-tayangkan-film-dokumenter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1059007959763268679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/1059007959763268679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/aljazeera-tayangkan-film-dokumenter.html' title='Aljazeera Tayangkan Film Dokumenter: Ketakutan Rezim &amp; Meningkatnya Aktivitas Hizbut Tahrir di Asia Tengah'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-5870936861386735135</id><published>2010-01-21T02:46:00.001-08:00</published><updated>2010-01-21T02:46:37.288-08:00</updated><title type='text'>TANDA-TANDA AMBRUKNYA PERADABAN BARAT, DAN KEMENANGAN ISLAM</title><content type='html'>[AL-ISLAM 490] Sejumlah ujian keimanan dan kesabaran kembali dialami umat Islam akhir-akhir ini, khususnya di sejumlah negara Barat seperti Inggris, Denmark, Swiss, Jerman, Prancis, Kanada, Belanda dan—tentu saja tak ketinggalan—Amerika Serikat. Selain pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum Muslim oleh pemerintahan negara-negara Barat yang memang sudah lama berlangsung, paling tidak, ada tiga bentuk ujian lain yang akhir-akhir ini diterima umat Islam di sana. &lt;p&gt;1. Pelarangan cadar/hijab/burqa. Di Prancis, pelarangan penggunaan cadar/hijab/burqa tinggal selangkah lagi. Prancis telah mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menjadikan penggunaan cadar (penutup wajah) di tempat umum sebagai sebuah bentuk pelanggaran, dengan ancaman denda sebesar 750 Euro, atau sekitar Rp 9 juta (Kantor Berita HT, 9/1/10). Warga Muslimah Prancis yang bercadar banyak yang mengeluh atas tekanan pemerintah yang terus-menerus dilakukan kepada mereka. Mereka merasa keberadaan mereka sebagai warga negara tak diakui dan cenderung dilecehkan (Eramuslim, 15/7/09). Sebelum Prancis, Jerman ‘lebih maju’ lagi. Tahun 2007, Pengadilan administratif Jerman mengesahkan larangan mengenakan jilbab di wilayah North Rhine-Westphalia. Sebelumnya, pengadilan yang sama juga memutuskan untuk mendukung larangan berjilbab. Dari 16 negara bagian di Jerman, delapan negara bagian menyatakan melarang jilbab (Eramuslim, 15/8/2007). Pada tahun 2007 pula, Pemerintah Kanada mengajukan proposal undang-undang berisi larangan Muslimah mencoblos dalam bilik suara Pemilu jika mengenakan cadar/burqa (Eramuslim, 29/10/07). Pemerintah Denmark baru-baru ini juga telah memutuskan membentuk sebuah komite untuk mengkaji fenomena cadar/burqa setelah adanya tuntutan dari kelompok konservatif di pemerintah Denmark yang mendesak adanya pelarangan penuh bagi Muslimah yang mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh di tempat umum (Eramuslim, 19/1/10). Di Belanda, tahun 2008 lalu, Kementerian Pendidikan Belanda pun mengajukan usulan kepada Parlemen agar memberlakukan larangan total terhadap cadar/burqa, baik di dalam maupun di luar sekolah. Pemerintah Belanda sendiri telah menyiapkan aturan berbusana di Negeri Kincir Angin itu dan akan melarang cadar di seluruh kantor kementeriannya (Eramuslim, 9/9/08).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Pelarangan menara masjid. Lebih dari 57 persen pemilih Swiss beberapa waktu lalu (29/11) telah menyetujui adanya pelarangan pembangunan menara masjid. Swiss People’s Party (SVP), partai terbesar di Swiss, telah memaksa rakyat Swiss untuk melakukan referendum (pemungutan suara). Menjelang referendum, sebuah masjid di Jenewa untuk ketiga kalinya dirusak selama kampanye anti-menara masjid, seperti dilaporkan media setempat hari Sabtu lalu (Eramuslim, 13/11/09). Seperti belum puas, Partai Rakyat Swiss (SVP) juga sedang menyiapkan kampanye-kampanye baru untuk membatasi ruang gerak kaum Muslim di negeri itu. Sejumlah tokoh SVP mengatakan bahwa mereka juga akan mendorong diberlakukannya larangan burqa, jilbab, sunat bagi perempuan dan melarang adanya dispensasi bagi Muslimah dalam pelajaran berenang. Larangan pembangunan menara masjid di Swiss telah bergema di seluruh Eropa, dengan adanya seruan di Belanda, Belgia dan Italia untuk melakukan referendum yang sama untuk melarang simbol-simbol Islam. Di Belgia kelompok sayap kanan Vlaams Belang mengatakan akan menyerahkan keputusan kepada DPRD Flemish untuk melarang menara-menara di negeri itu. Di Italia Liga Utara yang anti-imigran juga menyerukan larangan yang sama (Eramuslim, 1/12/09).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Penggeledahan warga Muslim. Setelah serangan bom bunuh diri di Yaman yang menewaskan sejumlah anggota badan intelijen Amerika Serikat (AS), AS kembali bersikap paranoid. Kini penumpang pesawat terbang yang berasal 14 negara yang diduga ’sumber teroris’ bakal diperiksa lebih ketat dari penumpang pesawat lainnya. Prosedur yang mulai berlaku efektif pada Senin (4/1) ini juga disebabkan oleh adanya percobaan peledakan pada Hari Raya Natal lalu. Saat itu seorang pria Nigeria bernama Abdulmutallab yang mengaku anggota kelompok Al-Qaeda berusaha meledakkan pesawat AS yang tengah menuju Detroit. Dampaknya, penumpang yang berasal dari negara yang dianggap oleh AS sebagai ’sponsor terorisme’ seperti Iran, Sudan, Suriah, Afghanistan, Algeria, Irak, Libanon, Libia, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Somalia dan Yaman bakal menjalani proses pemindaian yang ekstraketat. Hampir semua negara yang dicurigai itu merupakan negara Muslim. Para penumpang tersebut akan digeledah, tas mereka diperiksa dan tubuh mereka dipindai untuk mendeteksi adanya bahan yang mungkin dapat menjadi bahan peledak. (Media Indonesia, 4/1/2010). Front Kedua Penasihat antiterorisme Obama, John Brennan, memperingatkan. “Saya bukan ingin mengatakan bahwa AS membuka front kedua. Ini adalah tindak lanjut dari upaya yang tengah berjalan sejak dimulainya pemerintahan Obama,” ujar Brennan (Koran Jakarta, 5/1/2010). Bandara Heathrow di London, Inggris, juga memberlakukan pemeriksaan penumpang yang meliputi skrining seluruh badan sebelum penumpang naik ke atas pesawat. Selain AS dan Inggris, Belanda sudah lebih dulu menggunakan alat semacam “scanner” yang digunakan untuk memeriksa tubuh manusia bagi para penumpang dari Bandara Schipol, Amsterdam yang menuju AS (Eramuslim, 4/1/10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sinyal Kebangkrutan Peradaban Barat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa fakta di atas sesungguhnya menjelaskan beberapa hal. Pertama: sinyal kebangkrutan peradaban Barat. Barat menghadapi gelombang kebangkitan Islam—yang antara lain ditunjukkan dengan banyaknya warga Barat yang masuk Islam, menjamurnya pemakaian jilbab dan cadar, serta berdirinya banyak masjid—dengan amat kalap dan membabi-buta. Barat tidak sadar, bahwa dengan itu mereka sesungguhnya sedang menistakan peradaban mereka sendiri, yakni demokrasi, HAM dan kebebasan yang selama ini mereka agung-agungkan. Jelas, ini menjadi salah satu sinyal kebangkrutan peradaban mereka. Kedua: Omong-kosong demokrasi, HAM dan kebebasan. Barat jelas-jelas mengingkari ajaran sekaligus prinsip hidup mereka sendiri, yakni demokrasi, HAM dan kebebasan. Buktinya, selain dalam kasus-kasus di atas, Barat sudah sering bertindak diskriminatif terhadap warga Muslim dengan terus berupaya menghambat kebebasan warga Muslim untuk mengekspresikan ajaran agamanya. Jelas pula, bahwa demokrasi, HAM dan kebebasan Barat hanyalah bualan belaka. Ketiga: Sikap Barat di atas bukanlah sekadar pelarangan menara atau jilbab/burqa, tetapi bentuk nyata dari pertarungan peradaban (clash of civilization). Hal ini tampak nyata dari alasan-alasan yang dikemukan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid atau jilbab/burqa. Intinya, yang mereka tolak adalah ajaran Islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah Islam. Di Swiss, misalnya, pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Barat. Keempat: lebih dari sekadar pertarungan peradaban, permusuhan adalah sikap Barat yang sebenarnya terhadap Islam dan kaum Muslim. Bahkan permusuhan Barat terhadap Islam dan kaum Muslim sangatlah keras. Fakta pelarangan jilbab/burqa dan menara masjid serta penggeledahan warga Muslim hanyalah secuil buktinya. Selama ini sikap permusuhan yang jauh lebih keras dan biadab terhadap Islam dan kaum Muslim sesungguhnya telah mereka pamerkan kepada dunia dengan penuh kecongkakan. Pelecehan terhadap Baginda Nabi saw. dalam bentuk kartun di Denmark, pembuatan film ‘Fitna’ yang melecehkan jihad di Belanda, penistaan al-Quran di Penjara Guantanamo, dll adalah di antara bentuk permusuhan mereka yang tidak bisa dianggap kecil. Lebih dari itu, Perang Melawan Terorisme (Wor on Terorrism) yang nyata-nyata ditujukan terhadap umat Islam di berbagai negara yang telah menewaskan jutaan Muslim, khususnya di Irak dan Afganistan, adalah bukti lain tentang betapa kerasnya permusuhan Barat kafir tehadap Islam dan kaum Muslim. Mahabenar Allah SWT yang berfirman: Telah tampak kebencian dari lisan-lisan mereka (orang-orang kafir) dan apa yang tersembunyi di dalam dada mereka adalah lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118). Allah SWT juga berfirman: « Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka (QS al-Baqarah [2]: 120). Sikap Umat Islam Memperhatikan seluruh fakta di atas, umat Islam sudah seharusnya menyadari sejumlah hal di antaranya: Pertama, Barat kafir penjajah sesungguhnya tidak akan pernah berhenti memusuhi Islam dan umatnya. Apa yang mereka serukan ke tengah-tengah kaum Muslim seperti demokrasi, HAM, kebebasan, dialog antarperadaban Barat-Islam dll hanyalah omong-kosong belaka. Pasalnya, semua yang mereka serukan itu terbukti bertentangan dengan sikap mereka yang sebenarnya, sebagaimana terungkap di atas. Semua itu hanyalah tipuan agar kaum Muslim mau menerima nilai dan ajaran mereka. Kedua, Islam dan umatnya akan tetap mengalami pelecehan, penistaan bahkan ancaman kekerasan dan pembunuhan dari negara-negara Barat kafir penjajah atau negara-negara yang mereka dukung (seperti Israel)—sebagaimana terjadi di Irak, Afganistan dan Palestina—selama Islam dan umatnya tidak memiliki pelindung, yakni sebuah institusi negara yang mempersatukan mereka di seluruh dunia. Itulah Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khilafahlah pemersatu dan pelindung umat dari segala ancaman, termasuk dari penjajahan Barat. Itulah yang diisyaratkan oleh Baginda Nabi saw. melalui sabdanya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah pelindung. Dia bersama pengikutnya memerangi orang kafir dan zalim serta melindungi orang-orang Mukmin (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khilafah juga akan membebaskan umat dari seluruh persoalan kehidupan mereka dengan menerapkan syariah Islam dalam segala aspeknya. Karena itu, selain kewajiban syariah, perjuangan penegakan Khilafah semakin relevan dan penting untuk membangkitkan umat menuju masa depan yang lebih baik. Ketiga, semuanya ini merupakan tanda ambruknya peradaban Barat, dan kembalinya kemenangan Islam. Dengan izin Allah, itu tidak akan lama lagi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-5870936861386735135?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/5870936861386735135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tanda-tanda-ambruknya-peradaban-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5870936861386735135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5870936861386735135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tanda-tanda-ambruknya-peradaban-barat.html' title='TANDA-TANDA AMBRUKNYA PERADABAN BARAT, DAN KEMENANGAN ISLAM'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-7079771083133166965</id><published>2010-01-21T02:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T02:41:17.100-08:00</updated><title type='text'>Khilafah Bukan Cuma 30 Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3285892&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=262527629525&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=262527629525&amp;amp;id=98636374558"&gt;&lt;img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs212.snc3/21939_263531434558_98636374558_3285892_4581633_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Sebagian kaum muslim ada yang berpendapat bahwa masa kekhilafahan hanya berumur 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan. Mereka mengetengahkan hadits-hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan ulama-ulama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, ”Setelah aku, khilafah yang ada pada umatku hanya berumur 30 tahun, setelah itu adalah kerajaan.”[HR. Imam Ahmad, Tirmidziy, dan Abu Ya’la dengan isnad hasan]&lt;br /&gt;“Khilafah itu hanya berumur 30 tahun dan setelah itu adalah raja-raja, sedangkan para khalifah dan raja-raja berjumlah 12.”[HR.. Ibnu Hibban]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya awal adari agama ini adalah nubuwwah dan rahmat, setelah itu akan tiba masa khilafah dan rahmat, setelah itu akan datang masa raja-raja dan para diktator. Keduanya akan membuat kerusakan di tengah-tengah umat. Mereka telah menghalalkan sutr, khamer, dan kefasidan. Mereka selalu mendapatkan pertolongan dalam mengerjakan hal-hal tersebu; mereka juga mendapatkan rejeki selama-selamanya, sampai menghadap kepada Allah swt.”[HR. Abu Ya’la dan Al-Bazar dengan isnad hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits inilah yang dijadikan dalil bahwa masa kekhilafahan itu hanya 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan. Lebih dari itu, mereka juga menyatakan bahwa perjuangan menegakkan khilafah Islamiyyah hanyalah perjuangan kosong dan khayalan. Sebab, Rasulullah saw telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa masa kekhilafahan itu hanya berumur 30 tahun. Walhasil, kekhilafahan tidak mungkin berdiri meskipun diperjuangkan oleh gerakan-gerakan Islam. Kalau pun pemerintahan Islam berdiri bentuknya tidak khilafah akan tetapi kerajaan.&lt;br /&gt;Lalu, apakah benar bahwa hadits-hadits di atas dalalahnya menunjukkan bahwa umur khilafah Islamiyyah itu hanya 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan?&lt;br /&gt;Untuk menjawab pendapat-pendapat ini kita harus menjelaskan satu persatu maksud dari hadits-hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Pertama&lt;br /&gt;Kata khilafah yang tercantum dalam hadits pertama maknanya adalah khilafah nubuwwah, bukan khilafah secara mutlak.&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bariy berkata, “Yang dimaksud dengan khilafah pada hadits ini adalah khilafah al-Nubuwwah (khilafah yang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip nubuwwah), sedangkan Mu’awiyyah dan khalifah-khalifah setelahnya menjalankan pemerintahan layaknya raja-raja. Akan tetapi mereka tetap dinamakan sebagai khalifah.” Pengertian semacam ini diperkuat oleh sebuah riwayat yang dituturkan oleh Imam Abu Dawud,”Khilafah Nubuwwah itu berumur 30 tahun”[HR. Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud no.4646, 4647]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud khilafah Nubuwwah di sini adalah empat khulafaur Rasyidin; Abu Bakar, ‘Umar , ‘Utsman, dan Ali Bin Thalib. Mereka adalah para khalifah yang menjalankan roda pemerintahan seperti Rasulullah saw. Mereka tidak hanya berkedudukan sebagai penguasa, akan tetapi secara langsung benar-benar seperti Rasulullah saw dalam mengatur urusan pemerintahan. Sedangkan kebanyakan khalifah-khalifah dari dinasti Umayyah, ‘Abbasiyyah dan ‘Utsmaniyyah banyak yang tidak menjalankan roda pemerintahan seperti halnya Rasulullah saw, namun demikian mereka tetap disebut sebagai amirul mukminin atau khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada diantara mereka yang dikategorikan sebagai khulafaur rasyidin, yakni Umar bin ‘Abdul ‘Aziz yang dibaiat pada bulan Shafar tahun 99 H. Diantara mereka yang menjalankan roda pemerintahan hampir-hampir dekat dengan apa yang dilakukan oleh Nabi saw, misalnya Al-Dzahir bi Amrillah yang dibaiat pada tahun 622 H. Ibnu Atsir menuturkan, “Ketika Al-Dzahir diangkat menjadi khalifah, keadilan dan kebaikan telah tampak di mana-mana seperti pada masa khalifah dua Umar (Umar bin Khaththab dan Ibnu Umar). Seandainya dikatakan, “Dirinya tidak ubahnya dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz, maka ini adalah perkataan yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para khalifah pada masa-masa berikutnya meskipun tak ubahnya seorang raja, akan tetapi mereka tetap menjalankan roda pemerintahan berdasarkan sistem pemerintahan Islam, yakni khilafah Islamiyyah. Mereka tidak pernah menggunakan sistem kerajaan, kesultanan maupun sistem lainnyan. Walaupun kaum muslim berada pada masa-masa kemunduran dan keterpurukan, namun mereka tetap menjalankan roda pemerintahan dalam koridor sistem kekhilafahan bukan dengan sistem pemerintahan yang lain. Walhasil, tidak benar jika dinyatakan bahwa umur khilafah Islamiyyah itu hanya 30 tahun. Yang benar adalah, sistem kekhilafahan tetap ditegakkan oleh penguasa-penguasa Islam hingga tahun 1924 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kedua &amp;amp; Ketiga&lt;br /&gt;Kata “al-muluuk”(raja-raja) dalam hadits di atas bermakna adalah,” Sebagian tingkah laku dari para khalifah itu tidak ubahnya dengan raja-raja”. Hadits di atas sama sekali tidak memberikan arti bahwa mereka adalah raja secara mutlak, akan tetapi hanya menunjukkan bahwa para khalifah itu dalam hal-hal tertentu bertingkah laku seperti seorang raja. Fakta sejarah telah menunjukkan pengertian semacam ini. Sebab, para khalifah dinasti ‘Abbasiyyah, Umayyah, dan ‘Utsmaniyyah tidak pernah berusaha menghancurkan sistem kekhilafahan, atau menggantinya dengan sistem kerajaan. Mereka tetap berpegang teguh dengan sistem kekhilafahan, meskipun sebagian perilaku mereka seperti seorang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kebanyakan khalifah pada masa dinasti ‘Abbasiyyah, Umayyah, dan ‘Utsmaniyyah ditunjuk selagi khalifah sebelumnya masih hidup dan memerintah, akan tetapi proses pengangkatan sang khalifah tetap dilakukan dengan cara baiat oleh seluruh kaum muslim; bukan dengan putra mahkota (wilayat al-‘ahdi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang ditunjuk oleh frasa “dan setelah itu adalah raja-raja” adalah makna bahasa, bukan makna istilah. Dengan kata lain, arti dari frasa tersebut adalah “raja dan sultan” bukan sistem kerajaan dan kesultanan. Atas dasar itu, dalam hadits-hadits yang lain dinyatakan bahwa mereka adalah seorang penguasa (khalifah) yang memerintah kaum muslim dengan sistem khilafah. Dituturkan oleh Ibnu Hibban, “Rasulullah saw bersabda,”Setelah aku akan ada para khalifah yang berbuat sebagaimana yang mereka ketahui dan mengerjakan sesuatu yang diperintahkan kepada mereka. Setelah mereka berlalu, akan ada para khalifah yang berbuat tidak atas dasar apa yang diketahuinya dan mengerjakan sesuatu tidak atas apa yang diperintahkan kepada mereka. Siapa saja yang ingkar maka ia terbebas dari dosa, dan barangsiapa berlepas diri maka ia akan selamat. Akan tetapi, siapa saja yang ridlo dan mengikuti mereka maka ia berdosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas sudah cukup untuk menggugurkan pendapat yang menyatakan bahwa sistem khilafah Islamiyyah hanya berumur 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan. Hadits-hadits yang mereka ketengahkan sama sekali tidak menunjukkan makna tersebut. Sistem khilafah Islamiyyah tetap berlangsung dan terus dipertahankan di sepanjang sejarah Islam, hingga tahun 1924 M. Meskipun sebagian besar khalifah dinasti ‘Abbasiyyah, Umayyah, dan ‘Utsmaniyyah bertingkah laku tak ubahnya seorang raja, namun mereka tetap konsisten dengan sistem pemerintahan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw, yakni khilafah Islamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita sekarang adalah berjuang untuk menegakkan kembali khilafah Islamiyyah sesuai dengan manhaj Rasulullah saw. Sebab, tertegaknya khilafah merupakan prasyarat bagi tersempurnanya agama Islam. Tidak ada Islam tanpa syariah, dan tidak ada syariah tanpa khilafah Islamiyyah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-7079771083133166965?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/7079771083133166965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/khilafah-bukan-cuma-30-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7079771083133166965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/7079771083133166965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/khilafah-bukan-cuma-30-tahun.html' title='Khilafah Bukan Cuma 30 Tahun'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-6531985885739810567</id><published>2010-01-20T00:37:00.001-08:00</published><updated>2010-01-20T00:37:59.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita umum'/><title type='text'>Siapa yang Akan Membebaskan Aafia Siddiqui?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Abdul-Kareem &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan Maret 2009,  dua orang wanita jurnalis AS, Euna Lee dan Laura Ling ditangkap oleh penjaga perbatasan Korea Utara ketika sedang membuat laporan untuk Current TV yang berbasis di California. Mereka kemudian diadili dan dihukum 12 tahun penjara karena “tindakan bermusuhan” dan masuk secara ilegal ke Korea Utara. Setelah mereka dipenjara, Amerika dengan tak kenal lelah bekerja untuk membebaskan para wanita itu dan pada bulan Agustus 2009 mantan Presiden AS Bill Clinton berbicara dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Il mengenai masalah itu. Pertemuan itu membuahkan hasil dan kedua wanita itu kemudian dibebaskan.&lt;br /&gt;Pada bulan Maret 2003, seorang wanita juga ditangkap dan dipenjarakan. Namanya Aafia Siddiqui. Seperti halnya wartawan AS itu, ia juga seorang wanita yang belajar dan bekerja di Amerika dan ketiga anaknya memiliki kewarganegaraan Amerika. Tapi berbeda dengan para jurnalis Amerika Serikat tadi yang ditangkap enam tahun kemudian,  ia adalah seorang Muslim dan ia tidak mempunyai pemimpin yang mau mengurusi permasalahannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah kisahnya…&lt;br /&gt;Dr. Aafia Siddiqui lahir di Karachi, Pakistan, tanggal 2 Maret 1972. Dia adalah salah seorang  dari tiga anak Mohammad Siddiqui, seorang dokter yang mendapat pelatihan di Inggris, dan Ismet. Dia adalah ibu dari tiga orang anak dan juga seorang penghapal (hafiz) Quran. Aafia dan ketiga anaknya itu ditangkap oleh agen intelijen Pakistan pada bulan Maret 2003 dan diserahkan kepada orang-orang Amerika di Afghanistan di mana dia dipenjarakan di Bagram dan dia berulang kali diperkosa, disiksa dan dilecehkan selama bertahun-tahun. Sebuah laporan yang ditulis dalam bahasa Urdu di media Pakistan pada waktu itu mengatakan bahwa Aafia dan ketiga anaknya terlihat sedang ditangkap oleh pihak berwenang Pakistan dan dibawa ke tahanan.&lt;br /&gt;Moazzam Begg, dan beberapa mantan tawanan dari Amerika melaporkan bahwa seorang tahanan perempuan,  bernama “tawanan 650″, ditangkap di Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan. Yvonne Ridley dari Cageprisoners.com menulis tentang “tawanan 650″  itu (Aafia), penyiksaan dan pemerkosaan terhadapnya yang dilakukan berulang-ulang selama lebih dari empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jeritan yang tidak berdaya wanita (ini ) yang dilakukan dengan siksaan itu bergema  di penjara itu sehingga memaksa tahanan-tahanan lain terus melakukan mogok makan.” Yvonne menyebutnya  sebagai “perempuan beruban (karena) dia  nyaris seperti hantu, seperti momok yang menangis dan terus berteriak yang menghantui orang-orang yang mendengarnya. Hal ini tidak akan pernah terjadi pada seorang wanita Barat.” &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Baik pemerintah Pakistan maupun para pejabat AS di Washington menyangkal mengetahui tentang  pemenjaraan Aafia sampai keberadaanya terungkap keluar dan mulai mendapat perhatian media. Tuduhan-tuduhan yang dibuat-buat kemudian diajukan terhadap dirinya bahwa ia terlibat dalam terorisme dan klaim yang menggelikan bahwa dia berhasil merebut senjata dari tentara AS dan menembaki perwira AS.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 7 Agustus 2008 sebuah artikel di The News mengungkap beberapa perawatan yang didapatkan Aafia ketika dikenai tahanan sementara di Amerika.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" class="unIndentedList"&gt;&lt;li&gt; salah satu ginjalnya diambil&lt;/li&gt;&lt;li&gt; giginya diambil&lt;/li&gt;&lt;li&gt; hidungnya patah, dan dipasang kembali dengan posisi tidak semestinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Luka tembak yang baru didapatkannya ditutup dengan tidak layak, dengan darah yang mengalir, sehingga meninggalkan pakaiannya basah bersimbah dengan darah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 4 Agustus 2008, para jaksa federal di Amerika Serikat menegaskan bahwa Aafia Siddiqui telah diekstradisi ke AS dari Afghanistan di mana mereka mengatakan bahwa dia telah ditahan sejak pertengahan Juli 2008. Pemerintah AS menyatakan bahwa dia ditangkap oleh pasukan Afghan di luar kompleks gubernur Ghazni dengan membawa manual bahan peledak dan zat berbahaya yang dimasukkan dalam stoples tertutup. Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa selama dia berada di tahanan dia menembaki  para perwira AS (padahal tidak ada yang terluka) sementara dirinya lah yang terluka selama proses penahanan itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 11 bulan Agustus, 2008,  sebuah laporan dari Reuters menyebutkan bahwa ia muncul di sidang dengan kursi roda, dan bahwa para pengacara meminta hakim untuk memastikan bahwa ia menerima perawatan medis. Elizabeth Fink, salah seorang pengacaranya , mengatakan kepada Hakim:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dia telah ada di sini, pak hakim, selama satu minggu dan dia belum mendapatkan perawatan seorang dokter, meskipun mereka (pemerintah AS) tahu dia telah ditembak.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengacara Aafia, Elizabeth Fink, itu mengatakan kepada seorang hakim federal di New York bahwa Aafia menunjukkan tanda-tanda bahwa ia telah dipenjara dan diperlakukan dengan tidak manusiawi selama jangka waktu yang panjang. Menurut dokumen-dokumen  yang diungkap di pengadilan oleh Fink, Aafia mengatakan kepada staf penjara bahwa ia takut anaknya kelaparan dan disiksa, dan meminta mereka untuk mengambil jatah makanan dari nampannya dan kirimkan kepada anaknya di Afghanistan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengacara lainnya, Elaine Whitfield Sharp, mengatakan, &lt;em&gt;“Kami tidak tahu ia ada di Bagram untuk waktu yang lama. Itu adalah waktu yang lama. Menurut klien saya dia ada di sana selama bertahun-tahun dan ia ditahan di tempat tahanan Amerika; perlakuan terhadapnya mengerikan. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aafia masih berada dalam fasilitas penahanan AS di New York, kesehatannya yang  buruk, adalah karena tindakan penggeledahan yang merendahkan dan memalukan terlihat setiap kali ia menerima kunjungan atau muncul di pengadilan. Dia kemudian menolak bertemu dengan pengacara. Telah dilaporkan bahwa dia mungkin menderita kerusakan otak dan bahwa sebagian ususnya mungkin telah dipotong. Pengacaranya mengatakan bahwa gejala-gejala yang ditunjukkannya mirip dengan penderita Penyakit Tekanan Mental Pasca Trauma &lt;em&gt;(‘Post Traumatic Stress Disorder’).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Persidangan Aafia Siddiqui akan mulai minggu ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena ketiadaan Khilafah, dia bersama dengan setiap muslim lainnya di dunia  pada hakekatnya tanpa kewarganegaraan dan sebagaimana adanya berita kenabian yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bahwa kita seperti buih dan sampah yang dibawa turun oleh air yang deras.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang-orang akan segera memanggil satu sama lain untuk menyerang kamu  ketika mereka sedang makan dan mengundang yang lainnya untuk berbagi makanan.” Seseorang bertanya, “Apakah hal itu karena jumlah kami kecil pada waktu itu?” Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Tidak, pada waktu itu kamu banyak  tetapi kamu akan seperti buih dan buih itu dibawa turun dengan  air yang deras , dan Allah akan mengambil rasa takut kamu dari hati  musuh kamu dan mencampakkan al-wahn ke dalam hatimu. ” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah al-wahn itu ?”  Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” [HR Abu Dawud dan Ahmad]&lt;br /&gt;Wahan lah yang menyebabkan pihak berwenang Pakistan untuk menculik dan menyerahkan perempuan Muslim itu kepada Amerika meskipun Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lain, sehingga ia tidak boleh menindas yang lain, juga tidak boleh menyerahkannya ke tangan seorang penindas. [Bukhari] &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wahan lah yang mencegah setiap penguasa di dunia Muslim untuk mengangkat telunjuknya untuk membantu melindungi kehormatan seorang perempuan dan membebaskan bukan hanya Aafia tetapi ribuan kaum Muslim yang dipenjara di Guantanamo, Bagram, dan pusat-pusat penahanan rahasia CIA meskipun Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya adalah wajib atas umat Islam untuk membebaskan tawanan mereka atau untuk membayar tebusan.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wahan lah yang menyebabkan para penguasa di dunia Muslim untuk memenjarakan, menyiksa dan menganiaya ratusan ribu Muslim yang tulus di ruang bawah tanah mereka meskipun Hakim bin Hisyam berkata; “Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata;” Allah akan menghukum orang-orang yang menghukum orang-orang di Dunia. ‘ “[Muslim]&lt;br /&gt;Kita harus ingat bahwa kita tidak selalu tanpa kewarganegaraan. Ketika Negara Islam ada di masa lalu, kehormatan perempuan muslim dilindungi dan tahanan Muslim dibebaskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Nabi صلى الله عليه وسلم  seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang perempuan Muslim dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslim untuk membantu dan Nabi صلى الله عليه وسلم mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam bin Atsir mencatat dalam kitab ‘Kamil’ kisah terkenal seorang wanita Muslim yang ditangkap oleh orang-orang Roma dan ditahan di tempat yang bernama ‘Amuriyyah. Tidak puas dengan hanya menangkapnya, mereka mencoba merampas kehormatannya juga. Karena ketakutan dan sendirian dia kemudian memanggil nama Khalifah, “[Ya Mu'tasim] Billah.” Seorang pria menyaksikan kejadian ini dan bergegas kepada Khalifah memberitahukan kepadanya tentang apa yang telah terjadi. Ketika ia mendengar penderitaan wanita ini ia menjawab dengan berani, “Labbaik [Saya di sini mendengar panggilan Anda].” Dia menyiapkan sebuah pasukan besar dan berangkat untuk berperang dan untuk menyelamatkan perempuan itu. Pasukan Mu’tasim kemudian menaklukkan musuh dan memasuki ‘Amuriyyah. Setelah menghancurkan benteng musuh, mereka datang kepada perempuan itu dan membebaskannya.&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul-Aziz mengirim surat kepada para tahanan perang Muslim di Konstantinopel. Dia mengatakan kepada mereka:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kamu menganggap dirimu sebagai tahanan perang. Padahal kamu bukan tahanan perang. Kamu terkunci di jalan Allah. Aku ingin kamu tahu bahwa setiap kali aku memberikan sesuatu kepada kaum Muslim, aku memberikan lebih banyak untuk keluarga kamu dan aku mengirimkan sekitar 5 dinar untuk setiap salah satu dari kamu dan seandainya bukan karena aku takut bahwa diktator Romawi akan mengambilnya dari kalian, aku akan mengirimkan lebih. Aku juga telah mengirim banyak untuk menjamin pembebasan setiap salah satu dari kalian tanpa memikirkan berapa biayanya. Jadi bersukacitalah! Assalamu Alaikum. “&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wahai Amerika dan sekutu-sekutunya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari ini anda membunuh orang-orang kami, perempuan dan anak-anak kami, menyiksa dan memenjarakan kami dan mencuri sumber daya kami. Tapi Anda harus menyadari hal ini hanyalah sementara. Kebangkitan Islam adalah berjalan dengan cepat dan wahn perlahan-lahan pudar dengan adanya interaksi pemikiran Islam yang kuat. Anda tahu ini dan itulah sebabnya Anda memulai perang melawan teror dan mengapa Anda menghabiskan miliaran dolar untuk menduduki tanah kami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika pertolongan Allah SWT tiba dan negeri-negeri Muslim bersatu di bawah satu Khalifah, bukan lagi ilusi bahwa Khilafah akan memanfaatkan semua pusat politik, ekonomi dan militer untuk membebaskan tahanan muslim dan melindungi kehormatan para perempuan kami. (khilafah.com, 17/1/2010)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-6531985885739810567?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/6531985885739810567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/siapa-yang-akan-membebaskan-aafia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6531985885739810567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6531985885739810567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/siapa-yang-akan-membebaskan-aafia.html' title='Siapa yang Akan Membebaskan Aafia Siddiqui?'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-5593789536891707324</id><published>2010-01-19T21:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T21:20:22.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indonesia'/><title type='text'>Ratusan Ribu Mahasiswa Akan Mengadakan Aksi 27 Januari 2010 Untuk "Ganti Rezim &amp; Sistem" Negeri Ini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:12px;"&gt;Serentak di Kota-kota Besar Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilatarbelakangi oleh permasalahan bangsa yang semakin memprihatinkan. Apalagi dengan kasus terbaru yaitu Century Gate, semakin memperlihatkan kepada kita bahwa negara Indonesia lemah dalam menjaga dan melindungi rakyatnya dari para perusak, penjajah dan juga pengkhianat negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, rakyat dibodoh-bodohi dalam hal keadilan hukum. Dimana yang kuat pasti menang. Kemudian hak-hak rakyat selalu tidak bisa dipenuhi dengan baik. Hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu kekayaan alam yang ada juga tidak bisa dinikmati sendiri, tetapi cenderung di komersialisasikan untuk kepentingan tertentu dan hasilnya tidak bisa diberikan secara maksimal untuk rakyatnya. Dan berbagai permasalahan lainnya yang tidak bisa diceritakan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:12px;"&gt;Sedangkan khusus untuk Century Gate adalah sebuah kasus nyata dan sangat telanjang betapa rapuh dan lemahnya sistem yang dipakai Negara ini untuk melindungi dan menjaga uang rakyat serta rapuh dan lemahnya dalam menjaga kestabilan ekonomi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dengan semua anggota dan jaringannya diseluruh kampus se-Indonesia mengamati benar bahwa kematian negeri ini tidak lama lagi, jika kita bisa melihat dengan benar sinyal-sinyal diatas. Untuk itu, aksi tanggal 27 Januari 2010 yang akan diadakan adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa Negara kita telah sekarat dengan sistem yang ada, bahkan sistem yang juga telah membuat pejabat dan penguasa menjadi perampok, koruptor dan pengkhianat rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memunculkan tema “&lt;strong&gt;CENTURY GATE: SINYAL KEMATIAN INDONESIA, SELAMATKAN DENGAN ISLAM&lt;/strong&gt;” panitia akan membuat aksi yang unik dan menarik tapi tetap syarat makna. “&lt;em&gt;iya, kami tidak akan hanya membuat sekedar aksi dengan ratusan ribu masa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi kita juga akan membuat aksi yang akan membuat masyarakat tercengang dan juga menangkap ide yang kita maksudkan&lt;/em&gt;”. Ujar Koordinator aksi pusat, Sdr. Irham. Lanjutnya, aksi-aksi di sekretariat pusat Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan awal sosialisasi Aksi, panitia memberikan contoh poster awal aksi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S1aSPxnvi5I/AAAAAAAAAr4/t8NrWa0LfsU/s1600-h/poster+aksi+nasional+bkldk+27+januari+2010+okk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 284px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S1aSPxnvi5I/AAAAAAAAAr4/t8NrWa0LfsU/s400/poster+aksi+nasional+bkldk+27+januari+2010+okk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428687200557435794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-5593789536891707324?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/5593789536891707324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/ratusan-ribu-mahasiswa-akan-mengadakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5593789536891707324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/5593789536891707324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/ratusan-ribu-mahasiswa-akan-mengadakan.html' title='Ratusan Ribu Mahasiswa Akan Mengadakan Aksi 27 Januari 2010 Untuk &quot;Ganti Rezim &amp; Sistem&quot; Negeri Ini'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/S1aSPxnvi5I/AAAAAAAAAr4/t8NrWa0LfsU/s72-c/poster+aksi+nasional+bkldk+27+januari+2010+okk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-8707658616672230815</id><published>2010-01-18T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T01:52:20.842-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Definisi Khilafah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pengertian Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi'il madhi khalafa, berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Makna khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan tempatnya (jâ'a ba'dahu fa-shâra makânahu) (Al-Mu'jam al-Wasith, I/251).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Mu'jam Maqayis al-Lughah (II/210) dinyatakan, khilafah dikaitkan dengan penggantian karena orang yang kedua datang setelah orang yang pertama dan menggantikan kedudukannya. Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a'zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Tafsir Ath-Thabari, I/199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qalqasyandi mengatakan, menurut tradisi umum istilah khilafah kemudian digunakan untuk menyebut kepemimpinan agung (az-za'amah al-uzhma), yaitu kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, dan pemikulan tugas-tugas mereka (Al-Qalqasyandi, Ma'atsir al-Inafah fi Ma’alim al-Khilafah, I/8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian Syar'i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi Saw dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-Islamiyah) (Al-Baghdadi, 1995:20). Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri (Al-Khalidi, 1980:226).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini telah menjadi dasar pembahasan seluruh ulama fiqih siyasah ketika mereka berbicara tentang "Khilafah" atau "Imamah". Dengan demikian, walaupun secara literal tak ada satu pun ayat al-Qur'an yang menyebut kata "ad-dawlah al-Islamiyah" (negara Islam), bukan berarti dalam Islam tidak ada konsep negara. Atau tidak mewajibkan adanya Negara Islam. Para ulama terdahulu telah membahas konsep negara Islam atau sistem pemerintahan Islam dengan istilah lain yang lebih spesifik, yaitu istilah Khilafah/Imamah atau istilah Darul Islam (lihat Dr. Sulaiman ath-Thamawi, As-Sulthat ats-Tsalats, hal. 245; Dr. Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, IX/823).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, para ulama mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda ketika memandang kedudukan Khilafah (manshib al-Khilafah). Sebagian ulama memandang Khilafah sebagai penampakan politik (al-mazh-har as-siyasi), yakni sebagai institusi yang menjalankan urusan politik atau yang berkaitan dengan kekuasaan (as-sulthan) dan sistem pemerintahan (nizham al-hukm). Sementara sebagian lainnya memandang Khilafah sebagai penampakan agama (al-mazh-har ad-dini), yakni institusi yang menjalankan urusan agama. Maksudnya, menjalankan urusan di luar bidang kekuasaan atau sistem pemerintahan, misalnya pelaksanaan mu’amalah (seperti perdagangan), al-ahwal asy-syakhshiyyah (hukum keluarga, seperti nikah), dan ibadah-ibadah mahdhah. Ada pula yang berusaha menghimpun dua penampakan ini. Adanya perbedaan sudut pandang inilah yang menyebabkan mengapa para ulama tidak menyepakati satu definisi untuk Khilafah (Al-Khalidi, 1980:227).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak sekali definisi Khilafah yang telah dirumuskan oleh oleh para ulama. Berikut ini akan disebutkan beberapa saja definisi Khilafah yang telah dihimpun oleh Al-Khalidi (1980), Ali Belhaj (1991), dan Al-Baghdadi (1995) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menurut Imam al-Mawardi (w. 450 H/1058 M), Imamah ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Al-Ahkam as-Sulthaniyah, hal. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menurut Imam al-Juwayni (w. 478 H/1085 M), Imamah adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh (riyasah taammah) sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia (Ghiyats al-Umam, hal. 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menurut Imam al-Baidhawi (w. 685 H/1286 M), Khilafah adalah pengganti bagi Rasulullah Saw oleh seseorang dari beberapa orang dalam penegakan hukum-hukum syariah, pemeliharaan hak milik umat, yang wajib diikuti oleh seluruh umat (Hasyiyah Syarah ath-Thawali', hal.225).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menurut ‘Adhuddin al-Iji (w. 756 H/1355 M), Khilafah adalah kepemimpinan umum (riyasah 'ammah) dalam urusan-urusan dunia dan agama, dan lebih utama disebut sebagai pengganti dari Rasulullah dalam penegakan agama (I'adah al-Khilafah, hal. 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, menurut At-Taftazani (w. 791 H/1389 M), Khilafah adalah kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia, sebagai pengganti dari Nabi Saw dalam penegakan agama, pemeliharaan hak milik umat, yang wajib ditaati oleh seluruh umat (Lihat Al-Iji, Al-Mawaqif, III/603; Lihat juga Rasyid Ridha, Al-Khilafah, hal. 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menurut Ibnu Khaldun (w. 808 H/1406 M), Khilafah adalah pengembanan seluruh (urusan umat) sesuai dengan kehendak pandangan syariah dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka baik ukhrawiyah, maupun duniawiyah yang kembali kepada kemaslahatan ukhrawiyah (Al-Muqaddimah, hal. 166 &amp;amp; 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, menurut Al-Qalqasyandi (w. 821 H/1418 M), Khilafah adalah kekuasaan umum (wilayah 'ammah) atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya (Ma'atsir al-Inafah fi Ma'alim al-Khilafah, I/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, menurut Al-Kamal ibn al-Humam (w. 861 H/1457 M), Khilafah adalah otoritas (istihqaq) pengaturan umum atas kaum muslimin (Al-Musamirah fi Syarh al-Musayirah, hal. 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, menurut Imam ar-Ramli (w. 1004 H/1596 M), khalifah adalah al-imam al-a'zham (imam besar), yang berkedudukan sebagai pengganti kenabian, dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Nihayatul Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, VII/289).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, menurut Syah Waliyullah ad-Dahlawi (w. 1176 H/1763 M), Khilafah adalah kepemimpinan umum (riyasah 'ammah)… untuk menegakkan agama dengan menghidupkan ilmu-ilmu agama, menegakkan rukun-rukun Islam, melaksanakan jihad…melaksanakan peradilan (qadha'), menegakkan hudud…sebagai pengganti (niyabah) dari Nabi Saw (dikutip oleh Shadiq Hasan Khan dalam Iklil al-Karamah fi Tibyan Maqashid al-Imamah, hal. 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas, menurut Syaikh al-Bajuri (w. 1177 H/1764 M), Khilafah adalah pengganti (niyabah) dari Nabi Saw dalam umumnya kemaslahatan-kemaslahatan kaum muslimin (Tuhfah al-Murid 'Ala Jauhar at-Tauhid, II/45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduabelas, menurut Muhammad Bakhit al-Muthi'i (w. 1354 H/1935 M), seorang Syaikh al-Azhar, Imamah adalah kepemimpinan umum dalam urusan-urusan dunia dan agama (I’adah al-Khilafah, hal. 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketigabelas, menurut Mustafa Shabri (w. 1373 H/1953 M), seorang Syaikhul Islam pada masa Daulah Utsmaniyah, Khilafah adalah pengganti dari Nabi Saw dalam pelaksanaan apa yang dibawa Nabi Saw berupa hukum-hukum syariah Islam (Mawqif al-Aql wa al-'Ilm wa al-'Alim, IV/363).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempatbelas, menurut Dr. Hasan Ibrahim Hasan, Khilafah adalah kepemimpinan umum dalam urusan-urusan agama dan dunia sebagai pengganti dari Nabi Saw (Tarikh al-Islam, I/350).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Analisis Definisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempatbelas definisi yang telah disebutkan di atas, dapat dilihat sebetulnya ada 3 (tiga) kategori definisi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, definisi yang lebih menekankan pada penampakan agama (al-mazh-har ad-dini). Jadi, Khilafah lebih dipahami sebagai manifestasi ajaran Islam dalam pelaksanaan urusan agama. Misalnya definisi Al-Iji. Meskipun Al-Iji menyatakan bahwa Khilafah mengatur urusan-urusan dunia dan urusan agama, namun pada akhir kalimat, beliau menyatakan, "Khilafah lebih utama disebut sebagai pengganti dari Rasulullah dalam penegakan agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, definisi yang lebih menekankan pada penampakan politik (al-mazh-har as-siyasi). Di sini Khilafah lebih dipahami sebagai manifestasi ajaran Islam berupa pelaksanaan urusan politik atau sistem pemerintahan, yang umumnya diungkapkan ulama dengan terminologi "urusan dunia" (umûr ad-dunya). Misalnya definisi Al-Qalqasyandi. Beliau hanya menyinggung Khilafah sebagai kekuasaan umum (wilayah 'ammah) atas seluruh umat, tanpa mengkaitkannya dengan fungsi Khilafah untuk mengatur "urusan agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, definisi yang berusaha menggabungkan penampakan agama (al-mazh-har ad-dini) dan penampakan politik (al-mazh-har as-siyasi). Misalnya definisi Khilafah menurut Imam al-Mawardi yang disebutnya sebagai pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Dengan menelaah seluruh definisi tersebut secara mendalam, akan kita dapati bahwa secara global berbagai definisi tersebut lebih berupa deskripsi realitas Khilafah dalam dataran empirik (praktik) —misalnya adanya dikotomi wilayah "urusan dunia" dan "urusan agama"— daripada sebuah definisi yang bersifat syar'i, yang diturunkan dari nash-nash syar’i. Selain itu, definisi-definisi tersebut kurang mencakup (ghayru jâmi'ah). Sebab definisi Khilafah seharusnya menggunakan redaksi yang tepat yang bisa mencakup hakikat Khilafah dan keseluruhan fungsi Khilafah, bukan dengan redaksi yang lebih bersifat deskriptif dan lebih memberikan contoh-contoh, yang sesungguhnya malah menyempitkan definisi. Misalnya ungkapan bahwa Khilafah bertugas menghidupkan ilmu-ilmu agama, menegakkan rukun-rukun Islam, melaksanakan jihad, melaksanakan peradilan (qadha'), menegakkan hudud, dan seterusnya. Bukankah definisi ini menjadi terlalu rinci yang malah dapat menyulitkan kita menangkap hakikat Khilafah? Juga bukan dengan redaksi yang terlalu umum yang cakupannya justru sangat luas. Misalnya ungkapan bahwa Khilafah mengatur "umumnya kemaslahatan-kemaslahatan kaum muslimin". Atau bahwa Khilafah mengatur "kemaslahatan-kemaslahatan&lt;/span&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt; duniawiyah dan ukhrawiyah". Bukankah ini ungkapan yang sangat luas jangkauannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, untuk menetapkan sebuah definisi, sepatutnya kita perlu memahami lebih dahulu, apakah ia definisi syar'i (at-ta'rif asy-syar'i) atau definisi non-syar'i (at-ta'rif ghayr asy-syar'i) (Zallum, 1985:51). Definisi syar'i merupakan definisi yang digunakan dalam nash-nash al-Qur'an dan as-Sunnah, semisal definisi sholat dan zakat. Sedang definisi non-syar'i merupakan definisi yang tidak digunakan dalam nash-nash al-Qur'an dan as-Sunnah, tetapi digunakan dalam disiplin ilmu tertentu atau kalangan ilmuwan tertentu, semisal definisi isim, fi'il, dan harf (dalam ilmu Nahwu-Sharaf). Contoh lainnya misalkan definisi akal, masyarakat, kebangkitan, ideologi (mabda'), dustur (UUD), qanun (UU), hadharah (peradaban), madaniyah (benda sarana kehidupan), dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisinya berupa definisi non-syar'i, maka dasar perumusannya bertolak dari realitas (al-waqi'), bukan dari nash-nash syara'. Baik ia realitas empirik yang dapat diindera atau realitas berupa kosep-konsep yang dapat dijangkau faktanya dalam benak. Sedang jika definisinya berupa definisi syar'i, maka dasar perumusannya wajib bertolak dari nash-nash syara' al-Qur'an dan as-Sunnah, bukan dari realitas. Mengapa? Sebab, menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, definisi syar'i sesungguhnya adalah hukum syar’i, yang wajib diistimbath dari nash-nash syar'i (Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyah, III/438-442; Al-Ma’lumat li asy-Syabab, hal. 1-3). Jadi, perumusan definisi syar'i, misalnya definisi sholat, zakat, haji, jihad, dan semisalnya, wajib merujuk pada nash-nash syar'i yang berkaitan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah definisi Khilafah (atau Imamah) merupakan definisi syar'i? Jawabannya, ya. Sebab nash-nash syar'i, khususnya hadits-hadits Nabi Saw, telah menggunakan lafazh-lafazh "khalifah" dan "imam" yang masih satu akar kata dengan kata Khilafah/Imamah. Misalnya hadits Nabi, "Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya." [Shahih Muslim, no. 1853]. Imam al-Bukhari dalam Shahihnya telah mengumpulkan hadits-hadits tentang Khilafah dalam Kitab al-Ahkam. Sedang Imam Muslim dalam Shahihnya telah mengumpulkannya dalam Kitab al-Imarah (Ali Belhaj, 1991:15). Jelaslah, bahwa untuk mendefinisikan Khilafah, wajiblah kita memperhatikan berbagai nash-nash ini yang berkaitan dengan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menelaah nash-nash hadits tersebut, dan tentunya nash-nash al-Qur'an, akan kita jumpai bahwa definisi Khilafah dapat dicari rujukannya pada 2 (dua) kelompok nash, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertama, nash-nash yang menerangkan hakikat Khilafah sebagai sebuah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Kedua, nash-nash yang menjelaskan tugas-tugas khalifah, yaitu: (1) tugas menerapkan seluruh hukum-hukum syariah Islam, (2) tugas mengemban dakwah Islam di luar tapal batas negara ke seluruh bangsa dan umat dengan jalan jihad fi sabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash kelompok pertama, misalnya nash hadits, "Maka Imam yang (memimpin) atas manusia adalah (bagaikan) seorang penggembala dan dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya (rakyatnya)." [Shahih Muslim, XII/213; Sunan Abu Dawud, no. 2928, III/342-343; Sunan at-Tirmidzi, no. 1705, IV/308]. Ini menunjukkan bahwa Khilafah adalah sebuah kepemimpinan (ri'asah/qiyadah/imarah). Adapun yang menunjukkan bahwa Khilafah bersifat umum untuk seluruh kaum muslimin di dunia, misalnya hadits Nabi yang mengharamkan adanya lebih dari satu khalifah bagi kaum muslimin seperti telah disebut sebelumnya (Shahih Muslim no. 1853). Ini berarti, seluruh kaum muslimin di dunia hanya boleh dipimpin seorang khalifah saja, tak boleh lebih. Dan kesatuan Khilafah untuk seluruh kaum muslimin di dunia sesungguhnya telah disepakati oleh empat imam madzhab, yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad, rahimahumullah (Lihat Abdurrahman al-Jaziri, Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib al-Arba'ah, V/308; Muhammad ibn Abdurrahman ad-Dimasyqi, Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf al-A'immah, hal. 208).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash kelompok kedua, adalah nash-nash yang menjelaskan tugas-tugas khalifah, yang secara lebih rinci terdiri dari dua tugas berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tugas khalifah menerapkan seluruh hukum syariah Islam atas seluruh rakyat. Hal ini nampak dalam berbagai nash yang menjelaskan tugas khalifah untuk mengatur muamalat dan urusan harta benda antara individu muslim (Qs. al-Baqarah [2]: 188; Qs. an-Nisâ' [4]: 58), mengumpulkan dan membagikan zakat (Qs. at-Taubah [9]: 103), menegakkan hudud (Qs. al-Baqarah [2]: 179), menjaga akhlaq (Qs. al-Isrâ' [17]: 32), menjamin masyarakat dapat menegakkan syiar-syiar Islam dan menjalankan berbagai ibadat (Qs. al-Hajj [22]: 32), dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tugas khalifah mengemban dakwah Islamiyah ke seluruh dunia dengan jihad fi sabilillah. Hal ini nampak dalam banyak nash yang menjelaskan tugas khalifah untuk mempersiapkan pasukan perang untuk berjihad (Qs. al-Baqarah [2]: 216), menjaga tapal batas negara (Qs. al-Anfâl [8]: 60), memantapkan hubungan dengan berbagai negara menurut asas yang dituntut oleh politik luar negeri, misalnya mengadakan berbagai perjanjian perdagangan, perjanjian gencatan senjata, perjanjian bertetangga baik, dan semisalnya (Qs. al-Anfâl [8]: 61; Qs. Muhammad [47]: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dua kelompok nash inilah, dapat dirumuskan definisi Khilafah secara lebih mendalam dan lebih tepat. Jadi, Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia, untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islamiyah ke seluruh dunia. Definisi inilah yang telah dirumuskan oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (w. 1398 H/1977 M) dalam kitab-kitabnya, misalnya kitab Al-Khilafah (hal. 1), kitab Muqaddimah ad-Dustur (bab Khilafah) hal. 128, dan kitab Asy-Syakshiyyah al-Islamiyah, Juz II hal. 9. Menurut beliau juga, istilah Khilafah dan Imamah dalam hadits-hadits shahih maknanya sama saja menurut pengertian syar'i (al-madlul asy-syar'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi inilah yang beliau tawarkan kepada seluruh kaum muslimin di dunia, agar mereka sudi kiranya untuk mengambilnya dan kemudian memperjuangkannya supaya menjadi realitas di muka bumi, menggantikan sistem kehidupan sekuler yang kufur saat ini. Pada saat itulah, orang-orang beriman akan merasa gembira dengan datangnya pertolongan Allah. Dan yang demikian itu, sungguh, tidaklah sulit bagi Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Dimasyqi, Muhammad ibn Abdurrahman (Qadhi Shafd). 1996. Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al-A`immah. Cetakan I. (Beirut : Darul Fikr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baghdadi, Abdurrahman. 1995. “Mafhum Al-Khalifah wa Al-Khilafah fi Al-Hadharah Al-Islamiyah”. Majalah Al-Khilafah Al-Islamiyah. No 1 Th I. Sya’ban 1415 H/Januari 1995 M. (Jakarta : Al-Markaz Al-Istitiratiji li Al-Buhuts Al-Islamiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jaziri, Abdurrahman. 1999. Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah. Juz V. Cetakan I. (Beirut : Darul Fikr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khalidi, Mahmud Abdul Majid. 1980. Qawaid Nizham Al-Hukm fi Al-Islam. (Kuwait : Darul Buhuts Al-‘Ilmiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis, Ibrahim et.al. 1972. Al-Mu’jam Al-Wasith. (Kairo : Darul Ma’arif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nabhani, Taqiyuddin. 1953. Ay-Syakhshiyyah Al-Islamiyah. Juz III (Ushul Al-Fiqh). (Al-Quds : Min Mansyurat Hizb Al-Tahrir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------.1953. Ay-Syakhshiyyah Al-Islamiyah. Juz II. (Al-Quds : Min Mansyurat Hizb Al-Tahrir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------. 1963. Al-Ma’lumat li Asy-Syabab. (t.tp. : t.p.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------. 1963. Muqaddimah Ad-Dustur. (t.tp. : t.p.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thamawi, Sulaiman. 1967. As-Sulthat Ats-Tsalats fi Ad-Dasatir Al-Arabiyah al-Mu’ashirah wa fi Al-Fikr As-Siyasi Al-Islami. (Kairo : Darul Fikr Al-‘Arabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zuhaili, Wahbah. 1996. Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu. Juz IX (Al-Mustadrak). Cetakan I. (Damaskus/Beirut : Darul Fikr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belhaj, Ali. 1991. Tanbih Al-Ghafilin wa I’lam Al-Ha`irin bi Anna I’adah Al-Khilafah min A’zham Wajibat Hadza Ad-Din. (Beirut : Darul ‘Uqab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munawwir, Ahmad Warson. 1984. Kamus Al-Munawwir. Cet. Ke-1. (Yogyakarta : PP. Al-Munawwir Krapyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zallum, Abdul Qadim. 1985. Hizb Al-Tahrir. (t.tp. : t.p.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Shiddiq al-Jawi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-8707658616672230815?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/8707658616672230815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/definisi-khilafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8707658616672230815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8707658616672230815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/definisi-khilafah.html' title='Definisi Khilafah'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-6642275945825540899</id><published>2010-01-17T08:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T08:12:32.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><title type='text'>SANG SYAHID YANG BERJALAN DI MUKA BUMI</title><content type='html'>Saat itu genting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah SAW bersama para sahabat berusaha mendaki bukit, tiba2 sekelompok pasukan musyrikin berhasil menyusulnya sekaligus ingin membunuh Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Baginda bersabda:" Siapa yang ingin menghadang pasukan itu akan menjadi pendampingku disyurga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalhah langsung menyahut " Aku wahai Rasulullah".&lt;br /&gt;Namun Baginda menolaknaya dgn berkata :" tetaplah enkau pada posisimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang laki-laki dari kalangan Ansar berkata "Aku wahai Rasulullah"&lt;br /&gt;Baginda menjawab:" Benar! kamulah yang akan menghadapi mereka". Laki-laki itupun bertempur menghadapi musuh hingga akhirnya dia terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin Genting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu terjadi berulang2 kali,sehingga semua pengawal yang menyertai baginda gugur syahid kecuali Thalhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika itu pasukan musyrikin Quraisy berhasil menyusul Nabi SAW, lalu Baginda bersabda:" sekarang hadapilah mereka wahai Thalhah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat Baginda diserang dan menghadapi luka2, Thalhah dengan tegar tampil menghadang setiap musuh yang cuba mendekati baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar berkata: waktu itu aku dan Abu Ubaidah b. Jarrah berada dalam posisi yang lebih jauh dari baginda, dan ketika kami berhasil mendekati baginda utk menolongnya, baginda bersabda:" Tinggalkan diriku dan tolonglah sahabatmu(Thalhah)". dan ternyata sekujur tubuh berlumuran darah serta tujuh puluhan luka2 terjatuh di sebuah lobang tak sedarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang kembali peristiwa itu, Rasulullah SAW sering mengatakan:" Barang siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan dipermukaan bumi, maka lihatlah Thalhah bin Ubaidillah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar as-Siddiq jika terkenang peristiwa Uhud, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari itu.. semuanya milik Thalhah"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-6642275945825540899?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/6642275945825540899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/sang-syahid-yang-berjalan-di-muka-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6642275945825540899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6642275945825540899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/sang-syahid-yang-berjalan-di-muka-bumi.html' title='SANG SYAHID YANG BERJALAN DI MUKA BUMI'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-944882420391114617</id><published>2010-01-13T01:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T01:01:15.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>TAHAPAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melakukan semua aktivitas ini, Hizb senantiasa mengikuti jejak Rasulullah SAW, khususnya setelah turun kepada beliau firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فَـاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ و أَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu), dan ber palinglah dari orang-orang musyrik.” (Al-Hijr 94)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu beliau langsung menampakkan risalahnya secara terang-terangan dengan mengajak orang-orang Quraisy pergi berkumpul ke bukit Shafa, kemudian menyampaikan kepada mereka bahwa sesungguhnya beliau adalah seorang nabi yang diutus, dan beliau meminta agar mereka mengimaninya. Beliau menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat Quraisy sebagaimana beliau melakukannya kepada individu-individu. Beliau menentang orang-orang Quraisy, tuhan-tuhan sesembahan mereka, keyakinan-keyakinan, dan ide-ide mereka; dengan cara menjelaskan kepalsuan, dan kerusakannya. Beliaupun mencela dan menyerang mereka sebagaimana yang beliau lakukan terhadap keyakinan-keyakinan, dan ide-ide yang ada pada saat itu.&lt;br /&gt;Sedangkan ayat-ayat Al-Quran yang turun kepada beliau secara beruntun selalu terkait dengan kondisi yang ada pada saat itu. Ayat Al-Quran turun dengan menyerang kebiasaan-kebiasaan buruk mereka, seperti; memakan harta riba, mengubur hidup-hidup anak wanita, curang dalam timbangan, ataupun berzina. Ayat-ayat itu juga menyerang para pemimpin dan tokoh-tokoh Quraisy, memberinya predikat sebagai orang-orang bodoh, termasuk kepada nenek moyang mereka; disertai dengan pengungkapan terhadap persekongkolan-persekong kolan yang mereka rencanakan untuk menentang Rasul SAW, dakwah beliau dan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizb dalam mengembangkan ide-idenya; menentang ide-ide lain (yang bertentangan dengan Islam) dan kelompok-kelompok politik (yang tak berasaskan Islam); melawan negeri-negeri kafir; atau dalam menentang para penguasa, senantiasa bersikap terbuka, terang-terangan, dan menantang, tidak berbasa-basi, berpura-pura ataupun ber kompromi; tidak berputar-putar dan tidak pula mementingkan keselamatan diri sendiri, tanpa memandang hasil dan keadaan yang terjadi. Hizb tetap akan menghadapi setiap hal yang bertentangan dengan Islam dan hukum-hukumnya. Suatu keadaan yang akan membawanya kepada bahaya berupa penyiksaan pedih dari para penguasa, perlawanan kelompok-kelompok politik non Islami dan para pengemban dakwah (yang bertentangan dengan Hizb), bahkan kadang-kadang menghadapi perlawanan mayoritas masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Hizb selalu meneladani sikap Rasulullah SAW. Beliau datang dengan membawa risalah Islam ke dunia ini dengan cara yang menantang, terang-terangan, namun yakin terhadap kebenaran yang diserukannya, dan menentang kekufuran berikut ide-idenya yang ada di seluruh dunia. Beliau menyatakan perang atas seluruh manusia, tanpa memandang lagi warna kulit –baik yang hitam maupun yang putih– tanpa memperhi-tungkan adat-istiadat, agama-agama, kepercayaan-kepercayaan, para penguasa ataupun masyarakat-nya. Beliau tidak menoleh sedikit pun, kecuali kepada risalah Islam. Beliau memulai dakwahnya di tengah-tengah kaum musyrikin Quraisy, dengan menyebut tuhan-tuhan sesembahan mereka disertai celaan, menentang segala sesuatu yang menjadi keyakinan mereka dan memandang rendah sembahan mereka. Sedangkan beliau –dalam melakukan semua ini– adalah sendirian, tanpa seorang pun yang mendampinginya, tanpa senjata apapun kecuali keyakinannya yang amat mendalam terhadap risalah Islam yang dibawanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-944882420391114617?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/944882420391114617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tahapan-dakwah-hizbut-tahrir-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/944882420391114617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/944882420391114617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tahapan-dakwah-hizbut-tahrir-2.html' title='TAHAPAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR 2'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-8137705480908451400</id><published>2010-01-13T00:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T01:00:23.052-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>TAHAPAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap pertama sesungguhnya adalah tahap pembentukan gerakan, dimana saat itu ditemukan benih gerakan dan terbentuk halqah pertama setelah memahami konsep dan metode dakwah Hizb. Halqah pertama itu kemudian menghubungi anggota-anggota masyarakat untuk menawarkan konsep dan metode dakwah Hizb, secara individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang menerima fikrah Hizb langsung diajak mengikuti pembinaan secara intensif dalam halqah-halqah Hizb, sampai mereka menyatu dengan ide-ide Islam dan hukum-hukumnya yang dipilih dan ditetapkan oleh Hizb. Sehingga, mereka memiliki kepribadian islam, yaitu mempunyai pola pikir yang islami (akliyah islamiyah) dan menjadi kannya, ketika melihat setiap pemikiran, kejadian atau peristiwa baru, senantiasa dengan pandangan Islam, serta tatkala memutuskan sesuatu selalu berlandaskan pada tolok ukur Islam, yaitu halal dan haram. Ia pun memiliki pola jiwa yang islami (nafsiyah islamiyah), sehingga akan menjadikan kecenderungannya senantiasa mengikuti Islam walau kemanapun, serta menentu-kan langkah-langkahnya atas dasar Islam. Sehingga, mereka ridla kepada sesuatu yang diridlai Allah dan Rasul-Nya, marah dan benci kepada hal-hal yang membuat Allah dan Rasul-Nya murka, lalu mereka akan tergugah mengemban dakwah ke tengah-tengah umat setelah mereka menyatu dengan Islam. Sebab pelajaran yang diterimanya dalam halqah merupa kan pelajaran yang bersifat amaliyah (praktis) dan berpengaruh (terhadap lingkungan), dengan tujuan untuk diterapkan dalam kehidupan dan dikembang kan di tengah-tengah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang telah sampai pada tingkatan ini, dialah yang akan mengharuskan dirinya bergabung dan menyatu menjadi bagian dari gerakan Hizb. Demikianlah yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW, pada tahap pertama dalam dakwahnya –yang berlangsung selama tiga tahun. Pada saat itu Beliau menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat secara perorangan dengan menawarkan apa yang telah diturunkan Allah SWT kepadanya (berupa aqidah dan ide-ide Islam). Siapa saja yang menerima dan mengimani beliau berikut risalah yang dibawanya, maka ia akan bergabung dengan kelompok yang telah dibentuk Nabi SAW atas dasar Islam, secara rahasia. Beliau selalu menyampaikan bagian-bagian risalah, dan selalu membacakan ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan kepada beliau, sampai merasuk ke dalam diri mereka. Beliau menemui mereka secara sembunyi-sembunyi, mengajar mereka secara rahasia di tempat-tempat yang tidak diketahui masyarakat pada umumnya. Mereka melaksanakan ibadah juga secara diam-diam, sampai saatnya Islam dikenal dan menjadi pembicaraan masyarakat di Mekah, sebagian mereka bahkan masuk Islam secara berangsur-angsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap pembentukan kader ini, Hizb membatasi aktivitasnya hanya pada kegiatan pembinaan saja. Hizb lebih memusatkan perha tiannya untuk membentuk kerangka gerakan, memperbanyak anggota dan pendukung, membina mereka secara berkelompok dan intensif dalam halqah-halqah Hizb dengan tsaqafah yang telah ditentukan sehingga berhasil membentuk satu kelompok partai yang terdiri dari orang-orang yang telah menyatu dengan Islam, menerima dan mengamalkan ide-ide Hizb, serta telah berinteraksi dengan masyarakat dan mengembangkannya ke seluruh lapisan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hizb dapat membentuk kelompok partai sebagaimana yang dimaksud di atas, juga setelah masyarakat mulai merasakan kehadirannya, mengenal ide-ide dan cita-citanya, pada saat itu sampailah Hizb ke tahap kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua adalah tahap berinteraksi dengan masyarakat, agar umat turut memikul kewajiban menerapkan Islam serta menjadikannya sebagai masalah utama dalam hidupnya. Caranya, yaitu dengan menggugah kesadaran dan membentuk opini umum pada masyarakat terhadap ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah ditabanni oleh Hizb, sehingga mereka menjadikan ide-ide dan hukum-hukum tersebut sebagai pemikiran-pemikiran mereka, yang mereka perjuangkan di tengah-tengah kehidupan, dan mereka akan berjalan bersama-sama Hizb dalam usahanya menegakkan Daulah Khilafah, mengangkat seorang Khalifah untuk melangsungkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini Hizb mulai beralih menyampai kan dakwah kepada masyarakat banyak secara kolektif. Pada tahap ini Hizb melakukan kegiatan-kegiatan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pembinaan Tsaqafah Murakkazah (intensif) melalui halqah-halqah Hizb untuk para pengikut nya, dalam rangka membentuk kerangka gerakan dan memperbanyak pengikut serta mewujudkan pribadi-pribadi yang islami, yang mampu memikul tugas dakwah dan siap mengarungi samudera cobaan dengan pergolakan pemikiran, serta perjuangan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pembinaan Tsaqafah Jama’iyah bagi umat dengan cara menyampaikan ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan Hizb, secara terbuka kepada masyarakat umum. Aktivitas ini dapat dilakukan melalui pengajian-pengajian di masjid, di aula atau di tempat-tempat pertemuan umum lainnya. Bisa juga melalui media massa, buku-buku, atau selebaran-selebaran. Aktivitas ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran umum di tengah masyarakat, agar dapat berinteraksi dengan umat sekaligus menyatukan nya dengan Islam. Juga, untuk menggalang kekuatan rakyat sehingga mereka dapat dipimpin untuk menegakkan Daulah Khilafah dan mengembalikan penerapan hukum sesuai dengan yang diturunkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Ash-Shira’ul Fikri (Pergolakan Pemikiran) untuk menentang ideologi, peraturan-peraturan dan ide-ide kufur, selain untuk menentang aqidah yang rusak, ide-ide yang sesat dan pemahaman-pemahaman yang rancu. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menjelaskan kepalsuan, kekeliruan dan kontradiksi ide-ide tersebut dengan Islam, untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide yang sesat itu, serta dari pengaruh dan dampak buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Al-Kifaahus Siyasi (Perjuangan Politik) yang mencakup aktivitas-aktivitas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Berjuang menghadapi negara-negara kafir imperialis yang menguasai atau mendominasi negeri-negeri Islam; berjuang menghadapi segala bentuk penjajahan, baik penjajahan pemikiran, politik, ekonomi, maupun militer. Mengungkap strategi yang mereka rancang, membongkar persekongkolan mereka, demi untuk menyelamatkan umat dari kekuasaan mereka dan membebaskannya dari seluruh pengaruh dominasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Menentang para penguasa di negara-negara Arab maupun negeri-negeri Islam lainnya; mengungkapkan (rencana) kejahatan mereka; menyampaikan nasihat dan kritik kepada mereka. Dan berusaha untuk meluruskan mereka setiap kali mereka merampas hak-hak rakyat atau pada saat mereka melalaikan kewajibannya terhadap umat, atau pada saat mengabaikan salah satu urusan mereka. Disamping berusaha untuk menggulingkan sistem pemerintahan mereka, yang menerap kan perundang-undangan dan hukum-hukum kufur, yaitu dengan tujuan menegakkan dan menerapkan hukum Islam untuk mengganti kan hukum-hukum kufur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Mengangkat dan menetapkan kemaslahatan umat, yaitu dengan cara melayani dan mengatur seluruh urusan umat, sesuai dengan hukum-hukum syara’.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-8137705480908451400?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/8137705480908451400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tahapan-dakwah-hizbut-tahrir-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8137705480908451400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/8137705480908451400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/tahapan-dakwah-hizbut-tahrir-1.html' title='TAHAPAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR 1'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-291432379591024955</id><published>2010-01-13T00:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T00:34:05.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indonesia'/><title type='text'>Jubir HTI: Pluralisme Bertentangan dengan Prinsip Aqidah Islam</title><content type='html'>&lt;em&gt;Wafatnya Gus Dur menjadi momentum bagi para pengusung pluralisme untuk semakin menggencarkan penyebaran paham yang jelas-jelas bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam, sehingga MUI pun telah memfatwakan haram untuk menyebarkan paham Sipilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme) itu. Bagaimana pandangan HTI terkait masalah ini? Berikut petikan wawancara wartawan mediaumat.com dengan Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto pada hari Selasa (12/1/2010).&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana pandangan HTI terhadap pluralisme?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, kita harus membedakan antara pluralitas  dan pluralisme. Pluralitas adalah sebuah keadaan dimana di tengah masyarakat terdapat banyak ragam ras, suku, bangsa, bahasa dan agama. Ini adalah sebuah kenyataan masyarakat sebagai hasil dari proses-proses sosiologis, biologis dan historis yang telah berjalan selama ini. Secara biologis, Allah SWT memang menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa dengan warna kulit, bentuk muka dan rambut  serta bahasa yang berbeda-beda. Sedang secara sosiologis, karena manusia bebas memilih, maka wajar bila manusia mempunyai keyakinan atau agama yang berbeda-beda. Jadi, ragam agama, sebagaimana juga ragam ras, suku, bangsa dan bahasa adalah kenyataan yang sangat manusiawi, karenanya semua harus kita terima sebagai sebuah kenyataan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara, berbeda dengan pluralitas, pluralisme adalah paham yang menempatkan keragaman sebagai nilai paling tinggi dalam masyarakat. Pluralisme agama adalah sebuah paham yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Agama apapun dalam pandangan paham ini hanyalah merupakan jalan yang berbeda untuk menuju titik kebenaran yang sama (&lt;em&gt;other way to the same truth&lt;/em&gt;). Karena itu, tidak boleh ada klaim kebenaran atau &lt;em&gt;truth claim&lt;/em&gt; dari agama manapun bahwa agama itulah yang paling benar, dan juga tidak boleh ada klaim keselamatan atau &lt;em&gt;truth salvation&lt;/em&gt; bahwa hanya bila memeluk agama itu saja umat manusia akan selamat dari siksa neraka. Menurut paham ini, karena agama yang ada hanya jalan yang berbeda menuju titik kebenaran yang sama, maka semua agama pasti akan menghantarkan pemeluknya menuju surga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HTI memandang, pluralitas dalam arti keragaman ras, suku, agama, bangsa, bahasa dan agama harus kita terima. Sedang pluralisme, apalagi pluralisme agama harus kita tolak karena bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa bahaya pluralisme? Apakah bahaya itu hanya menyangkut pluralisme teologi sedang pluralisme sosiologi tidak?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pluralisme, apalagi pluralisme agama, tentu sangat berbahaya. Pertama, secara i’tiqadi paham ini merusak aqidah Islam. Pluralisme agama adalah sejenis sinkretisme, yakni paham yang menyamadudukkan agama. Artinya semua agama menurut paham ini hakekatnya sama. Yang berbeda hanyalah bentuk luarnya  atau aspek eksoterisnya saja, sedang aspek esoterisnya atau inti ajaran agama, semuanya sama, yakni menuju kepada Tuhan yang sama. Paham semacam ini jelas  bertentangan dengan aqidah Islam karena menurut aqidah Islam hanya Islam saja agama yang benar, yang diridhai Allah SWT, dan barang siapa mencari agama selain Islam pasti tertolak dan di negeri akhirat termasuk orang yang merugi karena pasti akan masuk neraka selama-lamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara secara empiris, paham ini membuat orang tidak lagi kokoh memegang aqidah dan syariah Islam, bahkan akan cenderung memusuhi karena menganggap ide penerapan syariah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara misalnya, berarti hanya mengunggulkan agama Islam dari agama lain yang ada. Inilah salah satu faktor yang membuat mengapa upaya penerapan syariah di negeri yang  berpenduduk mayoritas muslim ini terasa begitu sulit karena tak henti ditentang oleh umat Islam termasuk tokoh-tokohnya yang berpandangan pluralisme tadi. Karena itu, fatwa MUI yang mengharamkan pluralisme agama sudah sangat tepat, dan bila ada upaya yang ingin menghapus fatwa itu harus tegas ditolak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah berarti HTI tidak mengakui keragaman agama, suku dan bangsa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HTI sangat mengakui keragaman agama, suku, ras, bangsa dan bahasa. Sekali lagi, itu semua adalah realitas dari pluralitas masyarakat. Dan ingat, Islam tidak pernah merasa asing dengan pluralitas masyarakat. Dalam sejarahnya, semua masyarakat yang dibentuk Islam di masa lalu, termasuk masyarakat Islam pertama yang dibentuk Nabi di Madinah, selalu adalah masyarakat plural.  Ketika risalah Islam diturunkan untuk membawa rahmat kepada seluruh alam, itu artinya rahmat kepada  pluralitas masyarakat. Maksudnya, sebuah masyarakat plural, yang terdiri dari ragam ras, suku, bangsa, bahasa dan agama itu, benar-benar akan mendapatkan kebaikan bila diatur dengan syariah Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana syariah memposisikan non muslim berkaitan dengan agama dan hak-hak pokok mereka?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam memposisikan non muslim dengan sangat baik. Mereka akan dianggap sebagai bagian integral dari masyarakat Islam. Meski mereka warga non muslim, harus  tetap dihormati dan tidak boleh didzalimi. Harta, jiwa dan kehormatan mereka tidak boleh dicederai. Mereka juga tidak boleh dipaksa masuk Islam. Sebagai &lt;em&gt;ahludz dzimmah&lt;/em&gt;, mereka berhak mendapatkan perlindungan agama, harta, jiwa dan kehormatan. Itulah mengapa dalam sejarah peradaban Islam, warga non muslim bisa hidup aman, damai dan sejahtera di tengah-tengah mayoritas warga muslim. Tidak sekalipun pernah tercatat pemberontakan warga non muslim dalam masyarakat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana menyikapi pro kontra terhadap pemikiran dan kebijakan Gus Dur?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menanggapi pemikiran dan kebijakan Gus Dur, semua harus dikembalikan kepada ketentuan Islam. Apa saja pemikiran dan kebijakan Gus Dur yang bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam, misalnya tentang pluralisme agama, tentang upaya untuk mencabut larangan PKI atau sikap dia yang membela Ahmadiyah dan lainnya, semua itu harus ditolak. Sementara apa saja pemikiran dan kebijakan dia yang baik, yang sesuai dengan aqidah dan syariah, boleh kita dukung. Nah, kini beliau sudah meninggal, kita berharap semoga semoga semua kesalahannnya diampuni dan amal baiknya diterima Allah SWT. Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: &lt;strong&gt;mediaumat.com&lt;/strong&gt; (12/1/2010)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-291432379591024955?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/291432379591024955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/jubir-hti-pluralisme-bertentangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/291432379591024955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/291432379591024955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/jubir-hti-pluralisme-bertentangan.html' title='Jubir HTI: Pluralisme Bertentangan dengan Prinsip Aqidah Islam'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-3940124406824347139</id><published>2010-01-12T22:11:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T22:11:57.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indonesia'/><title type='text'>Rokhmat S. Labib: Dalam Kapitalisme, Penjara Mewah Ayin Wajar</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ruang tahanan terpidana kasus korupsi dan narkoba Artalyta Suryani (Ayin) dan Aling dilengkapi dengan fasilitas AC, TV, spring bed, perangkat karaoke dan toilet pribadi. Itukah yang disebut dengan penjara atau penjeraan? Lantas kedudukan penjara dalam Islam itu seperti apa? Untuk menjawab itu, wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo berbincang dengan Ketua Lajnah Staqafiyah DPP HTI Rokhmat S. Labib pada hari Selasa (12/1) di Kantor DPP HTI. Berikut petikannya.&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengapa ada penjara mewah?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sistem kapitalisme itu adalah sesuatu yang wajar. Karena semuanya bisa dibeli dengan uang. Jabatan bisa dibeli dengan uang,  termasuk hukum, bisa dibeli dengan uang. Kemudian juga orang kaya yang masuk penjara bisa memilih ruangan penjara yang mana, tergantung besarnya uang.  Jadi itu merupakan sesuatu yang wajar dalam sistem kapitalisme. Penjara mewah itu bukan sesuatu yang baru. Sejak lama ya begitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebelum penjara mewah Ayin?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya banyaaak. Sebelumnya kan ada penjara mewah Tomi Soeharto, dan lainnya. Terutama penjara buat para koruptor ya, pada umumnya mewah-mewah. Bahkan dikelas-kelas. Ada yang satu sel dihuni oleh beberapa orang. Sampai satu sel satu orang. bahkan ada yang difasilitasi dengan AC, TV, hp, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pembagian kelas tersebut ditentukan berdasarkan apa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya berdasarkan tawar menawar, berapa besar uang yang bisa diberikan oleh narapidana kepada petugas. Jadi penjara sekarang semacam tempat kost begitu. Narapidana itu milih kamar. Mau yang satu kamar beberapa orang, atau sendirian ya tergantung kost (uang yang dibayarkan, &lt;strong&gt;red.&lt;/strong&gt;) dari kantongnya berapa besar. Itu sudah biasa dan sejak lama di negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah dalam sistem sanksi Islam dibolehkan adanya kelas-kelas penjara seperti itu?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lantas kedudukan penjara dalam sistem sanksi Islam seperti apa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penjara itu dalam sistem sanksi Islam adalah salah satu hukuman dari hukum &lt;em&gt;ta’jir. &lt;/em&gt;Ada empat macam hukuman atau sanksi. &lt;em&gt;Pertama, had&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;hudud&lt;/em&gt;, sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku kejahatan yang tatacara pemberian sanksinya telah dijelaskan. Misalnya: Pelaku zina dihukum cambuk 100 kali atau dirajam sampai mati, pencuri yang nilai barang curiannya di atas seperempat dinar (satu dinar: 4,25 gram emas, &lt;strong&gt;red&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;jinayat adalah sanksi terhadap pelaku kejahatan yang kejahatannya itu bisa dimaafkan. Misalnya, &lt;em&gt;qishash&lt;/em&gt;, hukuman mati bagi pelaku pembunuhan. Namun bila ahli waris korban memaafkannya, maka &lt;em&gt;qishash&lt;/em&gt; tersebut diganti dengan &lt;em&gt;diyat.&lt;/em&gt; Si pembunuh wajib memberikan 100 onta kepada ahli waris korban. Tapi kalau pembunuhannya disengaja 40 di antara onta tersebut harus dalam keadaan bunting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketiga, ta’jir&lt;/em&gt; yang hukumannya ditentukan oleh qadhi (hakim) bagi pelaku kejahatan berupa pelanggaran terhadap hukum syara’ lainnya yang tiadk ad dalam jinayat dan hudud, seperti pelanggaran terhadap larangan berdua-duan dengan lawan jenis, hukuman bagi yang melalaikan shalat, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Keempat, mukhalafah. &lt;/em&gt;Sanksi bagi pelanggar ketetapan yang dibuat oleh khalifah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, berkaitan dengan &lt;em&gt;ta’jir &lt;/em&gt;ini ada berbagai macam ragam. Di antaranya adalah penjara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa yang membedakan penjara dalam Islam dan sistem sekarang?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua sanksi dalam sistem sanksi Islam itu mengandung dua fungsi. &lt;em&gt;Pertama, &lt;/em&gt;berfungsi sebagai &lt;em&gt;jawajir&lt;/em&gt;, efek penjeraan. Sehingga pelaku menjadi jera sekaligus mencegah orang lain melakukan hal serupa. &lt;em&gt;Kedua, jawabir&lt;/em&gt;, penghapus dosa atas tindak kejahatannya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan dalam sistem sanksi kapitalisme, atau komunisme itu, maksimal penjara hanya membuat trauma tetapi tidak akan menghapus dosa atas kesalahannya sehingga di akhirat akan tetap dimintai pertanggungjawabannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penjara mewah bikin trauma?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lha, kalau penjara itu mewah, membuat orang betah di dalamnya. Tentu itu bertentangan dengan prinsip &lt;em&gt;jawajir&lt;/em&gt;. Jadi harusnya penjara itu yang sempit, gelap, atau apalah yang membuat orang yang berada di dalamnya menjadi trauma tidak mau lagi masuk penjara sehingga tidak berani lagi melakukan tindakan yang akan menghantarkannya ke penjara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi ingat tetap tidak boleh dipukuli karena kan hukumnya hanya kurungan. Makanannya pun tidak enak tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, kalau di penjara itu ada AC, TV, HP, laptop dan lain sebagainya, sama sekali tidak membuat efek jera bagi pelakunya. Apalagi itu semua bisa dibeli dengan uang, tentu saja orang-orang yang kaya tidak ketakutan untuk melakukan tindak kejahatan. Karena di dalam penjara pun masih pegang hp, masih bisa mengendalikan bisnisnya dan aktivitas lainnya yang bisa dikendalikan dari penjara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal seharusnya orang yang dipenjara itu terisolasi, tidak boleh melakukan aktivitas tersebut. Ia boleh dijenguk oleh keluarganya, sebagai hubungan keluarga, bukan hubungan bisnis dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu penjara dalam Islam berbeda sekali dengan penjara dalam sistem yang berlaku sekarang ini. Dalam Islam, penjara sebagai sanksi bukan sebagai sekolah, &lt;em&gt;treatment&lt;/em&gt; atau lembaga pemasyarakatan.  Sehingga penjara itu dibuat sedemikian rupa agar pelakunya itu menjadi jera atau kapok untuk melakukan kejahatan serupa.[mediaumat.com, 13/1/2010]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-3940124406824347139?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/3940124406824347139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/rokhmat-s-labib-dalam-kapitalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3940124406824347139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/3940124406824347139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/rokhmat-s-labib-dalam-kapitalisme.html' title='Rokhmat S. Labib: Dalam Kapitalisme, Penjara Mewah Ayin Wajar'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-6809332600917037237</id><published>2010-01-11T22:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T22:36:27.430-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Kaleideskop Dunia Islam 2009 : Objek Imperialisme Barat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tidak ada perubahan berarti nasib dunia Islam pada tahun 2009. Tanpa Khilafah , Dunia Islam masih menjadi objek kebijakan imperialisme negara-negara Barat dan sekutunya. &lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ideologi Kapitalisme yang diemban oleh negara secara konsisten menjadikan penjajahan  sebagai metode baku politik luar negeri mereka. Dunia Islam yang memiliki potensi politik dan ekonomi yang luar biasa menjadi objek penjajahan dunia Barat. Beberapa isu hangat yang mencerminkan itu antara lain:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Derita Irak, Afghanistan, Khasmir, India, dan Bosnia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Irak dan Afghanistan merupakan dua negara yang secara fisik langsung dijajah oleh AS dengan pendudukan militer. Di samping menghancurkan bangunan fisik di dua negeri ini dengan pemboman yang membabi buta, korban rakyat sipil pun berjatuhan.  Di Irak hingga kini sekitar satu juta orang terbunuh.  Ribuan orang terbunuh di Afghanistan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Afghanistan serangan terhadap rakyat sipil berulang terjadi. Seperti biasa AS mengklaim mereka menyerang al Qaidah, meskipun banyak di antara korban adalah para wanita dan anak-anak.  Pada awal Desember 2009, 13 warga sipil tewas provinsi Lagham terbunuh dalam serangan oleh NATO.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janji Obama untuk membuka babak baru hubungan Islam dan AS yang saling menguntungkan kembali terbukti omong kosong. BBC online (30/11) melaporkan Presiden Obama mengirim tambahan pasukan 30 ribu personel ke Afghanistan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih pada November, empat orang warga sipil meninggal akibat serangan rudal yang dilakukan oleh pesawat mata-mata tak berawak, yang diyakini pesawat itu milik Amerika. Serangan rudal itu menimpa rumah seorang pemimpin suku di utara Waziristan.Sumber tersebut mengatakan bahwa serangan yang terjadi di daerah Newark itu juga melukai empat orang lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan September (4/9) lebih dari seratus orang, sebagian besar warga sipil, dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah pesawat-pesawat tempur pimpinan AS menyerang tanker bahan bakar di wilayah utara Afghanistan. Gubernur Provinsi Kunduz, Mohammad Omar, mengkhawatirkan jumlah korban tewas bisa mencapai 90 orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Serangan tidak hanya terjadi di Afghanistan, daerah perbatasan Afghanistan-Pakistan pun menjadi sasaran pembantaian masal AS dan sekutunya. Pada bulan Agustus enam orang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak milik AS di wilayah Suku Waziristan selatan di Pakistan barat-laut, yang berbatasan dengan Afghanistan, demikian laporan stasiun televisi Kamis(6/8). Menurut saluran TV swasta Express News, pesawat tanpa awak itu menembakkan dua rudal ke satu rumah di Desa Kani Kuram di Waziristan selatan, menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang lagi, sementara stasiun TV Geo News menyatakan serangan tersebut telah menewaskan delapan orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Negara teroris Amerika Serikat kembali membunuh rakyat sipil Afghanistan di pertengahan 2009. Kali ini yang menjadi korbannya adalah petani. Seperti yang dilaporkan &lt;em&gt;Republika online&lt;/em&gt; (06/08), serangan udara yang dilancarkan pasukan Barat di Afghanistan Selatan menewaskan lima petani. Demikian diungkapkan seorang kepala kepolisian lokal. Para petani tersebut tengah memuat hasil panen mereka, mentimun, ke dalam sebuah taksi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bulan Mei AS menyerang warga sipil. Sedikitnya 97 warga sipil tewas. Kebanyakan anak-anak. Menurut Komisi Hak Asasi Independen Afghanistan, AIHRC, seperti dilansir situs &lt;em&gt;straittimes&lt;/em&gt;, Rabu (27/5/2009), peristiwa penembakan terjadi pada 4-5 Mei lalu yang terjadi di barat daya Provinsi Farah. Selain menewaskan korban sipil, tak sedikit juga pasukan militer Afghanistan menjadi korban keganasan pasukan militer AS. Pemerintah Afghanistan menyebutkan, sekitar 140 warga sipil tewas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rakyat Afghanistan pun bangkit untuk menentang penjajahan AS dan sekutunya. Sekitar seribu warga Afghanistan, mayoritas para mahasiswa menunjukkan kemarahannya terhadap AS dengan membakar “orang-orangan” berbentuk Presiden AS Barack Obama. Rakyat bersama para mahasiswa Afghanistan itu turun ke jalan-jalan dan melakukan aksi long march di Kabul-ibukota Afghanistan hari Minggu (25/10) setelah mendengar kabar bahwa tentara-tentara AS membakar kitab suci Alquran. Para demonstran membakar sebuah “boneka” berbentuk Presiden AS Barack Obama, sambil meneriakkan pernyataan “Mati Kau Amerika, Hancurkan Israel !”, “Tolak demokrasi. Yang kami inginkan hanya Islam !”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya Afghanistan dan Irak, darah umat Islam juga tertumpah karena tiada yang melindungi umat ini sejak runtuhnya Khilafah Islam. Sebuah kelompok hak asasi manusia di Kashmir menyatakan, Rabu (2/12), mereka telah menemukan sekitar 1.700 kuburan tanpa nama yang terkait dengan pembantaian di wilayah itu dan mendesak pihak berwenang melakukan penyelidikan. Kuburan-kuburan itu ditemukan di 55 desa dekat Garis Pengawasan, yang memisahkan wilayah-wilayah Kashmir antara India dan Pakistan, kata kelompok Pengadilan Rakyat Internasional mengenai Hak Asasi Manusia dan Keadilan di Kashmir India (IPTK). Pembantaian atas Muslim Kashmir oleh ekstrimis India mulai terjadi sejak tahun 1947, lebih dari 70.000 syahid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara di India, kaum nasionalis Hindu yang merupakan kunci pemerintahan dan para tokoh oposisi pemerintah mengatur penghancuran Masjid Babri yang bersejarah pada tahun 1992 menurut sebuah investigasi yang berlangsung selama 17 tahun di India. Mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee menjadi bagian dari “perencanaan cermat” penghancuran masjid yang dibangun pada abad ke-16 tersebut menurut bocoran dari investigasi yang diterbitkan oleh harian Indian Express pada hari Ahad (23/11). Pembongkaran Masjid Babri tersebut memicu kekerasan antara umat Hindu dengan umat Muslim yang terburuk. Hampir 2.000 lebih orang yang sebagian besar umat Islam meninggal akibat kekerasan tersebut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak kalah menyedihkan adalah nasib umat Islam di Bosnia. Ketua Komite Pencarian Orang Hilang di Bosnia dan Herzegovina, Omar Machovic pada kesempatan Hari Orang Hilang Dunia, (30/8) mengungkapkan, lebih dari 30 ribu orang masih hilang di Bosnia dan Herzegovina sejak pecah perang pada awal dekade terakhir. Machovic berkata kepada Kantor Berita  Kuwait (KUNA) bahwa jumlah keseluruhan orang yang hilang di semua negara bekas Yugoslavia ini mencapai 40 ribu orang, 80 persen di antaranya adalah kaum Muslim Bosnia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu , umat Islam di Turkistan Timur (versi China Xianjiang) terus ditindak oleh pemerintah Komunis China. Diperkirakan korban jiwa dalam kerusuhan di kota Urumqi, China, antara Muslim dengan suku Han China mencapai 600 hingga 800 orang tewa, kata Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia, Asgar Can, Rabu (8/07).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pihak berwenang Cina di Provinsi Xinjiang telah mengeluarkan pengumuman bahwa setiap warga atau pekerja Uighur apabila ditemukan tidak makan siang selama bulan Ramadhan bisa kehilangan pekerjaan mereka. Ini adalah bagian dari kampanye pemerintah daerah di Xinjiang, tempat kelompok Muslim Uighur, untuk memaksa orang-orang Uighur untuk tidak melakukan ritual keagamaan mereka selama bulan puasa Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dukungan Barat terhadap Negara Zionis Israel&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan imperialisme AS juga ditunjukkan dengan dukungan yang membabi-buta negara itu terhadap tindakan keji Israel. Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza (yang berakhir pada Januari 2009) Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Tak keluar dari mulutnya meski hanya sebuah kata untuk menunjukkan rasa simpati kepada para korban apalagi mengutuk Israel.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi Obama seolah-olah di sana tidak terjadi apa-apa. Padahal ada lebih 1.300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Kawasan Gaza juga hancur porak-poranda. Obama malah berkata: “Amerika berpegang teguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah.” Inikah yang disebut &lt;em&gt;mutual respect?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengkhianatan  Penguasa Negeri Islam &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari ke-19 serangan brutal Israel ke Gaza, lebih dari 1.001 meninggal sebagai syuhada, 4.600 terluka, lebih dari 350 korban adalah anak-anak dan 80 wanita (Aljazeera; 14/01/2008). Korban terus berjatuhan, tapi para penguasa Arab pengkhianat masih sibuk membahas solusi melalui KTT Doha, KTT Kuwait, KTT Riyad dan beberapa KTT lagi. Padahal solusinya sudah jelas dan mereka sudah tahu. Tidak perlu KTT. Kirim tentara, buka pinta Rafah untuk jihad fi sabilillah menghancurkan Israel. Itulah perintah Islam. Jika tidak mereka semuanya adalah pengecut dan pengkhianat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Surat kabar Israel “Haaretz” mengatakan Rabu (9/12) bahwa Mesir telah memulai pembangunan tembok baja yang besar di sepanjang perbatasan dengan Gaza, untuk menghentikan terowongan penyelundupan di wilayah ini. Surat kabar tersebut mengutip dari beberapa sumber Mesir yang mengatakan bahwa panjang tembok itu antara sembilan sampai sepuluh kilometer di kedalaman berkisar antara 20 hingga 30 meter di bawah tanah, sehingga sulit membuat lubang, sekalipun memakai alat pelebur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alih-alih menyatakan perang dengan Israel dan memutuskan hubungan dengan AS yang menjajah negeri Islam, penguasa negeri Islam malah bekerja sama dengan dua negara itu. Situs &lt;a href="http://www.alokab.com/"&gt;www.alokab.com&lt;/a&gt; mengutip dari surat kabar Israel Haaretz (Selasa 10/11) yang mengungkap adanya kerja sama rahasia militer Israel dan Yordania. Tujuan kerja sama militer ini melatih operasi penyelamatan di daerah Beit Ciin. Kerja sama militer seperti ini telah sering berlangsung dalam kategori kerja sama militer yang sangat rahasia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angkatan Laut dan Udara Turki, Israel dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer gabungan di Mediterania. Latihan gabungan ini diberi nama dengan “Reliant Mermaid X”. Latihan tersebut berlangsung 17-21 Agustus dengan tujuan untuk praktek koordinasi pencarian darurat dan operasi penyelamatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada April 2009, Presiden AS Barack Obama dan Raja Arab Saudi Abdullah membahas kerja sama mengenai cara mengatasi krisis ekonomi global dan upaya bersama memerangi terorisme, dalam pembicaraan langsung pertama mereka di sela pertemuan puncak G20, demikian Gedung Putih. Obama kembali menyampaikan dukungannya pada gagasan Arab Saudi bagi penciptaan perdamaian Arab-Israel yang hampir macet sejak proses itu diluncurkan pada 2002. “Para pemimpin itu menyampaikan kembali hubungan kuat dan lama di antara kedua negara tersebut,” kata Gedung Putih dalam satu pernyataan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sepakat memperbaharui komitmen dan meningkatkan hubungan kedua negara ke tahap yang lebih tinggi dan kerja sama di segala bidang termasuk perang melawan terorisme. Demikian dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Shangri-La, Singapura, Ahad (15/11), seusai melakukan pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Intervensi Barat dan Politik Adu Domba di Yaman, Sudan, Pakistan, dan Somalia&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Intervensi dan adu domba menjadi ciri utama dari kebijakan imperialisme Barat. Di Pakistan, AS mendorong pemerintah Pakistan untuk memerangi mujahidin Taliban. AS menggunakan tentara Pakistan untuk memerangi Taliban. Pengkondisian pun dilakukan dengan melakukan melakukan pemboman di markas tentara atau polisi Pakistan yang kemudian dituduhkan kepada Taliban. Rakyat sipil pun dikorbankan dengan pembomanan di tempat-tempat umum, lagi-lagi yang disalahkan adalah Taliban. Hal ini kemudian memicu konflik horizontal di Pakistan, antara sesama umat Islam dan antara tentara Pakistan dengan Taliban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hizbut Tahrir wilayah Pakistan, pada 25/11/2009 mengadakan demontrasi di Islamabad, di luar Club Wartawan, mengkritik kezaliman para penguasa yang menjadi antek dan hanya melayani kepentingan Amerika. Para demonstran mengecam keterlibatan pemerintah serta sikapnya yang membiarkan Amerika melaksanakan operasi pemboman di negeri ini, dengan menggunakan perusahaan mereka sendiri, seperti perusahaan Blackwater. Para demonstran menuntut diakhirinya keberadaan Amerika dan mengakhiri perang, “fitnah” di Waziristan dengan cara mendirikan negara Khilafah yang akan memobolisasi pasukan untuk menyapu bersih Tentara Salib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perang melawan terorisme pimpinan Amerika memasuki fase baru pada bulan Desember 2009 ketika aksi militer dialihkan dari Afghanistan ke Yaman. Amerika Serikat meluncurkan rudal-rudal jelajah yang dilakukan dengan bantuan pasukan pemerintah Yaman, dengan menggunakan tank-tank, helikopter-helikopter dan artileri yang menyerbu desa-desa di pegunungan yang diduga menyembunyikan jaringan Al-Qaeda Osama bin Laden.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tampaknya serangan-serangan yang dilakukan Amerika di Yaman sesuai dalam tujuan-tujuan Amerika untuk mengontrol Teluk Aden setelah mereka gagal mengalahkan rezim Somalia dan dikarenakan kepentingan-kepentingan strategis umum Amerika di Afrika. Sebagaimana ketidakmampuan pemerintah Sudan  untuk menangani apa yang awalnya adalah perbedaan-perbedaan kesukuan di negeri mereka maka Amerika kemudian campur tangan dan kemudian menggunakan konflik itu untuk mencapai tujuan pengendalian kekayaan minyak Sudan. Tampaknya Amerika menggunakan ketidakmampuan rezim Yaman untuk menangani masalah-masalah dalam negeri untuk ikut campur dalam urusan negeri itu dan kemudian berada secara permanen di perairan strategis di Aden.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Standar Ganda Penegakan HAM : Penjara Guantanamo, Abu Ghuraib dan Penjara Rahasia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Obama telah berjanji menutup Penjara Guantanamo. Tapi terbukti hingga saat ini penjara Guantanamo masih belum ditutup. Obama malah menyatakan banyak kendala untuk menutup penjara yang mengerikan ini. Banyak yang berharap penyiksaan pengadilan militer dihentikan. Namun, tahanan Guantanamo tetap dipenjarakan, dipindah ke tempat lain. Dia juga memutuskan melanjutkan pengadilan militer yang kontroversial. Meskipun dia telah membuat banyak retorika bahwa CIA telah dilarang melakukan penyiksaan, Obama memutuskan tidak menuntut siapapun yang telah melakukan penyiksaan di masa lampau dan tidak terikat dengan aturan bukti-bukti penyiksaan di tempat lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan Agustus, media juga mengungkap kekejian yang dilakukan oleh CIA.  Badan intelijen ini menggunakan beberapa teknik interogasi “tidak berperikemanusiaan” yang digunakan oleh CIA terhadap tahanan dalam kampanye War on Teror pada zaman mantan Presiden George W Bush. Dokumen rahasia yang dipublikasikan, menunjukkan penyidik CIA mengancam akan membunuh anak-anak seorang tahanan dan memaksa orang yang dicurigai sebagai teroris untuk melihat ibunya diperkosa di depannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dukungan Barat terhadap Rezim Represif Negeri Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap hipokrit kebijakan luar negeri Barat tampak dari dukungan mereka terhadap pemerintah otoriter di negeri Islam seperti Mesir, Suriah, Saudi Arabia dan Uzbekistan. Di satu sisi bicara HAM, sisi lain malah mendukung rezim yang dikenal berperilaku kejam terhadap rakyatnya. Presiden Obama tetap juga mendukung penguasa tiran dan kriminal di negeri-negeri Islam sebagaimana pendahulunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam wawancara dengan BBC, Obama menggambarkan Mubarak – Raja Firaun Mesir yang menyiksa dan mendzalimi penentang-penentangnya- dengan mengatakan: “Mubarak merupakan koalisi pendukung yang kuat bagi Amerika Serikat…. Dia telah menjadi kekuatan untuk menjaga stabilitas dan memberikan kebaikan di kawasan Timur Tengah“. Obama juga memuji Mubarak yang konsisten mendukung perdamaian dengan Israel termasuk memblokade rakyat Gaza untuk mendapat bantuan dan dana kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menguatnya Islamophobia di Barat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih 57 persen rakyat Swiss, lewat referendum Minggu (29/11) memilih untuk melarang pembangunan menara-menara masjid. Negara itu dengan terang-terangan telah bergabung dengan gelombang sentimen anti-Islam yang semakin menyebar ke seluruh Eropa. Perancis melarang hijab (jilbab), Perdana Menteri Italia Berlusconi menuduh Islam adalah peradaban yang rendah, sementara Menlu Inggris Jack Straw menyerang niqab (cadar), dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi di Barat bukanlah sekadar pelarangan menara atau jilbab, tapi sebuah bentuk nyata dari pertarungan peradaban &lt;em&gt;(clash of civilization)&lt;/em&gt;. Hal ini tampak nyata dari alasan-alasan yang dikemukan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid. Yang mereka tolak adalah ajaran Islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah Islam. Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walhasil nasib umat Islam tidak akan berubah selama umat tidak memiliki Khilafah Islam yang akan menerapkan syariah Islam. Khilafah adalah pemersatu dan pelindung umat dari penjajahan Barat. Khilafah juga akan membebaskan umat dari seluruh persoalan kehidupan mereka dengan menerapkan syariah Islam dalam segala aspek.  Karena itu, perjuangan penegakan Khilafah semakin relevan dan penting untuk membangkitkan umat menuju masa depan yang lebih baik. &lt;strong&gt;(Farid Wadjdi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4964415106633681614-6809332600917037237?l=halqah-centre.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://halqah-centre.blogspot.com/feeds/6809332600917037237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/kaleideskop-dunia-islam-2009-objek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6809332600917037237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4964415106633681614/posts/default/6809332600917037237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://halqah-centre.blogspot.com/2010/01/kaleideskop-dunia-islam-2009-objek.html' title='Kaleideskop Dunia Islam 2009 : Objek Imperialisme Barat'/><author><name>awi lf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16737186814467347263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_INKtCGdRsx4/SivIzAT4Q7I/AAAAAAAAATE/zdwZ-1dnTxk/S220/%5B%3DZ%5D+Images+id-00511+Menanti+KHILAFAH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4964415106633681614.post-569687491731292807</id><published>2010-01-11T22:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T22:11:57.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariah pemerintahan'/><title type='text'>HAK KHALIFAH MELEGISLASI HUKUM SYARA’ MENJADI UNDANG-UNDANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pengantar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Seperti layaknya negara mana pun di dunia, Khilafah juga memerlukan seperangkat undang-undang untuk mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakatnya. Tentu ada bedanya. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, substansi hukum dalam UU di negara Khilafah hanyalah hukum syara’ yang digali dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Sedang dalam negara sekuler, substansi hukumnya bukan hukum syara’, melainkan hukum kufur buatan manusia. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, yang berhak melegislasi UU dalam negara Khilafah hanyalah Khalifah sebagai kepala negara. Sedang dalam negara demokrasi sekarang, yang berhak melegislasi UU adalah badan legislatif, yakni DPR sebagai wakil rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tulisan ini bermaksud menjelaskan lebih jauh kewenangan Khalifah tersebut, yaitu melegislasi hukum syara’ menjadi UU. Hal ini sebagaimana pasal 3 Rancangan UUD Negara Khilafah yang digagas Hizbut Tahrir (HT), yang berbunyi,"&lt;i&gt;Khalifah mengadopsi hukum-hukum syara’ tertentu yang dilegislasinya sebagai undang-undang dasar dan undang-undang. Undang-undang dasar dan undang-undang yang telah diadopsi oleh khalifah menjadi satu-satunya hukum syara’ yang wajib dilaksanakan dan menjadi perundang-undangan yang wajib ditaati oleh setiap individu rakyat, baik secara lahir maupun secara batin."&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Muqaddimah ad-Dustur&lt;/i&gt;, Cet. II, 2009, hal. 16). Pasal ini mengandung 2 (dua) poin. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, hak khusus Khalifah melegislasi UU. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, kewajiban rakyat mentaati UU yang dilegislasi khalifah.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span lang="SV"&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Antara Adopsi dan Legislasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Adopsi (&lt;i&gt;tabanni&lt;/i&gt;) dalam pandangan HT artinya adalah tindakan seorang muslim memilih suatu hukum syara’ dan menjadikannya hukum untuk dirinya, disertai keharusan untuk mengamalkan, mengajarkan, dan mendakwahkan hukum itu pada saat dia mendakwahkan hukum dan pemikiran Islami. (An-Nabhani, 2003:136; Baba, 2008:26; Radhi, 2006:13).&lt;/p&gt; Adopsi merupakan keharusan pada saat terdapat khilafiyah dalam suatu hukum syara’. Misalnya masalah menyentuh perempuan, ada khilafiyah apakah itu membatalkan wudhu atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Menurut mazhab Syafii, membatalkan. Sedang menurut mazhab Hanafi, tidak membatalkan. Dalam kondisi seperti inilah, seorang muslim wajib mengadopsi satu hukum syara’ tertentu bagi dirinya. Sebab hukum Allah bagi satu individu dalam satu masalah adalah satu saja, tidak berbilang. (An-Nabhani, 2003:135). &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Adopsi ini dilakukan oleh tiga subjek. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, oleh individu. Misalnya adopsi dalam khilafiyah wudhu seperti dicontohkan di atas. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, oleh jamaah (kelompok). Misalnya adopsi mengenai metode yang ditempuh untuk menegakkan Khilafah. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, oleh negara (Khalifah). Misalnya adopsi mengenai hukum-hukum ijtihadiyah dalam masalah jihad, zakat, pajak, kharaj, jizyah, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(Baba, 2008:79)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;   &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Dengan demikian, ada perbedaan antara istilah adopsi (&lt;i&gt;tabanni&lt;/i&gt;) dan legislasi (&lt;i&gt;sann al-dustur wa al-qawanin; taqnin al-syari’ah&lt;/i&gt;). Perbedaannya terletak pada cakupannya. Adopsi bersifat umum mencakup adopsi oleh individu, jamaah, dan negara. Sedang legislasi bersifat khusus, yaitu hanya dilakukan oleh Khalifah sebagai kewenangan khusus baginya. Ketika dilakukan oleh Khalifah inilah, adopsi identik dengan legislasi, yang didefinisikan sebagai tindakan khalifah menetapkan suatu hukum syara’ sebagai undang-undang dasar (UUD) atau undang-undang (UU) resmi yang berlaku mengikat untuk seluruh aparat pemerintah dan individu rakyat. &lt;/p&gt;&lt;b&gt;  &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Hak Khusus Khalifah Melegislasi UU&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Poin pertama pasal 3 Rancangan UUD Khilafah menegaskan bahwa dalam negara Khilafah, otoritas legislasi ada di tangan Khalifah selaku kepala negara. Dalilnya adalah Ijma’ Sahabat, &lt;i&gt;ridhwanullahi ’alaihim&lt;/i&gt;. Pada saat Abu Bakar menjadi Khalifah, beliau menetapkan ucapan talak sebanyak tiga kali jatuh sebagai talak satu. Beliau juga menetapkan harta Baitul Mal dibagi dalam jumlah yang sama besarnya kepada seluruh rakyat. Khalifah Abu Bakar memerintahkan kebijakan ini atas seluruh aparat pemerintah dan rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Namun saat Umar bin Khathab menjadi Khalifah, beliau menetapkan ucapan talak sebanyak tiga kali jatuh sebagai talak tiga (bukan talak satu). Beliau juga menetapkan pembagian harta Baitul Mal dengan cara berbeda dari cara Khalifah Abu Bakar. Jika Abu Bakar menyamaratakan, Umar membaginya tidak sama rata, bergantung siapa yang lebih dulu masuk Islam, tingkat kebutuhan hidup, dan partisipasi dalam jihad fi sabilillah. Khalifah Umar pun memerintahkan kebijakan ini atas seluruh aparat pemerintah dan rakyat. &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Para sahabat Nabi SAW tidak ada yang mengingkari tindakan Khalifah Abu Bakar dan Umar itu. Dengan demikian, telah terwujud Ijma’ Sahabat dalam 2 (dua) persoalan. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, bahwa seorang Khalifah berhak mengadopsi dan melegislasi suatu hukum syara’ yang diberlakukan secara umum kepada seluruh rakyat. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, bahwa wajib hukumnya atas rakyat mentaati Khalifah dalam hukum-hukum syara’ yang telah dilegislasi oleh Khalifah. (&lt;i&gt;Muqaddimah al-Dustur&lt;/i&gt;, hal. 17).&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Berdasarkan Ijma’ Sahabat tersebut diistinbath beberapa kaidah syara’ yang terkenal, misalnya : &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;p dir="ltr" align="center"&gt;لِلسُّلْطَانِ أَنْ يُحْدِثَ مِنَ الأَقْضِيَةِ بِقَدْرِ مَا يَحْدُثُ مِنْ مُشْكِلاَتٍ&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span lang="EN"&gt; &lt;i&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;"Penguasa berhak menetapkan keputusan-keputusan baru sesuai problem-problem baru yang terjadi."&lt;/p&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;p dir="ltr" align="center"&gt;أَمْرُ الإِمَامِ يَرْفَعُ الْخِلاَفَ&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span lang="EN"&gt; &lt;i&gt; &lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;"Perintah Imam (Khalifah) menghilangkan perbedaan pendapat."&lt;/p&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;p dir="ltr" align="center"&gt;أَمْرُ الإِمَامِ نَافِذٌ ظَاهِراً وَبَاطِناً&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN"&gt; &lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Perintah Imam (Khalifah) wajib dilaksanakan, baik secara lahir maupun batin."&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Muqaddimah al-Dustur&lt;/i&gt;, hal. 17).&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;Jelaslah, bahwa hak legislasi dalam negara Khilafah ada di tangan Khalifah
