Tampilkan postingan dengan label Berita Internasional Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Internasional Amerika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Hizbut Tahrir Amerika Sekali Lagi Akan Menggoncang Jantungnya Peradaban Kapitalisme

Syabab.Com - Di jantungnya peradaban sampah kapitalisme, kembali Hizbut Tahrir bakal menggoncang Amerika. Hizbut Tahrir Amerika (HTA), salah satu cabang partai Islam internasional yang gemar menyerukan Khilafah tersebut akan menggelar sebuah acara publik di pinggiran kota Chicago untuk membicarakan krisis Pakistan, Ahad (20/12/09). Seperti biasa, para pembenci Islam yang menyebut dirinya pembela kebebasan dan demokrasi, berupaya untuk menggagalkan acara tersebut dengan tuduhan-tuduhan palsu yang dipaksakan.

Sebuah kelompok yang bernama Responbility for Equality and Liberty (REAL) telah membuat sebuah tulisan terkait rencana Hizbut Tahrir Amerika tersebut. Di dalam artikel yang dimuat di situsnya, REAL, disebutkan, "Sekali lagi, pinggiran kota di Chicago akan menjadi target acara publik oleh anti demokrasi, organisasi supremasis Islam Hizbut Tahrir pada hari Ahad, 20 Desember-kali ini menggunakan pusat masyarakat yang dikelola pemerintah di Lombard, Illinois."

Dengan kebencian, kelompok pembela kebebasan tersebut menuduh Hizbut Tahrir sebagai sebuah kelompok ekstrim yang menentang demokrasi dan kebebasan beragama. "Hizbut Tahrir Amerika sedang mengadakan acara terbarunya di desa pinggiran kota Chicago, Lombard, Illinois dengan judul Krisis Pakistan- Kejadian Kini & Arah Masa Depan."

Dengan penuh kebencian, kelompok yang menyebut dirinya pembela kebebasan tersebut malah berupaya untuk memberikan kebebasan kepada Hizbut Tahrir berbicara. Mereka berupaya menggalkan kegiatan tersebut.

Disebutkan bahwa Hizbut Tahrir Amerika telah menyewa Lombard Community Buiding di Jalan St Charles Timur 433 untuk tanggal 20 Desember 2009 pukul 5:00-6:30 Waktu Pusat.

"Kami yakin bahwa Desa Distrik Lombard Park dan Pemerintah Lombard tidah tahu siapa dan apa Hizbut Tahrir, atau bahkan mereka berfikir untuk bertanya. Kami mendesak para pembaca untuk menghubungi pemerintah dan media Lombard untuk membuat mereka sadar akan hal ini," sebutnya dalam tulisan di website REAL.

Kelompok REAL juga menyinggung aktivitas Hizbut Tahrir di Kanada yang telah menggunakan fasilitas pemerintah untuk acaranya pada bulan Juli. REAL juga menyebarkan berbagai tuduhan palsu, baik dari media barat ataupun dari sumber-sumber yang tidak difahami.

Dalam komentarnya, kantor berita Hizbut Tahrir Palestina menyebutkan bahwa tulisan dari REAL tersebut penuh dengan kesalahan, kebohongan dan kepalsuan.

"Banyak informasi yang tidak berdasar, sehingga mereka menyesatkan orang-orang Amerika dan mengisinya dengan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim. Mereka juga ingin mengirim pesan kepada Muslim di Amerika dan intimidasi kepada Hizbut Tahrir dengan label-label terorisme untuk menghubungkannya dengan Taliban dan Al-Qaeda, sehingga menjauhinya."

Sebelumnya, REAL juga berupaya menggagalkan acara publik Hizbut Tahrir Amerika untuk pertama kalinya, ketika menggelar Konferensi Khilafah dengan tema "Kejatuhan Kapitalisme dan Kebangkitan Islam". Namun, acara tetap berlangsung di Hotel Hilton, Oak Lawn Illinois Chicago. Pesan-pesan Islam dan seruan penegakkan Khilafah pun semakin membahana di bumi Amerika. Media setempat memberitakan kegiatan tersebut.

"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (TQS. Ibrahim [14]: 046)

Bagaimana pun juga, kebangkitan Islam telah dijanjikan. Sekuat apa pun upaya kafir barat menghalanginya, fajar kemenangan Islam pasti akan tiba juga hingga Islam benar-benar meliputi ujung timur dan ujung barat bumi ini. Insya Allah. [z/real/htpal/syabab.com]

»»  read more

Senin, 14 September 2009

Aktor Charlie Sheen : Bush Dibelakang Serangan 9/11

ni untuk kesekian kalinya warga AS menuduh Bush di balik serangan 9/11.

Bintang Hollywood terkenal Charlie Sheen menuduh bahwa pemerintahan mantan presiden George W. Bush lah yang berada di balik serangan 9 / 11, dan ia menyerukan adanya penyelidikan independen terhadap tragedi itu.

“Masyarakat AS dan Dunia menginginkan kebenaran,” kata Sheen dalam sebuah pesan video yang ia tujukan kepada Presiden AS Barack Obama.

“Seperti kronik surat saya , komisi 9 / 11 itu sendiri berkata mereka telah dibohongi, ditipu dan pada dasarnya mereka dicegah dari melakukan penyelidikan yang sebenarnya.”

Sheen sebelumnya telah menulis sebuah surat terbuka kepada Obama dan menuduh bahwa ada yang ditutup-tutupi oleh pemerintahan Bush atas serangan 9 / 11.

“9 / 11 telah menjadi dalih untuk pembongkaran sistematis Konstitusi dan Pernyataan Hak azazi kita,” tulis Sheen dalam surat itu.

“Administrasi anda dibaca dari buku pedoman yang sama bahwa pemerintahan Bush memaksakan Amerika melalui dokumentasi rahasia dan penipuan.”

Hampir 3.000 orang tewas ketika pembajak dengan pesawat sarat bahan bakar menabrak World Trade Center dan Pentagon pada 11 September 2001.

Meskipun organisasi Al-Qaidah Usama bin Laden mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut, namun banyak pejabat yang menyalahkan pemerintahan Bush atas terjadinya serangan.

Pada tahun 2007, anggota kongres AS - Keith Ellison mengatakan bahwa Bush mungkin telah memainkan peran besar dalam serangan 9 / 11 untuk mendapatkan kekuatan yang luar biasa seperti yang diberikan kepada Nazi Adolf Hitler di belakang pembakaran besar-besaran parlemen Jerman pada tahun 1933.

Menteri Perumahan Perancis Christine Boutin juga menduga bahwa Bush mungkin berada di balik serangan 9/11, yang ingin menciptakan suatu tatanan dunia baru.

Investigasi

Bintang Hollywood ini (Sheen) mendesak pemerintahan Obama untuk memulai investigasi terhadap serangan 9 / 11.

“Tuan Presiden, saya datang kepada Anda hari ini mewakili seluruh keluarga korban 11 September, serta sesama jutaan warga Amerika.”

Enam setengah menit video dibuka dengan laporan berita dan cuplikan dari serangan dengan latar belakang Sheen sebagai komentator : “Pertanyaannya Tuan Presiden, pertanyaan-pertanyaannya.”

Aktor ini kemudian menjelaskan beberapa pertanyaan yang tidak terjawab, seperti bagaimana dengan pernyataan para pekerja dan penyelamat yang menyatakan bahwa gedung hancur seakan-akan diledakkan.

Ia juga mengutip laporan media tentang runtuhnya menara sebelum peristiwa penabrakan pesawat terjadi dan penerjemah FBI Sibel Edmonds mengklaim bahwa bin Laden telah bekerja untuk CIA sampai terjadinya peristiwa 9 / 11.

Beberapa ahli teori berpendapat bahwa runtuhnya World Trade Center adalah hasil dari penghancuran yang terkendali (Controlled Demolition).

Pendapat lain mengatakan bahwa pesawat komersial tidak tidak menabrak Pentagon melainkan ditembak jatuh.

Sebuah jajak pendapat Howard / Ohio University yang dilakukan pada tahun 2007 mengatakan bahwa lebih dari sepertiga orang Amerika percaya pejabat AS membantu dalam serangan 9 / 11 atau tidak ada usaha mengambil tindakan untuk menghentikan mereka.

Sheen juga mendesak Obama untuk menggunakan kekuatannya untuk melancarkan investigasi independen dalam peristiwa serangan 9 / 11 dan akibat yang ditimbulkannya.

“Tuan, Anda memiliki kekuatan serta tanggung jawab untuk melakukan investigasi kongres yang benar-benar independen dalam peristiwa 9 / 11 maupun sesudahnya.

“Kami mengharapkan padamu tuan Presiden. Jadilah di sisi kebenaran sejarah.”

Informasi terkait yang menguak fakta-fakta gelap dalam serangan 9/11 pembaca juga bisa membacanya di majalah Eramuslim Digest edisi 2, The Dark Side of 911. (eramuslim.com, 14/9/2009)

»»  read more

Jumat, 11 September 2009

Profesor Amerika Ramalkan Dolar Hancur

Dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi rontok. Adalah Profesor Ekonomi New York University Nouriel Roubini yang meramalkan luruhnya nilai dolar AS.

Profesor Roubini terkenal jago meramal ekonomi. Tiga tahun lalu, dia meramal krisis keuangan melanda dunia. Dan terbukti, sudah setahun ini, dunia terbekap krisis akut.

“Jika kita percaya menekan inflasi adalah jalan Pemerintah AS untuk menyelesaikan krisis, kita akan melihat ambruknya nilai dolar AS,” kata Roubini kepada Bloomberg.

Pangkal persoalannya adalah defisit anggaran dan utang. Bukan mustahil dolar AS akan ambruk semakin dalam jika Pemerintah AS tidak bertindak lebih serius mengontrol kedua masalah ini.

Nah, Roubini bilang, kejatuhan dolar tak terjadi dalam waktu dekat. Nilai dolar AS tak berubah banyak terhadap yen dan euro. Tapi, ada penyesuaian drastis antara dolar AS dengan mata uang negara berkembang dan pengekspor komoditas. Misalnya dengan yuan China dan mata uang negara berkembang Asia.

Ekonom Adrian Panggabean dikutio KONTAN mengatakan, “Ada peluang besar dolar AS akan jatuh”. Sebab, kini ada triliunan dolar AS di neraca Federal Reserve, sementara defisit AS US$ 2 triliun. Posisi ini berpeluang menaikkan suplai dolar AS di pasar.

Banjir dolar AS ini akan menyebabkan inflasi. Suku bunga pun tetap rendah guna meredam inflasi, sehingga imbal hasil obligasi dolar AS tetap rendah. Ujungnya, orang tak meminati dolar AS.

Investor akan berpaling ke komoditas. Tak heran, emas kemarin menembus US$ 1.000 per troy ounce. Adrian bilang, perburuan komoditas juga akan membuat bursa saham menggelembung (bubble). [bloomberg/kon/www.hidayatullah.com]

»»  read more

Jumat, 28 Agustus 2009

Jamaah Membludak, Muslim Virginia Sewa Sinagog Untuk Shalat

Semakin besarnya jumlah penduduk Muslim di Amerika Serikat, namun minim sarana masjid dan ruang untuk shalat, memaksa kaum muslimin untuk kreatif selama bulan suci Ramadhan seperti Muslim di Virgnia yang menyewa Sinagog atau rumah untuk ibadah kaum Yahudi.

Di Reston, Virginia, sebuah sinagog di sewa oleh kaum Muslimin untuk melakukan ibadah shalat selama Ramadahan, menurut Washington Post. Ruang tambahan sangat penting untuk mengakomodir keinginan orang yang beribadah.

"Sama seperti anda merayakan Paskah dalam agama Kristen, Hanukah dalam agama Yahudi, kami memiliki apa yang di sebut bulan Ramadahan bagi umat islam. Mereka baru keluar rumah pada hari raya," kata Imam Johari Abdul Malik, Direktur Hubungan Masyarakat dari masjid Daar Al-Hijrah di Falls Church, kepada Washington Post.

Dengan perkiraan jumlah penduduk Muslim Amerika mencapai 2,5 sampai 7 juta jiwa, jumlah penduduk Muslim Amerika telah meningkat dua kali lipat sejak 1990 menurut penelitian Universitas Trinity, membuat tantangan bagi umat islam untuk membangun masjid yang cukup untuk memenuhi permintaan .

Masjid Penuh Sesak.

Islam melarang riba, sehingga kebanyakan jamaah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengumpulkan dana yang di butuhkan untuk membangun sebuah masjid dalam bentuk uang tunai untuk menghindari pengambilan riba. Meskipun gedung marak di Virginia, masjid selalu penuh sejak menit pertama di buka dan harus menyewa ruang tambahan.

Masjid, seperti masjid ADAMS di Herdon yang dapat menampung 4000 orang lebih, mempunyai anggota yang terus meningkat sejak tahun 2000, belum mampu membangun ruangan sholat baru seiring pertambahan jamaahnya.

Ruang masjid di sewa dari hotel, aula pernikahan, dan dua Sinagog untuk mengakomodir orang-orang yang akan menghadiri shalat Jum'at.

Yang lain, seperti masjid Dar Al-Hijrah yang berkapasitas 2000 orang telah menerapkan giliran bagi jamaah karena keterbatasan ruangan.

Abdul Malik mengatakan ia harus mengubah banyak cara diakhir Ramadhan untuk menghindari pelanggaran peraturan ijin hunian, dan ia tidak mau mengatakan berapa banyak masjid tahun ini yang akan berurusan dengan pengawas bangunan.

[muslimdaily.net/alj]
»»  read more

Kebrutalan CIA Menyiksa Tahanan Secara Resmi Terbongkar

WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama kemarin melakukan penyelidikan tindak kriminal mengenai teknik interograsi “tidak berperikemanusiaan” yang digunakan oleh CIA terhadap tahanan dalam kampanye War on Teror pada zaman mantan Presiden George W. Bush.

Dokumen rahasia yang dipublikasikan kemarin, menunjukkan penyidik CIA mengancam akan membunuh anak-anak seorang tahanan dan memaksa orang yang dicurigai sebagai teroris untuk melihat ibunya diperkosa di depannya.

Obama juga menginstruksikan dilakukannya perubahan terhadap prosedur interograsi di masa yang akan datang, termasuk menempatkan biro intelijen lain, selain CIA di bawah payung Biro Penyelidikan Federal (FBI), dan langsung disupervisi oleh Penasihat Keamanan Nasional Obama.

Pemerintahan Obama memberi jaminan, interograsi akan dilaksanakan mengikuti Panduan Medan Tentera AD, dengan peraturan yang ketat tentang teknik yang digunakan dan Gedung Putih tidak akan melakukan intervensi ketika penyidik profesional melaksanakan tugas mereka.

Beberapa jurubicara Obama berkata, keputusan apakah akan mendaftarkan dakwaan ke pengadilan atau tidak akan dilakukan oleh Kejaksaan Negara, Eric Holder dan bukan oleh Gedung Putih.

Laporan yang disampaikan oleh Direktur CIA lima tahun lalu, baru-baru ini diklasifikasikan bukan sebagai laporan rahasia, dan kemarin dipublikasikan atas perintah Pengadilan Federal. Laporan itu menggambarkan teknik yang biadab, yang digunakan oleh penyidik kepada orang yang diduga sebagai teroris, pasca serangan 11 September 2001.

Penyidik yang ingin mengorek informasi tentang serangan akan datang, mengancam seorang tahanan dengan pistol dan strum listrik, yang lain lagi dicekik, juga menakut-nakuti orang yang diduga sebagai teroris dengan melaksanakan hukuman mati terhadap tahanan lainnya.

Holder berkata, dia telah memilih mantan Jaksa Penuntut Umum, John Durham untuk memastikan mana-mana anggota CIA, atau operator CIA yang layak menghadapi tuduhan kriminal, kerana menggunakan teknik-teknik kotor dan melampaui batas.

Bekas Direktur CIA, Michael Hayden, yang dilantik oleh Bush pada tahun 2006, menyatakan kecewa mengenai kemungkinan anggota CIA menghadapi tuduhan kriminal.

Sebelumnya, Obama mengatakan, bahwa para penyidik tidak akan menghadapi tuduhan di pengadilan, jika mereka mematuhi undang-undang, tetapi laporan Direktur CIA itu menyatakan mereka telah melakukan tindakan yang melampaui batas, malah melanggar apa yang diizinkan dalam memo undang-undang Departemen Kehakiman yang telah ditarik kembali dan dipersoalkan.

Laporan itu juga menunjukkan, bahwa sebagian dari penyidik menyadari tindakan mereka melampaui batas.

“Sepuluh tahun sejak sekarang, kita akan menyesal melakukan tindakan ini tetapi kita terpaksa melakukannya,” kata seorang anggota CIA yang tidak dipublikasikan identitasnya, menurut laporan itu, yang membayangkan penyidik suatu hari nanti akan dihadapkan ke pengadilan untuk menjelaskan tindakan mereka.

Laporan tersebut menyimpulkan, CIA telah menggunakan cara-cara “yang tidak dibenarkan, yang mereka buat sendiri dan tidak berperikemanusiaan” dalam menyidik orang yang diduga sebagai teroris “bernilai tinggi”. AP

Sumber: Utusan Malaysia 25/08/09

»»  read more

Kamis, 27 Agustus 2009

Kaos Anti Islam Dipakai Anak SD di AS

Seorang anak perempuan berumur 10 tahun telah diminta pulang kerumahnya oleh pihak sekolah pada hari pertama ia kembali masuk sekolah di Gainesville karena mengenakan kaos yang dianggap provokatif.

Faith Sapp nama anak perempuan tersebut mengenakan kaos sewaktu masuk ke sekolahnya pada hari Senin lalu dengan kalimat “Islam Is Of The Devil” tercetak di kaosnya. Kalimat yang sama juga tertulis di kaos yang dikenakan ayahnya di sebuah pusat peribadatan, tempat di mana ayahnya menjabat sebagai pastor disana.

Ayah Sapp membiarkan anak perempuannya mengenakan kaos tersebut, akan tetapi pihak sekolah mengatakan bahwa pakaian yang dikenakan oleh Sapp bertentangan dengan aturan sekolah. Aturan berpakaian di sekolah menyatakan bahwa seorang siswa harus mengenakan pakaian yang tidak menyinggung sentimen terhadap golongan tertentu dan harus sesuai dengan kepatutan sekolah.

Sapp mengatakan bahwa dirinya sudah merasakan akan mendapat respon dari kaos yang ia kenakan.

“Saya pikir mereka pihak sekolah akan menelpon dan memanggil orang tua saya. Saya mengharapkan hal itu di hari pertama masuk sekolah,” kata Faith Sapp pelajar pada SD Talbot.

Pihak dewan sekolah mengatakan bahwa Sapp tidak akan diskor atau dikeluarkan dari sekolah dan ia bisa kembali bersekolah pada hari Selasa besoknya, namun dia harus mengikuti aturan berpakaian yang ditetapkan sekolah. (eramuslim, 26/8/2009)

»»  read more

Senin, 24 Agustus 2009

Perang Irak ‘Kampanye AS Demi Minyak’

Aktivis HAM Amerika telah menuduh pemerintah AS berusaha untuk menjamin kepentingan perusahaan-perusahaan minyak dengan mengadakan perang di Irak.

Emily Spence, penulis “Massachusetts-based” yang juga aktif dalam gerakan hak asasi manusia, lingkungan, dan pelayanan sosial, meyakini seperti halnya banyak orang, bahwa AS mengincar minyak Irak ketika menyerang negara itu pada tahun 2003.

“Militer AS … memiliki sekitar 1.000 pangkalan di seluruh dunia … yang biasanya terkait dengan kepentingan perusahaan minyak,” tulis Spence dalam sebuah artikel yang baru-baru ini dipublikasikan di situs Information Clearing House.

Spence menuduh George W. Bush dan Tony Blair mengetahui bahwa “inspektur PBB Irak tidak akan menemukan senjata pemusnah massal”, tapi tetap melancarkan kampanye militer yang berdasarkan pada rencana jangka panjang menyerang Irak.

“Masalahnya adalah menemukan dasar-dasar, legal atau tidak, untuk memperoleh dukungan dari masyarakat atas tidakan memalukan seperti tindak kekerasan, yang sampai saat ini telah mengakibatkan perpindahan jutaan rakyat Irak dan pembantaian lebih dari satu juta orang, termasuk lebih dari 4.300 pasukan AS, “katanya.

Spence menguraikan bahwa Amerika harus menyadari bahwa invasi bersenjata AS dan operasi-operasi rahasia “tak ada hubungannya dengan perlindungan Amerika dari teroris global.”

“[They have] more to do with the obtainment of fossil fuels on behalf of the Pentagon and favored companies, whose heads contribute to government officials’ campaign funds and offer other perks like high paying jobs upon the completion of terms in office,” she writes.

“Mereka lebih berkaitan dengan bahan bakar fosil atas nama Pentagon dan sesuai dengan keinginan perusahaan, yang berkontribusi besar terhadap ‘dana pejabat pemerintah dan menawarkan fasilitas lainnya seperti pekerjaan dengan gaji tinggi setelah selesainya masa jabatan,” tulisnya.

“Dengan demikian, akan lebih akurat bila Menteri dari Departemen Pertahanan untuk mengubah namanya menjadi Departemen Penyerangan,” katanya, sambil menambahkan bahwa “melakukan hal itu, tentu akan lebih mencerminkan sejarah Amerika Serikat”.

Dia kemudian menguraikan peran Amerika Serikat telah memainkan di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, dengan mengutip bagian-bagian dari Bill Blum.

“Sejak 1945 sampai akhir abad, Amerika Serikat mencoba menggulingkan lebih dari 40 pemerintah asing, dan menghancurkan lebih dari 30 gerakan nasionalis yang berjuang melawan rezim diktator.

“Dalam prosesnya, Amerika Serikat menyebabkan kematian untuk beberapa juta orang, dan mengakibatkan banyak jutaan jiwa kesakitan dan putus asa,” kutipnya.

Spencer menunjukkan bahwa para pembayar pajak AS sedang menonton 73% dari setiap dolar pajak untuk pengeluaran militer (54%) dan pembayaran bunga (19 +%)? (Dengan hanya 27% yang tersisa untuk hal-hal lain).
“Ini memaksa seseorang untuk bertanya-tanya dari mana dana akan diturunkan untuk kesehatan publik, masa depan pembayaran Jaminan Sosial, kesehatan, bencana, pendidikan umum dan berbagai program lain, seperti penyediaan energi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Spencer juga melancurkan serangan terhadap rencana bailout pemerintah AS, yang telah diarahkan pada perusahaan-perusahaan besar dan bukan untuk “keluarga yang tinggal di mobil dan di bawah tenda terpal di kota-kota”.

Dia kemudian menyarankan “menyediakan lapangan kerja dan pendapatan melalui program WPA dan program Civilian Conservation Corps seperti yang terjadi selama Depresi Besar.”

Spencer menulis bahwa pemerintah AS telah mengeluarkan $8.5 triliun untuk dana bailout (setara dengan 60% dari PDB) pada Desember 2008, dan mengalokasikan $1,449 miliar (setara dengan 54% dari anggaran federal) untuk pengeluaran militer pada tahun 2009.

Ini adalah sementara, menurut aktivis, pengeluaran pendidikan pada tahun 2008 menerima hanya 4,4% dari anggaran.

Spencer memperingatkan bahwa 60.000 orang Amerika telah kehilangan pekerjaan mereka setiap bulan dengan laju sekitar satu orang setiap 30 detik, dan dengan semakin banyaknya rumah jatuh ke penyitaan, negara “tidak memiliki tempat lain untuk pergi kecuali tenggelam ke dalam kesulitan, serta beberapa tingkat kemelaratan “. (mediaumat.com)

»»  read more

Jumat, 07 Agustus 2009

AS Akan Lipatduakan Bantuan Senjata, Amunisi Pada Somalia

Washington - AS merencanakan untuk melipatduakan jumlah senjata dan amunisi yang negara itu berikan pada pemerintah sementara Somalia, menandakan keterlibatan lebih dalam AS dalam konflik di negara tersebut, seorang pejabat Kemlu AS mengatakan, Kamis.

Pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan rencana tersebut adalah akan melipatduakan pasokan senjata dari 40 menjadi 80 ton. “Itulah gagasannya,” kata pejabat tersebut.

Pejabat tersebut juga mengatakan Somalia juga telah menerima pelatihan militer di Djibouti, tempat milier AS memiliki sebuah pangkalan yang mencakup Tanduk Afrika itu.

“Kami tentu saja akan mencari cara agar kami dapat membantu mendukung pemerintah tersebut untuk pada akhirnya membantu membawa stabilitas ke wilayah itu, yang merupakan tujuan kebijakan luar negeri AS,” jurubicara departemen luar negeri AS Robert Wood mengatakan.

Sebelumnya di Nairobi, Menlu Hillary Clinton menjanjikan “dukungan sangat kuat” pada pemerintah federal sementara Somalia dalam satu pertemuan dengan presidennya, Sharif Sheikh Ahmed.

Hillary juga memperingatkan Eritrea untuk berhenti mendukung Al-Shabaab, kelompok Islam garis keras yang diilhami-Al Qaida yang memerangi pemerintah sementara Somalia untuk menguasai negara Afrika timur miskin itu.

Secara terpisah, kepala penasehat anti-terorisme Presiden Barack Obama menyampaikan keprihatinan mengenai “alat penagkap” kelompok itu di luar kawasan tersebut, termasuk AS, yang menyebutkan bahwa beberapa orang Somalia dengan kewarganegaraan AS telah pulang untuk berperang.

“Ini adalah sesuatu yang kami sangat khawatirkan,” kata John Brennan, seorang bekas pejabat karir CIA.

Wood menuduh Eritrea memberikan senjata dan bantuan lainnya pada kelompok itu.

“Telah lama lewat waktunya bagi Eritrea untuk menghentikan bantuanya pada Al-Shabaab dan untuk mulai menjadi lebih produktif ketimbang tetangga yang membuat tidak stabil,” Hillary mengatakan pada konferensi pers bersama dengan Sharif di Nairobi.

Para pejabat AS telah memperingatkan kemungkinan sanksi dan beberapa anggota parlemen AS mendesak Washington untuk menempatkan Eritrea dalam daftar hitam negara sponsor terorisme.

Hillary menyampaikan kekhawairan bahwa Shabaab akan mengubah Somalia menjadi surga ekstrimis yang sama dengan daerah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan — yang telah menjadi prioritas utama bagi pemerintah Obama.

Hillary mengatakan pada Sharif, AS siap untuk memenuhi permintaannya akan bantuan yang tak ditentukan.

Sejak akhir Juni AS telah mengapalkan kepada pemerintah Somalia pasokan penting senjata dan amunisi untuk mempertahankan negara itu dari perlawanan Al-Shabaab yang didukug oleh Eritrea.

Pengiriman awal 40 ton senjata dan amunisi telah ditujukan ke Somalia pada akhir Juni.

“Karema apa yang terjadi di Somalia kami akan memberi pemerintah federal sementara itu senjata, amunisi untuk membantu upaya pemerintah untuk memberikan keamanan,” kata Wood tanpa mengkonfirmasi rencana untuk melipatduakan jumlahnya. (ANTARA, 7/8/2009)

»»  read more

Selasa, 04 Agustus 2009

Tentara AS Tak Akan Dihukum Atas Kematian Warga Sipil Afghan

Washington - Serangan militer AS beberapa waktu lalu menewaskan banyak warga sipil tak bersalah di Afghanistan. Namun para prajurit AS yang terlibat dalam serangan udara mematikan itu tak akan dihukum.

Menurut pejabat tinggi militer AS, Laksamana Mike Mullen, tak mungkin menghukum tentara AS atas serangan itu.

“Setidaknya dalam pandangan saya, saya melihat tak ada yang akan menuju ke tindakan spesifik seperti yang Anda tanyakan,” kata Mullen dalam briefing Pentagon saat ditanya wartawan apakah tindakan disiplin mungkin dipertimbangkan untuk prajurit yang terlibat serangan di Afghanistan tersebut.

Bulan lalu militer AS melancarkan serangan udara terhadap pejuang-pejuang Taliban di Provinsi Farah, Afghanistan. Serangan itu ternyata menewaskan banyak warga sipil Afghan. Militer AS telah meminta maaf kepada pemerintah Afghan atas kejadian itu.

Menurut pejabat-pejabat Afghan, 140 warga sipil tewas dalam serangan itu. Namun menurut estimasi militer AS, korban sipil antara 20-35 orang dan jumlah pejuang Taliban yang tewas 80-95 orang.

“Ada beberapa estimasi tapi saya pikir kita tak akan pernah tahu berapa jumlah sebenarnya,” tutur Mullen, pimpinan Kepala Staf Gabungan AS seperti dilansir kantor berita Reuters , Jumat (19/6/2009).

Menurut pejabat-pejabat Pentagon, kematian warga sipil itu terjadi ketika sebuah pesawat pengebom B-1 yang terlibat dalam operasi itu mengidentifikasi sebuah gedung untuk diserang. Jet tempur tersebut menyerang gedung itu tanpa benar-benar memastikan bahwa para pejuang Taliban masih berada di sana.

“Ada masalah perintah dan kontrol, masalah rantai komando, sejumlah isu pelatihan yang harus kami atasi,” pungkas Mullen.

Sejak kejadian itu, para komandan AS di Afghanistan telah mengubah prosedur operasional untuk meminimalisir korban jiwa warga sipil. (detikNews, 19/06/2009)

»»  read more

Sabtu, 01 Agustus 2009

Obama Perpanjang Sanksi Terhadap Suriah

Presiden AS Barack Obama, Kamis, memperpanjang sanksi-sanksi terhadap Suriah atau individu-individu pro Suriah karena memprovokasi ketidakstabilan di Lebanon, walaupun ada sejumlah tanda positif dari Damaskus dalam waktu belakangan ini, kata Gedung Putih.

“Dalam enam bulan belakangan ini, Amerika Serikat menggunakan dialog dengan pemerintah Suriah untuk mengatasi kegelisahan dan mengidentifikasi masalah-masalah kepentingan bersama termasuk dukungan bagi kedaulatan Lebanon,” kata Obama dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Ia mengatakan ada “sejumlah perkembangan positif pada tahun lalu, termasuk penjalinan hubungan diplomatik dan pertukaran dutabesar-dutabesar antara Lebanon dan Suriah.”

Tetapi ia mengatakan “tindakan-tindakan oleh orang-orang tertentu tetap membantu ketidakstabilan politik dan ekonomi di Lebanon dan kawasan itu dan menimbulkan ancaman yang tidak biasa terjadi dan luar biasa, terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.”

Sebagai akibatnya, kata Obama, ia memutuskan akan memperpanjang satu tahun sanksi-sanksi yang diberlakukan 1 Agustus 2007 oleh mantan Presiden George W.Bush yang membekukan asset-asset para individu yang dituduh mengganggu kedaulatan Lebanon atas nama Suriah.

Amerika Serikat memberlakukan sejumlah sanksi terhadap Suriah, musuh utamanya di kawasan itu bersama Iran, yang bersekutu dengan Damaskus.

Sejak memangku jabatan, Obama melangkah dengan hati-hati untuk memperbaiki hubungan dengan Suriah, yang adalah pelaku dan dapat memainkan peran yang berpengaruh di kawasan itu, baik di Lebanon, Irak atau dalam konflik Israel-Palestina. (ANTARA News, 31/7/2009)

»»  read more

Followers